
setelah menempuh perjalanan 30 menit fadhil dan angel tiba di rumah sakit tempat umi Aisyah di rawat.
"sayang kita ke kantin dulu ya beli minum" ucap angel
"disini sudah ada teh hangat satu botol sayang" ucap fadhil
"oh ya? tapi tadi aku tidak minta di buatkan loh" ucap angel
"mungkin zahra inisiatif membuatkan sayang, gimana masih mau ke kantin?" tanya angel
"masih sayang kan belum ada air putih nya, ternyata calon menantu kita paham ya bi apa yang kita butuhkan bahkan tanpa di minta" ucap angel sambil berjalan menuju kantin
"iya sayang semoga nanti afwi bahagia dengan pernikahan nya" ucap fadhil
"oh ya sayang persiapan pernikahan afwi sudah mencapai 50%" ucap angel
"wah istriku ternyata bergerak cepat" ucap fadhil
"harus dong sayang meskipun semua di urus wedding organizer sama syasya" ucap angel
"cathering nya bagaimana sayang sama undangan?" tanya fadhil
"kalau undangan daftar namanya kayak waktu pernikahan afwa bi tapi ada beberapa sih yang berbeda karena afwi punya teman-teman club apa gitu terus sama patner bisnis juga ada yang beda katanya" ucap angel
"oh begitu ya tidak apa-apa memang afwi punya teman club moge kalau mobil sports anak-anak satu club sayang" ucap fadhil
"abi tau?"
"apa yang anak-anak lakukan abi tau semua sayang" ucap fadhil
"termasuk rayya balapan bi?"
"abi tau semua sayang termasuk jadwal rayya balapan, abi diam karena kakak-kakak nya selalu berusaha melindungi adik nya" ucap fadhil
"iya sih kakak-kakak nya sangat melindungi rayya" ucap angel
sesampainya di kantin angel langsung membeli beberapa botol sedang air mineral, setelah membeli minuman angel dan fadhil menuju kamar rawat inap umi Aisyah.
"assalamualaikum" ucap fadhil dan angel membuka pintu
"waalaikumsalam" ucap mereka di kamar rawat umi Aisyah kompak
"kak ini sarapan nya" ucap fadhil menyerahkan tas berisi kotak bento
"terima kasih dek, tapi ini banyak sekali" ucap kak rasyid
"aku sama angel belum sarapan kak hehehe" ucap fadhil
"oh gitu terus punya kalian yang mana?" tanya kak rasyid
"isinya sama saja kak tapi itu box yang atas punya umi ya karena itu bubur ayam" ucap angel
"oh begitu baiklah kakak makan ya" ucap kak rasyid
"iya kak kalian makan aja, umi sudah makan belum tadi kak?" tanya fadhil
"belum dek umi nunggu makanan dari rumah katanya" ucap kak rasyid
"yaudah sini mas bubur nya biar aku yang suapi umi" sahut angel
"biar kakak saja dek kamu kan baru sampai" ucap kak fatimah
"tidak apa-apa kak, kakak kan sudah menjaga umi sejak semalam sebaiknya kakak sarapan saja" ucap angel lembut
"hmm baiklah dek" ucap kak fatimah
__ADS_1
angel pun menuju brangkar umi Aisyah membawa box yang berisi bubur ayam buatan zahra.
"umi, umi bangun dulu yuk" ucap angel membangunkan umi aisyah
"hmm nak sudah sampai" ucap umi Aisyah serak karena baru bangun tidur
"iya umi, umi sarapan dulu ya tadi di buatkan bubur ayam sama calon istrinya afwi" ucap angel lembut
"umi mau duduk nak"
"apa tidak pusing umi?"
"ya masih tapi umi tidak mau makan sambil tidur"
"brangkar nya aja mi yang dinaikkan jadi nanti umi seperti duduk, sayang minta tolong dong" ucap angel pada fadhil
"ada apa sayang?" tanya fadhil
"brangkar umi dinaikkan sayang biar umi seperti duduk, umi tidak mau makan sambil tidur" ucap angel
"baiklah, umi nanti kalau sudah pas bilang ya" ucap fadhil pada umi Aisyah
"iya nak" ucap umi aisyah
setelah brangkar umi Aisyah di naikkan angel pun menyuapi umi Aisyah bubur ayam.
"bagaimana mi enak tidak bubur ayam buatan calon menantu fadhil?" ucap fadhil pada umi nya
"enak nak, ini sangat enak" ucap umi aisyah
"afwa saja sampai nambah mi tadi, untung saja pagi ini afwa tidak mual" ucap fadhil
"oh jadi yang ngidam afwa?"
"masakan dari rumah aja nak umi nggak mau makanan luar" ucap umi aisyah
"baiklah mi"
"nak sudah umi sudah kenyang" ucap umi Aisyah pada angel
"tapi masih sedikit loh mi, sedikit lagi ya mi biar perutnya ada isinya" ucap angel
"tidak nak umi sudah kenyang, nanti lagi saja"
"baiklah mi tapi satu kali lagi habis itu sudah"
"baiklah" ucap umi Aisyah pasrah
"mi rasyid sama fatimah pulang dulu ya" ucap kak rasyid
"kalian sudah sarapan?" tanya umi aisyah
"sudah mi tadi di bawakan adek" ucap kak rasyid
"ya sudah kalian hati-hati ya" ucap umi Aisyah
"iya mi, umi cepat sembuh ya" ucap kak rasyid
"kami pulang dulu ya mi" ucap kak fatimah
"iya nak, terima kasih sudah menjaga umi"
"sudah kewajiban kami sebagai anak mi" ucap kak fatimah
setelah kepergian kak rasyid dan kak fatimah di ruangan itu hanya tinggal fadhil dan angel juga umi Aisyah.
__ADS_1
"umi minum obat dulu ya" ucap angel
"iya nak"
"sama air aja atau mau sama pisang mi? kalau sama pisang biar fadhil carikan dulu pisangnya" ucap fadhil
"sama air saja nak umi bisa kok minum obat sama air putih"
"baiklah umi ini air nya" ucap fadhil
setelah umi Aisyah meminum obat tak lama dokter pun tiba di ruangan umi Aisyah.
"maaf mengganggu kami mau visit kondisi pasien" ucap dokter itu
"iya dok silahkan" ucap fadhil sembari menarik istrinya agak menjauh agar dokter leluasa memeriksa umi Aisyah
"tekanan darah pasien sudah berangsur menurun, usahakan makan tepat waktu dan juga minum obat secara teratur, usahakan jangan membuat pasien menjadi banyak pikiran" ucap dokter itu setelah melakukan visit
"baik dok terima kasih informasinya" sahut fadhil
"oh ya sarapannya kok tidak di makan? harus sarapan dulu sebelum minum obat" ucap dokter itu
"tadi ibu saya makan makanan dari rumah dok, tenang saja dok kami akan memberikan makanan yang di bolehkan untu ibu kami dan di jamin gizinya" ucap fadhil
"baiklah tidak apa-apa tapi usahakan jangan pakai msg ataupun penyedap dulu ya memasaknya, boleh kok makan makanan dari luar rumah sakit asal jangan makanan dari restoran cepat saji" ucap dokter
"iya dokter"
"oh ya bu ini daftar makanan dan buah-buahan yang boleh di makan ibu anda selama pemulihan, di luar itu jangan di berikan dulu biar kondisi pasien stabil dulu" ucap perawat
"oh terima kasih ya sus" ucap angel
"sama-sama bu"
"baiklah kalau begitu kami permisi mau visit pasien lain" ucap dokter
"baik dokter terima kasih" ucap fadhil
setelah kepergian dokter dan suster angel duduk di sofa sedangkan fadhil duduk di dekat brangkar umi Aisyah.
"umi harus cepat sembuh ya, biar bisa lihat afwi menikah" ucap fadhil
"iya nak umi pasti akan sembuh, kalian kalau mau kembali ke kota k silahkan nanti umi menyusul kalau sudah sembuh kalian kan perlu menyiapkan pernikahan afwi" ucap umi aisyah
"umi tidak usah khawatir tentang pernikahan afwi semua sudah ada yang mengurus" ucap fadhil
"iya mi semua sudah ada yang mengurus dan persiapan nya sudah mencapai 50% sekarang ini" ucap angel
"lagian ya mi kita disini itu selama satu minggu nanti sekalian kami bawa umi ke kota k biar di bisa di kota k lebih lama" ucap fadhil
"doakan umi cepat sembuh biar bisa ke kota k lebih awal"
"itu pasti mi, tanpa umi meminta kami akan mendoakan kesembuhan umi" ucap fadhil
"terima kasih nak, angel lagi sibuk ya? kalau sibuk tidak apa-apa umi disini sendiri" ucap umi aisyah
"tidak umi angel hanya mengirim pesan ke afwi supaya bilang ke zahra untuk memasak makan siang buat umi sekalian mengantar buah-buahan yang boleh umi makan kesinu nanti siang" ucap angel
"nak jangan repot-repot umi gak apa-apa kok makan makanan rumah sakit" ucap umi Aisyah
"tapi umi tidak menyukainya kan, umi tidak usah khawatir karena itu tidak merepotkan anak-anak, umi tau rayya juga sudah bisa memasak pasti nanti nabila zahra dan rayya yang memasak umi tenang saja pokoknya jangan merasa tidak enak, sekarang umi istirahat biar cepat sembuh dan ikut kami ke kota k" ucap angel lembut
"iya nak, entah kenapa setelah meminum obat umi mengantuk sekali"
"mungkin itu efek obat mi, sekarang umi tidur ya" ucap angel
__ADS_1