Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
bab 488


__ADS_3

setelah selesai acara keluarga inti aba hasan di minta tinggal sebentar di kediaman fadhil untuk membicarakan sesuatu.


"bu nyai najwa dan nisa kenapa tidak diajak?" tanya syasya


"mereka akan ujian bu soalnya ini kan sudah akhir semester ganjil" ucap ama hanum


"nanti kalau rayya menikah mereka kesini tidak?" tanya fira


"kalau mereka sudah menyelesaikan ujiannya insyaallah akan kami bawa kesini bu, lantas bagaimana bu syasya dan bu fira jadi melamar mereka atau tidak?"


"jadi" ucap syasya dan fira


"kalau jadi besok malam saya temani ke rumah nya nisa kebetulan rumahnya kota j mungkin 2 jam sampai"


"boleh tuh pak kyai tapi kami belum menyiapkan buah tangan" ucap syasya


"untuk masalah buah tangan ibu bisa bawa apa saja dan untuk cincin atau apa bisa nanti waktu melamar secara resmi" ucap aba hasan


"baiklah pak kyai"


"tetapi alangkah baiknya jika sudah saling cocok langsung saja mengadakan pernikahan"


"iya pak kyai" ucap syasya


"oh ya lalu rumah najwa dimana pak kyai" tanya radis


"rumah najwa di kota D kalau mau kesana harus mengatur waktu dulu soalnya lumayan jauh dan harus naik pesawat"


"lusa apa pak kyai bisa?"


"insyaallah bisa tapi untuk tiketnya belum ada"


"nanti naik pesawat kami saja kalau begitu besok kami siapkan dulu buah tangannya"


"baiklah pak tapi kalau bisa pulang pergi soalnya setelah itu ada acara pengajian dan siraman"


"iya pak kyai bisa kok pulang pergi"


"alhamdulillah dapat cucu mantu" ucap papa satria


"kalau ada santri pak kyai yang belum menemukan jodoh juga boleh untuk anak saya" ucap alfa


"papa" ucap ken dan rayn


"carikan saja mereka istri pak kyai masa kalah sama rayya" ucap Rafi


"adek aja tuh pa yang di carikan istri biar nggak merepotkan mama" ucap ken


"kalian bertiga tuh sudah pantas menikah semua jadi jangan saling beradu argumen" ucap kania


"kalau untuk santri kami silahkan meminta bantuan rayya saja mana gadis yang menurutnya cocok seperti kriteria kalian" ucap ama hanum

__ADS_1


"tidak ada yang baik banget kecuali kak najwa dan kak bisa, ada memang yang dia pandai di ilmu agamanya tapi menurutku dia kurang dari segi attitude ning hana juga pasti tau" ucap rayya


"Mawar dan teman-teman nya kan? yang kemarin sempat mau mengerjai kamu karena kamu anak baru dan kamu juga dekat sama mas alif jadi dia cemburu" sahut hana


"masa nggak ada sih ray" ucap kania


"banyak aunty tapi mereka kebanyakan masih sma kan disana rata-rata sambil sekolah umum"


"disana santri yang ingin melanjutkan pendidikan di pesantren masih sedikit bu kebanyakan sama sekolah umum jadi setelah selesai sekolah ya mereka berhenti mondok tetapi ada juga yang hanya mondok dan itu kebanyakan laki-laki" ucap ama hanum


"kalau mau ada teman saya yang anak nya masih single beliau tinggal di kota ini juga tapi hampir perbatasan dengan kota J" ucap aba hasan


"anak ustadz arifin ya ba?" tanya ama hanum


"iya ama"


"anaknya bagaimana pak kyai?" tanya kania


"saya juga belum tau karena baru 1 minggu yang lalu anaknya pulang dari kairo dan langsung di carikan suami sama bapaknya, kalau mau ta'aruf dulu bisa tapi hanya 3 bulan setelah itu putuskan mau menikah atau tidak"


"kak ken saja tuh pa ma kan dia yang lebih tua" ucap rayn


"rafi nggak dulu lah mau fokus kuliah dulu jadi kak ken saja" ucap rafi


"mikhael aja gimana?" ucap ken


"nggak mau" ucap mikhael tegas


"gini ya kak afwi kakak tau kan aku masih menata masa depan, aku masih menyiapkan semuanya kak aku nggak mau nanti istri dan anakku hidup susah jadi aku akan berusaha memantaskan diri dulu baru menikah nanti"


"apalagi yang mau kamu siapkan? kamu udah kerja jadi wakil ceo, udah punya apartemen mobil udah punya swalayan kurang apalagi mik?"


"aku belum punya rumah impianku kak, lagi pula yang sudah siap lahir batin itu kak ken udah punya rumah pribadi apartemen mobil showroom motor udah jadi ceo uang udah banyak bahagiakan istri pasti bisa lah lagi pula aku nggak mau melangkahi kak adryan dan juga nggak mau nikah barengan sama dia" ucap mikhael


"sudah stop ken kamu mau tidak di kenalkan sama anak teman pak kyai hasan? kalau mau mau kalau nggak ya gak apa-apa, lagi pula cuma kenalan ken taaruf dulu kalau dalam 3 bulan kamu nggak ada kecocokan ya kamu boleh memutuskan untuk tidak melanjutkan ke jenjang pernikahan" ucap fadhil


"ken nurut sama ayah dan bunda saja abi" ucap ken pasrah


"kalau begitu besok setelah sarapan bisa berangkat ke sana saya yang akan berbicara dengan beliau" ucap aba hasan


"kalau agak siang nggak bisa ya pak kyai? buah tanggannya belum ada" ucap kania


"bawa saja buah atau apa bu kan masih kenalan belum lamaran" ucap ama hanum


"oh begitu baiklah"


"adryan kamu sudah yakin sama najwa?" tanya angel


"sudah mom" ucap adryan


"kalau kamu zayn apa sudah yakin dengan bisa?" tanya angel

__ADS_1


"sudah mommy" ucap zayn


"syukurlah kalau kalian sudah menemukan calon istri dan cepat halalkan mereka biar kalian ada yang mengurus jujur saja mommy capek dengar ibunda kalian tercinta curhat kalau anaknya masih manja" ucap angel


"aku tidak manja hanya saja aku tidak mampu melihat kemesraan papa mama jadi lebih baik aku menguasai mama" ucap zayn santai


"astagfirullah kamu" ucap revan


"hehehe maaf pa" ucap zayn


"maaf semuanya karena ini sudah sangat malam kami pamit ke hotel dulu" ucap aba hasan


"kenapa tidak menginap saja?" tanya kak rasyid


"terima kasih saya takut saja kalau anak saya khilaf dan menemui rayya nanti jadi lebih baik kami kembali ke hotel"


"baiklah kalau begitu hati-hati"


"kami juga pamit kalau gitu sudah malam juga ini" ucap papa demian


"baiklah kalau tidak ada yang mau menginap, hati-hati ya pulangnya terima kasih sudah hadir di acara rayya" ucap angel


"iya sama-sama"


setelah semua tamu pergi mereka pun istirahat di kamar masing-masing.


"kak rasyid sama kak davian kalau mau honeymoon di hotel juga bisa loh" ucap fadhil


"besok-besok saja dek sekarang disini saja juga sama kayak hotel" ucap kak davian


"kamu jangan menawari mereka dek" ucap kak fatimah


"ya gak apa-apa kak siapa tau mau ganti suasana ya kan bang"


"ya betul itu ganti suasana juga perlu" ucap kak rasyid


"loh zahra afwi kalian mau kemana kok pakai jaket?" tanya angel


"ini mom zahra pengen sate jadi mau cari dulu" ucap afwi


"oh ngidam, yaudah hati-hati ya" ucap angel


"aduh suami siaga beneran ini" ucap kak rasyid


"harus itu paman biar bumil dan para debay selalu happy jadi harus di turuti" ucap afwi


"cepat jalan gih sudah malam ini, kalau nggak ada ke hotel saja minta di buatkan sama chef" ucap fadhil


"iya bi, yasudah kami berangkat dulu assalamualaikum"


"wa'alaikumsalam"

__ADS_1


__ADS_2