Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
eps 157


__ADS_3

malam harinya sesuai janji fadhil mereka menelpon papa rey.


papa rey "ada apa nak kalian telpon papa pagi-pagi? bukankah disana masih malam"


fadhil "gak ada apa-apa kok pa, papa apa kabar?"


papa rey "alhamdulillah papa baik, kalian dan cucu papa bagaimana kabarnya"


angel "kami baik opa"


fadhil "pa fadhil mau tanya dong"


papa rey "tanya apa?"


fadhil "orangnya pak Imam bisa gak pa disuruh renovasi kamar rumah dari papa kemarin?"


papa rey "renovasi gimana? apa ada desain yang kurang kalian suka"


fadhil "bukan gitu pa, ini angel pengen nyiapin kamar untuk twins"


papa rey "mau di renovasi gimana? memangnya twins jenis kelaminnya apa?"


angel "cuma di cat aja pa sama pasang stiker dinding, belum tau pa twins masih ngumpet malu kali pa"


papa rey "cat warna apa dan stiker yang bagaimana?"


angel "warna biru putih sepertinya Bagus pa, untuk stikernya motif yang netral aja pa"


papa rey "ya nanti papa sampaikan dulu ke pak Imam, soalnya sekarang masih mengerjakan proyek kost kalian yang sebentar lagi sudah masuk perkuliahan dan proyek wisata keluarga"


angel "iya pa, viona belum bangun pa?"


papa rey "sudah tadi sama mbaknya ke taman belakang"


angel "yaudah papa sarapan dulu gih"


papa rey "kalian istirahatlah ini sudah malam di sana"


panggilan akhirnya berakhir.....


fadhil "sudah beres kan? sekarang cepatlah tidur sayang"


angel "belum ngantuk mas, aku mau ke balkon dulu"


fadhil "angin malam tidak baik untuk ibu hamil, kita olahraga saja biar kamu bisa cepat tidur"


angel "setiap hari olahraga gak capek apa kamu mas?"


fadhil "mas kan hanya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan sebelum mas puasa lagi selama kamu nifas"


akhirnya olahraga panas pun terjadi di kamar itu, entah berapa ronde mereka melakukan nya.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


di Australia....


Kania "yeyy papa datang" ucapnya langsung memeluk papanya


papa ferdinand "rindu banget ya sama papa"


kania "iya aku rindu banget sama papa"


alfa "sayang biarkan papa dan mama masuk dulu ya biar mereka istirahat"


kania "tapi aku pengen di gendong belakang papa"


mama evilia "apa kamu hanya rindu papa sampai-sampai tetap memeluk papamu?"


kania "aku juga rindu sama mama, tapi aku mau di gendong belakang papa"

__ADS_1


papa ferdinand "peluk mama dulu kalau rindu, nanti papa gendong"


papa ferdinand pov


pagi hari aku dan istriku telah tiba di london untuk menjenguk Putri dan menantuku.


sesampainya di apartemen aku di sambut oleh pelukan anakku, entah kenapa dia lebih manja dari sebelum menikah.


tingkahnya juga seperti anak kecil, dia memelukku erat seakan-akan sangat rindu padaku padahal biasanya dia selalu memeluk mamanya terlebih dahulu.


aku merasa aneh dengan sikap anakku apalagi saat dia minta ku gendong belakang, aku kaget mendengar nya apakah aku masih sanggup menggendong nya seperti waktu dia masih kecil dulu.


author pov


kania "papa gendong, aku udah meluk mama"


papa ferdinand "sebentar saja ya, pinggang papa sudah tidak kuat seperti dulu"


alfa "sayang biarkan papa istirahat dulu ya"


kania "enggak mau aku mau di gendong sekarang"


papa ferdinand "ayo sini naik ke punggung papa"


kania "yey yey di gendong papa"


papa ferdinand "duh sekarang Putri kecil papa sudah besar ya, kamu mau kemana sayang hanya 5 menit ya papa gendong kamu"


kania "anterin ke balkon pa, aku mau lihat pemandangan"


mama evilia "alfa"


alfa "iya ma, ada apa?"


mama evilia "kenapa kania jadi seperti anak kecil gitu?"


mama evilia "dia naik dipunggung mu dan kamu jadi kuda nya?"


alfa "iya ma, parahnya lagi hampir 2 jam aku mengelilingi apartemen ini ma"


mama evilia "jangan-jangan...."


alfa "jangan-jangan apa ma?"


mama evilia "jangan-jangan istrimu hamil, sekarang cepat beli test pack ke apotek, biar bisa di cek"


alfa "benarkah ma kania hamil?"


mama evilia "belum tau, makannya cepat beli test pack sana"


alfa "baik ma, alfa pergi dulu nitip kania ya"


alfa pov


1 minggu terakhir sikap kania berubah-ubah tapi lebih sering manja dan kekanak-kanakan, aku sampai pusing jika dia menangis karena keinginan nya tidak dituruti.


malam-malam biasanya aku selalu olahraga panas dengannya tapi kemarin dia mengajak main kuda-kudaan hingga aku lelah membawanya keliling apartemenku.


hari ini mertuaku datang berkunjung, kania langsung memeluk papanya padahal biasanya dia akan memeluk mamanya terlebih dahulu, dia memeluk papanya sangat lama sehingga membuat mamanya cemburu karena di cuekin anaknya.


sikapnya yang kekanak-kanakan membuat mama mertuaku bertanya kepadaku kenapa anaknya jadi manja seperti itu, aku menceritakan keanehannya seminggu terakhir ini.


dari ceritaku membuat mama mertuaku curiga kalau saat ini kania sedang mengandung, aku sangat bahagia saat mendengar ucapan mama mertuaku itu, mama mertuaku menyuruhku membeli test pack ke apotek dan aku segera membeli nya.


semoga saja alfa junior memang benar-benar berada di perut istriku saat ini.


author pov


alfa sudah kembali dari apotek, dia menyerahkan test pack yang dibelinya ke mama mertua nya.

__ADS_1


alfa "ini ma"


mama evilia "oke, kania ayo ikut mama"


kania "kemana ma? aku mau ke kamar mandi dulu pengen pipis"


mama evilia "pipis mu kamu tampung disini" ucapnya sambil memberikan botol yang sudah di potong


kania "jijik ma"


mama evilia "sudahlah nurut sama mama"


kania "iya-iya mamaku yang cantik tapi bawel"


tak lama kania keluar dari kamar mandi...


kania "ini ma, buat apa sih?"


mama evilia "udah deh diem"


papa ferdinand "mama ngapain sih"


mama evilia "papa juga diem, tunggu dulu ini"


tak lama kedua test pack itu muncul dua garis dan love.


mama evilia "papa kita akan punya cucu lagi"


papa ferdinand "maksud mama?"


kania "siapa yang hamil ma?"


mama evilia "kamu yang hamil sayang, selamat ya kamu akan menjadi seorang ibu"


papa ferdinand "jadi yang tadi minta gendong adalah cucuku?"


alfa "jadi yang kemarin minta main kuda-kudaan adalah anakku?"


mama evilia "bisa jadi iya"


alfa "terima kasih sayang"


papa ferdinand "main kuda-kudaan?"


mama evilia "iya kuda-kudaan, alfa jadi kudanya dan kania naik di punggung nya"


papa ferdinand "astaga cucuku"


alfa "sayang kok diem, kamu gak bahagia ya di perut kamu ada baby nya?"


kania "ini bukan mimpi kan mas?"


alfa "bukan sayang ini kenyataan"


kania langsung memeluk suaminya dan alfa membalas pelukan kania dan mencium kening nya.


alfa "kenapa nangis?"


kania "aku bahagia"


papa ferdinand "ayo ke rumah sakit untuk memastikan"


alfa "sarapan dulu pa, papa sama mama juga istirahat dulu kan baru perjalanan jauh"


papa ferdinand "baiklah kita sarapan dulu, rasanya sakit pinggang papa hilang setelah mendengar papa akan punya cucu lagi ma"


mama evilia "yakin hilang paling nanti juga merengek minta dipijat sama mama"


papa ferdinand "itu pasti dong ma"

__ADS_1


__ADS_2