Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
eps 179


__ADS_3

kania "pak kyai lanjut tema pacaran"


pak kyai "apa kalian tidak mengantuk?"


kania, syasya "tidak pak kyai"


angel "angel sudah mengantuk bi, fira malah sudah tidur lagi dari tadi pula"


fadhil "mas antar ke kamar saja ya"


angel "enggak mau"


fadhil "yaudah sini rebahan"


pak kyai "yakin nih dilanjutkan?"


mereka semua pun terpaksa mengiyakan padahal mereka sudah mengantuk tapi mereka tidak mau mengecewakan kania maupun syasya.


pak kyai "Di masyarakat pacaran adalah hal yang lumrah, proses mengenal lawan jenis atau diibaratkan sebagai rasa cinta kasih yang diwujudkan dalam hubungan. Namun, Islam tidak pernah mengajarkan tentang pacaran, karena dalam kenyataannya dua insan yang berlainan jenis tidak bisa terhindar dari berdua-duaan, terjadi pandang memandang dan terjadi sentuh menyentuh. Perbuatan ini sudah jelas semuanya haram hukumnya menurut syari’at Islam.


Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang wanita, kecuali si wanita itu bersama mahramnya.”


Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Allâh telah menulis atas anak Adam bagiannya dari zina, maka pasti dia menemuinya: Zina kedua matanya adalah memandang, zina lisannya adalah perkataan, zina hatinya adalah berharap dan berangan-angan. Dan itu semua dibenarkan dan didustakan oleh ***********.”


Dalam kitab suci Al-Qur’an terdapat ayat yang berkaitan dengan aktivitas pacaran, yaitu pada surat Al-Isra ayat 32, yang artinya:


“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (QS Al-Isra:32)


Dan adapun haditsnya yaitu, Rasulullah bersabda:


“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi).


Memiliki rasa cinta kepada lawan jenis merupakan fitrah bagi manusia. Cinta bisa membuat keberlangsungan hidup manusia tetap terjaga dan indah. Oleh karena itu, Allah SWT menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan kenikmatan bagi penghuni surga. Islam sebagai agama yang sempurna juga telah mengatur bagaimana menyalurkan fitrah cinta tersebut dalam Al Quran.


Akhir-akhir ini, sudah tidak menjadi hal yang baru lagi ketika kita melihat pasangan laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim di tempat makan, di pinggir jalan, di kafe, restoran, di tempat wisata atau di mana saja. Mereka terlihat sangat asyik mengumbar sesuatu yang katanya mesra. Mereka juga terlihat sangat bahagia saling memiliki satu sama lain.


Seolah sudah tidak mempunyai rasa malu lagi, mereka berdua-duaan di tempat umum bahkan di tempat yang sepi. Padahal, Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah HR Muslim yang artinya; “Janganlah sekali-kali antara laki-laki dan perempuan berduaan kecuali disertai oleh muhrimnya, dan seorang perempuan tidak boleh bepergian kecuali ditemani oleh muhrimnya.”


pacaran dilarang dalam Islam. Setiap jalan menuju zina adalah sesuatu yang terlarang. Dalam pacaran hal-hal seperti saling memandang, berjabat tangan, berduaan dan bentuk perbuatan lain yang dilakukan dengan lawan jenis non mahrom adalah suatu hal yang terlarang dan haram.


Bentuk pacaran ini bisa menjadikan seseorang mendekati zina. Pada awalnya hanya saling memandang. Lalu dari pandangan itu merasa jatuh hati. Kemudian timbul hasrat ingin jalan berdua. Lebih lagi sudah berani berdua-duan di tempat yang jauh dari keramaian. Setelah itu saling bersentuhan tangan dan ciuman dengan pasangan non mahrom. Akhirnya, sebagai bentuk pembuktian cinta mereka berzina. Naudzu billahi min dzalik.


Islam melarang adanya pacaran di antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim karena dapat menimbulkan fitnah dan dosa.


Salah satu penyebab pacaran menjadi budaya dan terjadi di kaum muslim adalah dikarenakan para wanita muslim tidak menerapkan ajaran islam dalam berbusana dan bertingkahlaku. Mereka seolah tidak malu membuka aurat dan menunjukkan bagian tubuhnya sehingga membuat lelaki tergoda. Para wanita yang menggoda dan lelaki yang tergoda, semuanya berdosa.


Seringkali orang berpacaran akan menyangkal bahwa mereka tidak akan melakukan hal-hal yang mendekati zina. Mereka akan berpacaran dengan cara yang sehat. Padahal sebenarnya tidak ada pacaran yang sehat kecuali jika pacaran setelah menikah.


Di dalam agama Islam, menjalin hubungan yang diajarkan adalah melalui pernikahan yang halal. Tentunya dengan usia yang cukup, memiliki pengetahuan baik, dan sudah mempunyai mata pencarian.


Di Indonesia, istilah pacaran sudah terlanjur memiliki konotasi negatif. Pacaran dipahami sebagai pergaulan antara laki-laki dan perempuan sebelum adanya atau menuju ke arah ikatan pernikahan.


syasya "lalu apa ada tips pacaran dalam islam ?


kania "pak kyai bagaimana konsep ta'aruf yang benar menurut islam?"

__ADS_1


pak kyai "baik saya jawab mbak syasya dulu, Banyak tindakan yang sebenarnya tidak boleh dilakukan sebelum menikah malah dijadikan sebuah kebiasaan ketika berpacaran. Padahal nih dalam islam tidak mengenal kata pacaran. Hal ini menandakan bahwa pacaran tidak diperkenankan dalam agama, namun kita bisa menjalani suatu hubungan dengan dengan tidak melakukan hal-hal yang dilarang, misalnya


1. Melakukan Kegiatan Positif Bersama


Pacaran adalah sebuah proses pengenalan dan pencocokan dua insan yang sedang jatuh cinta. Mengenal bukan berarti harus berpegangan tangan atau bermesraan. Melakukan kegiatan positif seperti belajar kelompok atau berolahraga bareng bisa menjadi pilihannya. Melakukan kegiatan tersebut secara bersama-sama akan semakin mendekatkan hubungan kalian.


2. Menjauhi Tempat yang Sepi


Yah, tindakan ini adalah hal yang harus kamu hindari. Jangan berduaan dengan pacar di tempat sepi sebab godaannya sangatlah besar. Setan sangat suka menganggu mereka yang sedang berduaan. Ketika iman kalian tidak kuat maka akan terjadi sesuatu yang tidak sehat yang akan kalian lakukan.


jangan dibiasakan pergi berduaan. Ajaklah teman ketika kalian bertemu. Selain dapat menjaga diri, mengajak teman dapat membuat suasana menjadi lebih ramai. Kamu tidak akan cepat bosan ketika bertemu dengan pacar sebab ada teman yang selalu bisa membuat suasana mencair.



Tidak Melakukan Kegiatan Zina


Sesuatu yang mendekati zina saja dilarang apalagi melakukan zinanya yah? Memang benar bahwa melakukan zina adalah sebuah dosa besar. Maka dari itu hindarilah. Jangan sekali-kali menyentuh pacar, entah itu memeluknya, meraba ataupun menciumnya. Bahkan berpegangan tangan pun kalian dilarang.



sebab ketika cewek dan cowok bersentuhan maka akan terjadi getaran yang bisa membuat seseorang merasa nyaman. Oleh sebab itu hindarilah sebelum rasa nyaman tersebut akan berlarut menjadi sesuatu yang zina.


4. Saling Mengingatkan Sholat


Meskipun sholat adalah aktivitas wajib yang dijalani setiap hari, namun kadangkala seseorang tersebut merasa lupa. Sebab tidak ada manusia yang sempurna. Manusia adalah tempatnya salah dan juga lalai. Oleh sebab itu saling mengingatkan satu sama lain adalah sesuatu yang penting yang harus dilakukan.


banyak hal positif yang bisa kamu dapatkan dengan melakukan tindakan ini, yaitu kamu akan semakin taat beragama dan juga kamu dapat dianggap sebagai pacar yang penuh perhatian. Nah buat kalian yang belum pernah melakukan tindakan ini kepada pacarmu maka contohlah. Hubunganmu pun akan diridhai oleh-Nya.


5. Saling Memotivasi


Memberikan dukungan kepada kekasih untuk prestasi yang cemerlang adalah salah satu tindakan yang sangat dianjurkan. Kamu tidak ingin dong kalau pacarmu masa depannya suram? Sebab pacar adalah calon suami kamu kelak. Ketika pacarmu masa depannya suram maka masa depanmu pun akan suram pula.


syasya "terus pak kyai kalau pacaran dilarang kita kan gak bakalan kenal 1 sama lain?"


pak kyai "ya bisa seperti kalian bukan? pacaran setelah menikah, bukankah itu lebih menyenangkan?"


syasya "iya pak kyai benar pacaran setelah menikah memang menyenangkan"


pak kyai "baiklah selanjutnya pak kyai jawab ya pertanyaan dari kania"


ta’aruf merupakan interaksi yang dilakukan antara dua orang atau lebih dengan disertai maksud atau tujuan tertentu. Jadi, secara bahasa pengertian ta’aruf sebenarnya luas karena bisa menyangkut persaudaraan, pertemanan, pernikahan, dan lain sebagainya.


ta’aruf yang selama ini banyak dikenal oleh masyarakat muslim yang ada di Indonesia adalah ta’aruf yang dihubungkan dengan dunia percintaan. Ya, dunia percintaan memang selalu menjadi topik yang menarik di dalam kehidupan masyarakat, terlebih lagi jika dilihat dalam sudut pandang islam.


Ta’aruf dalam hubungan percintaan bisa diartikan sebagai proses perkenalan yang tujuannya adalah menyempurnakan agama yaitu mengacu ke jenjang pernikahan. Bukan hanya sekedar ingin berkenalan saja ataupun iseng-iseng dalam mencari jodoh, lebih dari itu ta’ruf menjadi begitu mulia karena sang pelaku memiliki niat yang suci.


Banyak sekali manfaat ta’aruf yang bisa Kamu dapatkan daripada proses pacaran yang umumnya banyak mendatangkan kemaksiatan. Nah, berikut ini akan disajikan manfaat dari keuntungan dari ta’aruf yang mungkin tidak pernah Kamu sadari.


Terhindar dari zina


Ta’aruf merupakan sarana untuk menghindarkan Kamu dari hubungan zina atau berdua-duaan di tempat yang sepi karena dalam proses ta’aruf melarang laki-laki serta perempuan bertemu secara diam-diam tanpa adanya pendamping.


Lebih fair


Saat ta’aruf berlangsung keduanya saling bertukar informasi mengenai kelebihan dan juga kekurangan masing-masing tanpa ada yang harus ditutup-tutupi. Pihak keluarga pun saling mengetahui akan hal tersebut. Jadi, tidak akan ada kebohongan dan pastinya lebih fair.

__ADS_1


Lebih efektif


Selama proses ta’aruf terjadi pertukaran informasi antara kedua belah pihak dalam waktu yang singkat sehingga tidak perlu untuk jalan-jalan layaknya orang yang berpacaran. Hal inilah yang mengakibatkan ta’aruf dianggap lebih efektif dibandingkan dengan pacaran.


Prosesnya cepat


Yak butuh waktu lama dalam proses ta’aruf, jika keduanya sudah merasa banyak kecocokan, maka akan dilanjutkan ke jenjang selanjutnya yaitu lamaran dan kemudian menikah. Namun, jika merasa tidak cocok maka tidak ada kata putus, melainkan berhenti pada proses ta’aruf saja dan tidak menimbulkan permusuhan. Tentu hal ini berbeda dengan pacaran yang seringkali berakhir dengan permusuhan jika sudah putus.


kania "lalu pak kyai apa bedanya ta'aruf dengan pacaran? bukankah sama-sama ingin mengenal satu sama lain"


pak kyai "jelas berbeda, Dimana, ta’aruf merupakan proses perkenalan untuk menuju ke jenjang pernikahan sedangkan pacaran umumnya untuk saling mengenal antar lawan jenis yang awalnya tidak dilandasi dengan komitmen untuk menikah. Bahkan tidak jarang dimodusi dengan syahwat **** bebas.


Jika sudah menjalani proses pacaran lama dan merasa cocok barulah mereka melangsungkan pernikahan.


Ta’aruf dalam islam tentu sangat dianjurkan dibandingkan dengan pacaran karena dalam islam hukum pacaran itu haram. Ya, seperti yang telah diketahui bersama bahwa pacaran merupakan kegiatan yang mendekati zina sehingga dilarang oleh agama islam.


Dalam proses ta’aruf nantinya akan ada pihak ketiga yang menemani proses ta’aruf tersebut yaitu mahramnya sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang buruk, lain halnya dengan pacaran yang seringnya berduaan sehingga memiliki peluang untuk mendekatkan diri pada zina.


Memang tidak semua pacaran itu buruk seperti misalnya pacaran bagi mereka yang telah menikah, ada pula pacaran pemuda-pemudi yang belum menikah, pacaran memang memiliki banyak mudhorotnya daripada manfaatnya.


Jika dilihat dari lama waktunya, tentu prinsip dari ta’aruf dalam islam adalah lebih cepat lebih baik.


Jika kedua calon mempelai sudah siap dan sama-sama mantap, maka pernikahan akan segera digelar. Namun, jika ada salah satu pihak yang merasa tidak cocok, maka mereka hanya sampai pada proses ta’aruf saja.


Nah, untuk pacaran sendiri lama waktunya memang tidak terbatas karena kebanyakan tidak ada komitmen untuk menikah. Jadi, bisa pacaran 1 bulan, 5 bulan, 1 tahun, dan lain sebagainya. bahkan terkadang putus bukan?


kania "iya sih banyak kejadian pacarannya lama eh nikahnya sama siapa"


syasya "lalu pak kyai apa khitbah itu sama dengan ta'aruf?"


pak kyai "Khitbah atau yang biasa disebut dengan lamaran adalah sebuah pernyataan atau permintaan dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan dengan maksud mengawininya. Lamaran ini bisa dilakukan oleh sang laki-lakinya secara langsung maupun diwakilkan oleh pihak lain yang sesuai dengan ketentuan agama islam.


Proses khitbah ini belum selesai jika pihak perempuan belum memberikan jawabannya. Jika, ia berkata iya berarti sang perempuan sudah resmi dilamar atau biasa disebut dengan makhtubah. Dan setelah khitbah ini Kamu beserta calon pasangan bisa memperdalam materi persiapan pernikahan dalam Islam yang sesuai sunnah.


khitbah yang merupakan pinangan. Taaruf adalah rangkaian proses sebelum khitbah itu sendiri. 


Taaruf itu masa penjajakan antara kamu dan dia untuk menemukan kecocokkan. Kalau pun ternyata gak cocok, kamu dan dia bisa mundur baik-baik tanpa sakit hati yang berlebihan.


Jika dalam taaruf kamu masih bisa diberi pilihan, beda dengan khitbah yang jadi masa untuk berkata, "aku pilih kamu". Tapi ada juga jalan khitbah yang niatannya muncul dari pihak laki-laki, artinya tanpa kesepakatan berdua. Di sini pihak perempuan yang dikhitbah bisa menerima atau menolak. Kembali lagi, proses taaruflah yang sangat mempengaruhi khitbah itu berhasil atau gagal.


Saat taarufmu sedang berjalan, kamu juga perlu komunikasikan perihal sosok calonmu pada orangtua sebab kamu wajib mengantongi restu mereka sebelum melangkah ke tahap khitbah. Sepakati kriteria calon yang kamu dan orangtua harapkan. Salat istikharah, doa dan restu orangtualah yang bakal membimbingmu memilih langkah terbaik.


syasya "oh jadi beda ya"


pak kyai "Dalam Islam, proses menuju pernikahan itu melewati tiga tahap, yaitu taaruf, khitbah dan akad nikah"


pak kyai "bagaimana ada yang di tanyakan lagi?"


papa demian "sudah saja ya, ini sudah malam lihatlah angel dan fira sudah terlelap, ibu hamil tidak baik begadang apalagi ini kita masih diluar rumah"


kania "tapi kania masih pengen tanya papa dem"


pak kyai "besok saja bagaimana? setelah sarapan"


papa rey "iya nginap disini saja biar setelah sarapan kamu bisa tanya ke pak kyai sepuasmu"

__ADS_1


kania "benarkah pak kyai?"


pak kyai "iya, sekarang istirahat lah kalian, ini sudah malam"


__ADS_2