
papa rey sudah tersadar dari pingsannya begitu juga dengan syasya dan kania mereka semua berbeda kamar inap.
kamar inap papa rey...
pak kyai "alhamdulillah pak rey sudah sadar"
papa rey "demian di mana pak kyai?"
pak kyai "pak demian ada di kamar rawat putrinya"
kak davian "apa perlu saya panggilkan kesini om?"
papa rey "tidak usah, bagaimana kabar anak-anak apa mereka ada di pesawat itu"
umi Aisyah "pak rey lebih baik istirahat dulu kan baru sadar, jangan mikirin anak-anak dulu"
papa rey "tidak mungkin saya tidak memikirkan anak-anak umi"
umi Aisyah "tapi kesehatan pak rey sekarang sangat penting, bagaimana pak rey mau mencari anak-anak kalau pak rey saja kurang sehat, sebaiknya pak rey istirahat dulu"
kak davian "oh ya om karena om sudah sadar saya dan kakak saya mau pamit dulu mau kembali ke pesantren sudah malam soalnya kasian istri-istri kami disana"
papa rey "iya terima kasih sudah menjaga saya maaf merepotkan"
kak rasyid "tidak merepotkan om, kalau begitu kami pamit assalamualaikum"
kamar syasya.....
syasya "pa angel bagaimana?"
papa demian "sayang kamu baru sadar jangan mikir angel dulu ya papa janji akan mengerahkan anak buah papa untuk menemukan angel"
syasya "pa apa angel akan baik-baik saja?"
papa demian "kita doakan saja ya nak semoga angel dan fadhil baik-baik saja"
syasya "pa bagaimana papa rey?"
papa demian "papa rey terkena serangan jantung ringan sayang saat mendengar kabar pesawat kecelakaan"
syasya "lalu sekarang papa rey dimana? dan bagaimana keadaannya? syasya mau lihat papa rey"
mama cantika "nak kamu baru sadar, biar papa aja yang jenguk papa rey ya"
papa demian "iya papa saja ya yang kesana nanti papa akan segera kembali, kamu disini saja istirahat"
kamar papa rey.....
papa demian "wah pada ngumpul"
papa rey "syasya sudah sadar dem?"
papa demian "alhamdulillah sudah rey, alhamdulillah juga lo sudah sadar"
papa rey "bagaimana apa ada informasi dari pihak maskapai kata Satria dan ferdinand lo yang cari informasi"
papa demian "belum ada informasi rey"
papa rey "jangan bohong dem gue udah gapapa kok"
papa demian "gini deh rey lo sembuh dulu yang penting nanti informasinya gue sampaikan ke elo"
papa rey "plis dem sampaikan informasi yang sudah lo dapat sekarang"
papa demian "sat gimana nih"
__ADS_1
papa Satria "sampaikan pelan-pelan dem"
papa ferdinand "iya pelan-pelan aja dem"
papa demian "tapi kalau pingsan lagi gimana?"
papa Satria "gue yakin dia kuat dem"
papa demian "oke rey gue kasih tau informasi yang sudah gue dapat tapi lo harus janji gaboleh pingsan"
papa rey "iya gue janji"
papa demian "informasinya nama angel dan fadhil ada di daftar penumpang dan lokasi jatuhnya belum ditemukan"
papa rey yang mendengar kabar itu dia memegang dadanya yang terasa sesak dan dia pingsan.
papa demian "rey bangun lo udah janji gak pingsan"
papa Satria "gue panggil dokter dulu"
setelah dokter tiba di ruangan rawat mereka semua segera di disuruh keluar, beberapa menit kemudian papa rey di bawa keluar oleh beberapa perawat menuju icu.
papa Satria "dok apa yang terjadi"
dokter "pasien kritis, jadi kami pindahkan ke ruang icu"
semua orang mengikuti langkah dokter dan perawat, Setelah sampai di ruang icu dokter segera masuk dan tak lama kania, syasya dan fira beserta mama mereka tiba di depan ruang icu.
mama cantika "apa yang terjadi?"
papa Satria "kita sepakat memberitahu informasi tentang angel karena rey memaksanya dan tidak mungkin kita berbohong"
mama cantika "astaga kan kalian juga sudah tau kalau rey jangan sampai menerima kabar yang tidak mengenakkan lagi"
umi Aisyah "sudah-sudah lebih baik kita berdoa untuk kesembuhan pak rey"
papa demian "bagaimana keadaan rey dokter"
dokter "beliau kritis, kalau boleh saya tau apa yang sebenarnya terjadi?"
papa demian "kami memberitahu tentang putrinya dok"
dokter "sebelumnya kan sudah saya bilang jangan diberitahu dulu, inilah akibat pak rey kritis, tapi untung saja sampai saat ini tidak ada kerusakan yang serius pada jantung nya"
Papa Satria "lakukan yang terbaik untuk sahabat saya dok"
dokter "kami akan berusaha sebaik mungkin pak, jika beliau sadar tolong segera hubungi saya, saya permisi dulu"
papa Satria "baik dok"
papa demian "sat fer anak buah kalian suruh nyusul ke lokasi pesawat jatuh"
papa ferdinand "butuh berapa orang? kalau semua gak bisa dem minimal 5 orang jaga di rumah"
papa Satria "gue bisa bantu tapi 5 orang juga ditinggal di rumah"
papa demian "terserah kalian yang jelas suruh nyusul ke lokasi disana ada anak buahku dan anak buah rey"
papa demian "baiklah aku kabari mereka dulu"
papa ferdinand "mereka akan aku berangkatkan besok pagi biar malam ini mereka siap-siap dulu"
setelah berbincang-bincang tiba-tiba angel dan fadhil datang.
angel "papaku mana?"
__ADS_1
pak kyai "angel fadhil ini benar kalian"
umi Aisyah langsung memeluk anak dan menantunya itu.
papa demian "alhamdulillah jika kalian berdua selamat"
setelah angel di peluk umi, angel dipeluk oleh sahabatnya dan sahabat papanya.
fadhil "papa rey dimana?"
papa demian "angel fadhil papa kalian kritis karena serangan jantung, kalian masuk saja dulu"
angel dan fadhil memasuki ruang icu, disana dia melihat papanya terbaring lemah dan beberapa alat terpasang di tubuhnya angel langsung memeluk papanya.
angel "papa bangun, angel udah pulang pa, mana janji papa yang katanya akan baik-baik saja kenapa malah seperti ini"
fadhil "sayang sudah biar papa istirahat ya"
angel "ini kali pertama aku lihat papa terbaring lemah kak aku gak sanggup melihatnya"
fadhil langsung memeluk angel untuk menenangkan istrinya.
fadhil "kita doakan ya supaya papa cepat sadar, sudah nangisnya nanti kalau papa sadar lihat kamu nangis papa akan sedih, sekarang istirahat dulu ya, mau kembali ke pesantren atau disini menjaga papa?"
angel "aku mau jaga papa"
fadhil "yaudah duduk di sofa sana dulu ya, jangan nangis lagi"
angel "aku gak sanggup lihat papa kak"
fadhil "iya tapi sekarang doakan papa supaya cepat sadar ya, sekarang berbaringlah di sofa kakak keluar sebentar" hanya dibalas anggukan kepala oleh angel.
diluar ruang icu fadhil segera bergabung dengan bapak-bapak yang masih di depan ruang icu sedangkan ibu-ibu dan sahabat angel mereka sudah pergi ke hotel untuk istirahat.
fadhil "abi, om apa yang sebenarnya terjadi? kenapa papa bisa terbaring lemah di icu"
pak kyai "abi tidak tau detailnya nak, abi tadi hanya mendapat kabar dari pak demian"
papa demian "jadi begini dil, saat rombongan tiba di bandara dan syasya melihat hp nya langsung pingsan dan sebelum pingsan syasya memanggil nama angel setelah itu saya melihat hp syasya ternyata ada berita jika pesawat dari Gorontalo tujuan kota s mengalami kecelakaan dan rey juga pingsan saat mendengar berita itu, akhirnya papa sat dan papa fer membawa syasya dan rey ke rumah sakit dan katanya dokter serangan jantung, awalnya dia sudah sadar tapi saat kita menyampaikan jika nama kalian berdua ada di pesawat itu dia langsung drop"
papa Satria "bisa jelaskan kenapa nama kamu ada di pesawat itu?"
fadhil "memang itu tiket pesawat dari papa fer dengan maskapai tersebut dan kami juga sudah check-in jadi otomatis nama kita ada di daftar penumpang pesawat tersebut"
papa demian "bisa ceritakan kamu bisa selamat?"
fadhil "besok saja fadhil akan ceritakan semuanya, lebih baik papa-papa dan abi mencari penginapan biar papa rey angel dan fadhil yang menjaga"
papa demian "baiklah kalau itu mau kamu kita semua ke hotel dulu"
pak kyai "jaga istri dan mertuamu nak"
papa Satria "kalau ada apa-apa segera kabari kami"
papa ferdinand "kamu jangan lupa istirahat juga "
fadhil "iya aby, nanti jika terjadi sesuatu akan saya kabari kalian semua"
papa demian "yaudah kami pamit, assalamualaikum"
fadhil "waalaikumsalam"
setelah kepergian bapak-bapak fadhil segera masuk ke ruang icu dan ternyata istrinya sudah tertidur di sofa.
di hotel....
__ADS_1
dikamar 3 gadis cantik masih ramai karena mereka sangat bahagia karena sahabatnya baik-baik saja, meskipun mereka belum tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi mereka sangat bahagia bisa melihat sahabatnya itu.