
"sudah sekarang dila sudah pergi, ayo kita berangkat nanti terlambat" ucap fadhil
"iya abi ayo aku sudah rindu dengan uti" ucap rayya
mereka pun akhirnya berangkat ke bandara dengan tenang.
"bi sudah ashar mau sholat dimana?" tanya athaar
"di masjid dekat toko oleh-oleh saja kan ada nanti habis itu cari oleh-oleh" ucap fadhil
"oke bi"
setelah tiba di masjid sebelah pusat oleh-oleh mereka pun melaksanakan sholat ashar berjamaah, setelah selesai sholat mereka pun berjalan menuju pusat oleh-oleh.
"Nabila zahra kalian saja yang beli oleh-oleh ya, mommy sama abi mau cari makanan dulu di street food depan" ucap angel
"iya mom, tapi mau beli apa oleh-oleh nya?" ucap nabila
"terserah kalian, apa aja sekira uti suka jangan lupa juga buat anaknya kak zaidan dan yang lain" ucap angel
"iya mom" ucap nabila
"ayo mas temani sayang" ucap afwa pada istrinya
"ayo ra cari oleh-oleh" ajak afwi pada zahra
"iya mas"
di dalam toko oleh-oleh.....
"ra enaknya kita beli apa?" tanya Nabila pada zahra
"hmm apa ya, perjalanan berapa jam sih kak?" tanya zahra karena dia memang belum pernah ke kota s
"3 jam palingan ra"
"oh beli ini aja bolu kukus, eh ini ada yang baru kak lapis" ucap zahra menunjuk lapis
"iya ini baru yaudah ini aja lapis sama bolu terus apalagi ra"
"nggak tau apalagi ya enaknya, hmm gimana kalau keripik?"
"uti udah nggak makan keripik ra"
"kan bukan buat uti aja tadi kata mommy buat yang lain juga"
"iya sih yaudah keripik boleh deh"
"kak mereka seru banget ya belanja kayaknya kalau mereka bersama kita harus siap-siap kantong tebal" ucap afwi pada kakaknya saat melihat 2 wanita di hadapannya sangat sibuk berbelanja
"iya dek bahaya kalau mereka bersatu, tapi kakak yakin mereka bisa mengatur keuangan" ucap afwa
"iya kak aku juga yakin akan hal itu" ucap afwi
"kalian jangan ngobrol terus dong bantuin cari oleh-oleh nya, biar cepat gak enak kalau mommy sama yang lain menunggu" ucap nabila
"beli keripik aja lah camilan buat kakak-kakak sama anak-anak nya, kalau uti cukup bolu karena sekarang kan uti tidak makan keripik" ucap afwa
"udah bolunya sama kue lapis juga sama keripik buat kakak-kakak juga, terus apalagi"
"kak beliin kurma aja gimana? sama ini ada pie susu sama bakpia" ucap zahra
"iya deh ra beliin itu saja dari pada bingung" ucap Nabila
__ADS_1
"sama ini kopi buat paman, paman sangat suka kopi ini" ucap afwi
"yaudah dek masukkan kerangjang" ucap nabila
"kayaknya udah cukup deh oleh-oleh nya, sudah penuh trolly nya" ucap zahra
"iya sebaiknya sudah saja" ucap afwa
"yasudah kalian bayar ke kasir aku sama zahra mau cari camilan untuk di pesawat" ucap nabila
"baiklah jangan lama-lama kita tunggu di kasir" ucap afwa
setelah selesai berbelanja mereka pun kembali ke mobil keluarga yang terparkir di halaman masjid.
"kalian lama sekali" gerutu rayya
"sabar dong dek tadi kakak juga beliin kamu jajan tau" ucap afwa
"aku sudah beli tadi sama mommy dan abi juga kak athaar" sahut rayya
"yaudah nanti kakak makan sendiri wleee" ucap afwa mengejek
"sudah kalian ini sudah pada gede juga masih aja suka ribut, kamu kak udah punya istri tetap aja suka meledek adikmu" ucap angel
"biarin mcm abisnya kakak kesal sama dia" ucap afwa
"jangan gitu kak nanti anak kakak kayak rayya loh" ucap afwi
"no jangan sampai bisa pecah kepalaku kalau anakku seperti rayya yang suka balapan"
"hey kakak lupa istri kakak juga pembalap ya" ucap rayya yang tidak terima
"tapi setidaknya istri kakak sudah berhenti jadi pembalap" ucap afwa
"kalian ini di biling jangan berdebat susah sekali kalau kalian tetap berdebat silahkan tinggal di rumah tidak usah ikut ke rumah uti" ucap angel mengancam
"afwa nggak berdebat lagi mom"
"rayya juga mom"
mereka pun akhirnya melanjutkan perjalanan menuju bandara.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di bandara....
"kenapa kamu ra kok kayak takut gitu?" tanya afwi pada zahra
"hmm nggak apa-apa" jawab zahra gugup
"gak apa-apa kok gugup gitu? ayo jujur ada apa?" tanya afwi penuh selidik
"ada apa sih afwi kok rame sendiri?" tanya angel
"ini mom zahra seperti ketakutan, aku tanya jawab gak apa-apa tapi dia gugup" ucap afwi
"zahra ada apa sayang? apa yang kamu takutkan?" tanya angel pada zahra
"apa kamu melihat orang-orang yang mengejar mu?" tanya fadhil
"tidak, zahra hanya takut karena ini pertama zahra naik pesawat" ucap zahra malu-malu
"aduh sayang jangan takut, nanti kamu sama afwi saja kalau takut nanti tidurlah di kamar di dalam pesawat" ucap angel
__ADS_1
"memang di pesawat ada kamarnya?" tanya zahra
"ada, kan kita nanti naik pesawat pribadi jadi ada kamarnya" ucap angel
"oh begitu" ucap zahra
"iya, afwi kamu temani zahra ya nanti tapi kamu jangan ambil kesempatan ingat bukan muhrim" ucap angel
"iya mom aku tau batasan kok" ucap afwi
mereka semua berjalan menuju tempat dimana pesawat jet pribadi keluarga thompson berada, disana sudah ada pramugari pramugara dan juga pilot beserta co pilot yang sudah menunggu kedatangan tuannya.
"selamat datang tuan nyonya tuan muda nona" ucap mereka kompak
"ya, kita langsung berangkat saja supaya cepat sampai" ucap fadhil pada sang pilot
"baik tuan, silahkan masuk" ucap pilot
"ayo ra, jangan takut mereka pilot handal kok" ucap afwi menggenggam tangan zahra
"tapi... "
"sudah tak apa ra, tenang ada aku" ucap afwi
"hmm baiklah"
di dalam pesawat zahra duduk bersebelahan dengan afwi, saat afwi memasang sabuk pengaman zahra hanya melihat saja karena dia benar-benar tidak bisa.
"kamu nggak bisa memasangnya?" tanya afwi pada zahra
"tidak" ucap nya di sertai gelengan kepala
"oke, mbak chika tolong kesini" panggilnya pada salah satu pramugari
"ada apa tuan muda?" ucap pramugari ber name tag chika
"tolong pasangkan sabuk pengaman nona muda" titah afwi
"baik, mari nona saya bantu memasang sabuk pengaman nya" ucap chika
setelah sabuk pengaman seluruh penumpang terpasang pesawat pun mulai meninggalkan bandara, pesawat mengudara bertujuan ke kota s.
"lihatlah ke jendela ra, pemandangan nya sangat Indah" ucap afwi
"tidak mau, aku sangat takut" ucap zahra lirih
"jangan takut karena nanti kalau sudah jadi istriku kamu harus ikut aku kemanapun aku pergi dan akan selalu naik pesawat" ucap afwi lembut
"tapi aku takut"
"jangan takut oke, lihatlah pemandangan yang Indah itu biar rasa takutmu hilang"
"iya Indah tapi tetap saja takut"
"mungkin karena ini kamu pertama kali naik pesawat jadi takut, tapi percayalah ketika melihat pemandangan yang Indah naik pesawat akan menyenangkan ra" ucap afwi
"begitu ya"
"iya, atau mau tidur aja di kamar? aku antar ke kamar kalau kamu takut biar di temani rayya"
"tidak aku disini saja"
"baiklah"
__ADS_1