Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
eps 80 mendapatkan hadiah


__ADS_3

pukul 4:30 pagi angel sudah terbangun dari tidurnya dan masih diposisi dipeluk fadhil, angel memandangi suaminya yang masih terdidur pulas.


angel pov


aku masih tidak menyangka jika jodohku adalah laki-laki yang saat ini berada di depanku, rasanya seperti mimpi telah menjadi istri nya, semoga aku bisa menjadi istri yang baik untuknya.


angel "kak bangun udah shubuh"


fadhil "5 menit lagi sayang"


angel "yaudah lepasin kalau gitu pelukannya aku mau ke kamar mandi"


fadhil "biarkan benigi dulu"


angel yang ingin buang air kecil dan sudah tidak bisa di tahan akhirnya mencium pipi fadhil dan membuat fadhil membuka matanya.


angel "cepet kak lepasin aku gak mau ngompol disini"


fadhil "cium lagi baru aku lepasin"


angel "ih dasar ustadz mesum"


fadhil "mesum sama istri sendiri gapapa dong"


angel mencium pipi fadhil kembali saat fadhil ingin menahan angel tapi angel telah berlari ke kamar mandi.


di dalam kamar mandi setelah buang air kecil angel memutuskan untuk mandi kebetulan di dalam kamar mandi ada jubah mandi jadi dia tidak perlu mengambil jubah mandi miliknya yang ada di koper.


setelah selesai mandi angel segera keluar kamar dan mengambil pakaian ganti di kopernya setelah itu pergi ke kamar ganti sedangkan fadhil masuk ke kamar mandi.


setelah sholat shubuh fadhil menyimak bacaan al-qur'an angel, setelah selesai angel mencium tangan fadhil dan fadhil mencium kening angel, setelah itu angel membereskan perlengkapan sholatnya namun belum selesai membereskan handphone angel berbunyi.


fadhil "angkat dulu gih ini biar aku yang meneruskan"


angel "nanggung kak biarin aja pagi-pagi udah ganggu aja"


fadhil "udah angkat dulu siapa tau penting"


yang menelpon adalah papa rey


angel "assalamualaikum pa"


papa rey "wa'alaikumsalam sayang, cepet turun ikut sarapan"


angel "iya pa"


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


angel dan fadhil menuju lt 1 dan semua anggota keluarga ternyata juga sudah berada di meja makan.


papa demian "wihh pengantin baru ya gitu bangun siang terusss"


angel "bangun siang apanya orang baru selesai ngaji"


mama cantika "udah gausah denger omongan papa dem otaknya itu harus di rukyah"


papa Satria "mumpung ada pak kyai dem mau di rukyah gak? mumpung belum balik ke kota S kalau udah balik lo yang harus kesana"


papa demian "lo aja yang di rukyah dijamin setan - setan di diri lo keluar semua"


papa rey "udah-udah jangan berantem kalian kayak anak kecil, udah tua juga gak malu apa sama anak-anak, mending kita makan keburu dingin nanti"


setelah selesai makan mereka semua memberikan hadiah untuk angel dan fadhil.


papa demian "ini hadiah dari papa dem dan mama can buat kamu"


angel "gak perlu kali pah kan aku udah dibantu juga kemarin"


mama cantika "udah ngel terima aja"


angel "oke angel terima, terima kasih papa dem, mama can"


papa Satria "ini hadiah dari papa sat dan mama tam"


angel "wah apa nih besar banget kotaknya buka aja deh"


syasya "jangan dulu nanti aja unboxing nya"


angel "iya deh iya"


papa ferdinand "nah ini dari papa fer dan mama ev"


syasya "nah sekarang lo boleh buka kotaknya"


angel "oke aku buka yang dari papa dem" angel membuka kotak kecil itu terkejut


angel "papa dem ini gak salah? ini kunci mobil kan ya?


papa demian "gak salah dong dan mobilnya ada di depan hotel"


angel "enggak deh ini pasti mahal lagian mobil angel yang dari papa udah ada 3"


papa demian "harus diterima dong kan hadiah"


papa satria "udah ngel terima aja nanti bisa dijual dibelikan saham uangnya"


papa demian "enak aja gaboleh dijual disimpan aja di garasi, 5 tahun kedepan pajaknya udah papa bayar"


angel "yaudah angel terima karena pajaknya sudah dibayar sekalian"


selanjutnya angel membuka kado dari papa Satria yang isinya cukup membuat angel terkejut.


angel "wow 5% saham willson company, kenapa enggak 50% sekalian biar nanti penghasilanku banyak"


fira "kalau 50% gue yang gak iklas"


angel "kenapa?"


fira "ya otomatis lo juga berhak jadi pemimpin di perusahaan papa gue kalo lo punya 50% sahamnya dan gue yang miskin nanti"


angel "hahaha tenang aja gue gak jahat kok 5% udah lebih dari cukup"

__ADS_1


selanjutnya angel membuka hadiah dari papa ferdinand dan angel nampak senang melihat hadiah tersebut.


angel "wow pulau Cinta, terima kasih papa fer mama ev"


kania "gaada niatan nolak gitu ngel?"


angel "enggak, kenapa lo ngarep gue nolak terus yang liburan kesana lo ya?"


kania "itu lo tau"


angel "gue tau lo yang pengen banget kesana tapi bingung kan ijinnya ke papa fer gimana"


papa ferdinand "kalau belum nikah gaboleh kesana meskipun kamu pergi sama kakak kamu"


angel "yaudah kan nikah aja"


revan "eits gaboleh duluin gue"


kania "kalo kakak gak gercep aku duluan"


angel "haa berangkat penerbangan hari ini jam 2, ini gaboleh ditunda besok gitu berangkatnya"


papa ferdinand "kenapa?"


angel "belum siap-siap kali pa"


syasya "urusan siap-siap serahin ke kita nanti kita ketemu di bandara, apapun keperluan lo dan kak fadhil akan kita siapkan"


angel "beneran nih disiapin?"


syasya "iya tenang aja"


fira "dan hadiah dari kita-kita nanti aja ya pas kalian bulan madu"


angel "iya deh terserah"


kak davian "oh ya semuanya 2 bulan lagi kita berangkat umroh jadi di mohon bapak-bapak meliburkan diri selama 10 hari"


papa demian "umroh?"


kak davian "iya, sebenarnya sih kado buat pengantin baru tapi kak rasyid dan abi ingin ikut jadi sekalian aja semuanya"


papa Satria "jujur saja selama ini kita belum pernah ke rumah allah dan kita juga gak tau bagaimana tata cara umrah"


kak davian "tenang saja nanti akan ada bimbingan dulu 3 minggu sebelum keberangkatan, nanti saya kosongkan untuk hari sabtu atau minggu kalian bisa datang ke biro umrah dan haji al-farisi yang ada di kota ini"


papa demian "boleh-boleh nanti waktunya kabari saja biar kita bisa mengosongkan jadwal dan bisa menyelesaikan pekerjaan sebelum berangkat"


papa rey "terima kasih banyak ya nak davian untuk hadiahnya"


kak davian "sama-sama pak rey"


papa rey "oh iya ikut saya semua yuk"


papa Satria "boleh sekalian kita lihat mobil dari demian"


setelah sampai di parkiran lobi hotel terlihatlah mobil hadiah dari papa demian.



papa demian "kok kamu langsung tau sih ngel ini kan keluaran terbaru"


papa rey "lo lupa kalau dia suka yang sports gitu jadi dia tau lah langsungan"


syasya "tenang ngel kita nanti balapan di sirkuit berdua"


angel "lo punya juga sya"


syasya "iya lah masa lo di beliin gue enggak, cuma gue pilih warna putih"


papa Satria "dem lo keterlaluan"


papa ferdinand "bener dem lo keterlaluan banget"


papa demian "keterlaluan kenapa?"


papa Satria "secara gak langsung lo bunuh uang gue tau gak dem"


papa ferdinand "baru 3 minggu yang lalu motor sports terbaru, ini sudah lamborghini aventador terbaru lagi, ya allah beri hamba risky yang banyak untuk hamba untuk membahagiakan anak dan istri"


revan dan kania "amiiinnn"


kania "pa syasya dan angel udah punya jadi aku harus segera dibelikan"


revan "revan juga pa, tapi revan gamau yang itu revan mau yang kapasitas 2 orang aja"


papa ferdinand "boleh kok tenang aja nanti papa belikan... "


kania dan revan "yeesss"


papa ferdinand "belum selesai, papa belikan tapi kalian harus membantu papa di perusahaan selama 3 bulan dan harus dapat proyek yang besar biar kebeli 2 mobil sports"


kania "ya ampun pa tega amat"


revan "pa kan kania udah dapat motor sports kemarin jadi revan 2 bulan aja ya pa"


papa ferdinand "keputusan papa sudah bulat tidak bisa di ganggu gugat yang mau mobil silahkan bantu papa kalau enggak ya jangan harap dapat mobil"


saat fira ingin mendekati papa Satria dan mama tamara papa Satria langsung berbicara.


papa Satria "kalau mau mobil juga bantu papa di perusahaan selama 2 bulan dan harus dapat proyek besar"


istri-istri mereka hanya menggelengkan kepala atas sikap suami mereka, sedangkan keluarga pak kyai hanya tersenyum melihat 4 keluarga itu.


papa rey "alhamdulillah ya allah terima kasih karena engkau lagi-lagi saya tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak"


papa Satria "gausah kenceng-kenceng bersyukurnya"


papa demian "udah jadi pergi gak nih?"


papa rey "jadi dong, fadhil angel kalian naik mobil baru aja"

__ADS_1


fadhil "terus papa?"


papa rey "gampang papa bisa ikut abi dan umi kamu, yuk berangkat kalian ikutin aja jangan banyak tanya nanti"


setelah mereka semua menempuh perjalanan 40 menit sampailah mereka di depan rumah yang mewah, mereka semua keluar dari mobil dan di fikiran mereka menyimpan pertanyaan rumah siapa ini.


papa rey "nah ini hadiah dari papa untuk angel dan fadhil jadi rumah ini rumah kalian"


papa demian "wow Bagus banget jadi pengen beli"


papa rey "beli aja yang sebelah belum laku tuh"


papa demian "beneran, boleh ya ma beli rumah yang sebelah"


mama cantika "silahkan"


papa demian "unch jadi makin Cinta"


papa rey "udah ayo masuk dulu"


mereka semua masuk ke dalam rumah dan duduk diruang tamu, tak lama bi inah datang membawa minuman dan makanan ringan.


angel "loh bibi ada disini?"


bi inah "iya non"


papa rey "bibi yang akan disini nanti dirumah papa akan cari pembantu baru"


angel "pa aku gak mau bi inah disini dan papa sama pembantu baru, aku lebih percaya bi inah yang jadi pembantu di rumah utama, lagian pa angel sementara gak butuh pembantu"


papa rey "tapi sayang pliss ya sama bi inah disini"


angel "bi inah sama papa aja aku percaya bi inah bisa ngerawat papa kan bi inah juga udah lama tinggal disana jadi aku mohon sama papa bawa bi inah lagi, sebenarnya angel juga senang bi inah sama angel tapi papa yang lebih butuh bi inah, lagian angel pengen tinggal di apartemen aja dan tanpa pembantu"


papa rey "oke kamu mau apartemen yang dimana papa belikan"


angel "angel akan tinggal di apartemen yang papa kasih ke angel waktu usia angel 17 tahun kemarin"


papa rey "oke papa kirim 1 pembantu kesana"


angel "enggak pa angel gak butuh, angel dan kak fadhil tinggal di apartemen itu mau mengenal 1 sama lain dan angel juga mau belajar jadi istri yang baik jadi papa enggak usah siapin pembantu"


papa rey "terserah pokoknya kalau udah ada anak harus pindah ke rumah ini atau rumah utama"


angel "iya-iya"


mama cantika "harusnya bersyukur rey anak mau belajar jadi istri yang baik itu artinya dia enggak manja lagi"


mama tamara "bener rey biar cepat juga kamu punya cucu kalau mereka tinggal berdua"


papa demian "nah bener tuh tamara dan semakin cepat lo pensiun rey, coba syasya cepet nikah seneng banget gue"


mama cantika "revan gimana? kapan lamar anak tante?"


papa demian "kalau revan mau sama anak papa dem kamu harus siap meninggalkan perusahaan papa kamu"


fadhil "lampu hijau rev cepetan"


papa ferdinand "kalau mau pergi dari perusahaan papa kamu harus bisa carikan calon suami buat adikmu yang bisa papa suruh menggantikan posisi papa di perusahaan"


fadhil "lo sih rev gercep"


revan "diem dil gue pusing kalau caranya gini"


papa rey "lah bukannya kania sama si alfa? berarti kan udah ada calon rev kenapa pusing udah masuk ke perusahaan demian aja"


papa Satria "bener rev masuk ke perusahaan demian aja"


papa ferdinand "wah kalian berdua jangan gitu"


revan "saya memang jatuh hati kepada syasya anak papa dem tapi saya masih harus memikirkan jika harus keluar dari perusahaan papa saya"


pak kyai "sholat istikharah saja nak jika kamu bingung insyaallah allah akan memberi kamu petunjuk"


papa demian "nah pak kyai bener tuh sholat istikharah saja dulu siapa tau jawabannya kamu harus keluar"


papa ferdinand "terserah deh kita bicara masalah ini lain kali"


syasya "oh iya kita pamit ya udah jam 10 kita mau menyiapkan keperluan angel dan kak fadhil dulu, sampai ketemu di bandara ngel"


papa rey "baiklah kalian hati-hati"


setelah kepergian syasya, kania dan fira serta revan, angel dan fadhil istirahat menuju kamar utama dirumah itu sedangkan yang lain juga pamit pulang dan akan datang ke bandara nanti.


pak kyai "oh iya pak rey terima kasih sudah menyediakan tempat selama saya dan keluarga berada di kota ini, saya nanti sore akan kembali ke kota S"


papa rey "loh kenapa buru-buru"


pak kyai "4 santri yang kami bawa lusa ada ujian jadi saya tidak bisa lama-lama di sini"


papa rey "oh begitu baiklah nanti akan kami siapkan jet nya"


pak kyai "tidak perlu pak rey kami sudah membeli tiket untuk pulang nanti sore"


papa demian "ya allah pak kyai kenapa beli tiket segala ada jet juga, dibatalkan saja kalau bisa terus ikut penerbangan jet saya saja nanti juga jam 2 ke kota S"


pak kyai "tidak usah pak dem nanti merepotkan"


papa demian "tidak merepotkan nanti 2 orang dari kantor saya akan ke kota S jam 2 pak kyai ikut mereka saja"


kak rasyid "tidak usah pak dem tiketnya sudah tidak bisa di batalkan"


papa rey "baiklah, nanti penerbangan jam berapa?"


kak rasyid "jam 14:30"


papa rey "baiklah, kalau begitu nanti bertemu di bandara"


Nadia, Syifa, dewa dan Firman mereka dirumah yang mereka tempati bersama keluarga pak kyai, mereka sedang membantu membersihkan rumah bersama pembantu, mereka tadi malam setelah acara resepsi memilih pulang bersama bi ijah dan pak Imam.


setelah selesai membantu bersih-bersih mereka bersiap-siap untuk kembali ke kota S nanti sore.

__ADS_1


__ADS_2