Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
eps 297


__ADS_3

tadi fadhil pulang lebih dulu dengan angel, sesampainya di rumah angel segera memasak makanan kesukaan umi nya agar umi nya mau makan.


fadhil "sayang masak untuk umi saja ya biar yang lain beli"


angel "iya mas"


tak lama setelah masakan selesai umi Aisyah dan yang lain sudah tiba di rumah.


angel "mi ayo makan dulu angel sudah masak khusus buat umi"


umi Aisyah "tidak nak umi belum lapar, kamu aja yang makan"


angel "mi ayo makan ya, nanti umi sakit abi pasti sedih kalau umi tidak makan, angel suapi ya? dikit gapapa deh asal umi makan"


umi Aisyah "baiklah"


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


saat angel masuk kamar dia melihat suami nya duduk termenung.


FADHIL POV


sejak aku menerima telpon dari umi agar aku segera ke kota s atas permintaan abi sebenarnya hatiku resah karena tidak biasanya abi memaksa dan mengancam anaknya untuk datang ke pesantren, dulu walaupun sibuk aku selalu sambang ke tempat abi dan umi 1 bulan sekali walau waktunya tidak pasti.


saat putraku berbicara jika kakak dan abang mereka yang sedang menempuh pendidikan di kairo juga di minta pulang ke Indonesia di situ sebenarnya perasaan ku mulai tidak karuan, tetapi saat aku tiba di pesantren dan melihat abi umi ku baik-baik saja aku mulai tenang dan tidak memikirkan lagi hal-hal buruk.


sampai di pesantren aku juga heran dengan abi yang tiba-tiba ingin masakan istriku padahal saat 2 pekan lalu kemari abi melarang istriku masuk dapur tapi kali ini abi malah request makanan dan abi juga meminta istriku untuk mengambilkan makan.


kemarin saat akan baberquan abi meminta waktu untuk berbicara denganku serta angel istriku di ruang baca, ternyata yang di bicarakan adalah tentang kematian dan itu membuat perasaanku jadi kacau dan ucapan abi tentang kematian membuat istri cantik ku menangis, setelah abi menyampaikan beberapa pesan beliau meminta aku untuk memanggilkan kedua kakakku berserta istri nya.


ketika kakak-kakak ku tiba abi juga memberi pesan kepada mereka, dan abi juga meminta maaf kepada kami atas salah yang di sengaja maupun tidak di sengaja, abi juga membicarakan kematian lagi dan itu membuat jantungku berdetak lebih cepat.


setelah selesai pembicaraan kami melaksanakan baberquan, di sana aku melihat abi yang tertawa dengan cucu-cucu nya dan itu membuatku menepis fikiranku bahwa abi akan meninggalkan kami.


tetapi saat sholat shubuh aku melihat abi ku tidak bangun-bangun dari sujud nya padahal kala itu kak rasyid sudah membaca surah al-fatihah dan akhirnya aku menyentuh punggung abi namun abi malah terjatuh.


aku langsung panik kala itu, aku langsung memangku abi dan saat aku mengecek denyut nadi dan nafas abi aku mengetahui jika abi sudah tiada karena denyut nadi tidak aku temukan dan abi juga sudah tidak bernafas.


aku bersyukur karena kala itu sama papa mertuaku aku langsung di izinkan kembali ke pesantren sehingga aku masih bisa melihat abi di saat-saat terakhir hidupnya, aku bersyukur masih di izinkan untuk melihat tawa abi ku malam itu meskipun itu tawa terakhir nya yang aku lihat.


aku bersyukur bisa melaksanakan amanah abi untuk mengurus jenazah nya hingga di makam kan, sebenarnya aku sangat terpukul atas kepergian abi yang sangat mendadak bagiku tapi aku mencoba tegar dan ikhlas melepas kepergian abi untuk selama-lamanya.


kematian memanglah hal yang pasti terjadi pada setiap yang bernyawa hanya saja kita tidak tau kapan ajal akan menjemput, abi sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda jika dia akan kembali ke pangkuan sang khalik namu kami baru menyadari nya setelah abi benar-benar tiada, dan kini terjawab sudah rasa penasaran mereka kenapa mereka di minta untuk berkumpul oleh pak kyai.


aku bersyukur kemarin malam masih di beri kesempatan untuk baberquan bersama abi meski untuk terakhir kalinya, setidaknya ada kenangan manis sebelum abi meninggalkan kami.


selamat jalan abi, semoga abi mendapatkan tempat terbaik di sisi allah swt, terima kasih untuk ilmu dan kasih sayang yang abi berikan selama ini, aku sangat menyangi abi aku janji akan terus menjenguk umi sesuai perintah abi dan aku akan selalu mengingat pesan-pesan yang abi berikan.


FADHIL POV END


angel "mas kenapa melamun?" ucap nya yang sudah duduk di samping fadhil


fadhil "eh sayang, mas lagi kepikiran aja sih sama keanehan almarhum abi dan ternyata inilah jawaban nya, abi meninggalkan kita semua"


angel "mas boleh kok nangis, sini aku peluk, aku tahu mas bagaimana rasanya kehilangan salah satu sosok orang tua"


fadhil "terima kasih ya sayang selalu ada buat mas dalam keadaan susah maupun senang"


angel "itu sudah tugas ku mas, sudah mas sekarang mas jangan lupa selalu doain abi, mas juga harus bisa menjaga umi dan untuk saat ini mas juga harus bisa menguatkan umi karena umi pasti sangat rapuh walau terlihat tegar"


fadhil "iya sayang terima kasih ya"


angel "sekarang mas mandi gih udah mau masuk waktu sholat jum'at loh"


fadhil "iya sayang, mas mandi dulu"


angel "iya mas, aku siapin baju nya dulu, setelah ini aku mau ke kamar anak-anak mas"


fadhil "iya sayang" ucapnya yang sudah masuk kamar mandi


angel menyiapkan baju koko putih sarung dan kopyah milik fadhil setelah selesai angel bergegas keluar kamar untuk mengecek anak-anak nya.


tok tok tok

__ADS_1


angel "abang adek bukak pintunya sayang, ini mommy"


afwi "iya mom sebentar" afwi bergegas membuka pintu kamar mereka


angel "sudah mandi sayang?"


afwi "belum mom, masih adek athaar yang mandi, masuk mom"


angel "loh abang afwa kok belum siap-siap juga nak?"


afwa "abang giliran mandi yang terakhir mom"


angel "mandi di kamar mandi kamar mommy sama abi sana biar gak terlambat nanti jum'atan nya, tapi masih di pakai abi"


afwa "iya sebentar abang ambil baju dulu deh"


afwi "mom duduklah nanti mom capek berdiri terus"


angel "enggak sayang mom cuma ngecek kalian kok sudah siap-siap belum, yaudah mom keluar dulu ya sayang, mau ke kamar uti"


afwi "iya mom"


afwa membawa pakaian nya menuju kamar angel dan fadhil.


tok tok tok


afwa "abi, abang boleh masuk nggak?"


fadhil "masuk aja bang" teriaknya dari dalam,


dan tak lama masuk lah afwa ke kamar itu


fadhil "ada apa sayang?"


afwa "mau numpang mandi bi, kata mom abang di suruh mandi di sini"


fadhil "iya bang mandilah nanti keburu terlambat ke masjid nya"


afwa "iya bi, terima kasih"


afwa "masih athaar bi, afwi nya masih antri"


fadhil "yaudah mandi gih, abi nyari mommy dulu"


afwa "mom tadi kalau gak salah mau ke kamar uti bi"


fadhil "iya sayang, makasih ya sudah memberi tahu abi"


afwa "sama-sama bi, afwa mandi duku ya bi"


di kamar umi Aisyah...


angel "assalamualaikum umi"


umi Aisyah "waalaikumsalam sayang, masuk nak"


angel "umi"


umi Aisyah "iya nak, ada apa?"


angel "umi habis nangis ya?"


umi Aisyah "tidak nak"


angel "tapi dari mata umi menjawab iya, mi gapapa kok nangis tapi jangan lama-lama kan gak boleh nangis sama abi"


umi Aisyah "iya sayang, sekarang insyaallah umi ikhlas atas kepergian abi"


angel "apa umi ikut aku sama mas fadhil saja ke kota k? biar umi merasakan suasana baru dulu"


umi Aisyah "tidak nak, umi akan menjalani masa idhah di rumah ini saja nak, insyaallah nanti jika masa idhah umi selesai umi akan menemui kalian"


angel "baiklah kalau gitu mi, angel gak mau lihat umi sedih begini mi tapi angel juga tau bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang kita cintai mi"

__ADS_1


umi Aisyah "iya nak insyaallah umi kuat dan ikhlas menghadapi cobaan ini"


angel "umi kalau ada apa-apa nanti langsung kabari angel atau mas fadhil ya mi"


umi Aisyah "iya nak, kalian memangnya mau pulang?"


angel "enggak tau mi, aku kan ikut mas fadhil mi jadi yang tau kapan pulang nya mas fadhil hehehe"


umi Aisyah "kamu nak bisa saja buat umi senyum"


angel "harus dong uti, uti harus tersenyum jangan sedih uti" ucapnya menirukan suara anak kecil


umi Aisyah "ya allah cucu uti di perut, sehat sehat ya nak uti menanti kehadiran kamu"


angel "iya uti aku akan sehat sehat di perut mom" ucapnya menirukan suara anak kecil


umi Aisyah "terima kasih sayang sudah mau menghibur dan menguatkan umi"


angel "sama-sama umi, umi mau angel buatkan sesuatu nggak?"


umi Aisyah "enggak sayang, umi mau mandi saja dulu"


angel "yaudah kalau gitu angel keluar ya mi"


umi Aisyah "iya nak, oh ya bilang sama fadhil kalau bisa di sini sampai fida'an hari ke 7 selesai ya nak"


angel "iya mi nanti angel sampaikan"


sebenarnya fadhil mendengar hampir semua percakapan itu namun ia memilih langsung ke kamar nya, tak lama angel juga kembali ke kamar.


angel "loh mas kok masih di sini" fadhil yanh melihat istrinya sudah sampai ia pun langsung memeluk nya


fadhil "terima kasih sayang"


angel "terima kasih untuk apa?"


fadhil "untuk kasih sayang kamu ke umi, terima kasih sudah mau mengajak umi ikut kita pulang"


angel "tapi umi gak mau mas kalau masa idah umi belum berakhir"


fadhil "iya mas tau semuanya obrolan kamu sama umi, terima kasih sudah mau menghibur umi sayang"


angel "sama-sama mas, lepas mas aku engap" ucapnya memelas


fadhil "maafkan mas sayang, terlalu erat ya meluk nya"


angel "iya mas"


fadhil "terus gimana kamu mau kita di sini sampai fidaan hari ke 7 selesai?"


angel "terserah mas, kalau mas di sini ya aku sama anak-anak pasti ikut di sini, kalau pun sampai abang berangkat ke Malang juga gak apa-apa di sini"


fadhil "mana bisa sampai abang berangkat ke Malang yang ada mas gaada kerjaan karena di pecat papa sayang"


angel "ya gak lah mas, papa gak akan biarin Putri cantik nya ini kekurangan uang lah, kita di sini gapapa mas sampai fidaan hari ke 7, kalau lama-lama kasian athaar nya nanti ketinggalan pelajaran kan senin besok sudah masuk ya walaupun belum ada pelajaran sih"


fadhil "iya sayang, terima kasih ya sudah mau di sini"


angel "pokoknya kemanapun mas pergi aku ikut dan di mana pun mas tinggal aku juga akan ikut"


fadhil "uhhh makin sayang deh, yaudah mas ke masjid dulu ya sayang"


angel "iya mas"


fadhil "haii anak abi, kamu prince atau princess sayang? tapi apapun kamu baik-baik ya di perut mommy" ucapnya sambil mengelus perut angel


angel "eh dia gerak mas"


fadhil "iya sayang tapi masih belum kencang nendang nya, anak abi jangan rewel ya abi tinggal ke masjid dulu abi mau sholat jum'at"


angel "iya abi sayang"


fadhil "mas tinggal dulu ya sayang" dan fadhil tak lupa untuk mencium kening istrinya

__ADS_1


cup


__ADS_2