Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
bab 411


__ADS_3

hari itu afwi dan adik-adik nya memilih pulang ke angel's hotel cabang kota s sesuai permintaan nabila agar suaminya itu tidak manja, mereka sangat menikmati kesempatan ini dengan mengerjakan pekerjaan untuk esok hari dan zahra dan rayya mereka memilih untuk menonton drama korea.


"dek kalau misalnya kak nabila kerepotan ngadepin kak afwa bagaimana?" ucap zahra dengan khawatir


"aku juga khawatir kak kalau kak nabila repot apalagi sedang hamil muda" ucap rayya


"apa tidak sebaiknya kita pulang?"


"kita tanya ke kakak aja yuk, kita ajak mereka pulang aku khawatir dengan kak zahra"


mereka berdua pun berjalan menuju kamar afwi.


tok


tok


tok


"kakak buka pintunya" ucap rayya setengah teriak


tak lama pintu pun terbuka "apa sih dek teriak-teriak, kenapa kalian belum tidur ini sudah hampir jam 11 malam" ucap afwi


"kak zahra khawatir sama kak nabila kan abi menginap di rumah sakit takutnya kak nabila kerepotan ngadepin kak afwa apalagi sedang hamil muda" ucap rayya pelan


"tapi kakak sendiri yang meminta kita kesini" ucap afwi


"tapi mas kasian kak nabila" ucap zahra


"gini deh kalian tidurlah besok sehabis shubuh kita pulang, sekarang kembalilah ke kamar kalian karena aku masih banyak pekerjaan apalagi besok mendampingi abi untuk melegalkan wakaf tanah nya" ucap afwi


"sekarang aja lah kak" ucap rayya


"iya mas sekarang aja pulang nya" ucap zahra


"nggak bisa, pekerjaan ku masih banyak bisa-bisa pekerjaan ku tidak selesai malam ini" ucap afwi


"ada apa sih rame-rame depan pintu" ucap athaar yang keluar dari kamar nya


"ini dek mereka berdua minta pulang katanya kasian sama kak nabila" ucap afwi


"tenang aja kak nabila bakalan aman karena abi sama mommy sudah pulang digantikan paman davian, mommy barusan telpon" ucap athaar


"ah baiklah kalau gitu kita kembali ke kamar" ucap zahra


"dah sana istirahat habis shubuh langsung pulang jangan tidur lagi" pesan afwi


"oh ya kak lusa sepertinya kita pulang, untuk rapat bulanan bisa kita laksanakan besoknya" ucap athaar


"terserah kamu aja dek mengaturnya gimana, kamu tanya sekertaris kakak ada meeting penting atau tidak hari itu" ucap afwi

__ADS_1


"iya kak siap, yaudah kak aku mau lanjut kerja lagi" ucap athaar


"mending bantuin kakak deh dek, toh sistem perusahaan juga aman" ucap afwi


"ini aku lagi mengerjakan sistem keamanan perusahaan nya zayn kak ada yang berusaha bobol sistem perusahaan mereka" ucap athaar


"kok bisa? bukannya sistem keamanan nya sudah sama seperti perusahaan kita?"


"beda dong sistem keamanan perusahaan kita sudah sangat aman namun milih zayn belum karena dia tidak mau membayar mahal"


"kamu ini dek sama saudara juga"


"lah ya tetap kak yang namanya kerja harus di bayar kecuali kalau buat perusahaan kita aku nggak apa-apa nggak di bayar toh penghasilan udah banyak" ucap athaar dengan sombong


"sombong sekarang, kalau gitu bulan depan nggak gajian" ucap afwi


"silahkan, kalau gitu sistem keamanan perusahaan aku obrak abrik wlee" ucap athaar meledek


"ya ya terserah kamu, dah sana lanjut kerja" ucap afwi sambil menutup pintu kamarnya


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


sesuai janji afwi hari ini setelah shubuh mereka benar-benar berangkat ke pesantren.


"kak zahra di depan saja aku mau tidur di belakang" ucap athaar saat masuk mobil


"aku juga di belakang mau tidur" ucap rayya


"sini biar aku yang bawa mobil" ucap zahra


"kamu bisa bawa mobil?" tanya afwi


"bisa aku dulu pernah kerja di rental mobil dan kadang kalau ada ibu-ibu minta sopir nya cewek aku yang jadi sopir nya, tenang aku sudah punya sim kok" ucap zahra


"baiklah tapi apa kamu hafal jalan ke pesantren?" tanya afwi


"kan bisa ngikutin google maps" ucap zahra santai


"yaudah kamu yang nyetir aku mau lihat seberapa lihainya calon istriku mengendarai mobil" ucap afwi


zahra mengemudikan mobil dengan kecepatan lumayan tinggi karena jalan masih lumayan sepi.


"sepertinya kakak harus hati-hati setelah menikah, karena kalau kak zahra bisa naik mobil bisa-bisa mereka akan jalan bertiga saat kakak bekerja" ucap athaar


"kalau sudah menikah kemanapun harus sama sopir lah biar aman" ucap afwi


"aku nggak bakal kemana-mana kalau nggak sama suami dek takut ketemu orang-orang nya rentenir" ucap zahra


"itu lebih baik sayang jadi saat sampai rumah aku ada yang menyambut" ucap afwi

__ADS_1


"ah sudahlah aku mau tidur" ucap athaar


setelah 25 menit perjalanan akhirnya mereka tiba di rumah fadhil, kebetulan pagi itu fadhil dan angel sedang berada di teras rumah bersama papa rey dan mama evilia.


"assalamualaikum" ucap zahra yang keluar dari kursi kemudi


"loh sayang kok kamu yang bawa mobil? afwi sama athaar mana?" tanya angel khawatir


"itu mom mas afwi sama athaar dan rayya mereka tidur di mobil ini zahra mau minta bantuan mommy buat bangunin mereka karena zahra nggak berani" ucap zahra


"biar abi yang membangunkan mereka" ucap fadhil yang bangkit dari duduknya


"oh ya ra kenapa mereka bisa tidur lagi?" tanya angel


"athaar dan mas afwi bekerja sampai pukul 2 malam dan habis shubuh kita langsung berangkat karena mereka mengantuk makanya zahra yang duduk di kursi kemudi"


"oh begitu, masuklah habis ini mommy buatkan sarapan" ucap angel


"iya mom, opa oma zahra masuk dulu"


"iya masuklah nak" ucap papa rey


"ayo anak-anak abi bangun semua" teriak fadhil di balik kursi kemudi


"five minutes abi" jawab rayya


"tidak ada sekarang kalian bangun" ucap fadhil tegas


dengan berat hati anak-anak itupun bangun dari tidurnya.


"loh kok abi? zahra mana?" ucap afwi yang bingung


"kamu ini masa calon istri di suruh nyetir kamu enak-enak tidur, memalukan saja" ucap fadhil yang memarahi afwi, rayya dan athaar yang tidak ingin kena omelan abinya pun memilih turun lebih dulu meninggalkan kakaknya.


"maaf bi tadi ngantuk daripada bahaya in 3 nyawa mending kan zahra yang nyetir" ucap afwi


"lain kali jangan seperti itu kak, kelak jika sudah menikah jangan terlalu membiarkan istrimu mandiri kalau dia sampai terlalu mandiri bisa-bisa kamu tidak di butuhkan lagi, kalau keluar tuh di anterin di sopirin nggak malah zahra yang jadi sopir, biarkan istri itu bergantung sama kita biar keluar sifat manja nya nanti kamu akan merasakan enaknya punya istri manja" ucap fadhil


"iya abi maaf"


"tidak apa-apa tapi jangan di ulangi lagi ya"


"iya bi"


"yaudah ayo turun, sana bersihkan dirimu sepertinya kamu belum mandi" ucap fadhil mengejek


"abi tau saja, namanya juga habis shubuh langsung berangkat bi jadi nggak sempat mandi tadi, shubuh aja cuma wudhu" ucap afwi


"habis nikah sebelum shubuh kamu bakal mandi keramas" ucap fadhil meninggalkan anaknya

__ADS_1


"haish abi buat fikiranku kemana-mana" gerutu afwi


__ADS_2