Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
eps 482


__ADS_3

"dek lo dapat jajan banyak banget? kan tadi gue yang mau beli kenapa yang borong jadi lo?"


"ya gak tau pengen aja beliin istri"


"masalahnya gue belum dapat pesanan Nabila dek"


"gampang ayo ikut gue kata ibu penjual cimol rumahnya dekat dari sini"


"serius"


"iya ayo ke mobil gue tunjukin jalan nya"


"lo aja yang nyetir"


"ogah"


"nyebelin banget sih lo"


"masuk gang depan tuh nanti gang ke 3 belok kanan rumahnya warna biru kanan jalan"


"siap tuan"


afwa melajukan mobilnya sesuai arahan dari afwi sampai di gang ke 3.


"bener ini bukan?"


"iya mungkin, tuh ada rombong nya cilung dan papeda enak mantap"


"yaudah ayo turun"


"iya"


"assalamualaikum" ucap mereka saat di depan rumah orang itu


"waalaikumsalam maaf cari siapa ya kalian ini?"


"ini pak saya mau cari yang jual Cilung di depan sana apa rumah nya benar ini?" tanya afwi


"iya benar dengan saya sendiri, ada apa ya nak"


"mau beli cilung nya 100 biji pak" ucap afwa


"maaf nak tapi hari ini nggak jualan istri saya sedang sakit"


"tapi apa tidak bisa di usahakan pak? soalnya istri saya ngidam" ucap afwa memelas


"bapak uang nya kurang buat beli obat ibu" ucap anak laki-laki yang baru datang


"terus bagaimana nak?"


"obatnya di kasih 3 kali minum sama petugas nya pak biar pas uang nya"


"yaudah suruh ibu minum obat ya bapak masih ada tamu"


"kakak - kakak ini tidak menagih hutang kan? bapak nggak punya hutang kan?"


"tidak dek kami kesini mencari bapak kamu mau beli cilung tapi ternyata bapak nggak jualan"


"iya soalnya bahan nya habis Dan uangnya juga habis kak soalnya ibu sakit"


"kalau boleh tau sakit apa?"


"ibu di tabrak orang nggak bertanggung jawab kak kakinya patah bapak gak ada biaya buat operasi"


"astagfirullah, tega sekali Yang menabrak, pak maaf bukannya egois ini tapi saya juga butuh banget bisa nggak bapak beli bahannya buat cilung sama papeda nya saya kasih uang sekarang nanti saya kembali kesini bawa dokter dan ambulans biar istri bapak di periksa gimana?"


"saya gak punya biaya buat ke rumah sakit mas"


"kami yang biayai tapi bapak buatkan dulu cilung sama papedan nya gimana?"


"beneran mas?"


"iya pak beneran, ini uangnya 1 juta cukup nggak saya cuma punya cash segitu"


"cukup mas cukup ini lebih malah"


"yaudah bapak belanja saja dulu, dek baik-baik di rumah jaga ibu nya ya kakak akan segera kembali bawa dokter dan ambulans biar ibu kamu bisa di bawa ke rumah sakit"


"iya kak terima kasih, kakak baik namanya siapa?"


"kakak afwa dan ini kembaran kakak afwi, adek namnya siapa?"


"bagas kak, terima kasih kakak sudah mau membantu"


"sama-sama, kami permisi dulu pak?"


"pak aji"


"ya pak aji, assalamualaikum"


"waalaikumsalam"

__ADS_1


1 jam berlalu afwa dan afwi sudah kembali ke rumah pedagang cilung itu dengan membawa tim medis dan ambulans sesuai janjinya.


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


"bagas ini tim medis nya kamu tunjukan kamar ibu kamu ya"


"iya kak siap"


"mas ini cilung sama papeda nya, dan ini uang kembalian nya"


"terima kasih pak, uang nya buat bapak aja" ucap afwa


"tuan muda pasien harus segera di bawa ke rumah sakit untuk operasi" ucap dokter


"silahkan dok, lakukan yang terbaik untuk pasien dengan fasilitas nomor 1"


"baik tuan"


"oh ya pak ini ada sedikit uang untuk pegangan bapak, bapak bisa ke rumah sakit ikut ambulan, insyaallah habis magrib kami akan ke rumah sakit bersama tim kepolisian biar pelaku yang menabrak istri bapak ketemu"


"ya allah terima kasih sudah mengirimkan malaikat penolong keluarga kami, terima kasih banyak mas terima kasih" ucap bapak aji menangis


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


di pesantren


jam 4 sore twins baru tiba di pesantren bahkan mereka melewatkan sholat jamaah ashar, dan kini mereka di hadapkan dengan para istri yang sudah menunggu di teras rumah.


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


"mas lama sekali" ucap zahra manja dan langsung memeluk afwi


"maaf sayang tadi ada sedikit masalah, oh iya ini mas belikan banyak jajan loh"


"beneran"


"iya ayo masuk, kamu bisa berbagi sama mommy dan adek"


"wow banyak sekali"


berbeda dengan zahra yang bahagia suami nya pulang Nabila malah kesal dengan suaminya yang pergi sangat lama.


"ini cilung nya sayang"


"udah gak minat" ucap nya ketus


"kan ada penjual lain"


"gak ada sayang, adanya jauh mas pikir itu yang dekat tapi malah ada masalah tadi, di makan ya ini cilung sama papeda, ayo masuk"


"yakin cuma cari ini aja? aku gak yakin kalau selama itu"


"nanti mas ceritakan mas mandi dulu"


"awas kalau bohong"


"nggak sayang"


di ruang keluarga


"mommy aku di bawain banyak makanan" ucap zahra senang


"wah banyak sekali, duduk nak kak Nabila mana?"


"masih di depan"


"tadi minta apa aja ra?" tanya fadhil


"gak minta bi tapi di bawain sama mas afwi"


"sebanyak itu?"


"iya bi, ini kalau abi mau"


"iya nanti saja"


"nanti keburu habis bi, rayya kan sangat suka sama semua makanan ini" ucap rayya


"ini es cendol kok bisa gak dingin ya mom"


"mungkin kelamaan nak"


"sini kak biar aku tambahin es sama gula biar dingin"


"gak ngerepotin nih?"


"nggak dong"

__ADS_1


"wah banyak banget ra makanan kamu aku cuma dapat ini" ucap nabila


"aku juga nggak tau kak, kalau kakak mau kakak boleh makan"


"Nabila memang tadi minta di belikan abang apa?" tanya fadhil


"cilung bi"


"tapi dapat kan cilung nya"


"dapat bi ini sama papeda"


"syukurlah kalau dapat abi kira nggak dapat"


"dapat bi banyak tapi masih banyakan punya zahra"


"iya kak soalnya aku tadi nggak minta sama mas afwi di belikan semua deh"


"jadi kamu nggak minta?"


"nggak"


"pantesan tadi nunggu lama kamu nggak marah"


"sudah ayo di makan dulu nak" ucap angel


"siap mommy" ucap Nabila


"mommy juga makan kata mas afwi mommy juga suka makanan ini"


"boleh nih mommy ikut makan?"


"boleh dong ini kan banyak mom"


"punya bila juga bole mom"


"makan yang banyak para bumil" ucap afwi yang bergabung di ruang keluarga


"ini enak beli dimana?" tanya fadhil


"di dekat sekolah bi yang penjual berjejer-jejer itu lo"


"oh iya dek tadi kenapa lama?" tanya nabila


"tadi yang jual cilung gak jualan dan akhirnya kita cari ke rumahnya deh suruh buatin cilung nya, sama ada sedikit masalah sih jadi lama"


"ada apa emangnya nak?" tanya fadhil


"itu lo bi istrinya pedagang cilung masa di tabrak orang dan orangnya gak tanggung jawab lagi"


"terus gimana?"


"terus kita panggil dokter dan ambulan langsung di bawa ke rumah sakit deh rencananya nanti habis magrib kita ke rumah sakit sekalian bawa pihak kepolisian dan pengacara kita biar bantu bapaknya cari pelaku" sahut afwa


"iya bi benar kata kakak, kita mau biayain operasi nya bi kasian soalnya" ucap afwi


"alhamdulillah anak abi mau menolong sesama yaudah nanti abi juga ikut ya"


"wih pada kumpul ini" ucap athaar


"waalaikumsalam pengantin baru, udah berapa ronde nih" ledek afwi


"assalamualaikum" ucap athaar


"kucel amat tuh muka belum dapat jatah ya"


"udah dong"


"bohong dosa" ucap rayya


"siapa yang bohong"


"ya kak athaar lah, ini es cendol nya bumil mommy abi kakak twins kak ais atthala sama ini punyaku dua"


"aku belum dek"


"tukang bohong gak dapat es cendol"


"kamu tau kakak bohong dari mana coba orang kakak yang ngelakuin" ucap athaar santai


"aduhh orang kak Aisyah aja pas akad lagi palang merah ya gak mungkin dong 2 hari selesai" ucap rayya meledek


"sudah lah thar jangan berbohong kita tau kali kamu belum unboxing" ucap nabila


"haisss"


"pa pa pa mam"


"mam apa sayang itu pedas"


"ini yang gak pedas buat athaala" ucap zahra

__ADS_1


"acih oti"


"sama sama sayang"


__ADS_2