
acara buka puasa pun sudah dimulai dan kini tiba saatnya fadhil menyampaikan ceramahnya.
fadhil "Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
Bismillahirrohmaanirrohiim, Alhamdulillaahirobbil aalamin, Ashadu allaa ilaaha illolloh, Wa’ashadu anna Muhammadarrosuululloh, Allohumma solli alaa sayyidinaa Muhammad wa alaa aali sayyidinaa Muhammad, Amma ba’du.
Puji serta syukur marilah sama-sama kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat, hidayah dan inayahnya sehingga pada sore hari ini kita bisa hadir dalam acara buka bersama di hari ke 20 Ramadhan ini panti asuhan mutiara bunda ini.
Sholawat serta salam tidak lupa pula kita sanjungkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya dan kepada pengikutnya hingga yaumil akhir.
para hadirin sekalian yang di rahmati allah....
Lailatulqadar atau Lailat Al-Qadar adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan, yang dalam Al-Qur'an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Kapan lailatul qadar (Malam Kemuliaan) pada dasarnya dirahasiakan oleh Allah dari umat manusia. Nabi Muhammad bahkan hanya menganjurkan agar kita mencari malam tersebut terutama pada malam 10 hari terakhir bulan Ramadan. Namun, malam tersebut memiliki tanda-tanda khusus.
Lailatulqadar diperingati sebagai malam turunnya Al-Qur'an secara keseluruhan dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah. Malam ini lebih utama daripada malam 1.000 bulan. Nabi Muhammad menyebutkan, lailatulqadar ada pada setiap Ramadan (H.R. Abu Dawud) dan lebih rinci lagi melalui riwayat lain dari jalur Aisyah, menyatakan "Carilah Lailatulqadar itu pada tanggal ganjil dari 10 hari terakhir bulan Ramadan" (H.R. Bukhari).
Tanda-tanda Lailatul Qadar
Meskipun lailatulqadar menjadi rahasia Allah, umat Islam diberi petunjuk untuk memprediksi kapan malam tersebut tiba, yaitu, keesokan hari setelah lailatulqadar, paginya suasana akan tenang dengan cahaya mentari yang redup (tidak panas)
Diriwayatkan dari jalur Ubay bin Ka'ab, yang berkata, "Lailatulqadar itu adalah malam, ketika Rasulullah memerintahkan kami untuk menegakkan salat di dalamnya, malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke-27 (dari bulan Ramadlan). Dan tanda-tandanya ialah, pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa sinar yang terik menyilaukan" (H.R. Muslim 1272).
Selain itu, tanda lailatulqadar adalah pada malam hari langit sangat bersih. Hawanya tidak dingin maupun tidak panas. Keterangan ini diperoleh berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas, "Sesungguhnya Rasulullah bersabda tentang (tanda-tanda) Lailatulqadar (yaitu) malam yang mudah, indah, tidak (berhawa) panas atau dingin, matahari terbit (pada pagi harinya) dengan cahaya kemerahan (tidak terik)" (H.R. Bukhari)
"Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan seperti syiqi jafnah.” (HR. Muslim Muslim 1170)
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“(Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan.” (HR. Ibnu Khuzaimah 3/231, Bazzar 1/486).
beberapa keutamaan malam lailatul qadar bagi umat muslim:
Malam yang mulia
Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS. Al-Qadr: 1-5).
Dari ayat di atas, Allah SWT telah menjelaskan bahwa malam lailatul qadar adalah malam kemuliaan. Sesuatu mulia berarti sangatlah baik dan tentulah harus dikejar. Maka itu, umat islam disarankan memperbanyak ibadah di malam-malam terakhir pada bulan ramadhan.
Malam diturunkannya Al-Quran
__ADS_1
Allah Ta’ala berfirman: “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran…” (QS. Al-Baqarah: 185)
Salah satu sebab mengapa bulan ramadhan begitu istimewa yakni karena di bulan tersebut Al-Quran Al-Karim pertama kali diturunkan oleh Allah SWT melalui perantara nabi Muhammad Saw. Al-Quran ini diturunkan pada malam lailatul qadar, sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Qasr ayat 1: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan” (Al Qadr:1)
Malam yang lebih utama dari seribu bulan
Allah Ta’ala berfirman: “Tahukah kamu apa itu lailatul qadar? Lailatul qadar lebih baik daripada seribu bulan.” (Q.s. Al-Qadar:2–3)
Mayoritas ulama berpendapat bahwa melakukan ibadah dan amalan di malam lailatul qadar pahalanya sangatlah besar. Nilai pahalanya lebih dari orang dari yang beribadah selama seribu bulan atau setara dengan 80 tahun.
Malam penuh keberkahan
Dalam Alquran disebutkan yang artinya, “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Al-Dukhan: 3-5)
Malam ditetapkannya takdir satu tahun kedepan
Allah Ta’ala berfirman: “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (QS. Ad Dukhan: 4).
Dari ayat diatas, sebagian besar para ulama (seperti ibnu Umar, Abu Malik, Mujahid dan masih banyak lainnya) menerangkan bahwa pada malam lailatul qadar akan dicatat takdir manusia untuk satu tahun kedepan.
Menurut Syaikh Abdurrazaq Al-Badr Hafidzahullah, takdir yang dimaksud disini yaitu takdir sanawiy, yakni takdir yang bersifat tahunan dan takdir tersebut tentunya ditulis dengan seizin Allah SWT.
Malam penuh kesejahteraan
Allah Ta’ala berfirman: “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadar: 5)
Lailatur qadar adalah malam yang sangatlah indah bagi umat muslim. Pada malam itu, manusia tidak hanya diliputi keberkahan tapi juga kesejahteraan.
Seseroang yang memperbanyak ibadah dan amalan-amalan di malam tersebut akan memperoleh kedamaian hati. Ia akan dibebaskan dari kerusakan, bahkan tidak ada syaitan yang mampu menggodanya.
Malam penuh ampunan
Disampaikan oleh Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa menegakkan shalat pada malam Lailatul Qadr atas dorongan iman dan mengharap balasan (dari Allah), diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.” (H.R Al Bukhari, An Nasa’i, dan Ahmad)
Sayang sekali orang-orang yang tidak memanfaatkan malam lailatul qadar untuk beribadah kepada Allah SWT. Sebab di malam tersebut Allah SWT membukakan pintu ampunan dengan lebar. Seseorang yang bertaubat dan berdoa maka dosa-dosa di masa lalu akan diampuni oleh Allah SWT.
Malaikat-malaikat turun ke bumi
Allah Ta’ala berfirman, “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (QS. Al- Qadar ayat 4)
Pintu langit dibuka
__ADS_1
“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah Ta’ala wajibkan kalian untuk berpuasa padanya, dibukakan padanya pintu-pintu langit, ditutup pintu-pintu neraka Jahim, dan dibelenggu setan-setan yang membangkang.
Pada bulan tersebut, Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan (seseorang beribadah selama itu). Barangsiapa terhalang dari kebaikannya, sungguh ia orang yang terhalang (dari seluruh kebaikan)”(HR. An-Nasai)
Di bulan ramadhan, termasuk pada malam lailatul qadar Allah SWT akan membukakan pintu-pintu langit. Para malaikat juga akan turun bumi. Sebab itu, kita bersungguh-sungguh dalam meningkatkan amal ibadah dan memperoleh keutamaan lailatul qadar.
Pintu neraka ditutup
“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah Ta’ala wajibkan kalian untuk berpuasa padanya, dibukakan padanya pintu-pintu langit, ditutup pintu-pintu neraka Jahim…” (HR. An-Nasai)
Keistimewaan lain dari bulan ramadhan yang didalamnya ada malam lailatul qadar yakni ditutupnya pintu neraka. Malam tersebut hanya dipenuhi kebaikan-kebaikan. Umat islam yang menjalankan ibadah ikhlas karena Allah SWT akan disejukkan hatinya dan dipenuhi keberkahan.
Setan dibelenggu
“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah Ta’ala wajibkan kalian untuk berpuasa padanya, dibukakan padanya pintu-pintu langit, ditutup pintu-pintu neraka Jahim, dan dibelenggu setan-setan yang membangkang..” (HR. An-Nasai)
Selain tertutupnya pintu neraka, di bulan penuh rahmat tersebut Allah SWT juga membelenggu para syaitan. Namun demikian, manusia juga masih bisa berbuat salah disebabkan oleh nafsunya sendiri.
Malam penuh kebaikan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya bulan Ramadhan ini telah menghampiri kalian. Dan di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang terhalang dari menjumpainya, maka sungguh dia telah terhalang dari seluruh kebaikan. Dan tidaklah terhalang dari menjumpainya kecuali orang-orang yang merugi.” (HR Ibnu Majah)
Meningkatkan iman dan taqwa
Bulan ramadhan, khusunya malam lailatul qadar juga bisa menjadi peningkat iman dan taqwa seseorang. Apabila ia sanggup menghabiskan waktu di malam tersebut dengan memperbanyak berdoa, dzikir, membaca Al-quran, solat dan mengerjakan kebaikan-kebaikan lain maka secara otomatis kadar keimanan orang tersebut tentu akan bertambah. Berbeda dari orang yang hanya bermalas-malasan, hidupnya tidak akan berubah dan ia sulit mendapatkan hidayah.
Penenang hati
Sebagaimana yang telah dijelaskan di poin-poin sebelumnya bahwa di malam lailatul qadar segala kebaikan diturunkan dari langit. Malaikat turun membawa rahmat dan keberkahan, Allah SWT membuka pintu ampunan, neraka ditutup dan syaitan dibelenggu. Maka pada saat tersebut, hati orang-orang yang beriman akan menjadi tenang dan damai. Mereka bisa merasakan betapa manisnya iman dan betapa indahnya mendekatkan diri kepada Sang Maha Kuasa, Rabb semesta alam.
Pahala dilipat gandakan
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhar-Muslim)
dan alhamdulillah mulai malam ini sudah memasuki hari ke 10 terakhir bulan ramadhan, untuk itu marilah kita berbuat banyak kebaikan dan berlomba-lomba untuk mendapatkan malam lailatul qadar.
jika ada yang ditanyakan bisa ditanyakan nanti setelah buka bersama, sekian dari saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada salah kata, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.
setelah fadhil mengakhiri ceramahnya adzan pun berkumandang dan mereka segera berbuka puasa dengan takjil yang telah disiapkan.
__ADS_1