
setelah melihat istrinya tidur fadhil mengambil laptop nya untuk membuat proposal.
jam 1 malam fadhil menyelesaikan laporannya tapi belum jadi 100%, dia akan melanjutkan nya besok di kantor ketika senggang.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
pagi hari angel terbangun lebih dulu, dia membangunkan suaminya untuk sholat shubuh berjamaah, setelah sholat shubuh angel mengajak fadhil untuk mengaji padahal akhir-akhir ini angel selalu malas untuk mengaji, fadhil hanya berfikir mungkin karena perubahan hormon kehamilannya.
setelah selesai mengaji angel pergi ke dapur untuk membuat sarapan, sesampainya di dapur angel melihat bibinya yang sedang gelisah.
angel "bibi ada apa? kenapa seperti gelisah begitu?"
bi inah "emm itu non keluarga bibi di kampung ada yang meninggal"
angel "kenapa bibi masih disini, pulang dulu tidak apa bi, tapi sebelum angel ke amerika bibi harus sudah disini"
bi inah "beneran boleh non? bagimana dengan tuan?"
angel "bibi berkemaslah, biar aku yang bicara sama papa"
bi inah "terima kasih non, non sangat baik kepada bibi"
angel "sama-sama bi"
bi inah pergi ke kamarnya dan dia segera berkemas, angel pergi ke kamar papanya.
angel "papa, apa papa sudah bangun?"
papa rey "sudah nak ada apa? masuklah kamarnya tidak di kunci" angel masuk ke kamar papa nya
papa rey "pagi sayang, ada apa?"
angel "ijinkan bi inah pulang ya pa, saudaranya ada yang meninggal"
papa rey "tapi sayang, sebentar lagi kita ke amerika siapa yang memasak untuk pekerja?"
angel "angel tadi sudah bilang sama bibi, boleh pulang tapi sebelum angel ke amerika dia harus sudah kembali"
papa rey "baiklah kalau begitu nak papa akan mengijinkan"
angel "terima kasih papa, kalau begitu papa harus siapkan uang saku untuk bibi pulang"
papa rey "baiklah nak"
angel "kalau gitu angel ke dapur dulu pa"
papa rey "iya sayang hati-hati"
papa rey "lihatlah ma Putri kita tumbuh menjadi gadis baik meskipun suka nakal, dia masih peduli dengan bibi nya" ucap papa rey yang menatap foto istrinya
setelah menatap foto istrinya papa rey segera mengambil 2 amplop coklat dan segera mengambil uang di brangkas.
setelah selesai memasukkan uang di amplop papa rey menutup brangkasnya dan segera turun menemui bi inah.
papa rey "bibi mana nak?"
angel "itu bibi" ucapnya sambil menunjuk bi inah yang sedang berjalan menuju arah mereka
papa rey "bibi hati-hati dijalan, saya hanya mengizinkan bibi cuti 4 hari setelah itu harus kembali kesini"
bi inah "iya tuan, terima kasih atas ijinnya, saya permisi dulu tuan"
papa rey "ini buat uang saku pulang pergi bibi dan satu lagi untuk keluarga yang ditinggalkan"
bi inah "tidak perlu tuan kan ini bukan waktunya cuti"
angel "bibi ambil atau tidak jadi dikasih ijin cuti?"
papa rey "tuh bi udah dapat ancaman dari princess rumah ini, ambil ya bi saya ikhlas memberinya, bibi hati-hati biar diantar mang ujang ke stasiunnya"
bi inah "terima kasih banyak tuan, nona"
setelah kepergian bi inah angel membuatkan kopi untuk papa dan suaminya setelah itu dilanjutkan dia memasak nasi goreng dan membuatkan viona sandwich.
setelah selesai angel menghidangkan makanan di meja makan kemudian ia memanggil papa rey dan fadhil yang ada di ruang makan dan memanggil mbak sita dan viona yang berada dikamarnya untuk sarapan.
angel "maaf ya pa, mas cuma masak nasi goreng"
papa rey "gapapa nak"
fadhil "gapapa yang penting sarapan masakan kamu yang"
viona "kakak aku mau sandwich aja"
angel "oke girl, oh ya mbak sita tolong bawa nasi gorengnya ke belakang ya biar yang lain juga sarapan, kalau ada yang minta kopi mbak buatkan kalau enggak merek suruh buat sendiri ya karena bi inah pulang"
mbak sita "pulang non? tapi kok saya baru tau"
angel "iya mendadak soalnya ada saudara nya yang meninggal"
mbak sita "oh begitu, kalau gitu saya bawa makanannya dulu kebelakang non"
setelah selesai sarapan papa rey dan fadhil berangkat ke kantor.
__ADS_1
angel "nanti siang ada meeting diluar tidak pa, mas?"
papa rey "tidak"
angel "nanti siang angel ke sana ya, bolehkan?"
fadhil "istirahat saja ya dirumah sayang, kita kan akan perjalanan jauh"
angel "apa papa dan mas sudah tidak mau lagi di bawakan makan siang?"
papa rey "jangan salah bicara dil, bumil hormonnya berubah-ubah" ucapnya dalam hati
fadhil "bukan begitu sayang, mas dan papa sangat senang memakan masakan kamu tapi kamu harus istirahat"
angel "bilang saja mas sama papa gak mau lagi"
fadhil "begini saja, mas ijinkan kamu ke kantor tapi diantar mang ujang gak boleh bawa mobil sendiri, masak yang simpel aja biar gak capek"
angel "terima kasih suamiku" ucapnya mencium pipi fadhil
papa rey "ayo dil kita berangkat"
fadhil "baik pa"
setelah sampai di kantor mereka langsung menuju ruangan papa rey.
papa rey "dil gimana laporannya?"
fadhil "masih mentah pa"
papa rey "gapapa yang penting intinya sudah selesai kalau masalah proposal jadi 100% nanti saja yang penting bisa di jadikan bahan rapat dulu"
fadhil "rapat sekarang pa? kata papa bukanya nunggu fadhil libur semester"
papa rey "kelamaan, nanti jam 9 papa dem dan yang lain akan datang kesini"
fadhil "baiklah pa, kalau begitu fadhil selesaikan dulu proposal nya"
fadhil pergi ke ruangannya untuk menyelesaikan proposalnya.
jam menunjukkan pukul 9 proposal fadhil masih selesai 85% dan dia sudah dipanggil oleh pak Adit untuk ke ruangan papa rey.
sesampainya di ruangan papa rey disana sudah ada sahabat papa rey, papa rey juga telah meminta sekertaris barunya untuk mengganggu mereka dan pak adit juga mengunci pintu dari dalam supaya tidak ada yang menerobos masuk.
papa demian "ayo dil presentasikan secara detail"
papa rey "buru-buru banget sih dem, biar anak gue duduk dulu"
papa satria "usul ya gimana kalau frozen food nya yang sudah berbumbu misalnya ayam ungkep gitu?"
fadhil "bisa sih berarti kita harus cari resepnya dan produksi tidak langsung banyak karena setau saya kalau sudah di ungkep hanya bisa bertahan 3 sampai 4 minggu di dalam freezer"
papa ferdinand "kenapa tidak pakai pengawet saja?"
fadhil "kalau pengawet bahaya buat tubuh, kan kasian konsumennya kalau sakit"
papa ferdinand "benar juga sih"
papa demian "waktu kita tinggal 4 hari sebelum keberangkatan ke amerika, dan inggris juga Australia, dan mereka akan kuliah disana mau tidak mau kita akan menjalankan bisnis ini dan tugas kalian berdua (revan dan fadhil) harus buat nama produk, desain, konsep iklan, untuk pabrik nya bisa gunakan pabrik yang kamu kuasi di pinggiran kota rey"
papa rey "iya tinggal beli mesin-mesinnya saja"
waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang angel sudah datang di kantor papa rey, dia segera ke lantai di mana suaminya berada.
angel bertanya kepada sekertaris suaminya dan ternyata suaminya ada diruangan papa rey, akhirnya angel pergi ke ruangan papa rey.
angel "permisi apa pak reynaldi ada di dalam"
sekertaris "iya, ada apa beliau lagi rapat tertutup dengan menantu dan sahabatnya"
angel "saya mau mengantar makan siang untuk pak reynaldi"
sekertaris "bisa dititipkan di saya nanti saya sampaikan ke beliau"
angel "tidak saya akan langsung masuk"
sekertaris "hey nona apa kau tidak dengar kalau mereka sedang rapat, kenapa kau ngeyel sekali apa kau ****** yang akan menggoda mereka"
angel "atas dasar apa anda menyebut saya ******?"
sekertaris "karena anda ngeyel masuk ruangan seorang presdir, apa kau tertarik dengan seorang duda?"
angel "jaga ucapanmu sekretaris baru" teriak angel
didalam ruangan fadhil mendengar teriakan angel.
fadhil "pa sepertinya angel sudah datang"
papa rey "jemput dia sekertaris itu baru jadi belum mengetahui angel anak papa"
pak Adit langsung membuka kunci ruangan papa rey dan fadhil segera keluar dari ruangan itu.
fadhil "sayang ada apa, kenapa menangis?" ucapnya memeluk istrinya, angel terus menangis di dekapan suaminya.
__ADS_1
fadhil "pak Adit, tolong bawa makanannya masuk"
pak Adit "baik tuan muda"
fadhil "sayang ada apa?"
angel "apa aku seorang ******?"
fadhil "siapa yang bilang seperti itu? apa dia karyawan papa?"
angel "jawab dulu apa aku seorang ******?"
fadhil "bukan sayang, kau adalah istri terbaik"
papa rey "ada apa dia nangis dil?"
fadhil "tidak tahu pa"
papa rey "hey sekertaris baru, ada apa dengan anakku?"
sekertaris baru itu tambah pucat ketika yang dikatainya ****** adalah anak atasannya.
angel "dia mengataiku ****** pa" ucapnya yang masih menangis di dekapan fadhil
fadhil "jadi kau yang mengatai istriku ******? asal kau tau yang pantas disebut ****** itu kau sendiri"
papa rey "Adit"
pak Adit "iya tuan"
papa rey "bilang hrd, untuk memecat sekertaris baru itu dan segera carikan aku sekertaris laki-laki"
pak Adit "baik tuan"
papa rey "bawa angel masuk di tenangkan dia dulu dikamar papa, dan kau Adit cepat selesaikan setelah itu masuk ke ruanganku lagi untuk makan siang" ucapnya lalu pergi meninggalkan tempat sekertarisnya
pak Adit "kau bodoh sekali, sudah tau anak bos dikatai ******"
sekertaris "saya kan baru beberapa hari kerja pak Adit dan saya tidak tau kalau itu anaknya, please bantu saya pak supaya tidak di pecat"
pak Adit "saya tidak bisa membantu kamu, itu kesalahan yang sangat fatal, sekarang kemasi barang-barangmu dan segeralah pergi dari kantor ini"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
setelah membereskan masalah sekertaris baru pak Adit kembali ke ruang papa rey.
papa rey "gimana dit?"
pak adit "sudah beres tuan"
papa demian "sekertaris baru aja bikin ulah ya gitu"
didalam kamar fadhil masih sibuk menenangkan istrinya.
fadhil "sayang lihat mas, kamu tau kamu adalah wanita yang terbaik untuk mas dan kamu adalah istri mas bukan ****** jadi jangan fikirkan ucapan sekertaris itu ya"
angel "aku lapar mas"
fadhil "baiklah ayo keluar kita makan makanan yang kamu bawa tadi"
mereka berdua keluar kamar setelah angel mencuci muka.
angel "kenapa tidak ada yang makan? apa kalian semua tidak lapar?"
papa demian "nungguin princess dong"
papa ferdinand "kalau princess makan kita juga akan makan"
papa satria "nanti salah lagi bentonya"
angel "hmm kenapa tidak makan saja sih, bentonya isinya sama kok tidak angel beda-bedakan"
mereka semua makan makanan yang dibawa angel kecuali fadhil yang belum makan karena istrinya ingin disuapi.
papa rey "rev kalau pengen nyuapi istrimu suruh saja kesini"
papa demian "mupeng sekali anak mu fer melihat keromantisan rumah tangga temannya"
papa ferdinand "ya samalah kayak lo dulu dem kalau jauh dari cantika"
angel "syasya lagi repot jangan suruh dia kesini"
papa satria "hahaha sabar aja rev, istrimu sedang repot"
mereka telah selesai makan kini giliran fadhil yang makan jatah makan siangnya.
setelah selesai fadhil memilih pamit pulang untuk mengantar istrinya dan melanjutkan pekerjaan dirumah.
sesampainya di rumah fadhil langsung menyuruh angel untuk istirahat siang dan dia juga menemani istrinya hingga tertidur.
**SAMPAI JUMPA DI PART SELANJUTNYA
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMENTAR NYA READERS**
__ADS_1