Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
334


__ADS_3

fadhil dan ke tiga anaknya sudah tiba di pesantren, oleh-oleh pun sudah di bagikan sesuai catatan yang di berikan angel di setiap oleh-oleh nya.


umi Aisyah serta kakak ipar nya sangat senang mendapatkan mukena mewah dari angel, berbeda dengan ke 4 laki-laki yaitu kak rasyid dan zaidan serta kak davian dan anak laki-lakinya yang masih bingung dengan sarung celana nya.


kak rasyid "dek ini kok bisa gini sih sarung nya"


fadhil "itu di desain khusus buat mempersingkat waktu kak apalagi kalau buru-buru gitu, nyaman loh kak di pakai coba deh pakai sehari-hari pasti nyaman"


kak davian "kenapa juga harus celana gini"


fadhil "itu memudahkan juga sih kak buat orang yang gak bisa pakai sarung atau mereka yang pergi ke masjid naik motor jadi gak perlu melipat sarung nya gitu soalnya ini kan celana"


kak davian "iya juga sih, boleh dek dipakai pas keluar"


kak nafisa "dek ini mukena nya yang desain siapa? mewah sekali"


fadhil "itu ada team khusus desain kak"



anggap saja ini foto mukena buatan perusahaan angel yang di handel dimas, foyo dari google ya


umi Aisyah "kalian istirahat lah dulu pasti capek naik pesawat"


athaar "aku pengen tidur sama uti boleh?"


umi Aisyah "boleh ayo ke kamar uti"


almira "hey itu utiku athaar"


athaar "ini uti ku kakak almira"


umi Aisyah "almira jangan mulai sayang masa semua nya kamu usilin"


almira "gak apa-apa dong uti selagi mereka di sini gitu, aku sudah bosan usil sama adikku pengen punya adik lagi aku ti"


umi Aisyah "ya minta lah sama uma dan abi kamu"


almira "abi nya mau tapi uma nya gak mau uti, bilangin uma dong uti"


zaidan "uma itu gak cocok gendong anak bayi mir, cocok nya gendong cucu iya nggak uma? uti pasti pengen juga gendong cicit"


almira "kalau gitu kak zaidan nikah aja biar uti punya cicit, umi sama abi pasti pengen cucu juga iya kan mi?"


kak fatimah "iya nih umi pengen cucu"


kak rasyid "iya nih mir abi pengen cucu, kapan bang nikah? abang sudah selesai S2 loh sudah kerja juga, abi rasa sudah bisa mengambil tanggung jawab anak orang"


zaidan "apasih kok jadi zaidan sih yang kena, abang lagian belum ada pandangan bi"


afwa "kata kakak kak syahila cocok jadi makmum kakak kok bilang gaada pandangan"


afwi "nah iya kak syahila"


almira "gimana bang? mumpung uncle fadhil disini loh lamaran sekalian gih"


zaidan "ah kok jadi abang sih yang kena"


almira "makanya jangan mancing-mancing ingat abang yang paling tua disini"


kak rasyid "syahila Aulia kah? santri yang sudah hafal 30 juz dan suara qira'ah nya Indah itu dan yang juara nasional beberapa bulan lalu?"


almira "iya bi betul sekali"


afwa "iya itu paman"


kak rasyid "abi setuju bang, kalau abang serius abi bisa melamar nya buat abang"


kak fatimah "umi juga setuju bang, tapi alangkah lebih baiknya abang sholah istikharah dulu untuk meyakin kan hati abang"


zaidan "iya abi umi"


fadhil "kalau dari kata kak rasyid tadi seperti nya dia cocok jadi bu nyai pesantren ini bang"


kak davian "nah betul itu, apalagi nanti kamu jadi pemimpin pesantren ini sudah pasti kamu harus mencari pendamping yang baik, kalau syahila sepertinya cocok kok bang"


zaidan "sudahlah jangan bahas ini lagi"


afwa "kak zaidan kalau nikah harus nunggu aku liburan biar bisa jadi pager Bagus nya kakak"


afwa "nah betul itu dan sekalian nunggu mommy sama adek rayya bisa perjalanan jauh"


zaidan "doakan saja yang terbaik" ucapnya yang meninggalkan ruang keluarga


fadhil "saranku kalau mereka saling menyukai lebih baik segerakan kak"

__ADS_1


kak rasyid "iya dek"


kak fatimah "bi setau umi syahila itu anak yatim piatu dan sudah tidak punya keluarga"


kak rasyid "iya mi, nanti kalau abang sudah menemukan jawaban dari istikharah nya umi dan naf bertanyalah ke syahila apa dia mau menjadi menantu kita"


fadhil "kalau menurutku segera tanyakan bang, nanti bisa taaruf dulu"


almira "iya bi, kak zaidan itu sudah lama suka sama syahila bi dulu waktu kita liburan kuliah pasti abang bawain oleh-oleh buat syahila karena aku sendiri yang mengantar oleh-oleh itu"


kak rasyid "kalau begitu mir sekarang panggil syahila ke rumah ini ya, abi ke kamar uti dulu, umi bicaralah ke abang"


almira "iya, aku pergi dulu assalamualaikum"


"waalaikumsalam" jawab mereka kompak


kak fatimah "iya bi"


di kamar umi Aisyah...


kak rasyid "assalamualaikum umi"


umi Aisyah "waalaikumsalam, masuk nak"


kak rasyid "umi abang bisa bicara sebentar?"


umi Aisyah "kita ke ruang baca abi, kalo disini takut ganggu athaar dia baru saja tidur"


kak rasyid "iya umi"


di ruang baca...


umi Aisyah "ada apa nak? sepertinya penting apa ada masalah?"


kak rasyid "mi zaidan menyukai salah satu santri wati di pesantren ini" ucapnya lirih


umi Aisyah "siapa?"


kak rasyid "syahila umi"


umi Aisyah "dia gadis baik nak, kalau memang kamu merestui zaidan insyaallah umi juga merestui, kapan rencana nya mereka ta'aruf?"


kak rasyid "fatimah masih bicara sama zaidan dan almira masih memanggil syahila kesini mi, kata almira zaidan sudah menyukai syahila sejak lama kalau pulang dari kairo abang selalu memberi oleh-oleh lewat almira, rasyid takut mi jika abang kebablasan"


umi Aisyah "kalau seperti itu segerakan nak tapi jika syahila menolak kamu jangan memaksanya ya"


kak rasyid "iya umi"


kak rasyid "iya mi"


di kamar zaidan....


kak fatimah "nak"


zaidan "iya umi"


kak fatimah "umi tanya sama abang, abang harus jawab jujur sama umi"


zaidan "iya umi"


kak fatimah "apa zaidan suka sama syahila?"


zaidan "iya umi dan abang selalu menyebut namanya di setiap doa abang"


kak fatimah "nak dia sudah tidak punya orang tua, jika nanti syahila mau menerima abang apa abang bisa membahagiakan nya?"


zaidan "abang gak bisa berjanji umi tapi abang akan berusaha membahagiakan nya, apa umi dan abi tidak apa jika abang menikah dengan gadis yatim piatu?"


kak fatimah "tidak apa sayang, tapi berjanjilah sama umi jangan pernah menyakiti syahila karena dia sudah terlalu sakit menghadapi kehidupan nya, jika syahila menerima abang, abang harus menjadi sumber kebahagiaan syahila dan abang harus membahagiankan syahila"


zaidan "iya umi pasti"


kak fatimah "kalau begitu ayo keluar, syahila sebentar lagi kesini, tadi almira sudah memanggil nya"


di ruang tamu...


"assalamualaikum" ucap syahila dan almira


"waalaikumsalam" jawab mereka kompak


kak rasyid "syahila duduk lah"


syahila "inggih pak kyai"


syahila duduk di dekat almira, syahila dan almira adalah teman, usia mereka juga seumuran, mereka berteman sejak tsanawiyah namun harus berpisah karena almira kuliah di kairo.

__ADS_1


kak fatimah dan zaidan tiba di ruang tamu, kak fatimah langsung duduk di sebelah syahila yang kebetulan kosong, sedangkan zaidan duduk di sebelah abi nya, lebih tepatnya zaidan duduk di tengah-tengah antara kak rasyid dan kak davian.


kak rasyid "syahila apa tadi ustazah almira sudah bilang kenapa kamu di panggil kesini?"


syahila "belum pak kyai, ustadzah almira tidak bilang apa-apa"


kak rasyid "syahila saya langsung saja ke intinya kenapa kamu saya panggil kesini, saya mau tanya sama kamu tapi kamu harus jawab jujur"


syahila "iya pak kyai"


kak rasyid "syahila apa kamu sudah punya calon suami?"


syahila "belum pak kyai"


kak rasyid "alhamdulillah, syahila saya di sini sebagai orang tua dari zaidan al-farisi saya meminta mu untuk ber ta'aruf dengan putraku apa kamu bersedia?"


syahila "maaf pak kyai saya meresa tidak pantas ber ta'aruf dengan putra pak kyai"


kak rasyid "apa yang membuatmu merasa tidak pantas?"


syahila "saya hanya gadis miskin yang tidak punya orang tua dan lagi pula saya bukan sarjana seperti putra pak kyai"


kak rasyid "saya tidak menilai itu semua yang saya nilai adalah ilmu agama, sopan santun mu, tutur katamu, saya rasa kamu memiliki kriteria itu semua nak"


kak fatimah "nak kami memilih mu untuk menjadi menantu sudah di pastikan kamu menerima kamu"


syahila "tapi pak kyai, ibu nyai apa kak davian bisa menerima saya? karena saya hanya ingin menikah satu kali dengan laki-laki yang mencintai saya"


kak rasyid "nak lamarlah dia sendiri" bisiknya pada zaidan


zaidan "tapi bi abang belum beli cincin"


kak rasyid "gapapa cincin nya menyusul"


zaidan "syahila Aulia mungkin aku bukan laki-laki idaman kamu tapi aku disini memberanikan diri untuk mengajak kamu ta'aruf, maaf aku belum membeli cincin atau perhiasan lainnya karena ini dadakan gara-gara keponakan ku yang keceplosan, Syahila Aulia maukah kamu ber ta'aruf denganku? menjadi calon istriku?"


syahila "ustadz adalah laki-laki yang baik, katanya jika ada laki-laki yang baik agama nya datang melamar kita tidak boleh menolak karena laki-laki itu tidak akan datang melamar untuk kedua kali nya, tapi sebelum saya menjawab saya bertanya dulu, apakah ustadz benar-benar bisa menerima kekurangan saya dan apakah keluarga ustadz sudah merestui nya"


zaidan "saya akan menerima kekurangan kamu dan saya harap kamu juga menerima kekurangan saya, untuk orang tua saya insyaallah sudah merestui nya"


syahila "jika memang seperti itu, Bismillahirrahmannirrahiim saya menerima ajakan ta'aruf ustadz zaidan"


"alhamdulillah" ucap mereka kompak


"ada apa kok alhamdulillah semua? ada yang dapat hadiah ya?" ucap athaar yang bangun tidur dan mencari uti nya


afwa "ah kamu dek merusak suasana deh"


athaar "abi ini ada apa?"


fadhil "kak zaidan melamar kak syahila dan lamarannya di terima, jadi kita semua berucap alhamdulillah"


athaar "alhamdulillah selamat kak zai"


umi Aisyah "athaar kok sudah bangun sih"


athaar "habis uti nggak ada jadi athaar .mencari uti"


umi Aisyah "maaf ya sayang uti tinggal tadi"


kak rasyid "syahila boleh saya bertanya lagi?"


syahila "silahkan pak kyai"


kak davian "jangan panggil pak kyai dong panggil abi gitu"


kak rasyid "sudah jangan dengarkan kyai davian tapi saya harap kamu panggil saya abi dan panggil istri saya umi, syahila saya mau tanya apa ada keluarga yang masih kamu miliki?"


syahila "sebenarnya ada tapi saat belum bisa cerita sekarang hiks hiks hiks"


kak fatimah "nak kenapa? jangan nangis kami tidak memaksa kamu bercerita jika memang kamu belum siap untuk bercerita" kak fatimah membawa syahila ke dalam dekapan nya


"nak tenanglah jangan menangis, jika ada kejadian di masa lalu yang membuatmu sakit mengingatnya jangan di ingat kembali" ucapnya lagi


syahila "insyaallah syahila kuat bercerita"


kak fatimah "ceritalah kalau memang kamu kuat tapi kalau sudah tidak kuat berhentilah bercerita, umi akan tetap memelukmu"


syahila "sebanarnya syahila punya bibi tapi dia merebut apa yang syahila punya, termasuk kematian papa mama syahila yang di sebabkan oleh bibi karena bibi iri dengan mama yang memiliki suami seperti papa hiks hiks hiks dulu syahila memang masih kelas 6 ibtidaiyah tapi syahila sudah tau semuanya dari sekertaris papa jika kecelakaan itu disebabkan oleh bibi hiks hiks hiks"


fadhil "siapa nama papa mu nak?"


syahila "septian siregar pak kyai"


fadhil "jadi kamu Putri tuan septian siregar yang sampai saat ini belum di temukan itu?"

__ADS_1


syahila "iya saya syahila aulia siregar yang sampai saat ini masih di cari oleh bibi"


fadhil "aku harus menghubungi mertuaku" ucapnya yang langsung berlari ke kamar


__ADS_2