
di kota S....
fadhil "mi, jenazah abi di mandikan sekarang ya, karena ini sudah jam 7 dan hari ini hari jumat jadi waktunya mepet"
umi Aisyah "iya nak, segera mandikan jenazah abi, oh ya kafan nya ambil di almari, abi sudah menyiapkan semuanya nak"
fadhil "iya mi tadi sudah di ambil sama kak rasyid, kalau gitu fadhil dan kakak-kakak mandikan jenazah abi dulu mi"
umi Aisyah "iya nak"
proses memandikan jenazah dilakukan langsung oleh keluarga inti saja dan atas permintaan pak kyai fadhil, kak davian dan kak rasyid lah yang memandikan jenazah nya, ke tiga nya berusaha untuk tetap tegar dan mencoba ikhlas atas kepergian abi mereka sehingga mereka tetap kuat untuk memandikan jenazah abi mereka.
baik fadhil maupun kakak kakak nya mereka membaca niat terlebih dahulu sebelum memandikan jenazah niatnya "Nawaitul ghusla adaa'an 'an haa-dzal mayyiti lillaahi ta'aala" kemudian fadhil mengguyur jenazah abi nya dengan air secara perlahan, dan kak rasyid menekan perut jenazah secara perlahan agar kotoran yang tersisa keluar, kak davian membungkus jari nya dengan kain dan membersihkan mulut serta menggosokkan gigi jenazah.
setelah itu fadhil mewudhukan jenazah abi nya, setelah selesai barulah kak rasyid membersihkan jenazah bagian kanan, setelah itu kak davian membersihkan jenazah bagian kiri, setelah selesai mereka membersihkan jenazah pak kyai menggunakan wangi-wangian dan setelah selesai jenazah di keringkan agar tidak membasahi kain kafan, selesai proses memandikan fadhil memberikan wangi-wangian sebelum jenazah di kafani.
kak rasyid tadi sudah menyiapkan kain kafan yang akan digunakan sebagai pakaian terakhir almarhum abi nya sebanyak 3 lembar kain kafan, kain kafan itu di beli sendiri oleh pak kyai setelah kepulangan beliau dari singapore beberapa tahun lalu, kain kafan sudah di tata sesuai dengan tata cara mengkafani jenazah laki-laki.
di sini yang mengkafani juga fadhil dan kakak kakak nya sendiri, mereka juga memberikan Wangi-wangian pada kain kafan tersebut, mereka bertiga mengurus jenazah abi mereka dengan telaten, walau mereka tengah berduka tapi mereka tidak mengeluarkan air mata, bukan tidak sedih tapi mereka tidak ingin memperlihatkan kesedihan di depan jenazah sang abi.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
papa rey dan rombongan telah tiba di bandara kota S mereka juga tak lupa mengabari fira dan kania yang saat ini sedang di jogja dan Bali, saat di bandara para karyawan yang melakukan perjalanan dinas mereka pamit terlebih dahulu karena waktu rapat sudah mepet sedangkan papa rey dan yang lain mereka langsung segera menuju mobil yang sudah menunggu sejak tadi untuk segera menuju ke pesantren.
setelah menempuh perjalanan 1 jam mereka tiba di pesantren, disana sudah banyak para pelayat dan santri juga santri wati yang berkumpul di halaman depan rumah pak kyai.
saat akan memasuki rumah duka mereka berhenti karena keranda yang berisi jenazah pak kyai sudah di bawa keluar untuk di bawa ke masjid di pesantren untuk di sholatkan sebelum nanti di makam kan.
papa rey "kalian ibu-ibu Lebih baik temui umi Aisyah dan yang lain, kita langsung ke masjid mau ikut sholat jenazah"
mama evilia "iya mas"
mereka berpisah di halaman rumah itu, sedangkan bapak-bapak mengikuti orang-orang untuk ke masjid dan ikut sholat jenazah.
di rumah duka...
mama evilia "assalamualaikum besan"
umi Aisyah "waalaikumsalam ya allah besan, siapa yang mengabari kok sudah sampai? saya atas nama pak kyai minta maaf ya besan jika beliau ada salah"
__ADS_1
mama evilia "sama-sama besan, saya turut berduka cita ya besan semoga beliau di tempatkan di tempat terbaik di sisi allah, tadi afwa yang mengabari"
umi aisyah "amin, besan istirahat lah dulu"
mama evilia "nanti saja besan, apa jantung nya kambuh mi kok mendadak?"
umi aisyah "saya juga tidak tau besan tapi tadi saat sujud terakhir sholat shubuh sudah tidak bangun lagi"
mama evilia "tadi gak di bawa ke rumah sakit dulu ngel?"
angel "enggak ma, kata mas fadhil memang abi sudah tidak ada"
mama evilia "yang sabar ya besan, saya tau rasanya kehilangan suami pasti sangat berat, tapi kita harus ikhlas dan melanjutkan hidup seperti sediakala"
umi Aisyah "iya besan, insyaallah saya ikhlas"
di masjid....
karena banyak nya pelayat yang ingin ikut sholat jenazah hingga membuat masjid tidak mampu menampung maka sholat jenazah di bagi 2 sesi, sesi pertama kak rasyid yang menjadi Imam dan sesi ke dua fadhil yang akan menjadi Imam.
saat menunggu giliran memimpin sholat jenazah fadhil melihat papa rey, papa demian, papa Satria dan revan yang dari arah tempat wudhu.
papa rey "fadhil, papa turut berduka cita atas meninggalnya abi kamu nak semoga pak kyai mendapatkan tempat terbaik di sisi allah"
fadhil "iya pa amin, maafkan kesalahan almarhum abi ya pa, baik yang di sengaja maupun tidak di sengaja"
papa rey "iya nak sama-sama, kamu kok gak ikut sholat jenazah?"
fadhil "habis ini pa, papa siapa yang mengabari? soalnya dari tadi fadhil belum sempat pegang hp"
papa rey "afwa tadi kirim pesan ke papa jadi papa langsung minta tolong papa demian nyiapin pesawat dan kita kesini"
fadhil "makasih ya pa, papa dem, papa sat, dan revan sudah mau kesini untuk memberi penghormatan terakhir untuk abi"
papa demian "iya sama-sama, papa turut berduka cita ya, kamu yang sabar"
papa Satria "sudahlah seperti sama siapa saja kamu ini, yang sabar ya dil papa turut berduka cita"
revan "yang sabar ya bro, aku tau bagaimana rasanya kehilangan ayah"
__ADS_1
fadhil "iya sama-sama, lo pasti kerepotan nyiapin jadwal penerbangan"
revan "nggak lah tadi kebetulan pesawat juga di pake kesini sih jadi gak perlu atur penerbangan"
afwa "abi sudah selesai sholat nya yang sesi 1" ucap nya menghampiri abi nya "eh opa sudah sampai" lanjutnya
papa rey "iya baru saja"
fadhil "iya bang, yaudah pa fadhil mau imamin sholat dulu, abang tadi sudah ikut sholat jenazah belum?"
afwa "belum bi hehehe"
fadhil "yaudah ayo ikut sholat dulu"
fadhil menjadi imam di sholat sesi ke dua, dia menjalankan tugas nya sebagai Imam dengan sangat baik, setelah selesai sholat jenazah para pelayat pun mulai meninggalkan masjid untuk berjajar di halaman karena yang membawa keranda nantinya adalah keluarga inti saja.
saat akan menggotong keranda tiba-tiba ada orang yang menghentikan nya.
"tunggu" ucap orang itu
kak rasyid "pak kyai husain"
pak kyai husain adalah sahabat pak kyai sejak di pondok dulu, sebenarnya mereka dulunya ingin menjodohkan anak-anak nya namun allah tidak menghendaki karena keduanya memiliki anak laki-laki semua.
pak kyai husain "boleh saya mensholati jenazah dulu?"
kak rasyid "iya silahkan pak kyai"
ternyata bukan hanya pak kyai husain saja yang mensholati jenazah pak kyai abdurrahman, ternyata masih banyak pelayat yang baru datang dan langsung menuju masjid dan pak kyai akhirnya menjadi Imam di sesi ke 3.
setelah sholat selesai fadhil kak rasyid kak davian dan zaidan mereka menggotong jenazah pak kyai ke halaman masjid dan di sana sudah ada umi Aisyah bersama yang lainnya untuk ikut menghantarkan ke tempat per istirahatan terakhir pak kyai.
posisi fadhil digantikan oleh revan karena fadhil kala itu di minta kak rasyid untuk mengucapkan terima kasih kepada para pelayat.
fadhil "assalamualaikum wr. wb. saya ucapkan terima kasih atas kehadiran bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian yang berkenan hadir memberi penghormatan terakhir untuk almarhum abi kami, saya atas nama almarhum abi memohon maaf yang sebesar-besarnya jika abi saya ada salah yang di sengaja maupun tidak di sengaja, apabila masih ada urusan dunia yang belum terselesaikan dengan abi saya bisa menghubungi saya, atau kakak-kakak saya selaku anak dari kyai abdurrahman, cukup itu saja yang saya sampaikan sekali lagi saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas penghormatan terakhir untuk abi saya, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh"
setelah semua proses terlewati dengan baik, jenazah pak kyai di bawa ke makam keluarga yang berada di dekat pesantren, makam itu berada berdekatan dengan makam umum warga sekitar pesantren, fadhil kak rasyid dan kak davian dan juga zaidan mereka menggotong keranda menuju makam, mereka yang ingin ikut menggotong keranda hanya bisa menggantikan zaidan saja karena memang anak-anak pak kyai benar-benar ingin mengurus jenazah abi mereka sampai di makam kan. setelah sampai di makam dan meletakkan keranda fadhil kak rasyid dan kak davian segera turun ke liang kubur untuk menerima jenazah abi nya.
setelah jenazah terkubur sempurna dan sudah di doakan para pelayat pun mulai meninggalkan area makam, disana hanya tinggal keluarga saja yang masih di pusaran makam pak kyai abdurahman untuk mendoakan kembali.
__ADS_1