Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
eps 187


__ADS_3

jam 9 pagi keluarga papa demian, papa ferdinand dan papa Satria janjian untuk menjenguk angel di rumah sakit tanpa memberi kabar dulu karena geram dengan papa rey yang tidak memeberi kabar tentang kelahiran cucunya.


sesampainya rumah sakit mereka juga tidak ke bagian receptionist untuk menanyakan keberadaan angel karena merek Sudah tau kamar rawat vvip kelas 1 hanya ada 5 kamar di rumah sakit itu jadi mudah untuk mereka mencarinya.


papa demian "ini vvip kelas 1 kok kosong semua sih"


papa Satria "iya nih jangan-jangan gak di vvip kelas 1"


papa ferdinand "sus ada pasien yang baru melahirkan di rumah sakit ini nggak, tempatnya di vvip kelas1? ucapnya saat melihat 1 suster keluar dari ruang vvip kelas 1


suster "setau saya hanya ada satu pasien yang kemarin lusa melahirkan baby twins dan di rawat di ruangan ini kalau tidak salah anaknya pak reynaldi thompson"


papa ferdinand "nah iya itu sus, sekarang dimana ya?"


suster "pasien sudah pulih dan sudah keluar dari rumah sakit sekitar 1 jam yang lalu tuan"


mama tamara "yakin sus mereka pulang?"


suster "iya nyonya karena pasien sudah tidak betah di rumah sakit"


syasya "kalau gitu ayo ke rumah baru angel"


papa demian "terima kasih informasinya sus kami permisi dulu"


suster "iya sama-sama"


papa satria "ngeselin banget si rey, cucu lahir gak ngabarin tiba-tiba posting gitu aja di instagram dan ini udah pulang gak ngasih kabar juga"


papa demian "ya salah kita juga gak bilang kalau mau ke rumah sakit, rey memang menyebalkan di video call saja tidak mau menjawab"


mama cantika "udah deh jangan ribut, nanti kalau mau marah-marah kalau sudah sampai rumang angel kalian bisa marah-marah sama rey"


mama evilia "tau udah pada punya cucu juga masih aja cekcok"


papa ferdinand "tuh dengerin ibu-ibu"


30 menit kemudian mereka sampai di rumah baru angel dan sampai disana ternyata ada pemotretan untuk baby twins.


bi inah "eh ada tamu, silahkan masuk semuanya, langsung ke ruang keluarga saja"


papa demian "baik bi terima kasih"


papa Satria "Bagus ya rey cucu lahir gak ngabarin, pulang dari rumah sakit juga gak ngabarin" ucapnya yang baru tiba, mereka semua menatap papa rey dengan tatapan tajam.


papa rey "udah gak usah lebay toh kalian juga udah tau dari postingan di instagramku"


papa demian "iya yang postingannya di komen janda komplek yang ngejar-ngejar kamu" dan mereka pun tertawa mendengar omelan papa demian


papa rey "mulutmu dem, kasih rem sedikit bisa nggak"


mama cantika "sudah-sudah umi Aisyah dimana? dan twins dimana?"


papa rey "ada di kamarnya, naik saja ke lantai tiga lewat tangga ya lift nya rusak"


papa Satria "ah elo lift pake rusak segala"


mereka semua dengan terpaksa menaiki tangga menuju lantai 3.


papa demian "kalian bertiga tetap disini jangan ikut ke atas, kalian lagi hamil jangan ikutan naik tangga" ucapnya yang sudah menuju lantai 2

__ADS_1


syasya "iya pa tapi angel suruh cepat turun"


papa rey "sya sini deh"


syasya "ada apa pa?"


papa rey "kalian sama suami-suami ikut psps naik lift menuju lantai 3"


syasya "katanya lift nya rusak"


papa rey "sudah ayo ikut, orang papa cuma ngerjain orang tua kalian"


mereka semua pun segera naik lift dan mereka sampai di lantai 3 lebih dulu dan mereka segera memasuki kamar baby twins.


syasya "twinsss"


angel "jangan berisik mereka lagi pemotretan"


kania "ihh gemesh banget aku"


fira "mereka boy and girl?"


angel "mereka boys semua"


syasya "kok mirip kak fadhil semua ngel?"


angel "gue doain anak lo juga mirip kak revan sya bahkan gak ada yang mirip kamu"


syasya "enak aja aku yang hamil yang ngelahirin ya harus mirip aku dong"


angel "ya emang kamu fikir aku gak hamil gak ngelahirin?"


angel "tuh dengerin lagian twins gak semua mirip mas fadhil, lihat bibir sama matanya mirip aku"


tak lama pintu kamar baby twins terbuka.


ceklekk


nampaklah wajah-wajah penuh amarah karena merasa dibohongi oleh papa rey.


papa rey "eh ada tamu, silahkan-silahkan" ucap papa rey yang merasa tidak bersalah


papa demian "rey rasanya aku ingin sekali menjitak kepalamu itu"


papa Satria "bisa-bisa nya kamu nyuruh kami naik tangga dan kamu malah naik lift"


papa ferdinand "benar-benar menyebalkan kamu rey, cucu lahir gak ngomong, balik dari rumah sakit gak ngasih tau dan kita disini malah dikerjai"


angel "papa emang bilangnya gimana kok bisa naik tangga?"


papa demian "bilang gini nih, kalian naik tangga saja ke lantai 3 lift nya rusak"


angel "papa dem gak lihat kalau tombol lift nya nyala warna merah?"


papa demian "enggak"


papa rey "salah sendiri langsung percaya hahahaha"


papa Satria "awas lo rey"

__ADS_1


syasya "sudah jangan berisik, lihat baby twins sangat tampan"


mama cantika "namanya siapa?"


fadhil "nanti saja di umumkan saat aqiqah"


kania "makan gulai kambing dong ini"


angel "iya dong aunty kankan"


papa demian "kapan acaranya?"


fadhil "selasa malam ba'da isya"


pak kyai "cari kambing kapan dil?"


papa rey "iya kapan? papa ikut"


fadhil "sabtu atau minggu pa, abi"


pak kyai "lebih baik cari sabtu jadi tidak terlalu mendadak"


mama cantika "ini enggak catering umi?"


umi Aisyah "bagaimana fadhil dan angel saja"


fadhil "fadhil sih pengennya di masak sendiri kan memasaknya ada aturannya"


papa rey "lebih afdhol di masak sendiri"


pak kyai "betul itu sebaiknya di masak sendiri"


mama cantika "yaudah bibi nya disini kan ada 8 nah nanti biar bibi di rumah juga ikut bantu-bantu disini"


mama evilia "nah iya nanti bibi di rumah juga biar kesini, gak mungkin kita tinggal disini minta bantuan tetangga soalnya perumahan ini isinya hanya beberapa unit"


mama tamara "bibi di rumah juga di kirim kesini deh biar bantu-bantu juga"


umi Aisyah "alhamdulillah banyak yang bantu"


papa demian "kambing nya 4 ekor ya kan?"


fadhil "iya papa dem"


pak kyai "kita bahas nanti saja jangan disini, kasian twins lagi bobo"


papa rey "iya bener ayo ke ruang keluarga twins biar tidur dulu"


papa demian "ahh belum gendong twins"


papa rey "biar istirahat dulu lah dia waktunya minum asi, kita keluar dulu"


papa Satria "angel nanti setelah twins minum asi segera bawa ke ruang keluarga ya"


angel "iya papa sat"


umi Aisyah "kami ke bawah dulu ya nak"


angel "iya umi"

__ADS_1


__ADS_2