
waktu terus beralu, sekarang sudah menunjukkan pukul 9 pagi waktu amerika.
mereka semua sudah siap dengan kostum warna putih, mereka sudah duduk di karpet yang sudah di gelar di ruang santai.
tak lama, para tamu hadir di apartemen angel dan fadhil, tamu yang tak lain adalah papa ferdinand, papa demian, papa Satria beserta istri-istri mereka dan juga pasangan revan syasya.
Kehamilan di usia ke 7 bulan, bayi dalam kandungan mengalami banyak perubahan perkembangan yang lebih pesat dari pada usia 4 bulan, karena usia kandungan 7 bulan adalah usia persiapan awal menuju ke proses kelahiran, dimana ukuran dan berat bayi bertambah dan perubahan tersebut berdampak terhadap kondisi sang ibu yang biasanya menjadi lebih sering merasakan nyeri di pinggang karena ukuran bayi yang dikandung semakin besar akan semakin memberikan tekanan pada organ dalam seperti sembelit dan jadi lebih sering buang air kecil.
Selain ukuran dan berat bayi dalam kandungan yang semakin membesar dan proporsional, kulit janin juga mulai dilapisi oleh sebuah zat lemak yang akan membuat bayi merasa lebih hangat saat berada di dalam kandungan. Di usia kandungan ke 7 bulan ini jugalah darah mulai menglir di jaringan kulit bayi sehingga kulit yang tadinya keriput akan berangsur-angsur menjadi semakin halus.
Tak hanya itu, mata dan telinganya juga sudah mulai berfungsi bahkan mulai bisa menerima rangsangan yang kemudian dikirimkan ke otak karena pertumbuhan otak di usia kandungan ke 7 bulan ini juga sangat pesat.
Dengan banyaknya perkembangan dan pertumbuhan penting yang dialami bayi pada usia 7 bulan dalam kandungan, maka dilaksakanlah peringtan 7 bulanan supaya bersama-sama mendoakan kesehatan, keselamatan dan kelancaran kelahiran sang bayi serta sang ibu yang mengandungnya.
Dalam agama Islam tidak ada syariat yang mewajibkan ataupun mengatur adanya peringatan 7 bulanan ini. Pada masa Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam tidak mengenal istilah peringtan 7 bulanan dan tidak ada perintah atau anjuran tentang hal tersebut. Acara 7 bulanan ini memang mulai dilakukan oleh para umat dari sahabat-sahabat setelah Nabi Muhammad dan para wali yang saat itu merantau untuk menyebarkan agama Islam di berbagai daerah dengan berbagai adat istiadat serta agama yang dianut oleh masyakatnya. Untuk menghormati adat yang sudah ada di daerah tersebut mereka menyatukan atau menyesuaikan antara adat istiadat yang ada dengan doa-doa, sholawatan dan surat dalam al-Qur’an.
Acara tujuh bulanan dalam islam ini menjadi perdebatan bagi beberapa ulama, ada yang membolehkan dan ada yang tidak membolehkan karena adanya indikasi bid’ah dari ritual-ritual yang dilakukan selama prosesi 7 bulanan.
Perkara mengenai ibadah dan adat istiadat ini telah dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah bahwa:
“Pada asalnya ibadah itu tidak disyari’atkan untuk mengerjakannya kecuali apa yang telah disyari’atkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sedangkan adat itu pada asalnya tidak dilarang untuk mengerjakannya kecuali apa yang dilarang Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Kemudian Imam Asy- Syafi’i menjelaskan bahwa:
“hal-hal yang baru yang menyalahi al-Qur’an, as-Sunnah, ijma’ (kesepakatan ulma), atau atsar maka itu bid’ah yang menyesatkan. Sedangkan suatu hal yang abru yang tidak menyalahi salah satu dari keempatnya maka itu (bid’ah) yang terpuji”
__ADS_1
Jadi tergantung pada niat dan tujuan apa yang kita miliki untuk melaksanakan acara 7 bulanan tersebut. Apakah sebagai suatu keharusan karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada calon bayi dan ibu yang mengandungnya atau sebagai salah satu upaya untuk menapatkan banyak doa dan sebagai salah satu bentuk rasa syukur yang kemudian dibagi kepada masyarakat sekitar dengan cara mengadakan syukuran dan menjamu mereka dengan makanan dan minuman.
Dalam Islam, acara syukuran atau peringatan memang tidaklah wajib. Acara yang dilakukan dengan mewah dan menghambur-hamburkan uang juga tidak diperkenankan dalam Islam apalagi kalau niatnya sebagai ajang unjuk diri bahwa ia mampu dan kaya untuk membagikan banyak makanan kepada masyarakat.
pak kyai "mari kita mulai acaranya"
kak rasyid "baik abi, assalamualaikum wr. wb" dan mereka semua kompak menjawab salam dari kak rasyid.
kak rasyid "para tamu undangan sekalian yang berbahagia pada malam yang penuh nikmat ini marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena kita semua masih ditakdirkan oleh Allah bisa bertemu muka dalam keadaan sehat walafiat, shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Kepada keluarganya kepada sahabat-sahabatnya kepada pengikutnya dan semoga kepada kita sekalian. Amin ya Robbal alamin. Berkat Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang Membawa Islam sehingga kita mengetahui mana yang haq dan mana yang bathil.
Sebelum saya membacakan susunan acara. Sekiranya sedikit saya beri gambaran bahwasanya tingkeban atau nujuh bulan ini Merupakan sebuah tradisi budaya yang dibalut dengan nuansa keislaman oleh para Ulama terdahulu dengan tujuan mendoakan
bayi dalam kandungan yang berusia 7 bulan Semoga diberikan kesehatan serta kelancaran dalam mengandung Sampai lahir nanti dan menjadi anak yang sholeh dan sholehah Amin ya robbal alamin.
Hadirin yang berbahagia!
Pembukaan, yang barusan sudah kami buka
Pembacaan Gema Kalam Illahi ayat suci Al-Qur'an.
Sambutan Shohibul Hajat
penutup atau doa
baiklah langsung saja kita lanjutkan acara yang kedua yakni pembacaan ayat suci al-qur'an, untuk bapak davian silahkan dibagi dulu untuk bagian baca setiap orang.
__ADS_1
kurang lebih 2 jam mereka membaca al-qur'an dan khatam 30 jus, selanjutnya mereka membaca sholawat, kini tiba saatnya sambutan shohibul hajat.
fadhil "Bismillaahirrohmaanirrohiim, Assalamu’laikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT dan sholawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW beserta Para pengikutnya.
Sebelumnya kami ucapkan banyak terima kasih kepada Para Hadirin yang sudah menyempatkan waktunya untuk bisa hadir memenuhi undangan kami.
Tujuan kami mengundang Para Hadirin sekalian adalah berhubungan dengan Istri saya yang InsyaAllah pada hari ini sedang mengandung anak kami yang ke yang pertama dan kedua yang sudah memasuki usia kandungan yang ke 7 bulan lebih 1 minggu, Dengan segala kerendahan hati, kami memohon doa restu Para hadirin semua, untuk calon bayi kembar kami dan ibunya. Semoga Allah SWT memberikan kesehatan kepada bayi kami, memudahkan kelahirannya kelak, selamat bayi & ibunya tidak kurang satu apapun. Semoga kelak tumbuh menjadi anak yang sholeh/sholehah, pintar, sehat jasmani-rohaninya, berguna bagi agama, orang tua, dan masyarakat. Amin…
Selanjutnya Kami selaku sohibul bait juga meminta maaf apabila dalam memberi sambutan tempat dan jamuan kurang berkenan dihati para hadirin sekalian.
Kiranya cukup sekian dari saya, apabila ada tutur kata yang kurang berkenan, saya mohon maaf yang sebesar - besarnya. sekian Dari saya eassalamu'alaikum wr wb.
kak rasyid "terima Kasih disampaikan, acara selanjutnya adalah penutup dan doa, silahkan untuk bapak kyai abdurahman waktu dan tempat di persilahkan"
pak kyai memimpin doa, hanya butuh waktu 20 menit untuk pak kyai melantunkan doa-doa.
fadhil "mau sholat jumat dulu atau makan dulu?"
papa rey "sholat jumat dulu bagaimana? tempatnya lumayan jauh kan dari sini"
revan "20 menit sih biasanya"
papa demian "yaudah ayo jumatan dulu"
__ADS_1
mereka para laki-laki pergi ke masjid untuk sholat jumat berjama'ah, meskipun disana banyak yang non muslim tetapi masih ada bangunan masjid meskipun itu lumayan jauh dari apartemen yang di tempati fadhil dan revan.