Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
bab 456


__ADS_3

di pesantren....


"alhamdulillah sudah pulang nak, kamu tidak apa-apa kan?" ucap aba hasan khawatir


"tidak apa-apa aba" ucap hana dengan senyum manisnya


"tapi tadi kamu pingsan"


"itu karena cucu aba mau menunjukkan kehadiran nya"


"alhamdulillah kamu hamil" ucap aba hasan memeluk Putri satu-satunya itu


"iya aba"


"alhamdulillah selamat ya mas mbak mau jadi kakek nenek" ucap fadhil


"terima kasih dek" ucap aba hasan


"oh ya karena afwi sudah kembali kami pamit pulang ya mas"


"eh jangan dong sebentar lagi waktunya sholat dzuhur disini aja nanti makan siang bersama"


"bukan maksud saya menolak tetapi papa mamaku ada janji dengan teman nya"


"maaf ya nak kami ada janji dengan teman yang menyusul kesini" sahut papa rey


"oh begitu tidak apa-apa kalau gitu"


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


di hotel...


"papa mama yakin mau pulang?" tanya angel


"iya nak mama sama kania saja" sahut mama evilia


ya tamu yang dimaksud adalah kania yang sengaja menyusul untuk menjemput papa mama nya.


"udah lo liburan aja disini, papa mama biar sama aku" ucap kania


"kita cuma 2 hari lagi lah di sini, kalian liburan dulu lah udah jauh-jauh masa langsung balik besok"


"gak apa-apa kali, itu yang sama athaar siapa?"


"anaknya" ucap angel santai


"jangan ngada ngada kamu dia aja belum nikah"


"tapi itu anak kecil manggil athaar nya papa"


"nemu dimana lucu gitu thaar?" tanya alfa


"di jalan om, atta ini kakek alfa dan nenek kania Salim dulu nak"


"yim"


"iya Salim"


"ih lucu nya usianya berapa sih ngel?"


"16 bulan"


"dah" ucap atthala


"pinternya anak papa"


"ma ma"


"iya mama itu"


"loh ini siapa?"


"itu Aisyah tan panggil aja ais, mama nya atthala"


"oh Aisyah"


"iya bu saya Aisyah"


"calon nya athaar ya?" tanya kania


"bukan bu"


"terus?"


"kemarin aku nabrak dia sama atthala tan dan sekarang masih pemulihan jadi di bawa kesini juga sama mommy karena dia cuma sama atthala aja disini"


"ya allah athaar untuk luka mereka nggak parah banget"


"iya tan alhamdulillah"


"bi telpon kak irfan dong ajak ke gunung kelud" ucap afwi


"mau kesana kak? kan udah pernah"

__ADS_1


"itu bi kakak mau coba lewat jalan misteri"


"jalan misteri gimana sih kak?"


"katanya tuh kalau mobilnya di matikan tetap bisa jalan gitu makanya pingin coba"


"kapan-kapan saja kalau kandungan kakakmu sudah cukup kuat perjalanan kesana kan jauh"


"iya deh bi kan masih sering kesini nanti"


"aku jadi penasaran kok bisa jalan sendiri gitu" ucap alfa


"tapi nggak bisa kesana al untuk sekarang" ucap fadhil


"ya nanti-nanti sajalah" ucal alfa


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


malam hari di kamar angel dan fadhil...


"sayang mas mau bicara boleh?"


"dari tadi kan mas bicara"


"ini penting sayang"


"apa yang penting sayang?"


"kalau Aisyah jadi menantu kita bagaimana?"


"ish bi masa athaar dapat janda sih"


"kalau sudah jodohnya bagaimana? lagi pula nabi Muhammad juga menikah dengan janda kan?"


"iya ya bi, ya kalau adeknya mau ya nggak apa-apa kalau mommy asal adek bisa menerima anaknya"


"nah sekarang abi cerita ya, sebenarnya athaar sudah sholat istikharah dan sudah bermimpi beberapa kali dia menabrak seorang perempuan dengan anaknya dan mimpi itu menjadi nyata kemarin itu"


"subhanallah, gak apa-apa bi kalau memang kakaknya mau sama Aisyah lagi pula anaknya baik dan akhlak nya insyaallah juga baik, atthala juga lucu begitu"


"apa mommy ikhlas menerima atthala sebagai cucu mommy?"


"ikhlas dong kalau mereka menikah atthala akan menjadi cucu pertama kita dan cicit pertama papa mama"


"alhamdulillah, besok beli gelang atau apa ya yang buat athaar meminang Aisyah"


"memang Aisyah nya mau?"


"baiklah, bagaimana kalau sekarang?"


"mana ada yang buka jam segini disini?"


"nggak tau coba tanya aja nanti"


"cari aja dulu di google maps yang kalau ada kita kesana diam-diam tapi"


"iya abi"


"ada nih yang ayo berangkat sekarang"


"ayo bi"


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


di kamar afwi...


"kak" panggil athaar


"apa dek" sahut afwi


"kak zahra suruh kesini kak"


"kan masih menemani ais dek"


"ada yang mau aku bicarakan sedikit saja kak"


"baiklah akan kakak panggil kak zahranya"


tak lama zahra datang bersama atthala.


"kak aku minta tolong bisa?" ucap athaar pada zahra


"kamu mau minta tolong, tau gitu nggak kakak panggilkan tadi" sahut afwi


"sedikit saja kak please" ucap athaar memohon


"minta tolong apa dek? kalau kakak bisa kakak bantu deh"


"kakak tanyakan pada Aisyah apa dia sudah ada yang melamar atau ada yang sedang dia tunggu"


"kamu suka sama ais dek?" tanya zahra


"mmm iya"

__ADS_1


"oh baiklah-baiklah tapi nggak gratis ya dek"


"ish kok gitu sih, yaudah mau apa?"


"minta yang mahal yang" ucap afwi mengompori istrinya


"nanti saja hadiahnya, sekarang aku akan kembali dan panggilan akan terhubung ke ponsel mas afwi jadi nanti dengarkan baik-baik"


"siap kakak ipar baik deh" ucap athaar


di kamar aisyah


"eh kak, kalau kakak mau ke kamar silahkan loh"


"nggak kok ais cuma minta sesuatu tadi suamiku"


"nggak apa-apa kalau kakak menemani suami kakak"


"tidak ais kakak disini saja, oh ya ais apa aku boleh tanya sesuatu ini hal pribadi sih"


"mm boleh"


"apa kamu ada pacar ais?"


"nggak ada kak aku nggak pacaran, kan pacaran itu di larang"


"kalau gitu ada yang ngajak kamu ta'aruf nggak?"


"nggak kak"


"kriteria calon suami idaman ais yang seperti apa?"


"baik sholeh bertanggung jawab sayang sama aku dan yang terpenting bisa menerima atthala kak"


"simpel ya ais, oh ya kalau misalnya ada yang tiba-tiba lamar kamu apa kamu terima?"


"kakak ini ada-ada saja mana ada yang mau sama ais apalagi ais punya anak"


"kalau ada ais"


"kalau ada ya ais terima asal keluarga nya pun juga menerima ais dan atthala"


"siapapun itu?"


"iya kak"


"kalau dia jelek kucel item dekil gimana?"


"yang penting itu dia baik tanggung jawab bukan rupa nya kak"


"tapi masak kamu cantik begini dapat mau sama yang jelek sih ais"


"kalau aku pilih yang tampan yang jelek nanti nggak bisa memperbaiki keturunan dong"


"kak zahra jangan gitu athaar ini ganteng" suara athaar di telpon itu


"tapi jelek banget loh ais, kalau dia celometan kadang jahil dan menyebalkan masa ais mau?"


"ya kalau utu sudah jodoh ais masa ais harus menolak"


"hmm gitu ya"


"yang tanyain masa idah nya"


"ais kamu merawat atthala sejak usia berapa"


"sejak dia 6 bulan kak aku merawat nya sendiri"


"berati sejak saat itu atthala pisa sama ayahnya dong"


"iya kak sejak itu kita sudah pisah"


"oh gitu"


"oh ya atthala biar aku bawa ya, aku kembali oe kamar dulu"


"iya kak"


"pintunya jangan lupa di kuci ais"


di kamar afwi....


"gimana dek sudah semua kan?" tanya zahra


"sudah kak, kakak sudah menanyakan sesuai keinginanku"


"tadi kan cuma suruh nanyain ada yang melamar atau belum dan aku sudah menanyakan begitu banyak jadi jangan lupa hadiah besar harus kamu siapkan"


"siap kak, sini atthala biar sama aku"


"sana pergilah bawa anakmu aku mau buat anak sendiri" ucap afwi


"mentang-mentang punya bini" ucap athaar kesal langsung meninggalkan kamar afwi

__ADS_1


__ADS_2