
tanpa menunggu lama kak rasyid pun menghubungi anak laki-lakinya.
"assalamualaikum bi, bi ini rayya jatuh tolong abi ke rumah sakit bawa dompet nya uncle karena uncle tidak membawanya"
"rumah sakit mana?"
"rumah sakit bhayangkara kota s bi karena itu yang terdekat"
"yaudah hati-hati di jalan assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
"dek ambil dompet suami mu kita ke rumah sakit bhayangkara sekarang"
"ada apa kak hiks"
"rayya jatuh, udah cepat dek ambil barangnya sekalian baju rayya dek siapa tau ada yang sobek atau gimana"
"ayo kakak temani" ucap kak nafisa
"aduh kyai hasan malah kami acuhkan mohon maaf ya kyai"
"tidak apa-apa, saya boleh ikut ke rumah sakit?"
"boleh kok, mi panggi ravi suruh buat nyetirin kita ya" ucap kak davian
"ravi sedang setoran hafalan sama ustadz zainal bi" ucap kak nafisa
"biar anakku saja yang nyetir" ucap kyai hasan
"apa tidak merepotkan mu lif?" tanya kak rasyid
"tidak kyai"
"kakak aku sudah siap" ucap angel
"yaudah ayo berangkat" ucap kak davian
di rumah sakit.....
"dokter susterrr tolong anak saya" teriak fadhil sambil menggendong putrinya
"saya ambilkan brangkar dulu pak"
"tidak perlu tunjukkan saja ruang penanganan nya"
"mari ikuti saya"
suster itupun juga ikut lari karena fadhil menyuruhnya cepat.
zaidan segera menghubungi athaar untuk memberitahu jika rayya jatuh dari motor.
"assalamualaikum athaar"
"wa'alaikumsalam bang zai ada apa?"
"rayya jatuh dari motor"
"haaa jatuh dari motor" ucap athaar yang kaget
"terus gimana kondisinya" lanjutnya
"masih di tangani dokter tapi tadi sepertinya kehilangan banyak darah"
"astagfirullah rayya, kalian di rumah sakit mana?"
"rumah sakit bhayangkara"
"gue balik ke kota s sekarang"
athaar mematikan sambungan telepon tanpa mengucapkan salam.
"uncle yang sabar"
"iya zai"
30 menit kemudian angel dan yang lain tiba di rumah sakit dengan tergesa-gesa angel langsung mencari igd.
"abiiii"
"sayang"
"rayya mana bi"
"masih di tangani dokter yang"
"ya allah, bi baju abi banyak darahnya abi ganti baju dulu, sarung abi juga di kemanain"
"buat rayya my soalnya rok rayya robek"
"yaudah sekarang abi ganti dulu"
"nanti aja mi"
"sekarang abi" ucap angel tegas
"baiklah"
__ADS_1
tak butuh waktu lama hanya 15 menit fadhil ganti pakaian dan dia segera kembali ke ruang tunggu igd.
"dokter belum keluar?" tanya nya
"belum"
ceklek
pintu igd pun terbuka...
"keluarga pasien?
"kami sus"
"maaf pasien butuh darah secepatnya"
"golongan darah nya apa sus?" tanya kak rasyid
"AB-"
"hanya afwi dan athaar yang bisa donor" ucap fadhil lirih
"pasien bisa menerima donor dari B- O- AB- serta A-"
"saya A- sus" ucap alif
"kami butuh 3 kantong kalau hanya 1 orang kurang"
"3 jam lagi kakaknya datang insyallah bisa membantu sus" ucap kak zaidan
"gak mungkin zai" ucap fadhil
"athaar sudah perjalanan kesini uncle karena zai tau hanya athaar yang bisa membantu rayya makanya saat rayya mengeluarkan banyak darah zai langsung telpon athaar karena afwi gak mungkin datang kesini"
"terima kasih zai"
"saya bisa donor 2 kantong sus" ucap alif
"kita lihat dulu keputusan dokter, mari ikut saya"
"ba alif masuk dulu"
"iya nak"
"untung saja ada alif" gumam angel
drrrttt drrrttt
"afwi bi" ucap angel
"angkat my" ucap fadhil dan dengan cepat angel menggeser tombol hijau
"waalaikumsalam mi, ini baru sampai bandara jeddah mi masih antri koper"
"kenapa buru-buru telpon mommy kangen ya"
"perasaan afwi nggak enak my afwi kepikiran adek terus dari tadi"
"kenapa adek nggak apa-apa kok"
"tapi perasaan afwi gaenak mom afwi pengen balik pulang aja deh"
"jangan nak, jangan pulang lanjutkan umrahmu bukankah habis ini honeymoon?"
"iya tapi pengen pulang aja pengen lihat little princess, aku hubungi dia juga nggak bisa soalnya"
"biar abi yang bicara sayang" bisik fadhil
"kak ini abi mau bicara"
"assalamualaikum anak abi"
"waalaikumsalam bi, bi rayya baik-baik aja kan?"
"kak kakak abi kasih tau ya tapi kakak harus tetap lanjutkan umrah nya"
"iya bi apa?"
"adeh jatuh dari motor"
"innalillahi terus gimana sekarang kondisinya? gak butuh donor kan bi? kakak nggak bisa donor loh"
"ada kyai alif yang donor dan ini menunggu athaar"
"astagfirullah kok bisa adek naik motor sih bi bukannya disana malam?"
"tadi siang afwa dan athaar pulang ke kota k karena ada masalah di perusahaan dan adek pengen ikut pulang tapi abi dan kakak melarang karena 2 hari lagi ada balap motor di sirkuit jadilah dia malam keluar bawa si merah tanpa se izin abi ataupun mommy"
"haiss anak itu tetap bandel"
"yaudah kakak doakan adek dari sana ya, kakak jaga diri baik-baik jangan belah duren dulu di tanah suci" ledek fadhil
"apaan sih abi ini"
"yaudah abi tutup ya telpon nya, assalamualaikum"
"kabari aku kalau ada apa-apa bi, waalaikumsalam"
__ADS_1
"afwi kenapa dil?" tanya kak rasyid
"biasa kak ikatan batin" sahut fadhil dan mereka hanya ber oh ria
"zai tolong belikan sate kambing ya buat alif, ini uangnya" bisiknya pada zaidan
"iya uncle"
2 jam berlalu athaar tiba di rumah sakit bhayangkara dan langsung bertanya di receptionis
"sus pasien kecelakaan cewek dimana?"
"ada banyak mas yang 2 meninggal yang 1 masih di igd"
"apa meninggal? atas nama rayya agfa thompson dimana?"
"mungkin di igd mas" tanpa menjawab athaar langsung berlari menuju igd
"abiii" teriak athaar saat tiba di igd
"nak sudah sampai?"
"adek mana?"
"ada di dalam, kamu susul buat donor" ucap fadhil
"iya bi, mom titip tas sama ponsel"
"iya sini"
di dalam ruang igd...
brakk
"sus saya mau donor" ucap athaar
"golongan daranya apa?"
"saya B- sus, di keluarga hanya saya dan kakak saya yang bisa donor tapi kakak saya sedang umrah"
"baiklah mari ikut saya"
"dek kamu harus sembuh, pembalap masak jatuh aja masuk rumah sakit begini" bisik athaar yang masih di dengar dokter
di tanah suci...
"rayya kenapa mas?"
"jatuh dari motor yang"
"astagfirullah terus gimana kondisi nya?"
"sekarang di rumah sakit masih di tangani dokter, bersih-bersih lah dulu aku mau telpon kakak dulu"
"iya mas"
panggilan pun terhubung
"assalamualaikum kak"
"waalaikumsalam dek, wah sudah sampai ya?"
"iya baru aja tiba di hotel, kakak dimana?"
"ini di rumah mama syasya, kenapa?"
"dari tadi?"
"iya tadi pulang ke rumah makan malam terus kesini"
"kakak tau nggak kalau rayya jatuh dari motor?"
"jangan ngarang kamu dek rayya mana berani di pesantren naik motor"
"kakak juga nggak tau dong kalau athaar sekarang di kota s lagi?"
"athaar di rumah pulang tadi sama aku"
"jadi kakak benaran nggak tau? rayya tuh jatuh dari motor kak dan sekarang athaar di kota s lagi entah sudah sampai atau masih di perjalanan"
"haaa serius, astagfirullah rayyaaaa" ucap afwa kaget
"dua rius malah, kakak telpon athaar atau mommy aja dulu aku tutup ya assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
"ada apa teriak-teriak ganggu tidur aja" gerutu nabila
"rayya jatuh dari motor" ucap afwa pelan
"ha kok bisa"
"nggak tau sayang, katanya athaar juga di kota s lagi"
"jam berapa sekarang?"
"jam 1 dini hari"
__ADS_1
"astagfirullah kok kita nggak di kabari sama athaar"
"ntah lah, di kabari pun kita nggak bisa kesana yang penting sekarang kita doakan rayya supaya cepat sembuh"