
"ehm maaf sebelumnya tapi 3 bulan lagi rayya harus berangkat ke london untuk melanjutkan pendidikan nya" ucap fadhil
"ehm kata nya gus alif juga ada rencana lanjut s2 di london apa jadi?" tanya athaar
"eh belum tahu pengumuman nya masih 2 pekan lagi" ucap alif
"bi kakak setuju jika rayya menikah dengan gus alif sebelum berangkat ke london jadi kita tidak terlalu khawatir karena disana rayya di jaga suami nya dan lagi pula jika terjadi sesuatu sama adek gus alif bisa membantu nya mendonorkan darah bukan tapi ya jangan sampai adek kenapa-napa" ucap afwi
"kakak juga setuju bi sama afwi"
"athaar juga setuju bi"
"tuh bi kakak-kakak nya sudah setuju" ucap angel
"abi juga setuju tetapi abi tidak mau memaksa rayya, bagaimana rayya?"
"aduh bi gimana ya"
"kalau rayya ragu rayya bisa sholat istikharah nak"
"emm boleh rayya tanya sama gus alif?" ucap rayya
"boleh"
"gus alif sudah tau sedikit kegiatan balapan saya jika nanti saya tetap balapan bagaimana apa gus alif tetap mengijinkan?"
"TIDAK" teriak fadhil twins dan athaar
"aku bertanya kepada gus alif kenapa kalian yang jawab" gerutu rayya
"jawaban saya sesuai dengan jawaban abi dan kakak-kakak kamu"
"hah kalau gitu misalnya rayya koleksi motor sport gimana?"
"silahkan asal motor-motor itu tetap di garasi"
"adek-adek kalau cari suami tuh tanya udah hafal berapa juz udah hafal berapa kitab ini malah yang berhubungan dengan ijin balapan" ucap afwi
"ya gimana habisnya sama kalian tidak di ijinkan siapa tau kalau rayya punya suami sama suami boleh balapan"
"kalau suami kamu mengijinkan itu artinya tidak akan mendapatkan restu dari kami" ucap angel
"iya iya, kalau begitu beri rayya waktu 3 hari untuk sholat istikharah"
"baiklah dengan senang hati kami menunggu" ucap aba hasan
"permisi bu nyai maaf mengganggu" ucap salah satu santri
"ada apa mbak?" tanya kak fatimah
"gas nya habis ama kata bu Ida di suruh minta uang ke ama"
"ah iya baiklah habis ini biar di belikan santri putra saja"
"baik ama"
"mohon maaf semua nya saya tinggal ke dapur dulu" ucap kak fatimah
"mari saya bantu bu" ucap ama hanum
"ah baiklah mari"
"ayo rayya bantu dema"
"dema?" ucap kak fatimah
"bude ama hehehe"
"ish kamu ini, temani saja temanmu nanti mereka malu kalau kamu tinggal"
"biar kami bantu juga bu nyai" ucap najwa
"baiklah ayo kalau begitu"
"hana mau kemana?" tanya alif yang melihat adik nya berdiri
__ADS_1
"mau ikut ama"
"tidak boleh kamu duduklah bersama nabila kalian sedang hamil muda jadi istirahat saja apalagi kamu baru perjalanan jauh nak, bukan nya kami tidak suka di bantu sama kamu tetapi kesehatan kamu dan janin mu itu yang penting" ucap angel
"tuh dengar duduk lah" ucap fikri
"ah baiklah"
"ning hana ayo ikut denganku kita istirahat" ucap nabila
"baiklah ning"
"mas temani zahra ambil pesanan kue" ucap nya pada afwi
"baiklah ayo"
"aaa aaa aaa" rengek atthala merentangkan tangan
"atthala mau ikut?" tanya afwi
"ya ya ya"
"ikut sama papa ya paman mau mengantar aunty dulu"
"no no no huaaa huuaaa"
"jangan membuat cucu abi menangis, ajaklah sama papa nya sekalian"
"baiklah siap-siap gih dek"
"tapi Aisyah sama athaar harus mengambil banner bi" ucap zahra
"oh iya ya"
"kak zaidan memang nggak bisa?"
"nggak bisa dek habis ini masih bersih-bersih dan menyiapkan tempat dek, memasang batas putra dan Putri juga" ucap zaidan
"kalau begitu atthala ikut papa athaar saja ya nanti naik mobil beli jajan"
"ja ja"
"ya ya ya"
"baiklah, kalau gitu ayo sayang"
"boleh ikut nggak?" tanya alif
"boleh ayo" ucap afwi
"ikut sekalian ah" ucap afwa
di mobil
"gus alif serius sama rayya?" tanya afwa
"serius"
"aku sebagai kakaknya merestui kalian jagalah rayya baik-baik, bimbing dia biar bisa berhenti dari dunia balap"
"iya insyaallah"
"jika nanti rayya menerima kamu kami harap kamu bisa menerima jika harus menetap di kota k karena kami akan menetap disana sama-sama"
"insyaallah"
"oh ya rayya itu doyan makan jadi siapkan kantong kamu baik-baik hahaha"
"gampang nanti aku bawa dia ke kedaiku biar bisa makan sepuasnya"
"di london ada kedai cabang milikmu?"
"belum"
"aku ada ruko kosong kalau kamu mau pakai bisa lah bayar sewa" ucap afwi
__ADS_1
"nantilah saya pikirkan dulu"
"baiklah, oh ya bukannya kamu ke kairo?"
"iya alhamdulillah sudah pulang satu minggu yang lalu"
"oh ya aku mau kasih tau kamu, rayya itu gadis manja dia selalu bermanja ke kami bertiga abi bahkan opa, aku ngasih tau cuma biar kamu nggak kaget kalau dia manja sama kamu tapi tolong ya jangan kamu bentak rayya karena kami sama sekali tidak pernah membentak nya"
"iya kak"
"ah kamu ini mas udah kayak rayya beneran sama gus alif saja, kasian tuh gus alif nya jadi canggung"
"ya semoga sayang, mas senang kalau rayya sama gus alif agar abi dan mommy tetap menetap di Indonesia"
"iya iya aku juga kalau senang rayya menikah biar bisa jalan-jalan bareng ber empat"
"itu pasti sayang"
"tenang saja ra nanti kita jalan-jalan 4 pasangan" ucap afwa
"tapi jangan lama-lama ya gus kalau mau nikahin rayya takut nya kalau lama nanti kehamilan kak nabila keburu besar nggak boleh naik pesawat"
"eh insyaallah"
"tenanglah nanti biar aku yang bujuk rayya" ucap afwi
"iya terima kasih"
di pesantren ar-rahman
"mom yang mengisi acara nanti malam sudah di pesantren belum?" tanya rayya
"belum masih di hotel"
"kapan kesini nya?" mungkin nanti sebelum acara di mulai"
"oh gitu, rayya bantu apa nih?"
"kamu masak makan siang aja sayang"
"bahan nya?"
"habis semua hehehe"
"harus ke pasar dong mom"
"iya minta antar abi gih atau kakak"
"uang nya?"
"minta abi"
"yaudah sama abi saja kalau gitu, kak naj kak nis kalian disini dulu tidak apa-apa?"
"tidak apa-apa kita bisa bantu-bantu disini"
"baiklah aku ke pasar dulu"
"ya hati-hati"
di ruang keluarga
"abiii"
"apa sayang?"
"antar adek ke pasar yuk"
"beli apa? mobil nya di pakai semua"
"naik motor abi saja cuma buat beli bahan makan siang kok tapi sama mommy di suruh beli buat persedian beberapa hari kedepan"
"yaudah ayo abi antar"
"biar aku saja yang mengantar rayya paman" ucap ken
__ADS_1
"ah aku sama abi saja kak ken, sekalian jalan-jalan sama abi"
"baiklah"