Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
eps 125 berjumpa teman lama


__ADS_3

pagi setelah sarapan hanya tinggal angel dan fadhil yang berada dirumah sedangkan yang lain sibuk dengan kegiatan masing-masing.


angel "mas apa boleh nanti siang aku bertemu Nadia dan Syifa?"


fadhil "boleh tapi biar Nadia dan Syifa yang kesini ya"


angel "baiklah mas"


fadhil "mas mau ke peternakan ayam apa kamu mau ikut?"


angel "iya aku ikut"


fadhil "mas ambilkan masker dulu"


angel "iya mas"


setelah fadhil kembali dari mengambil masker, mereka berdua segera pergi ke peternakan ayam.


fadhil "sayang kuat jalan gak? kalau enggak mas gendong"


angel "apa masih jauh mas?"


fadhil "tidak, itu kandangnya sudah terlihat"


angel "aku jalan saja mas, aku masih kuat kok"


setelah sampai di dekat kandang disana ada beberapa santri yang sedang mengambil telur ayam.


santri "eh ustadz, assalamualaikum"


fadhil "waalaikumsalam, bagaimana telur-telurnya"


santri "alhamdulillah ustadz semakin bertambah setiap harinya, yang lain masih mengambil di dalam"


angel "sayang apa boleh aku mengambil telurnya langsung dari kandang? rasanya aku ingin sekali"


fadhil "baiklah kita ke dalam, irfan (nama santri) berikan keranjang 1 kepadaku"


santri "ini ustadz keranjangnya"


fadhil "ayo sayang naiknya hati-hati ya"


angel "iya mas"


fadhil "ambilah telur-telurnya sepuasnya sayang"


angel "kok masih anget ya mas telurnya?"


fadhil "baru keluar dari ayamnya sayang"


angel "oh gitu, mas ini telurnya kualitas Bagus loh cangkang coklat"


fadhil "iya alhamdulillah sayang"


angel "terus mas jualnya kemana?"


fadhil "biasanya setor ke gudang supermarket yang untuk yang cangkang coklat tapi kalau yang cangkang crem ini lebih sering ke pasar-pasar"


angel "oh gitu, ke kandang sebelah yuk mas ambil telurnya"


fadhil "disana sudah selesai sayang, sudah tidak ada telurnya"


angel "mas tau dari mana?"


fadhil "santri-santri sudah mengambilnya dan hanya kandang ini yang belum selesai, kan tadi di bawah telurnya sudah banyak"


angel "iya sih mas, ayamnya kok berisik sih mas"


fadhil "kamu baru pertama ke kandang ayam ya?"


angel "iya mas"


fadhil "pantesan, kalau kandang ayam memang berisik yang apalagi kandang gemak"


angel "sayang telurnya sepertinya sudah cukup, nanti dibawa ke rumah ya aku mau buat omelet, oh iya gemak itu apa?"


fadhil "iya nanti kita bawa, gemak itu burung puyuh hewan yang menghasilkan telur puyuh sayang"


angel "wahh apa benar? itu ternak milik siapa?"


fadhil "milik mas sayang"


angel "kita kesana yuk mas"


fadhil "enggak ah mas malas"


angel "ayolah abi dede pengen ambil telur puyuh"


fadhil "abi tidak mau sayang"


angel "kalau gitu dede gamau ikut abi ke amerika"


fadhil "uhh dede ngancam abi? baiklah nak ayo kita ambil telur puyuhnya"


fadhil dan angel segera keluar dari kandang ayam dan sudah membawa 1 keranjang telur.


fadhil "irfan yang lain kemana?"


irfan "mereka mengambil tempat telur puyuh ustadz"


fadhil "apa telur puyuhnya belum di panen?"


irfan "belum ustadz, ini saya masih mau berangkat"


fadhil "kamu bungkus telur yang istri saya ambil ini dan berikan saya keranjang kecil untuk mengambil telur puyuh"


irfan "baik ustadz, saya ambilkan dulu keranjang nya"


tak lama 2 santri lain datang membawa tempat telur puyuh.


dion dan Dimas "eh ustadz dan ustadzah, assalamualaikum"


fadhil "waalaikumsalam dion Dimas"


angel "sayang mereka siapa?"


fadhil "mereka sama seperti irfan, mereka yang membantu mas untuk mengurus ternak-ternak ini"


angel "mereka cuma bertiga mas?"


fadhil "tidak sayang, ada 12 santri yang membantu mereka juga"


angel "yang lain kemana mas?"


fadhil "yang lain kemana dion Dimas?"


dion "mereka sedang belajar ustadz ustadzah"


angel "lalu apa kalian tidak belajar?"


dion "kami mengambil kelas sore ustadzah"


angel "oh gitu? kalian dibayar tidak sama ustadz?"


Dimas "dibayar kok ustadzah"


irfan "maaf ustadz ustadzah ini keranjangnya"


angel "terima kasih irfan, mas ayo ambil telurnya"


irfan "maaf ustadz kandangnya belum kami buka"


fadhil "yaudah ayo berangkat bareng-bareng kalian buka kandangnya"


sesampainya di depan kandang irfan membuka pintu kandang, angel dan fadhil segera masuk.


angel "kandangnya kok gak sama seperti ayam mas?"


fadhil "iya mereka kan kecil sayang"


angel "oh gitu, aku ambil telur banyak boleh?"


fadhil "boleh kok ambil saja"


angel "kenapa mereka sangat berisik mas?"


fadhil "ya memang begitu sayang, ambil telurnya yang di sebelah sini aja ya"

__ADS_1


angel "iya mas"


fadhil "fan bagian sini telurnya saya yang ambil, kamu ambil 2 bagian itu ya"


irfan "iya ustadz"


angel "mas terus yang 2 anak tadi?"


fadhil "mereka di kandang sebelah sayang kenapa?"


angel "gapapa, mereka kok mau kerja sih mas?"


fadhil "mereka anak yatim sayang dan mereka tidak mau merepotkan orang tuanya lagi jadi mereka minta kerjaan ke abi awalnya tapi sama abi disuruh langsung menemui mas dan kebetulan mas juga butuh orang untuk mengurus ternak-ternak mas"


angel "dulu mas mengurus sendiri?"


fadhil "iya dulu waktu kandangnya belum sebesar ini, tapi waktu mas akan merantau ke kota K mas menyerahkan ke santri-santri kepercayaan mas, ya mereka bertiga tadi, abi juga mengawasi kalau lagi tidak sibuk"


angel "oh gitu, mereka mas gaji tinggi nggak?"


fadhil "gajinya bisa buat mereka jajan dan bayar spp"


angel "oh gitu, ingat ya mas mereka harus di gaji lebih, mereka udah ngurusin ternak mas apalagi mereka anak yatim"


fadhil "iya sayang"


setelah selesai mengambil telur ayam dan telur puyuh angel dan fadhil kembali ke rumah umi.


umi aisyah "kalian dari mana? umi cari gaada"


angel "angel ikut mas fadhil umi, angel juga ambil telur ayam dan telur puyuh"


umi aisyah "yasudah ayo masuk, kamu istirahat pasti capek"


fadhil "mi fadhil ke dapur dulu taruh telur"


kak rasyid "assalamualaikum"


umi aisyah "waalaikumsalam nak sudah pulang"


kak rasyid "iya umi"


angel "kak itu apa?"


kak rasyid "oh ini telur bebek"


fadhil "eh mas sudah pulang"


kak rasyid "iya dek, oh ya tolong jemput davian di bandara ya dek"


fadhil "iya insyaallah"


kak rasyid "jam 2 pesawatnya landing dek"


fadhil "oke mas"


angel "sayang tadi kok aku gak diajak ke peternakan bebek?"


fadhil "jauh sayang, tempatnya di dekat kandang ayam sayur"


angel "angel pengen kesana mas ambil telur bebek"


kak rasyid "besok aja sama kakak"


angel "enggak mau orang besok ada acara"


fadhil "besoknya lagi ya sayang mas anterin ke peternakan bebeknya"


kak rasyid "nah iya kalau besoknya lagi akan panen besar insyaallah, jadi akan banyak telurnya dek"


angel "beneran ya gaboleh bohong"


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


siang hari angel dan fadhil pergi ke bandara untuk menjemput kak davian beserta istri dan anaknya.


sesampainya di bandara mereka malah berjumpa dengan rombongan pengantin.


angel "papaaaaaaa" ucapnya langsung berlari menuju papa rey berada


pap rey "loh sayang kalian ada disini?"


papa rey "oh gitu"


papa satria "papa demian gak kesini ngel?"


angel "enggak tau lah kan angel dari pesantren dan mau jemput kakak ipar"


papa satria "kirain mau jemput rombongan"


angel "enggaklah orang cuma bawa 1 mobil"


papa ferdinand "udah dapat apa aja nih di kota S?"


angel "dapat pengalaman ngambil telur ayam dan telur puyuh langsung dari kandang"


papa rey "beneran kamu ke kandang"


angel "iya pa"


fadhil "awalnya mau ngecek aja pa, eh dia ngeyel mau ambil telur, bilangnya gini pa "abi dedek pengen ambil telurnya" gitu pa"


papa rey "hahahaha dia sangat memanfaatkan kehamilannya boy, sabar saja ya boy"


fadhil "iya pa pasti"


angel "papa ikut angel saja yuk ke pesantren"


papa rey "maaf sayang papa gabisa soalnya papa mau urus cabang perusahaan dulu yang di sini"


angel "yah papa"


rombongan pengantin meninggalkan angel dan fadhil yang masih menunggu kedatangan kak davian beserta istri dan anaknya.


angel "kak makan dulu yuk lapar"


fadhil "nanti saja yang kita makan di jalan bareng kak dav, itu pesawat sudah landing"


angel "janji ya?"


fadhil "iya sayang"


tak lama kak davian dan istri juga anaknya tiba di terminal kedatangan.


fadhil "bang dav" teriaknya


kak davian "loh kok kalian yang jemput?"


fadhil "iya mas rasyid mau pergi katanya"


angel "kak naf apa kabar"


kak nafisa "alhamdulillah baik, kamu bagaimana sama baby?"


angel "alhamdulillah baik kak, hello girl kamu ngantuk ya?"


almira "tidak aunty tapi aku sangat lapar"


angel "hahaha baiklah girl ayo kita cari makan"


fadhil "ayo kita pulang"


almira "mira lapar uncle"


fadhil "iya cari makan di jalan ya"


almira "aku mau mie ayam uncle"


fadhil "baiklah ayo"


fadhil memberhentikan mobilnya di depan kedai mie ayam dan bakso.


almira "uncle aku mau mie ayam bakso"


fadhil "oke"


angel "aku juga mas"

__ADS_1


fadhil "samain semua aja ya bang"


kak davian "iya dek"


almira "minumnya es jeruk uncle"


fadhil "oke"


tak lama pesanan mereka pun datang, angel memakan mie ayam dengan lahap.


fadhil "sayang pelan-pelan"


angel "iya mas, ini mie ayamnya enak banget"


fadhil "apa mau nambah?"


angel "boleh sayang?"


fadhil "boleh dong, mas pesankan dulu ya sayang"


tak lama mangkuk kedua milik angel datang, angel juga langsung memakannya dengan lahap.


setelah selesai makan mie ayam mereka melanjutkan perjalanan kembali ke pesantren.


sesampainya di rumah pak kyai disana sudah ada Nadia dan Syifa, angel langsung memeluk mereka berdua.


angel "cie udah jadi ustadzah sekarang"


Nadia "belum kali ngel"


angel "kata mas fadhil kalian mengajar paud, berarti kalian udah jadi ustadzah dong"


Nadia "iya-iya kita ngalah deh bu ustadzah angela"


Syifa "akhirnya kita ketemu ustadzah Angela nad"


angel "kalian apaan sih aku bukan ustadzah, aku senang bisa ketemu teman lamaku"


Nadia "sama kita juga"


mereka mengobrol bertiga hingga waktu magrib menjelang mereka baru membubarkan diri.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


malam hari di kediaman pak kyai ada banyak tamu yang berkunjung, tamu itu tak lain adalah papa rey.


papa rey "umi ini angelnya ngrepotin umi nggak?"


umi aisyah "tidak besan"


papa demian "yang bener umi? padahal kita sering di kerjain dia"


pak kyai "mungkin memang tidak sedang mengidam"


angel "kak fat aku mau telur asinnya dong"


kak fatimah "belum bisa dimasak sekarang, bisanya besok malam"


angel "yahhh kok lama sekali"


papa satria "nah tu kumat kayaknya si angel"


papa rey "sepertinya begitu"


papa demian "minta apa sih ngel?"


angel "telur asin"


papa demian "beli aja sana"


angel "gak mau orang kak fatimah mau buat kok"


kak fatimah "iya tapi besok malam baru bisa direbus"


angel "sekarang saja kak"


kak fatimah "belum enak ngel, lagian rebusnya 3 sampai 4 jam"


angel "yahh kok lama, yaudah aku mau di belikan telur asin kak rasyid saja"


kak rasyid "lah kok kakak, suami kamu aja"


fadhil "udah kak nikmatin saja, mau apa lagi sayang kak davian nganggur lo"


angel "mau kelapa muda yang dekat asrama Putri sama mangganya sekalian"


fadhil "siapa yang manjat pohon?"


angel "kak davian lah"


kak davian "haa tidak-tidak kakak tidak bisa"


angel "umi abi kak davian jahat masa gamau ngambilin kelapa muda sama mangga"


pak kyai "dav ambil apa yang dimau adikmu demi keponakan kamu"


angel "terima kasih abi"


fadhil "mau apalagi sayang, revan dan radis nganggur tuh"


papa demian "terus dil, awas aja nyuruh kita"


angel "enggak mau lagi paling mereka gak ikhlas, keliatan dari mukanya"


syasya "ngerti banget sih ngel"


angel "iya sya apalagi suamimu gak ikhlas kayaknya"


revan "ikhlas kok kamu mau apa?"


angel "batagor dan siomay yang asli Bandung"


revan "baiklah aku sama radis akan mencarikannya"


1 jam kemudian mereka kembali ke rumah pak kyai untuk menyerahkan pesanan ibu hamil.


Setelah semua pesanan angel datang angel hanya memakan siomay, batagor dan kelapa muda yang telah dibuat es.


fadhil "ini mangga nya siapa yang makan sayang?"


angel "kak rasyid, kak dav, kak revan sama kak radis saja mas"


kak davian "enggak terima kasih"


revan "gimana kalau yang makan fadhil saja ngel?"


angel "gimana kalau kak revan saja yang menghabiskan"


kak rasyid "nah revan saja ngel, kakak mau wujudin permintaan zaidan, yuk fat kita ke kamar"


kak davian "nah kakak mau menuruti permintaan almira juga, yuk naf kita ke kamar"


radis "sorry ya ngel gue sama fira harus ke hotel dulu"


angel "nah berarti yang makan kak revan"


papa rey "makan rev kalau enggak nanti kamu di pecat jadi mantu oleh papa demian"


papa demian "udah rev makan saja"


papa ferdinand "makan rev ntar kalau istri kamu hamil biar tau rasanya mangga muda"


papa satria "makan aja rev, itu asem-asem manis kok"


revan "ini kenapa semua mojokin revan sih"


mama evilia "sudah ikuti saja nak"


syasya "mas makan atau puasa 1 bulan" bisiknya


revan "baiklah mas makan tapi malam ini dobel"


revan memakan buah mangga muda dengan menahan rasa asam, sedangkan mereka semua tertawa dengan ekspresi revan begitu juga dengan kak davian dan kak rasyid beserta istri mereka yang telah kembali, mereka sengaja pergi karena memang hanya untuk menghindar dari memakan mangga muda.


**SEKIAN DULU PART INI YA.....


JANGAN LUPA VOTE NYA...

__ADS_1


TERIMA KASIH YANG SUDAH MEMBACA, MEMBERI LIKE DAN BERKOMENTAR**


__ADS_2