
setelah acara selesai keluarga aba hasan bertolak ke kota s untuk menghadiri undangan dari pemilik pesantren ar-rahman.
"hana yakin mau ikut?" tanya aba hasan
"iya aba kan sama kakak sudah di belikan tiket"
"kamu lagi hamil nak"
"tapi hana baik-baik saja aba"
"ning hana sudah cek up lagi?" ucap rayya
"belum, tapi kan kakak ipar kamu kemarin juga tidak apa-apa naik kereta"
"soalnya kak nabila selalu cek up sebelum bepergian dan sampai di tempat pun selalu cek up, atau begini saja ning hana minum vitamin nya nanti sampai kota s baru cek up"
"ah terus ini gimana? aku pengen ikut"
"kamu di rumah saja nak" ucap aba hasan
"biar adek ikut aba nanti sampai kota s bisa cek up, insyallah hana baik-baik saja" ucap alif
"baiklah kalau begitu ayo berangkat" ucap aba hasan
"hana yakin tidak apa-apa nak?" tanya ama hanum
"hana tidak apa-apa ama"
"baiklah kalau sudah di kereta nanti langsung tidur ya biar tidak terlalu capek"
"iya ama"
sesampainya di stasiun mereka langsung cek in kebetulan kereta api sudah tiba di stasiun meskipun berangkat nya masih nanti 30 menit lagi.
"pak minta tolong bawakan barang kami ya" ucap rayya pada seorang porter
"baik mbak duduk di kursi berapa gerbong berapa?"
"gus alif kita gerbong berapa?"
"gerbong 3" sahut alif
"bawa aja ke gerbong tiga ya pak"
"baik mbak"
"rayya sebenarnya tidak perlu nak" bisik ama hanum
"tidak apa-apa ama kata abi gaji mereka tergantung penumpang yang memakai jasa mereka kasian kan kalau jasa mereka tidak di pakai" ucap rayya
"baiklah nak"
"totalnya 5 tas ransel dan 2 koper ya" ucap porter
"iya pak"
"saya panggil teman saya boleh?"
"boleh silahkan pak" ucap rayya
setelah porter itu mengantar barang mereka ke gerbong 3 rayya pun memberikan sejumlah uang.
"nak ini kebanyakan untuk kami berdua"
"tidak pak anggap saja rejeki bapak-bapak hari ini semoga bermanfaat"
"terima kasih nak, semoga keluarga kamu menjadi keluarga yang samawa di berikan rezeky yang melimpah"
"ah saya belum menikah"
"maaf saya kira laki-laki tampan itu suami kamu"
"bukan pak"
"kalau begitu semoga dia jodohmu, terima kasih banyak ya nak semoga selamat sampai tujuan"
"amin pak terima kasih doanya" ucap alif dalam hati
"sama-sama pak"
"amin ya allah" ucap najwa dan nisa
"apa yang kalian amin kan?" tanya ama hanum
"tadi doa bapaknya semoga rayya berjodoh dengan gus alif" ucap najwa
"kalian ini" ucap rayya melotot
__ADS_1
"biarin wlee"
"sudah duduklah di tempat kalian masing-masing dan segeralah istirahat" ucap aba hasan
"baik aba"
"aba tau boy kamu mengaminkan doa bapak tadi" bisik aba hasan pada alif
"aba ini"
"betul kan?"
"iya"
"semoga di kabulkan nak"
"amin"
di perjalanan rayya tidak bisa tidur dia malah asyik ngemil tanpa menghiraukan sekitar nya.
"menggemaskan sekali cara dia makan" ucap alif dalam hati
alif yang saat itu juga belum bisa tidur tidak sengaja melihat rayya makan snack yang dia bawa bahkan jatah makanan dari kereta miliknya pun sudah habis.
tak terasa kereta telah tiba di salah satu stasiun di kota s dan mereka langsung turun dari kereta menuju pintu keluar.
"aduh masih ngantuk" gumam najwa
"kak najwa tenang saja habis ini bisa tidur lagi di mobil perjalanan masih 30 menit menuju pesantren" ucap rayya
"kita cari hotel dulu saja kurang sopan kalau bertamu shubuh begini"
"tapi sudah di tunggu abi di pesantren tapi kalau mau ke hotel dulu tidak apa-apa cuma5 menit dari sini"
"tapi kita belum reservasi hotel nya, alif kira kita langsung ke pesantren"
"tidak apa-apa langsung ke hotel abi saja nanti langsung dapat kamar" ucap rayya
"kita di hotel juga cuma sebentar ba Apa nggak sebaiknya kita langsung ke pesantren lagi pula 30 menit lagi masuk waktu shubuh" ucap ama hanum
"baiklah langsung ke pesantren saja, ayo cari taksi"
"sudah di jemput sopir hotel ba, pak amin sudah menunggu di pintu keluar"
"tuh kan merepotkan"
"baiklah"
"assalamualaikum pak amin" ucap rayya menyalami sopir hotel
"waalaikumsalam neng, sehat?"
"alhamdulillah pak, pak amin apa kabar?"
"alhamdulillah bapak sehat, kata den afwa neng di pesantren ya?"
"iya pak, oh ya kenalkan ini pak kyai hasan beserta keluarga beliau kyai di tempat rayya menimba ilmu"
"assalamualaikum pak kyai selamat datang di kota s"
"waalaikumsalam pak, terima kasih sudah bersedia menjemput kami"
"sama-sama pak mari ke mobil"
sampai di mobil mereka langsung mencari tempat duduk masing-masing dan rayya memilih duduk di belakang.
"langsung ke pesantren apa ke hotel dulu?"
"ke pesantren pak"
"baik"
30 menit kemudian mereka tiba di pesantren tepat adzan shubuh berkumandang.
"ama rayya nggak bisa di bangunkan ini" ucap najwa
"iya ama tidurnya seperti orang pingsan kami pencet hidungnya pun tak bangun"
"terus gimana ini" ucap ama hanum
"biarkan saja ama mungkin dia capek tadi kan tidak tidur selama perjalanan, biar kakak panggilkan saudara nya dulu"
"baiklah cepat nak"
tok
tok
__ADS_1
tok
alif mengetuk pintu rumah umi Aisyah almarhumah.
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam" sahut orang di dalam rumah itu
ceklek
"eh gus alif mari masuk" ucap athaar
"iya, tapi rayya ketiduran di mobil dia nggak bisa di bangunkan"
"siapa dek?" tanya afwi
"gus alif kak, itu kak rayya ketiduran di mobil, biasa molor nggak bisa di bangunkan"
"hais selalu begitu, dimana mobil nya gus?"
"di depan mas afwa"
"saya afwi"
"ah maaf kalau salah"
"tidak masalah memang kami kembar"
afwi mengangkat tubuh adiknya dari mobil menuju rumah nya.
"uh sudah berat kamu dek padahal baru sebentar di pesantren" ucap afwi pelan
"orang dia makan terus" ucap nisa pelan
"rayya memang begitu suka makan dan ngemil tapi nggak gemuk-gemuk, oh ya kalian kalau mau bersih-bersih dulu silahkan di kamar rayya"
"iya kak"
"oh ya bu nyai pak kyai hasan silahkan masuk dulu" ucap afwi
"saya langsung ke masjid saja nak biar yang lain yang ikut masuk"
"baiklah"
"silahkan masuk semua" ucap athaar
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam, mari-mari"
"sayang itu siapa?" teriak zahra
"astagfirullah ngagetin saja yang"
"itu siapa?"
"hei jangan marah hmm ini adek lihatlah" ucap afwi
"rayya?"
"iya dia baru sampai jangan marah sayang mana berani mas gendong wanita lain selain keluarga sendiri"
"maaf"
"tidak apa-apa, mas bawa rayya ke kamar dulu dia mulai berat sekarang"
"rayya nggak barat" ucap rayya keras
"astagfirullah kamu ngerjain kakak?"
"nggak hihihi cuma tadi adek dengar kak zahra teriak eh ternyata adek di gendong sama kakak, maacih kakak tampan muach" zahra mencium pipi kakak nya
"haiss kamu ini, dah sana ke kamar sendiri bersih-bersih terus ke masjid"
"siap bos, eh teman-teman ku mana?" rayya celingukan
"tuh mereka"
"kak naj kak nis ayo bersih-bersih dulu, oh ya ama sama kak hana dan yang lain mana?"
"ama sama kak hana di kamar itu bersih-bersih aba sama gus alif ke masjid"
"oh gitu yaudah ayo, kak zahra aku masuk dulu ya ke kamar"
"iya kamar yang kosong di dekat kamar abi yabg biasa kamu pakai di pakai kak ais"
"ah baiklah"
__ADS_1