
pagi hari nya zaidan dan syahila sudah di minta untuk datang ke rumah umi Aisyah dan di sana sudah berkumpul para keluarga besar.
almira "abang ini hadiah dari almira buat kalian berdua"
kak fatimah "ini dari bibi dan paman buat kalian berdua"
zaidan "kenapa repot-repot doa dari kalian saja sudah cukup buat kami"
kak davian "gak repot kok, terima ya"
angel "dan ini dari uncle juga aunty, tiket honeymoon ke pulo Cinta Gorontalo penerbangan 90 menit lagi"
zaidan "aunty jangan bercanda mana bisa persiapan secepat kilat untuk keluar pulau"
angel "tenang sudah aunty dan uncle siapkan, ayo berangkat dengan kita sekalian kita juga ke bandara mau berangkat ke Malang"
zaidan "ambil sepatu dulu lah aunty masa iya pakai sandal jepit"
angel "tuh udah ada dekat koper, ayo langsung berangkat, ini kartu kalian bisa gunakan selama liburan jangan lupa aunty minta oleh-oleh cucu yang buanyak"
zaidan "iya nanti aku beliin boneka barbie buat baby gembul"
angel "hey aunty minta cucu bukan boneka barbie"
umi Aisyah "kasih uti buyut dong abang"
zaidan "oh uti minta boneka barbie juga? iya nanti abang belikan"
kak rasyid "kasih abi cucu juga kembar cewek cowok"
zaidan "oh abi juga mau barbie cewek sama cowok? iya deh nanti abang beliin barbie semua"
jangan tanya muka syahila bagaimana? mukanya sudah merah seperti udang rebus karena para orang tua meminta cucu yang Azas banyak.
angel "sudah-sudah itu syahila nya sudah merah mukanya"
fadhil "umi fadhil sama istri dan anak-anak pamit ya umi, kami mau mengantar abang kembar ke asrama dulu, bulan depan insyaallah kami kesini lagi"
umi Aisyah "iya nak, kalian hati-hati ya"
angel "umi angel pamit dulu"
afwa "uti sehat-sehat ya jangan lupa makan"
afwi "uti jangan kerja yang berat-berat, jangan lupa istirahat ya uti"
umi Aisyah "iya kembar, kalian juga sehat-sehat disana jangan lupa makan apalagi jauh dari abi dan mommy kamu, belajar yang rajin biar cepat lulus ya"
"iya uti siap" ucap twins kompak
athaar "athaar juga pamit ya uti, uti kalau masih pusing istirahat saja di kamar oke"
umi Aisyah "iya sayang, athaar juga yang rajin ya sekolahnya, jaga adek cantiknya ya"
athaar "iya uti"
fadhil "umi sakit?"
umi Aisyah "nggak nak hanya pusing saja"
fadhil "ayo kita periksa dulu mi"
umi Aisyah "umi nggak apa-apa, sudah kamu berangkat saja ada davian dan rasyid yang bisa mengantar umi, antar lah twins ke asrama nya"
angel "umi periksa dulu gak apa-apa loh"
umi Aisyah "enggak nak, kemarin umi hanya telat makan saja kok makannya pusing"
angel "kalau gitu umi jangan telat makan lagi"
fadhil "bang nanti antar umi bilang aja jalan-jalan" bisiknya pada kak davian
kak davian "iya dek gampang nanti abang kabari"
fadhil "beneran ya mi gak apa-apa fadhil tinggal"
umi Aisyah "iya umi tidak apa-apa"
zaidan "zai di rumah aja deh nggak usah pergi honeymoon"
umi Aisyah "gak kasian sama aunty dan uncle udah bayar mahal-mahal terus gak jadi berangkat?"
zaidan "uti sakit gitu"
__ADS_1
umi Aisyah "uti tidak apa-apa kemarin hanya telat makan saja, uti janji akan makan tepat waktu, sudah kalian berangkatlah uti tidak apa-apa"
kak davian "kalian berangkatlah kami yang akan menjaga umi dan uti"
papa rey "kalau gitu kami pamit ya besan"
umi Aisyah "iya besan hati-hati, maaf tidak bisa ikut"
mama evilia "bulan depan masih bisa ikut besan"
umi Aisyah "insyaallah"
zaidan "uti yakin?"
umi Aisyah "iya, sudah sana berangkat, bawakan buyut buat uti ya"
zaidan "doakan saja ya uti, abang berangkat dulu, abi umi abang berangkat dulu"
nisa "abang oleh-oleh"
zaidan "iya nanti abang belikan"
syahila "uti abi umi paman bibi ila pamit dulu"
mereka pun meninggalkan pesantren dan menuju bandara diantar oleh sopir karena kak davian dan kak rasyid tidak bisa mengantar kepergian mereka pagi ini.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
kak davian "mi jalan-jalan yuk"
umi Aisyah "kemana?"
kak davian "ya kemana gitu mi kita perlu lah melakukan sesuatu yang membuat kita tenang mi apalagi habis acara begini"
kak nafisa "iya mi ayo sama naf juga"
umi Aisyah "baiklah ayo berangkat umi ambil tas sama masker dulu"
kak nafisa "iya mi silahkan"
kak davian menyetir mobil nya sendiri dan kali ini kak davian sebagai sopir karena 2 wanita nya duduk di belakang.
almira "abiiii" teriaknya
almira "ikut jalan-jalan sama uti"
kak davian "adek mana? sekalian deh diajak"
almira "gausah adek katanya mau hafalan dulu dia nitip jajan katanya"
kak davian "yaudah ayo naik, di depan sama abi, kalau duduk di belakang gausah ikut kamu"
almira "iya deh di depan"
akhirnya kak davian tidak jadi menjadi sopir karena almira ikut dengan mereka, walau almira taunya hanya jalan-jalan bukan ke rumah sakit tapi gadis itu nampak senang bisa keluar dari pesantren.
kak davian "anak gadis abi diajak jalan-jalan seneng banget"
almira "iya dong bi kan jarang-jarang bisa jalan-jalan begini, apalagi abang udah punya gandengan ya aku gaada gandengan dong sekarang"
kak davian "ya kamu cari pasangan dong udah hampir 22 tahun juga kan"
almira "iya sebentar bi"
kak nafisa "memang dia sudah mau bertemu abi Dan uma kak?"
almira "katanya nanti setelah bos nya balik lagi ke kantor dia cuti uma terus kesini begitu"
kak nafisa "dia kerja apa?"
almira "jadi asisten bos katanya"
umi aisyah "kalau memang kamu serius segerakan al"
almira "almira mah nunggu laki-laki Yang datang saja uti"
kak davian "berarti kalau sebelum dia datang ada laki-laki yang mengajak almira ta'aruf almira terima?"
almira "nggak kan kakak sudah janji sama dia buat nunggu dia sampai akhir bulan ini bi"
kak davian "oke berarti bulan depan kalau dia gak datang kamu abi jodohin ya"
umi Aisyah "jangan sekali-kali jodohin cucu umi karena umi nggak pernah jodohin kalian anak-anak umi, kalau kamu jodohin almira umi gak bakal mau ketemu kamu lagi ingat itu"
__ADS_1
kak davian "bercanda umi beneran abang gaj bakal jodohin anak-anak abang"
kak nafisa "marahin mi, masa anak cantik-cantik gini mau di jodohin"
almira "iya tuh uti marahin abi, jewer telinganya aja uti"
kak davian "sudah ayo turun kita sudah sampai"
umi aisyah "loh kok rumah sakit? umi gak mau kesini, ayo balik"
kak davian langsung membuka pintu mobil tempat umi nya.
kak davian "umi sayang please ya kita cek up, umi sayang kan sama anak-anak umi?"
umi Aisyah "ya jelas sayang orang umi yang mengandung kalian"
kak davian "kalau sayang cek up dulu ya nanti abang janji ajak umi jalan-jalan"
umi Aisyah "gak mau umi nggak kenapa-napa"
kak davian "iya umi nggak kenapa-napa tapi cek up saja ya, nanti abang di marahi kak rasyid sama fadhil loh mi, ayo mi please"
akhirnya dengan berat hati umi Aisyah harus mau cek up untuk melihat kondisinya saat ini.
setelah mendaftar dan mengantri kini giliran umi Aisyah yang di periksa ke ruangan dokter umum.
kak davian "bagaimana kondisi umi saya dok?"
dokter "tidak apa-apa hanya tensi nya saja rendah, perbanyak istirahat, makan makanan sehat, jangan sampai telat makan dan juga perbanyak makan buah dan sayur"
kak davian "tapi beneran gak apa-apa kan dok?"
dokter "tidak apa-apa, sepertinya ibu anda beberapa terakhir makan nya tidak teratur dan juga istirahat nya kurang, makanya tensi nya rendah"
kak davian "iya benar dok beberapa hari terakhir kami sibuk sendiri karena cucu umi ini menikah dan memang kami tidak makan bersama-sama seperti biasa jadi kami tidak bisa memastikan kalau umi itu makan"
kak nafisa "mungkin istirahat umi kami kurang karena cucu-cucu nya berkumpul lengkap dok apalagi ada cucu berusia 2 bulan yang nempel terus sama umi"
dokter "kalau begitu perbaiki lagi jadwal makan dan istirahat nya sesuai kata saya tadi, perbanyak istirahat dan jangan telat makan, ini ada resep vitamin dan penambah darah bisa di tebus di apotek rumah sakit ini"
kak davian "kalau begitu terima kasih ya dokter"
dokter "sama-sama semoga lekas sembuh ya ibu biar bisa main sama cucu-cucu nya lagi"
umi Aisyah "amin, terima kasih dokter"
setelah megantri obat di apotek mereka kali ini benar-benar jalan-jalan di sebuat mall di kota S atas permintaan almira.
kak davian "kak abi ajak uti loh kok kakak sih yang milih tempat"
almira "ingin bi"
umi Aisyah "sudah kesini saja umi mau makan"
kak davian "yaudah ayo makan dulu, sudah hampir waktu makan siang juga ini"
mereka menikmati makan siang di salah satu restoran di mall itu. setelah makan siang mereka hanya mengikuti almira keliling mall.
kak davian "kakak minta apasih? dari tadi keliling terus abi capek tau"
almira "gak lagi minta apa-apa bi, kan kakak nggak bilang sama abi"
kak davian "ya allah kak dari tadi muter-muter ngapain?"
almira "sebenarnya kakak lagi cari topi tapi gaada yang cocok bi"
kak davian "huh kamu ini kenapa nggak bilang, ayo beli di ruko-ruko dekat sini saja di sana ada toko topi pilihan nya banyak banget siapa tau cocok"
almira "boleh ayuk bi"
kak nafisa dan umi Aisyah hanya geleng-geleng kepala melihat gadis yang sudah dewasa itu namun terkadang masih manja kepada abi nya.
umi Aisyah "umi rasa dia belum cocok untuk menikah, dia masih sangat manja ke abi nya"
kak nafisa "ya begitulah mi, kalau di fikir-fikir yang waktunya manja itu adiknya lha ini malah kakak nya, tapi ya salah abi nya juga mi kenapa dari dulu manjain almira di bilangin ngeyel eh sekarang dia kena sendiri"
umi Aisyah "sudah biarkan saja mereka, kamu tidak mau membeli sesuatu naf?"
kak nafisa "nggak mi kan kemarin udah belanja, umi mau ada yang di beli?"
umi Aisyah "nggak ada sih"
kak nafisa "yasudah ayo ikuti mereka mi, nanti bisa-bisa di tinggal kita karena kalau mereka sudah berdua pasti lupa sama yang lain mi"
__ADS_1
umi Aisyah "iya naf ayo"