
Nabila sangat menikmati makan rujak buah di pagi hari entah kenapa Nabila begitu suka padahal belimbing dan mangga nya begitu masam, ke empat laki-laki itu mereka berbincang sendiri sambil mengawasi para wanita yang sibuk makan rujak.
"oh ya bi afwi sudah menemukan tanah kosong yang bisa kita buat perumahan sesuai keinginan abi dan opa" ucap afwi
"dimana?"
"lokasinya agak jauh dari kantor bi, butuh waktu 45 menit lah untuk sampai kantor"
"ya nggak apa-apa kan cuma selisih 15 menit dari rumah"
"tapi mahal bi" ucap athaar
"nggak apa-apa yang penting nanti kita bisa berkumpul bersama"
"tanahnya aja bisa habis 5 triliun bi dan itupun hanya harga tanah belum kita ngurus surat-surat nya"
"memang luas tanah nya berapa?" tanya fadhil
"10 hektar an lah bi" ucap afwi
"kan itu sudah lebih dari cukup buat rumah 5"
"tapi bi uangnya kita belum cukup"
"abi ada tabungan 2 triliun an mungkin"
"nah masalahnya kita bertiga nggak ada bi, jalan satu-satunya kita harus jual beberapa aset kalau mau tanah itu agar tidak mengurangi modal perusahaan atau kalau mau pakai modal perusahaan juga bisa" ucap afwa
"uang modal perusahaan jangan sampai kepakai ingat pesan opa, nanti saja kita bicarakan sama opa jujur kalau abi hanya punya segitu"
"kalau tanahnya keburu laku gimana?" ucap athaar
"berarti bukan rejeki kita dek" ucap afwa
"kalian bahas kerjaan?" tanya angel yang baru bergabung
"nggak mom lagi bahas tanah aja, kita udah dapat tanahnya tapi uangnya belum cukup" ucap afwi
"benar bi?"
"iya sayang"
"memang uangnya kurang berapa? mommy ada tabungan kok atau tas dan berlian mommy bisa mom jual"
"tidak mom biarkan kami para laki-laki yang cari uang kalau uang tabungan mommy dan perhiasan jangan sampai kejual" ucap afwa tegas
"masih ada solusi lain sayang tenanglah insyallah kita bisa beli tanah itu dan bisa hidup berdampingan dengan anak-anak" ucap fadhil
"baiklah tapi kalau ada apa-apa jangan lupa bilang"
"iya sayang"
"iya mom"
tak terasa sudah siang dan sudah menjelang waktu sholat dzuhur, mereka semua pun masuk rumah untuk membersihkan diri.
"kalau mendung nggak kerasa ya kalau sudah siang hawanya masih sejuk aja" ucap athaar
"iya hawanya persis seperti kakung meninggal dulu" celoteh afwa
"iya kak abi juga merasa gitu sejak tadi"
"kalian ah jangan gitu, lebih baik cepat bersih-bersih dan kita segera sholat dhuhur berjamaah" ucap angel
__ADS_1
di musholla rumah angel dan fadhil...
"kak sendirian? zahra mana?" ucap angel yang melihat anaknya datang sendiri tanpa istrinya
"zahra lagi udzur mom sekarang di dapur nyiapin makan siang biar bibi bisa ikut jamaah katanya" ucap afwi
"o gitu"
"gagal beneran dek tadi malam?" tanya afwa
"bukan gagal hanya tertunda saja"
"good boy masih ada hari lain" ucap fadhil membela anaknya
"karena abi dulu juga senasib sama kamu kak" ucap angel
"jadi nya mau sholat jamaah apa ngobrol aja?" tanya athaar
"silahkan adzan gus athaar" ucap afwa
"gus afwa saja hari ini jadwalnya panjenengan"
"gantiin dong dek"
"ogah, udah cepet keburu habis waktu dzuhur nya"
setelah sholat dzuhur mereka makan siang, di meja makan sudah di hidangkan beberapa menu makanan.
"abi mau makan apa? mom ambilkan"
"abi nggak selera mom, perasaan abi tiba-tiba nggak enak"
"makan dulu bi, harus makan loh nggak boleh telat makan"
"puding aja ya yang penting makan aku suapi" ucap angel lembut
"ada apa ini ya allah" ucap fadhil dalam hati
drrttt
drrrtt
drrrtt
"bi itu angkat telpon nya"
"iya yang, hallo assalamualaikum kak dav"
"waalaikumsalam dek, dek ke rumah sakit medika sekarang ya umi drop"
"astagfirullah iya kak fadhil ke sana sekarang"
tut
tut
"ada apa bi?" tanya afwa
"uti masuk rumah sakit"
deg
jantung zahra berdetak begitu cepat dan dia ingat pesan utinya itu.
__ADS_1
"panjangkan umur uti kami ya allah" doa zahra dalam hati
"Nabila zahra kalian di rumah ya, Nabila harus istirahat nggak boleh capek dan zahra temani kakakmu ya" ucap angel
"iya mom"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
rombongan keluarga umi Aisyah berserta papa rey dan mama evilia mereka baru saja tiba di salah satu panti asuhan mereka ingin berbagi rezeki disana namun saat turun dari mobil tiba-tiba saja umi Aisyah merasa pusing, akhirnya mereka membawa umi Aisyah ke rumah sakit terdekat.
"kabari fadhil dek" ucap kak rasyid
"iya kak" ucap kak davian
di rumah sakit...
"kak apa yang terjadi" ucap fadhil panik
"umi tadi pusing dek dan sepertinya fertigo umi kambuh" ucap kak rasyid
"ya allah, lalu kondisi umi sekarang bagaimana?"
"dokter masih di dalam meriksa umi" ucap kak davian
mereka menunggu di depan igd hampir 1 jam dokter baru keluar dari ruangan itu.
ceklek
"dokter bagaimana kondisi umi kami" ucap kak rasyid
"kondisinya sangat mengkhawatirkan tekanan darah nya juga tinggi di tambah fisik pasien yang lemah, seperti nya pasien akhir-akhir ini kurang istirahat" ucap dokter
"iya dok memang beliau kurang istirahat karena cucunya baru saja melangsungkan pernikahan" sahut kak davian
"oh begitu lain kali apapun alasannya jangan sampai beliau tidak istirahat, pasien akan kami pindahkan ke ruang icu disana peralatan nya lengkap karena jika dalam 3 jam ke depan pasien belum sadar dan tekanan darah masih tinggi kita akan melakukan ct scan karena ditakutkan akan ada penggumpalan darah di otak"
"lakukan yang terbaik buat umi kami dok" sahut fadhil
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
3 jam kemudian....
umi Aisyah belum juga sadarkan diri dan dokter sudah tiba di ruang icu untuk memeriksa kondisi pasien, suster dengan cepat memeriksa tekanan darah umi Aisyah dan ternyata hasilnya masih tinggi dokter pun meminta izin untuk melakukan ct scan.
umi Aisyah di bawa ke ruang radiologi untuk melakukan ct scan hanya butuh waktu beberapa menit saja setelah itu umi Aisyah kembali di bawa ke icu.
"1 jam lagi hasilnya keluar saya akan kembali satu jam lagi, jika terjadi sesuatu dengan pasien silahkan tekan tombol emergency"
"baik dok, terima kasih"
di luar ruangan....
"twins pulang lah kasian istri kalian di rumah" ucap. fadhil
"nanti saja bi setelah hasil keluar kami pulang" ucap afwa
"pulanglah nak, nanti kesini lagi bukan kah kamu akan cek up kandungan Nabila jam 4 nanti?" ucap angel
"oh iya nanti cek up"
"yaudah kak kita pulang aja nanti balik lagi, nanti kalau ada apa-apa kabari kami ya bi mom" ucap afwi
"iya nak"
__ADS_1