
haii guys spesial menemani malam tahun baru yang masih di rumah aja hari ini akan ada double update seperti permintaan kalian. jangan lupa vote dan like nya ya.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
setelah sarapan seluruh keluarga fadhil sudah berada di ruang keluarga.
"athaar Aisyah jika pernikahan kalian di tunda 1 bulan lagi bagaimana?" tanya fadhil
"loh kok di tunda sih bi kan minggu depan" ucap athaar
"begini kak kalau kita mengadakan acara di Kediri 1 minggu lagi memang bisa tapi 1 minggu lagi kita harus ke kota s buat acara 40 harian uti"
"ais ikut bagaimana baiknya saja bi" ucap aisyah
"atau begini saja kalian menikahnya di pesantren uti saja untuk akad dan resepsi nya bisa beberapa bulan lagi kita juga nggak enak kalau terus mengundang orang-orang masa iya setahun mau mengadakan pesta 3 kali" ucap angel
"aisyah mau tidak menikah di pesantren keluarga kami?" tanya fadhil
"ais ikut saja bi"
"baiklah kalau begitu persiapkan semuanya 2 hari lagi kita berangkat ke kota s dan setelah itu athaar langsung di pingit" ucap angel
"kan ada wo mom kenapa mesti repot" ucap athaar
"hei apa kamu tidak mencari gaun pernikahan dan seserahan ingat kamu melamar ais belum membawa apapun"
"oh iya baiklah nanti belanja"
"baik nanti mommy temani"
"kalau sama mommy hati-hati atm mu terkuras habis dek" ucap afwi
"bawa yang isi dikit aja lah" ucap athaar
"enak saja bawa black crad kamu yang tanpa limit itu" ucap angel
"iya iya mom"
"oh ya ais berkasmu mana biar abi urus buat pendaftaran nikah kalian" ucap fadhil
"sebentar ais ambilkan bi"
tak lama aisyah membawa sebuah map berisi berkas pentingnya.
"ini bi ktp sama kartu keluarga ais"
"iya ais, oh ya ayahnya atthala meninggal atau bercerai?"
"meninggal bi ada apa?"
"ada akta kematiannya karena itu akan kita butuhkan juga eh tunggu tapi kenapa di kartu keluarga nama ibu nya atthala bukan kamu?" tanya fadhil sambil melihat kartu keluarga
"jadi begini atthala bukan anak aisyah bi melainkan anak dari kakak aisyah ayah ibu atthala meninggal dalam kecelakaan sama bapak dan ibu saya" ucap aisyah sedih
"kamu nggak bilang dari awal?" tanya athaar
"kan nggak di tanya terus kamu tanya nya ayahnya atthala kemana? ya aku jawab meninggal"
"iya sih bener" ucap athaar menggaruk tengkuknya
"jadi atthala ini anak dari kakak kamu ya? terus kakak kamu laki-laki atau perempuan?"
"iya bi kakak saya laki-laki"
"baiklah abi ke ruang kerja dulu ya semua"
__ADS_1
"butuh bantuan tidak bi?" tanya afwi
"tidak kak, oh ya nabila jangan lupa cek up 2 hari lagi berangkat ke kota s bilang sekalian sama dokternya"
"iya bi" ucap nabila
"oh ya bil apa mama syasya hari ini ke kantor?"
"tidak mom mama hari ini mau kesini katanya kangen mommy sama aunty fira dan aunty kania"
"oh gitu kok mereka nggak bilang ya"
"mungkin mommy belum lihat ponsel mommy soalnya kata mama mommy belum membalas pesannya"
"ah iya dari pagi mommy tidak pegang ponsel, oh ya kak belanja sekarang saja ya udah jam 9 lebih nanti sampai di mall pas buka jadi masih sepi"
"baiklah ayo siap-siap dulu"
"sayang ikut mereka yuk" ajak afwa
"di rumah aja mas lemes gitu"
"aku sehat kalau jalan-jalan"
"ikutlah ra, sana kalian juga siap-siap, afwa sama nabila juga ayo ikut sekalian"
"nanti saja menyusul mom soalnya jam 10 ada janji sama dokter Syifa" ucap nabila
"baiklah, oh ya bilang mama mu ya kesini habis magrib saja baberquan di belakang semua harus datang"
"baik mom nanti aku kabari mama"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di mall
"sudah temani istrimu belanja biar atthala sama abi"
"tapi bi kakak mau naik boneka kuda poni itu malu kalau sendiri jadi biar atthala sama aku" bisiknya
"baiklah ini"
"terima kasih bi" ucap afwi senang dan dia langsung membawa atthala menyewa boneka kuda poni untuk di naiki.
"anakmu seperti ngidam kan bi?" bisik angsl
"iya sayang"
"mom kita cari apa dulu?" tanya athaar
"cincin sama seperangkat perhiasan kak beli di langganan mommy saja ada model baru disana" ucap angel
"baiklah"
di toko perhiasan
"cece ada mbak?" tanya angel
"ada nyonya sebentar saya panggilkan" ucap pegawai
tak lama cece datang menemui angel
"wah wah nyonya besar datang, ada apa nih?"
"cincin kawin yang bukan emas ya ce yang Bagus sama satu set perhiasan lengkap berlian yang terbaru"
__ADS_1
"pernikahan lagi?"
"iya si athaar sudah menemukan jodohnya"
"ah baiklah sebentar aku ambilkan yang baru datang kemarin malam"
tak lama mereka membawa berberapa set perhiasan.
"nah ini pilihlah"
"Bagus semua ya, aisyah pilih lah nak"
"ini terlalu berlebihan mom"
"tidak ais pilihlah salah satu"
"mommy saja yang memilihkan buat ais"
"mommy milih ini ais suka tidak?"
"suka mom"
"cece tia aku mau gelang dong yang bisa di bongkar pasang" ucap afwi
"buat apa kak? kamu kira gelang itu mainan buat bongkar pasang"
"tidak mom aku cuma ingin membelikan istriku saja mau aku kasih gps nya" ucap afwi pelan
"gak percaya ya sama aku" ucap zahra kesal
"tidak sayang aku nggak mau kamu kenapa-napa kak nabila juga di beri gelang ada gps nya karena kita itu pebisnis jadi banyak saingan yang mengincar aku takut kamu juga di jadikan sasaran" ucap afwi menjelaskan
"beli 2 satu buat aisyah sekalian" ucap angel
"aisyah biar di belikan athaar sendiri" ucap afwi
"menurutlah nak kami semua sudah pakai kok habis ini kita akan membelikan atthala juga" ucap fadhil pada zahra
"baiklah zahra menurut"
jam makan siang mereka baru menyelesaikan belanja seserahan dan tadi jam 11 afwa berserta nabila juga menyusul ke mall dan kini mereka akan pulang ke rumah.
"mom katanya mau baberquan apa mommy sudah ada bahannya?" tanya zahra
"oh iya mommy lupa belanja dulu aja deh"
"mommy pulanglah sama abi dan atthala dan kak afwa juga kakak ipar biar aku yang belanja sama aisyah dan athhar" ucap afwi
"iya mom adek benar ayo kita pulang kasian atthala sudah capek dia"
"baiklah ayo"
"ini pakailah buat belanja" ucap fadhil memberikan salah satu kartunya
"tidak usah bi kakak ada kok"
"ambilah kak"
"tidak usah bi biar kakak saja, sekali-kali ganti kakak yang bayar"
"baiklah jangan lupa beli kebutuhan dapur juga"
"iya bi"
mereka ber empat akhirnya berbelanja di mall itu lagi.
__ADS_1
"dek kamu beli kebutuhan dapur dan sehari-hari kita aku yang belanja buat barbeque nanti malam"
"iya kak" ucap athaar