
maaf lama ya updatenya soalnya ujian yang author kira bisa selesai tanggal 22 ternyata baru selesai hari ini, ini ada sedikit cerita untuk para readers semua, meskipun nggak banyak seperti bab sebelumnya.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
kediaman thompson masih diawasi oleh orang asing. dan kini keluarga fadhil telah kembali ke kota k.
fadhil "pah mah baik-baik saja kan?"
papa rey "kami baik-baik saja tenang saja"
fadhil "Kevin sama almira disini kan pa?"
papa rey "Kevin masih di kantor, almira ada di ruang keluarga"
fadhil "alhamdulillah kalau mereka disini, pa bisa bicara di ruang kerja?"
papa rey "boleh ayo"
afwa "apa opa tidak rindu kami sampai harus langsung ke ruang kerja sama abi? bahkan opa belum memeluk kami"
papa rey "oh cucu opa, maafkan opa nak, opa rindu sekali sama kalian, kalian istirahat dulu ya opa pinjam abi nya, sini peluk opa"
setelah drama berpelukan anak-anak pun pergi ke kamar masing-masing dan fadhil juga papa rey segera pergi ke ruang kerja fadhil.
di ruang kerja....
fadhil "nunggu pak adit sama Kevin dulu ya pa bentar lagi sampai"
papa rey "iya nak, gimana liburan nya?"
fadhil "alhamdulillah lancar pa, anak-anak juga happy walaupun nanti minta ke kampung inggris"
papa rey "asik dong jalan-jalan ke london"
fadhil "kampung inggris di Kediri papa bukan di london"
papa rey "emang ada?"
fadhil "ada pa, itu semacam 1 pemukiman gitu loh banyak banget yang mendirikan les belajar bahasa inggris dan keseharian nya juga pakai bahasa inggris pa"
papa rey "beneran? kok papa jadi kepo ya"
fadhil "nanti sebelum anak-anak kembali kalau masalah sudah selesai insyaallah kita mampir kesana, papa mama ikut aja"
papa rey "iya semoga sita sama suaminya nggak neko-neko"
fadhil "papa kenapa tarik saham papa?"
papa rey "suami sita itu suka menggelapkan dana makanya papa tarik aja saham papa"
fadhil "tapi apa papa pernah menyelidiki suami sita?"
papa rey "belum"
fadhil "suami sita adalah sepupu ayahnya viona pa"
__ADS_1
papa rey "astagfirullah papa benar-benar tidak tau nak"
pak Adit "permisi tuan muda tuan besar" ucapnya di depan pintu
fadhil "masuk pak Adit, vin"
pak Adit "iya tuan"
papa rey "silahkan duduk dit vin"
fadhil "gimana penyelidikan pak Adit dan kamu vin?"
pak Adit "sesuai yang saya katakan tuan mereka berencana mencelakai keluarga ini, kemungkinan melalui mantan istri tuan besar karena kemarin saya dapat laporan jika mantan istri tuan besar dan suaminya di bebaskan oleh suami sita"
fadhil "kok bisa di bebaskan?"
pak Adit "iya tuan suami sita yang menanggung semuanya, saat ini saya juga masih mencari keberadaan viona"
fadhil "apa tante renita sudah sembuh dari gangguan jiwa?"
pak Adit "menurut informasi 3 bulan lalu sudah sembuh dan kembali mendekam di lapas tuan"
fadhil "kok bisa bebasin orang? bukanya perusahaan nya pailit?"
pak Adit "jadi harta mereka banyak yang bukan atas nama suami sita tuan jadi harta itu masih selamat, sebenarnya begini tuan saat tuan rey menarik sahamnya ada 2 orang juga yang ikut menarik saham karena yang pertama menarik adalah tuan rey suami sita beranggapan bahwa tuan rey lah yang memprovokasi"
papa rey "tapi saya nggak bilang siapa-siapa kalau narik saham"
pak adit "tapi itu anggapan mereka sekarang tuan"
fadhil "papa tenang dulu semua pasti ada jalan keluarnya, kita cari bukti dulu untuk membuat mereka jera ya pa"
kevin "tuan saya sudah mendapatkan semua bukti kejahatan suami sita, kalau mau kita langsung bisa melapor kepada kepolisian langsung karena saya juga sudah menghubungi beberapa pemegang saham sekaligus dewan komisaris"
fadhil "kalau kita melaporkan ke pihak berwajib otomatis mereka akan menjadi dpo, apa mereka tidak akan pergi jika sudah menjadi dpo?"
pak adit "ada beberapa anak buah kita yang sudah berhasil menyusup di team mereka tuan, jadi kita bisa memantau keberadaan mereka"
fadhil "kalau gitu setelah makan siang ki ke kantor polisi langsung membuat laporan, papa tenang aja aku yakin semua baik-baik saja, nanti papa ikut ya ke kantor kan harus papa yang buat laporan"
papa rey "iya nak maaf papa merepotkan kalian, kalau tau seperti ini lebih baik papa kehilangan saham papa daripada harus menghadapi masalah besar ini"
fadhil "sudah pa yang lalu biarlah berlalu tidak usah di fikirkan, sekarang makan siang yuk pa sebentar lagi waktu makan siang, pak Adit, Kevin kalian ikutlah makan siang sekalian nanti kita berangkat bersama ke kantor polisi"
"baik tuan" ucap mereka kompak
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di meja makan...
mama evilia "kalian sudah turun padahal baru mau di panggil sama abang afwa" ucap mama evilia saat melihat 4 orang laki-laki turun.
papa rey "iya mah, sudah lapar"
angel "vin panggil istrimu di kamarnya ya tadi dia pusing katanya"
__ADS_1
Kevin "iya aunty"
tak lama almira pun datang dan mereka memulai makan siang nya.
afwa "kak al mau di panggilkan dokter am? kakak pucat loh"
almira "enggak usah afwa cuma pusing kok"
fadhil "vin telpon dokter Amalia kesini, usahakan cepat sampai supaya kalau kita pergi ya tenang"
Kevin "iya uncle"
almira "enggak usah mas lagipula besok waktunya cek up kok"
Kevin "nurut ya, kamu pucat banget sayang, mas antar ke kamar aja ya istirahat di kamar sambil nunggu dokter Amalia nya"
almira hanya pasrah menuruti suami nya apalagi uncle nya juga yang menyuruh nya, dia hanya bisa pasrah untuk di periksa.
angel "abi mau kemana? belum istirahat loh"
fadhil "nanti aja sayang, cuma mau buat laporan aja di kepolisian, sama nganterin papa ketemu komisaris perusahaan nya suami sita"
angel "kenapa harus melibatkan polisi sih? nanti media gimana?"
fadhil "insyaallah nggak apa-apa sayang"
afwi "bi aku boleh ikut?"
fadhil "kalian jaga mommy oma aunty dan adik rayya di rumah aja ya, abi tidak lama, jangan keluar rumah meskipun diluar ada pengawal tapi bahaya untuk saat ini"
afwi "baiklah bi"
tak lama datanglah dokter Amalia bersama suaminya dan sudah berpakaian lengkap dinas nya.
dokter Amalia "maaf terlambat, soalnya baru pulang dinas"
angel "tidak apa dok mari saya antar"
fadhil "mari ikut saya dokter haris, kita ngobrol sambil ngopi"
dokter haris "baik tuan"
dikamar almira...
dokter amalia "nona almira tidak apa-apa hanya saja tekanan darah nya rendah mungkin itu yang memicu pusingnya, saya sarankan nona almira banyak istirahat makan makanan bergizi dan ini ada obat penambah darahnya, besok bisa cek up di rumah sakit kalau masih pusing" ucap dokter Amalia setelah selesai memeriksa almira
Kevin "besok dokter praktik jam berapa?"
dokter Amalia "saya dini hari sampai jam 11 siang"
Kevin "baik dok besok pagi saya ke rumah sakit karena besok juga jadwal cek up"
dokter Amalia "nona harus benar-benar istirahat ya apalagi pergerakan baby sangat aktif di dalam"
almira "iya dokter baik"
__ADS_1