
di kota k...
pagi hari nya fadhil membuka ponselnya dan ada pesan masuk dari asisten kevin.
angel "tumben pagi-pagi baca pesan"
fadhil "iya sayang ini kevin izin terlambat datang ke kantor, apa ada masalah dengan almira ya?"
angel "memang kevin bilangnya gimana?"
fadhil "tuan maaf hari ini saya izin terlambat datang ke kantor karena saya sedang menginap di hotel anda, dan pesannya itu di kirim jam 00.45 menit"
angel "mungkin aja almira ngidam mas"
fadhil "bisa jadi sayang"
angel "yaudah mas mandi gih, sudah aku siapkan baju kerjanya aku tinggal siapkan sarapan dulu ya"
fadhil "iya sayang, mas mau nasi goreng ya"
angel "iya sayang"
jam sudah menunjukkan pukul 06.15 keluarga kecil fadhil sedang sarapan bersama, papa rey dan mama evilia sudah sejak pagi ke rumah kania jadilah mereka sarapan hanya bertiga, baby rayya setelah mandi dan sarapan dia sudah tidur kembali.
fadhil berangkat ke kantor sekaligus mengantar putra nya ke sekolah setelah itu barulah ke kantor nya. sedangkan angel dia menemani putrinya yang sedang tidur.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di angel's hotel almira yang habis sholat shubuh tadi tidur lagi sampai kini belum bangun, hingga membuat kevin pun ikut tidur kembali karena melihat istrinya yang tidur pulas.
jam sudah menunjukkan pukul 08.30 pagi, almira mulai mengerjapkan matanya dia melihat sekeliling nya, dia mulai sadar jika dirinya sedang di hotel.
almira "sayang bangun"
"emm"
almira "bangun sayang, lapar"
kevin "iya ini bangun, mau makan apa?" mendengar istrinya lapar Kevin langsung bangun mengingat ada calon anaknya di perut istrinya itu.
almira "asinan lagi"
kevin "kok asinan sih, masih pagi lo sayang, nasi dulu ya"
almira "enggak mau, pengen asinan lagi yang kemarin"
Kevin "yaudah mandi gih, mas pesankan asinan nya"
almira "kan nggak bawa baju ganti mas"
Kevin "yaudah setelah asinan nya jadi pulang ya, mandi di rumah aja"
almira "iya"
setelah menunggu 30 menit asinan pesanan Kevin sudah tiba di kamar hotel, setelah itu Kevin dan almira cek out dari hotel itu dan kembali ke rumah.
di perjalan almira menikmati pemandangan disana banyak sekali penjual makanan dan sangat ramai sekali oleh pembeli.
"stop" teriak almira
Kevin yang kaget pun ngerem mendadak "astagfirullah sayang untung saja enggak ada mobil di belakang" ucap nya sambil mengelus dada
almira "maaf" ucapnya menunduk
Kevin "iya jangan di ulangi lagi ya sayang, bahaya buat kita dan juga pengendara lain"
almira "iya mas"
Kevin "yaudah mau apa kok minta stop?"
almira "mau takoyaki sama dorayaki itu mas"
Kevin "yakin? biasanya kan kamu enggak mau makanan Jepang sayang"
almira "yakin entah kenapa aku menginginkan nya"
Kevin "yaudah mas belikan kamu di sini ya"
almira "iya"
30 menit kemudian Kevin baru kembali ke mobil karena harus antri untuk membeli nya.
Kevin "maaf lama sayang"
almira "iya gak apa-apa kan antri"
Kevin "mau apa lagi? mumpung disini"
almira "sudah aku mau pulang"
Kevin "yaudah kita pulang, kamu bisa makan di mobil kalau mau"
almira "boleh?"
Kevin "boleh sayang mas kan nggak pernah melarang makan di mobil"
almira "yaudah aku makan ya mas"
Kevin "iya sayang, minumnya air mineral aja atau kita mampir super market?"
almira "ini saja mas"
KEVIN POV
beberapa hari yang lalu aku sangat panik melihat istriku pingsan di taman belakang rumah kami, aku langsung membawa nya ke rumah sakit, aku sangat khawatir dengan istriku.
saat dokter haris keluar dia hanya menyampaikan kepada ku untuk membawa istriku menemui istrinya, aku tau betul jika istri dari dokter haris adalah dokter spesialis kandungan, aku sudah berfikir jika almira istriku tengah hamil apalagi 2 minggu sebelumnya sikapnya sangat manja dan tidak seperti biasanya.
aku sungguh bahagia ketika dokter amalia menyatakan bahwa istriku sedang hamil dan usia kandungan nya sudah 6 minggu, setelah dari rumah sakit kami kembali ke rumah untuk memberi kabar kepada orang tua kami, ibu sangat bahagia mendengar istriku hamil begitu juga abi dan uma mereka sangat bahagia dan sudah tidak sabar menimang cucu pertama mereka.
saat istriku meminta mangga munda di rumah uncle nya aku setujui karena aku tidak ingin anakku ileran lagi pula bisa meminta pak Imam mengambilkan mangga nya dari pohon tapi aku salah istriku ingin aku sendiri yang mengambil mangga dari pohon nya, sungguh aku takut jatuh jujur saja aku tidak bisa manjat pohon yang cukup tinggi.
aku berusaha manjat pohon sangat lama sampai akhirnya aku bisa sampai di Batang pohon, aku langsung mengambil 3 buah mangga setelah itu turun nya di bantu oleh tangga yang Disiapkan pak imam, rasa capek dan takut seketika sirna melihat istriku yang sangat bahagia melihatku membawa mangga keinginan nya.
aku merasa ngilu sendiri melihat istriku memakan buah mangga yang masih muda itu sudah di jamin pasti asam namun istriku sungguh menikmati nya sampai-sampai kak syahila mencoba nya. setelah mangga nya habis istriku meminta di ambilkan lagi dan aku dengan senang hati memanjat pohon untuk mengambil nya, sekarang aku sudah bisa manjat pohon demi mengambil mangga untuk istriku namun setelah beberapa mangga aku jatuhkan saat aku akan turun aku malah tidak bisa akhirnya aku duduk di Batang pohon sambil berdoa agar ada orang yang mencariku jujur aku sangat takut sekali apalagi semakin gelap.
30 menit menunggu akhirnya uncle fadhil datang di bawah pohon dia menanyaiku kenapa malah nangkring diatas padahal istriku sudah menunggu aku jawab saja tidak bisa turun, akhirnya uncle fadhil memanggil pak Imam untuk meminta tangga, sebelum itu uncle menakut-nakuti aku jika ada mbak kunti di sebelahku, aku yang takut dan kaget akhirnya jatuh dari pohon untung saja cabang pohon nya tidak terlalu tinggi.
bukan sakit yang aku rasakan tapi lebih ke malu karena di gazebo banyak orang yang melihat apalagi uncle fadhil yang berjalan belum jauh, malu nya bukan main sampai-sampai aku melupakan rasa sakit di pinggangku.
__ADS_1
esok nya aku kembali menuruti kemauan istriku yang menginginkan bakso yang ada di story athaar dan juga asinan betawi, malam-malam mencari bakso masih mudah karena ada beberapa kedai yang buka hingga menjelang pagi namun jika asinan betawi biasa nya jam 7 sudah pada tutup sedangkan saat ini sudah jam 9 malam.
setelah bakso sudah masuk ke perut kami kembali mencari asinan hingga jam 11 malam lebih kami belum menemukan nya. hingga akhirnya aku menelpon Dimas dan memberi saran untuk meminta bantuan chef angel's hotel karena jam segini sudah tidak ada asinan buka, untung saja istriku tidur di jalan jadi dia tidak mendengar jika aku meminta koki untuk membuatkan nya.
sampai di angels hotel dia sudah bangun dan kaget karena sedang berada di lobi hotel, dengan santai aku bilang di sini ada asinan betawi padahal aku sudah pesan lebih dulu, saat asinan itu datang istriku langsung memakan nya dan disitu aku sudah mengantuk sekali apalagi ini memang sudah jam tidur akhirnya aku memutuskan untuk mengajaknya menginap, aku juga sudah mengirim pesan ke uncle fadhil untuk terlambat ke kantor karena aku takut kalau akan bangun kesiangan.
dan benar saja kami bangun kesiangan karena setelah sholat subuh kami tidur kembali dan kami juga menunggu pesanan asinan lagi setelah itu barulah pulang.
KEVIN POV END
kini Kevin dan almira sudah tiba di rumah nya tepat jam 9 pagi.
Kevin "sayang mas tinggal ke kantor tidak apa-apa kan?"
almira "tidak apa-apa, loh tapi sudah jam 9 mas"
Kevin "tidak apa-apa sayang, mas sudah izin terlambat yaudah mas mandi dulu ya"
almira "yaudah aku siapkan baju kerja nya"
15 menit kemudian Kevin keluar dari kamar mandi dan dia sudah melihat baju di ranjang tapi dia tak melihat istrinya, Kevin langsung memakai baju nya dan segera berangkat ke kantor karena ini sudah siang apalagi banyak pekerjaan dan nanti siang ada rapat rutin bulanan.
saat menuruni anak tangga Kevin melihat istrinya sibuk di dapur entah apa yang dilakukan istrinya, akhirnya Kevin menghampiri istrinya itu.
Kevin "sayang ngapain?"
almira "masak"
Kevin "jangan kerja berat-berat sayang, insyaallah besok mas carikan pembantu biar kamu nggak kecapean"
almira "gak capek mas kalau hanya masak, oh ya ini bekal buat mas kan belum sarapan apalagi ini hampir jam makan siang"
Kevin "terima kasih sayang mas berangkat dulu ya, baik-baik di rumah kalau capek istirahat, assalamualaikum anak abi abi berangkat kerja ya sayang anak abi jangan rewel kasian umi" ucapnya mencium perut istrinya lalu mencium kening istrinya
almira "hati-hati di jalan mas"
Kevin "iya sayang, assalamualaikum".
almira "waalaikumsalam"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di kota s...
syahila uring-uringan karena di tinggal zaidan ke kantor, kak fatimah dan kak rasyid yang melihat tingkah menantunya itu hanya geleng-geleng kepala padahal tadi pagi dia yang meminta suaminya tetap ke kantor tapi baru juga jam 10 pagi dia sudah uring-uringan.
kak fatimah "nak duduklah jangan mondar-mandir begitu, nanti capek sayang"
syahila "mas zai belum pulang umi"
kak fatimah "baru jam 10 loh ini, kan pulang nya selalu sore"
kak rasyid "abi sama umi antar ke kantor suami kamu mau?"
syahila "mau abi"
kak rasyid "yaudah sana siap-siap, abi siapkan mobil nya"
kak rasyid tidak tega melihat menantu nya yang gelisah dan mondar-mandir sejak tadi, akhirnya kak rasyid memilih mengantar menantunya.
kak rasyid "ayo sudah siap belum?"
kak fatimah "ayo berangkat bi"
syahila "bi nanti beli makan siang dulu ya"
kak rasyid "iya mau makan apa?"
syahila "fried chicken bi"
kak rasyid "tumben?"
kak fatimah "tumben sayang mau makan fried chicken? kan biasanya enggak suka"
syahila "enggak tau mi entah kenapa aku sangat menginginkan nya"
kak fatimah "baiklah, mau makan di restoran nya atau di kantor?"
syahila "di kantor aja mi"
kak rasyid "abi pesankan online ya nak, biar nanti tinggal ambil nggak perlu ngantri"
syahila "enggak usah bi ila aja yang pesan, ila ada voucher diskon nya hehehe, abi sama umi mau menu apa?"
kak rasyid "abi enggak usah nak"
kak fatimah "umi juga nggak usah sayang, nanti setelah mengantarmu abi sama umi mau langsung ke peternakan"
kak rasyid "nanti kamu baliknya sama abang saja ya"
syahila "jadi ngrepotin abi sama umi dong"
kak rasyid "enggak kok lagian kan searah sama kantor"
tak lama sampai lah mereka di restoran ayam itu dan kak rasyid turun mengambilkan pesanan menantunya. setelah itu mereka langsung melanjutkan perjalanan ke sige group.
sesampainya di sige group mereka di sambut baik oleh resepsionis di kantor itu karena mereka adalah keluarga dari ceo sige group.
syahila "mbak suami saya ada di ruangan nya nggak?"
resepsionis "maaf nona suami anda 2 jam yang lalu meninggalkan kantor untuk meeting dengan rajawali grup mungkin sebentar lagi sampai, nona bisa menunggu di ruangan nya"
syahila "oh gitu ya mbak, saya tunggu di tempat itu saja mbk"
resepsionis "tapi nona nanti pak zaidan akan marah"
tak lama datanglah zaidan bersama asisten nya dan pak bram.
resepsionis "pak zaidan"
zaidan "ada apa?"
resepsionis "maaf pak nona tadi mau menunggu di ruang tunggu tidak mau ke ruangan bapak" zaidan langsung menuju ruang tunggu
zaidan "sayang kenapa duduk disini, eh ada abi sama umi, kalian sudah lama?"
kak rasyid "belum, yaudah bawa istrimu ke ruangan kamu, abi sama umi mau ke peternakan dulu"
zaidan "loh kenapa buru-buru bi?"
__ADS_1
kak rasyid "abi nggak buru-buru nak, tapi memang abi kesini hanya mengantar istrimu tadi dia mondar-mandir menunggu kamu pulang karena masih pagi ya abi antar aja sekalian kesini"
kak fatimah "yaudah nak kami pamit ya, jaga istrimu"
syahila "abi umi terima kasih sudah mengantar ila"
kak rasyid "iya nak" sedangkan kak fatimah hanya mengangguk
zaidan "abi umi terima kasih ya sudah mengantar istri abang, kalian hati-hati pulang nya"
setelah kepergian kedua orang tua nya, zaidan pun membawa istrinya ke ruangan nya yang berada di lantai 15.
zaidan "dio apa saya ada meeting lagi?"
dio (sekertaris zaidan) "tidak pak hanya mengecek berkas saja"
zaidan "oh yaudah berarti saya masih bisa menemani istri saya, pak bram kalau lelah pulang lebih awal tidak apa-apa"
pak bram "tidak nak belum lelah kok"
zaidan "yaudah sebentar lagi jam istirahat kalian bisa istirahat lebih dulu, sebelum istirahat antar dokumen nya ke ruangan saya ya dio"
dio "baik pak"
zaidan pun menyusul istrinya yang sudah lebih dulu berada di ruangan nya.
zaidan "sayang mau makan sama apa?"
syahila "aku udah bawa fried chicken mas"
zaidan "tumben fried chicken sayang?"
syahila "enggak tau pengen aja tadi"
zaidan "yaudah makan gih mas mau cek berkas dulu"
syahila "mau nya di suapin"
zaidan "baiklah mas cuci tangan dulu ya"
dengan telaten zaidan menyuapi istrinya yang sedang dalam mode manja itu.
tok
tok
tok
zaidan "masuk saja dio"
dio "permisi pak mau menyerahkan berkas"
zaidan "taruhlah di meja saya dio, saya masih menyuapi istri saya"
dio "baik pak kalau gitu saya permisi"
zaidan "iya silahkan"
dio hanya bisa menggerutu karena melihat keromantisan atasan nya itu.
pak bram "dio kamu kenapa? menggerutu tidak jelas"
dio "pak zaidan noh buat mood saya jelek"
pak bram "diapain kamu emang nya? dimarahi juga nggak mungkin kalau kesalahan nggak fatal"
dio "bukan itu tapi si bos bermesraan sama istrinya saat saya masuk tadi si bos menyuapi istrinya makan"
pak bram "hahaha ternyata gara-gara melihat kemesraan pak bos, saya mah sudah biasa"
dio "bapak biasa saya yang nggak, jiwa jomblo saya meronta-ronta pak"
pak bram "makanya cepet cari pasangan sana"
dio "doain dong pak biar dapat ukhty-ukhty"
pak bram "ya kalau mau cari ukhty sana ke pesantren, pengen nyari yang ukhty-ukhty tapi main nya ke club"
dio "kan main doang nggak minum, saya tau batasan kok pak"
pak bram "iya tapi nggak ada ukhty-ukhty yang mau sama akhi yang suka ke club, sudah saya mau ke kantin mau makan"
dio "iya juga ya, yaudah saya ke pesantren kilat deh nanti bulan Ramadhan"
di ruangan zaidan dia bekerja sambil melihat istri nya, setelah tadi menyuapi istrinya makan dia melanjutkan pekerjaan nya supaya bisa cepat pulang.
jam sudah menunjukkan pukul 3 sore zaidan yang terlalu fokus bekerja sampai tidak sadar jika istri cantik nya itu sudah tertidur pulas, saat melihat istrinya tidur pulas zaidan pun memindahkan istrinya ke ruangan pribadinya agar istrinya tidur lebih nyaman mengingat kini usia kandungan nya sudah 7 bulan.
zaidan merasa lelah menggendong istrinya ke kamar karena berat badan istrinya kian bertambah, di 6 bulan kehamilan nya kemarin berat badan istrinya sudah naik 11 kilo gram, entah sudah naik berapa kilo gram lagi, tapi memang dia merasa jika istrinya sedang tumbuh ke samping namun hal itu tidak mengurangi rasa Cinta zaidan kepada istrinya malah rasa Cinta nya bertambah kepada istrinya sejak dia menikahinya dan istrinya mengandung buah hati mereka.
jam 4 sore zaidan sudah menyelesaikan pekerjaan nya dia pun ke ruang pribadi nya dan disana sang istri masih asyik di dunia mimpi nya.
zaidan "sayang bangun"
syahila "5 menit lagi masih ngantuk"
zaidan "nanti tidur lagi di rumah sayang, ini sudah ashar loh sudah jam 4 ayo asharan dulu baru pulang"
syahila menuruti kemauan suami nya itu meski dengan terpaksa dia harus meninggalkan tempat tidur itu.
setelah sholat ashar zaidan membawa istrinya pulang ke rumah alm ayah syahila yang sejak beberapa bulan lalu mereka tempati.
zaidan "mau beli apa dulu? mumpung masih di luar"
syahila "enggak mau apa-apa pulang saja mas"
zaidan "baiklah kita pulang ke rumah ya"
syahila "tapi belum pamit ke umi sama abi"
zaidan "mas sudah pamit sayang, lagi pula umi sama abi besok habis shubuh mereka akan ke kota j untuk tausyiah"
syahila "oh gitu, terus anisa saka siapa?"
zaidan "sama uma, dia nggak mau ikut ataupun ke tempat kita katanya nggak mau ketinggalan pelajaran di pesantren"
syahila "oh gitu"
tak lama mereka pun sampai di rumah, mereka langsung bersih-bersih sambil menunggu waktu magrib dan makan malam.
__ADS_1