
di bandara...
"mari saya bantu membawa barang nya tuan" ucap sopir taksi
"tidak perlu pak, terima kasih banyak sudah mengantar kami kemari" ucap afwi
"sama-sama, kalau begitu saya permisi, mari"
"ya pak, hati-hati"
"mas kita nunggu dimana?"
"di dekat pesawat aja yuk, nanti mas akan kirim pesan supaya mereka langsung kesana"
"baiklah"
mereka berdua berjalan menuju pesawat membawa beberapa kantong plastik berisi oleh-oleh.
tak lama rombongan keluarga pesantren pun tiba di bandara dan langsung menuju pesawat.
"kalian udah lama?" tanya athaar
"baru sampe kok, kak kalian buruan naik gih sudah di tunggu sama pilot nya, dan ini ada sedikit oleh-oleh" ucap afwi
"kenapa banyak banget dek" tanya zaidan
"nanti bisa buat tambahan suguhan pas doa bersama dan nanti malam atau mungkin tengah malam ada yang antar snack dan minuman ke pesantren buat acara doa bersama"
"dek terima kasih banyak" ucap zaidan memeluk afwi
"kak itu untuk acara doa buat uti apa salahnya aku membantu, jangan berterima Kasih kak itu tugas kita semua" ucap afwi
"kalau gitu kami pamit ya, terima kasih banyak oleh-oleh nya"
"sama-sama titip athaar sama rayya kalau merepotkan langsung usir aja" ucap afwi diiringi tawa
"oh ya kak jika sewaktu-waktu kalian mau ke singapore pesawat jet istriku stand by di kota s jadi kalian bisa langsung menghubungi kartu nama ini buat atur jadwal penerbangan"
"oke dek terima kasih banyak"
setelah semua masuk pesawat untuk ke kota s, mereka pun meninggalkan bandara dan kembali ke rumah.
"dek kamu pesen minum sama snack berapa?" tanya afwa
"sebanyak jumlah santri dan ustad ustadzahnya, tapi masih lebih kok kak" sahut afwi
"oh ya sudah, untuk acara kita besok gimana?"
"kakak ke kantor saja sama kak Kevin biar aku zahra sama kak bibil ke beberapa panti buat minta doa" ucap afwi
"baiklah dek soalnya besok ada pertemuan dengan investor yang sudah sejak 1 bulan lalu terjadwal"
"iya kak makanya ke kantor aja, oh ya kak kapan kita ke singapore?"
"tunggu kabar abi aja kalau boleh kita kesana nanti kita berangkat naik pesawat komersial aja"
"tapi kak bibil? kan nggak boleh naik pesawat sering-sering" ucap zahra
"mungkin akan aku titipkan ke mama syasya dan aku perginya nggak akan lama, oh ya gimana honeymoon kalian?"
"aku nggak mau berangkat kalau uti belum sembuh" ucap zahra tegas
"tuh dengar kak kata istriku" ucap afwi
"hmm yaudah deh di tunda dulu honeymoon nya" ucap afwa
drrrttt drrrtt drrttt
"hp kamu yang?" tanya afwi
__ADS_1
"iya ini kak nabila telpon" sahut zahra
"angkat lospeker" ucap afwa
"hallo assalamualaikum kak"
"waalaikumsalam dek"
"ada apa kak? ini kita masih di jalan"
"mau titip boleh?"
"titip apa kak?"
"aku tiba-tiba pengen kebab"
"boleh, mau pedas apa nggak?"
"yang pedes ya"
"iya, sama apalagi kak?"
"sudah itu aja, assalamualaikum"
"ya waalaikumsalam"
"lagi ngidam hmm" ucap afwa setelah panggilan terputus
"kebab beli dimana coba daerah sini kan nggak ada resto ala timur tengah" ucap afwi
"ada kok yang jual kebab di daerah apartemen nya kakak tapi di pedagang kaki lima" ucap zahra
"boleh sih di coba, tapi higenis nggak? soalnya kan bumil yang makan" ucap afwa
"higenis kok kak, rasanya juga enak dan daging nya itu daging asli"
"baiklah kita kesana saja" ucap afwa
di singapore....
2 jam sudah fadhil beserta kakak-kakak nya berada di depan ruang observasi umi Aisyah, sejak tiba di rumah sakit para dokter sama sekali belum ada yang keluar.
mereka ber 6 hanya bisa berdoa dan menguatkan satu sama lain karena umi Aisyah sempat kejang saat perjalanan dari bandara menuju rumah sakit.
"keluarga pasien?" ucap dokter dalam bahasa inggris
"kami dok" sahut mereka
"maaf sebelumnya apa sebelum ini pasien pernah memiliki kadar gula yang tinggi?" tanya dokter
"pernah dok tapi itu sudah lama terakhir tinggi sekitar 6 bulan yang lalu kalau akhir-akhir ini normal" ucap kak rasyid
"saat ini kadar gula pasien hampir 500 dan tekanan darahnya 190 kami belum bisa melaksanakan operasi sekarang apalagi ini operasi besar, kami akan terus mengobservasi pasien jika nanti stabil kami akan segera melakukan operasi"
"lakukan yang terbaik untuk ibu kami dok" sahut fadhil
"pasti"
"apa kami boleh menemui ibu kami?" tanya kak davian
"boleh tapi gantian ya"
"kak rasyid saja duluan" ucap fadhil
"iya dek kakak duluan ya" sahut kak rasyid
"bi pinjam ponsel, mommy mau kasih kabar anak-anak" ucap angel
"ponsel mommy kemana hmm"
__ADS_1
"habis baterai bi"
"yaudah ini, telpon afwa atau afwi saja ya"
"iya bi"
angel segera mencari kontak putranya dan segera menelpon afwi.
"mas ponsel kamu ada telpon dari mommy" ucap zahra menyerahkan ponsel afwi yang tadi di tas nya
"assalamualaikum mom"
"waalaikumsalam nak"
"mommy dan yang lain apa kabar?"
"alhamdulillah baik, kamu lagi di jalan kah?"
"iya mom habis mengantar athar rayya dan yang lain ke bandara"
"loh adik-adik kamu juga ikut ke pesantren?"
"iya mom katanya mau ikut doa bersama disana"
"naik pesawat komersial ya?"
"tidak mom tadi naik pesawat nya mama syasya, oh ya bagaimana kondisi uti?"
"masih sama seperti di kota k dan sekarang kadar gula darah uti tinggi"
"semoga kondisi uti cepat stabil mom, oh ya mom apa kita boleh jenguk uti?"
"boleh tapi nanti saja kalau uti mau operasi kalian kesini sekarang biar kami dulu yang menjaga"
"baiklah mom kalian sehat-sehat disana, jangan lupa makan"
"iya nak pasti, yaudah mommy mau masuk ke ruangan uti dulu ya, kalian baik-baik disana"
"iya mom"
setelah panggilan terputus afwi menyerahkan kembali ponselnya kepada zahra.
"gimana dek bisa kita kesana?"
"katanya mommy kalau uti mau di operasi saja kita kesana"
"oh baiklah"
"hmm kak boleh nggak aku ke apartemen saja?"
"nanti lah dek kamu minta ijin opa oma, kalau kakak sih terserah, tapi pasti peraturan nya sama kalau istri hamil harus kembali ke rumah utama"
"sebenarnya aku pengen tinggal di rumahku aja kak masa iya nggak boleh"
"rumah yang mana?"
"yang di perumahan bintara"
"o mau jadi sultan bintara sekarang"
"iya kak boleh nggak ya"
"nanti lah tunggu mommy sama abi pulang, memang zahra udah tau rumah itu?"
"belum rencananya besok aku ajak kesana sakalian"
"bahas rumah siapa sih?" tanya zahra
"rumah kita sayang, besok kesana ya lihat dulu yang mana yang mau di renovasi nanti baru kita minta ijin pindah deh"
__ADS_1
"iya"