
drrrt drrtt drrtt
ponsel aba hasan berdering...
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam pak kyai, apa pak kyai punya waktu sebentar saja?"
"iya ini kebetulan saya sudah selesai rapat dengan anak-anak, ada apa kyai fadhil?"
"begini anakku minta rice cooker sama teflon apa boleh aku membawakan nya?"
"boleh kalau di rumah singgah memang bisa memasak sendiri"
"apa boleh aku belikan kulkas? biar mereka nggak harus setiap hari belanja"
"kalau itu tanyakan sama teman-teman nya soalnya setiap rumah singgah ada listrik nya sendiri jadi bisa di rembukan untuk tagihan listriknya"
"baiklah, tapi bolehkan menambah kulkas?"
"boleh silahkan"
"baiklah terima kasih, aku tutup dulu ya pak kyai assalamualaikum"
"jangan panggil aku pak kyai, waalaikumsalam"
"iya kak hasan"
tut tut tut
di rumah singgah...
"hari ini kegiatannya apa kak?" tanya rayya
"kita ada kelas tafsir yuk ikut" ajak nisa
"ah itu buat aku pusing" ucap rayya
"tidak apa, lalu nanti setelah sholat dhuhur kita ada kelas bahasa inggris sampai jam 3"
"kak najwa juga ikut?"
"iya kan aku sekelas sama nisa, yuk berangkat"
"ilmu tafsir siapa ustadzahnya?"
"ustadz ilyas"
"oooh"
di rumah kyai hasan....
"nak kalian berangkat jam berapa?" tanya aba hasan
"jam 2 bi naik travel" ucap alif
"aba antar ya?"
"tidak usah aba, nanti aba capek" sahut haikal
"baiklah, lalu kelasmu di gantikan siapa lif untuk satu minggu ke depan?"
"mungkin ustadz ilyas atau nggak ustadz Ahmad ba"
"yaudah kalau gitu"
"dek pergi sana aku mau ngobrol sama aba sama ama" usir alif pada haikal
"haish kakak ini, yaudah deh aku ke kamar"
"kak ada apa kok sampai adik di suruh pergi?" tanya ama hanum
"aba ama boleh alif minta tolong?"
"minta tolong apa lif?"
"mmm aku mau mengkhitbah seseorang"
"siapa? kenalkan dulu ke ama" ucap ama hanum tegas
"aba sama ama sudah mengenalnya"
"siapa? apa rayya?" tanya aba hasan to the point
"haish aba kok langsung nebak sih"
"aba tau semenjak pertemuan pertama kamu dengannya kamu sudah jatuh hati bukan? sampai sampai kamu mau mendonorkan darahmu dengan semangat padahal kamu itu takut melihat jarum besarnya"
__ADS_1
"hehehe aba tau aja, tapi beneran ba saat itu alif nggak takut"
"jadi kamu suka sama rayya?"
"iya ama"
"tapi rayya yang nggak suka ama karena dia akan melanjutkan pendidikan ke london lagi pula kalau alif menikah dengannya itu artinya kita jarang ketemu dengan alif" ucap aba hasan
"loh kenapa aba?" tanya ama hanum dan alif bersamaan
"jadi fadhil dulu pernah bilang siapapun yang mau jadi menantunya harus siap ikut tinggal dimana mereka tinggal jadi ya kalau alif mau sama rayya harus tinggal di kota k sana"
"tapi kan bisa berkunjung kesini ba" ucap alif
"kalau ama tidak merestui apa kamu tetap menikahinya?"
"tidak ama, alif akan menurut kepada ama"
"sholat lah istikharah dulu kalau sudah yakin bicaralah lagi dengan aba, insyallah apapun keputusan mu nanti aba akan membantumu"
"iya aba, yasudah aba ama alif ke kamar dulu, assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
"ama tidak merestui alif dengan rayya?"
"ama suka bi sama rayya, ama juga ingin mempunyai menantu seperti rayya tapi kenapa harus alif yang ikut rayya? bukan kah seorang istri harus ikut suaminya?"
"ama, ama lupa kalau ama juga mempertahankan hana disini? bukankah fikri akan membawa hana pergi dan ama memohon ke fikri agar tetap tinggal disini bahkan ama sampai membuatkan rumah singgah untuk mereka, itulah kenapa keluarga kyai fadhil mempertahankan anaknya agar tetap di rumah mereka, lagi pula rayya itu anak perempuan mereka satu-satunya ama jadi jelas mereka tidak mau berjauhan dengan anak perempuan nya apalagi anak bungsu nya"
"tapi kan beda aba rumah fikri tidak jauh"
"itu rumah fikri ama, rumah orang tua fikri afa di kota j kalau ama lupa"
"ama akan pikirkan nanti, ama tidak sanggup kalau harus berjauhan dengan kedua anak laki-laki ama bi"
"sudahlah jangan bahas lagi toh belum tentu mereka bersama"
🏵️🏵️🏵️🏵️
di hotel...
"huaammm" afwi menguap
"astagfirullah jam berapa ini kenapa cahaya nya sudah terik" gumam nya
"kenapa teriak hmm" gumam zahra
"bangun sayang ini sudah jam 11 ayo bersih-bersih terus cari sarapan"
"apaaa"
"jam 11" ucap zahra kaget
setelah selesai mandi bersama mereka berdua sudah siap untuk mencari makan siang.
"yuk sayang"
"sebentar"
"kenapa seperti gugup gitu?" tanya afwi
"malu"
"malu sama siapa?"
"abi mommy dan yang lain" ucap zahra lirih
"nggak usah malu, dulu mereka juga gitu, udah yuk udah lapar ini"
"gapapa ayo"
saat mereka berdua keluar kamar bertepatan pula afwa dan nabila keluar kamar.
"ck ck ck pengantin baru juga baru keluar" ledek afwa
"ya iya dong" ucap afwi santai
"mau kemana lo?"
"cari makan"
"sekalian aja yuk aku udah pesan mobil tadi" ucap afwa
"boleh deh kak, ayo"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
__ADS_1
di pesantren....
"kak naj selesai jam berapa ini?" tanya rayya
"sebentar lagi"
"diam ray ustadz ilyas tuh galak" bisik nisa
"kalian bertiga jangan berisik" ucap ustadz ilyas tegas
rayya najwa dan nisa pun terdiam.
tak lama kemudian kelas pun selesai dan mereka pun langsung menuju kamar mereka untuk mengambil mukena.
"kak rayya kamu di cari sama kakakmu di depan" ucap hana
"sebentar lagi waktu dzuhur kak biarkan saja mereka menunggu"
"baiklah yang penting aku sudah menyampaikan pesan kak alif"
"iya, yaudah ayo kak kita ke masjid"
"ayo"
setelah selesai sholat rayya pun mengikuti hana untuk menemui sang kakak.
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
"kakak sudah lama?"
"sudah sebelum dzuhur tadi, gimana udah ada kegiatan di pesantren?" tanya afwi
"sudah kak, kok hanya kakak kembar kak nabila dan kak zahra? yang lain mana?"
"nggak tau kita pisah soalnya"
"oh ya ray ini makanan buat kamu dan teman-temanmu sekamar" ucap zahra
"terima kasih kak, oh ya kalian jadi balik besok?"
"jadi, yaudah sana kembali ke kamarmu habis ini kakak akan kembali ke hotel"
"baiklah, hati-hati baliknya"
"rayya jangan kembali dulu" ucap ama hanum
"ada apa ama?"
"Disini saja sebentar lagi semua santri juga berkumpul di sini untuk melepas kepergian haikal ke kairo"
"ustadz haikal berangkat sekarang?"
"iya sama kakak nya juga"
"kak hana ikut?"
"bukan tapi kak alif"
"oh ustadz alif yang ikut, yasudah rayya disini saja dulu"
"adek duduk sini dekat kakak" ucap afwi
"kakak athaar kemana? perasaan aku kok nggak enak ya?" ucap rayya
"jangan negatif thinking gitu ah, kak athaar mungkin sama abi dan mommy juga opa oma"
"mm tapi"
drrrrt drrrttt drrrt
suara ponsel afwa berdering
"assalamualaikum abi, ada apa?"
"waalaikumsalam, kakak dimana? ini sudah siang sudah sholat dhuhur belum?"
"sudah bi, ini lagi sambang rayya nganterin dia makan siang"
"oh gitu, ini abi lagi perjalanan kembali ke hotel, kamu segeralah kembali"
ciiittttt
BRAAAKKKK
"bi ada apa bi"
__ADS_1
tut tut tut