
ZAIDAN POV
harusnya aku minggu ini sudah ujian akhir tapi aku di telpon kakek ku untuk segera kembali ke Indonesia, awalnya aku tidak ingin kembali toh aku minggu depan menyelesaikan ujian dan aku langsung pulang dan menunggu wisuda di Indonesia pikirku, tapi kakung mengancamku jika tidak pulang maka jangan pernah pulang lagi ke pesantren walaupun sudah lulus.
aku sempat kaget ketika kakung berbicara mengancam padahal biasanya kakung selalu bersabar menunggu kepulanganku dan almira dari kairo dan kakung juga selalu menerima alasan keterlambatan pulang kami tapi kali ini kakung tidak mau menunggu, akhirnya aku telpon abiku untuk meminta pendapat abi dan abi menyarankan aku untuk pulang.
setelah aku menelpon abi ku almira tiba-tiba datang di kamarku, dan dia juga bilang jika di ancam oleh kakung, disitu fikiran kami kacau di satu sisi aku ingin menyelesaikan ujianku dulu dan di satu sisi almira ingin mengajukan penelitian agar bisa lulus lebih cepat, tapi setelah kami fikir-fikir atas permintaan kakung kami pun memutuskan untuk pulang ke Indonesia.
malam nya kami mendapat tiket pesawat untuk kembali ke Indonesia esok pagi, aku dan almira langsung bersiap kami hanya membawa beberapa baju saja karena baju kami di pesantren masih banyak, kami juga tidak bilang jika pulang saaf itu kami hanya bilang kami sampai hari kamis.
aku dan almira sebelum take off sempat menghubungi twins A dan athaar dan menanyakan apakah mereka juga di minta untuk ke kota S namun mereka menjawab tidak tetapi saat kami sedang transit afwa mengabari jika dirinya dan keluarga juga akan ke kota K diminta oleh kakung, hingga akhirnya di bandara kami bersama-sama dan akhirnya kami pulang bersama karena memang kami tidak ada yang memberi tahu kedatangan kami sehingga tidak ada yang menjemput.
sesampainya di pesantren aku melihat kakung ku bahagia kedatangan kami semua, melihat kakung dan uti sehat aku sudah bahagia, saat bersama kakung beliau sempat membahas kematian disitu aku mulai kepikiran apa kakung akan meninggal, dan ternyata benar kakung meninggalkan kami pada hari jum'at saat sujud terakhir sholat subuh.
aku sangat kaget atas kepergian kakung tapi aku bersyukur masih bisa bertemu kakung di sisa hidupnya, mungkin jika aku tidak pulang aku akan menyesal seumur hidupku.
selamat jalan kakung, semoga allah menempatkan kakung di tempat terbaiknya, aku akan selalu mendoakan mu kung, sampai ketemu di syurga nya allah swt.
ZAIDAN POV END
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
UMI AISYAH POV
berberapa hari terakhir sebelum meninggal abi selalu membahas kematian dan itu membuatku takut kehilangan nya.
saat suamiku memintaku untuk menghubungi putra bungsuku aku kaget karena dia juga mengancam, tapi sekarang aku paham kenapa dia dulu mengancam mungkin memang dia sudah mendapatkan firasat akan meninggal, sikapnya pun sedikit berubah dan kami baru menyadari setelah kepergian nya.
beberapa hari terakhir sebelum meninggal abi selalu berpesan agar aku tidak menangis ketika dia meninggal lebih dulu tapi aku tidak bisa walau bagaimanapun aku menahan tangisku tetap saja air mataku mengalir melihat suamiku sudah terbujur kaku.
saat zaidan dan almira pulang tiba-tiba sebenarnya aku sempat kaget ada apa dengan mereka pikirku namun mereka menjelaskan jika ini permintaan sang kakung dan ternyata mereka di ancam juga oleh suamiku.
aku bersyukur semua keinginan almarhum terpenuhi walau keinginan untuk umrah bersama di bulan Ramadhan ini tidak bisa terlaksana tapi paling tidak kami sudah pernah bulan Ramadhan ibadah di sana.
aku sudah mulai ikhlas saat suamiku sudah di kubur, aku sangat bersyukur saat hari-hari terakhir suami ku anak-anakku berkumpul walau aku tau anak sulungku banyak pekerjaan tapi dia tetap menyempatkan datang ke pesantren menuruti abi nya.
dari ucapan suamiku beberapa hari terakhir sebenarnya aku merasa jika suamiku akan meninggalkanku tapi aku selalu mencoba untuk tidak berpikiran negatif dan selalu berdoa agar suamiku panjang umur dan selalu di beri kesehatan, tetapi allah berkehendak lain, allah lebih sayang suamiku dia memanggil suamiku lebih dulu.
selamat jalan suamiku semoga kita di pertemukan kembali di surganya allah, semoga abi tenang di sana dan di tempatkan di tempat terbaik dan di ampuni segala dosa-dosa abi.
UMI AISYAH POV END
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
setelah kepergian kyai abdul mereka kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat.
di kamar angel dan fadhil...
angel "mas kok langsung buka laptop sih, istirahat dulu lah"
fadhil "sebentar aja sayang, cuma cek email kok"
angel "udah deh mas istirahat, mas dari pagi belum istirahat loh, makan mas juga gak teratur kan, paling tidak istirahat nya teratur gitu"
__ADS_1
fadhil "gapapa sayang insyaallah mas sehat, kamu istirahat dulu aja ya"
angel "kalau mas gak istirahat aku tidur sama umi aja dari pada di sini di cuekin"
fadhil "iya iya sayang mas istirahat, mas taruh laptop dulu"
angel "gitu dong mas"
fadhil "yaudah yuk sayang istirahat, sini mas peluk"
angel "abi aku mau di elus-elus" ucapnya menirukan suara anak kecil
fadhil "baiklah anak abi, abi elus-elus cepat tidur ya nak"
angel "iya abi"
fadhil "bisa aja sih buat mas senyum"
angel "harus bisa dong mas"
fadhil "oh ya sayang setelah kita pulang dari sini 3 minggu kemudian kita bakal ke Malang lagi nganterin abang twins"
angel "iya mas, habis dari sini nanti aku siapkan keperluan anak-anak buat kesana"
fadhil "jangan capek-capek ya sayang, mas gak mau kamu sama baby kecapean"
angel "iya mas"
tok tok tok
angel "mas buka pintu deh, ada yang ketuk itu"
fadhil "iya sayang, siapa sih malam-malam ganggu aja"
fadhil pun membuka pintu kamarnya.
afwa "maaf mengganggu bi"
fadhil "tidak apa nak, masuk lah"
afwa pun masuk kamar dan fadhil menutup pintunya.
angel "hay sayang, sini nak"
afwa "iya mom"
angel "anak mom ini kenapa? sepertinya ada yang kamu fikirkan bang"
afwa "iya mom bi, ada yang mengganggu fikiran abang"
fadhil "bicaralah nak, abi dan mom akan mendengarkan"
afwa "apa boleh jika abang sekolah di pesantren ini saja?"
__ADS_1
angel "kenapa sayang? bukannya abang ingin sekolah di Malang dan sudah di terima loh"
fadhil "iya nak dan 3 mingguan lagi kamu sudah mulai belajar di sana"
afwa "abang ingin menemani uti, pasti uti sendiri mom bi"
fadhil "nak uti tidak sendiri sayang, disini ada paman davian dan paman rasyid juga ada bude nafisa dan bude fatimah juga adiknya kak zaidan dan kak almira, lagi pula kedua kakak mu akan segera menyelesaikan studinya sayang dan akan menetap di pesantren lagi"
angel "nak nanti mommy sama abi akan tetap jenguk uti dan nanti setelah uti menyelesaikan masa idahnya insyaallah uti bisa ikut jenguk abang twins, abang raihlah mimpi abang buat almarhum kakung bangga sama abang, bukankah kakung sangat senang ketika mendengar kabar jika abang di terima di sana? jadi sekarang lebih baik abang fokus dengan pendidikan abang"
fadhil "mommy benar sayang"
afwa "tapi afwa sangat menyayangi uti"
angel "nak kami semua juga sayang sama uti, tapi abang harus tetap meraih mimpi abang untuk masa depan abang"
fadhil "abang doakan aja uti supaya uti di beri kesehatan, biarlah uti menjadi tanggung jawab abi nak, kamu fokus sama pendidikan kamu ya"
angel "kalau abang bilang ke uti pasti uti akan menyuruh abang untuk tetap melanjutkan pendidikan abang, insyaallah uti baik-baik saja nak, biarkan kami para orang tua yang merawat uti"
afwa "tapi mom bi, paman pasti juga sibuk bukan"
fadhil "nak kejarlah impianmu, buatlah bangga almarhum kakung insyaallah abi dan paman bisa merawat uti"
fadhil dan angel terus meyakinkan putra nya untuk melanjutkan studi nya di Malang.
afwa "tapi bi"
angel "nak, kamu ingat tidak perjuangan kamu untuk bisa mendapatkan restu dari abi mommy opa oma uti kakung untuk sekolah di Malang?"
afwa "ingat mom"
angel "terus kenapa saat abang sudah dapat restu dan sudah di terima di Malang abang malah ingin sekolah di sini?, apa abang tidak ingat pesan opa dulu yang pernah bilang kalau abang di terima abang harus sekolah yang sungguh-sungguh? abang pasti ingat dong kan kakung juga yang mengajari abang bahasa arab"
afwa "iya mom abang ingat"
angel "sekarang abang fokus belajar disana saja ya, jangan bahas lagi ini ya sayang, nanti kalau uti sudah selesai masa idah insyaallah mommy sama abi akan merawat uti di kota K jika uti mau, jika tidak nanti mommy sama abi akan ajak uti jenguk kamu ya sayang"
afwa "tapi mommy sama abi beneran ya bawa uti jenguk abang"
fadhil "iya sayang, sudah istirahat lah nak ini sudah malam sayang, besok kita sambung lagi ya"
afwa "baik bi, abang ke kamar dulu"
angel "selamat tidur ya sayang"
afwa "iya mom"
angel "mas afwa seperti nya ingin tinggal di sini"
fadhil "iya sayang, sepertinya begitu, sudah besok mas bilang sama umi biar umi yang menasehati abang, biar abang tenang"
angel "iya mas"
__ADS_1
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
maaf ya author up nya 1 bab tapi hari ini ada 4 bab semoga readers puas ya baca nya