Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
eps 408


__ADS_3

di pesantren.....


di rumah fadhil sedang di hebohkan oleh afwa yang merengek minta di temani ke peternakan sedangkan afwi dan athaar masih sibuk dengan mengecek pekerjaan yang di kirim oleh asisten mereka melalui email.


"ayolah dek temani ke peternakan dek" rengek afwa


"kakak tau tidak lagi sibuk ini jangan merengek seperti anak kecil" ucap afwi tegas


"ayo dong dek please temani ke peternakan" rengek afwa


"lebih baik kakak selesaikan pekerjaan yang di kirim ke email kakak karena harus selesai siang ini" ucap afwi tegas


"sebentar saja dek kakak hanya ingin mengambil telur" ucap afwa tetap merengek


"mas lebih baik turuti kak afwa mas mau ponakan mas ileran kalau nanti sudah lahir?" ucap zahra lembut


"aish kenapa aku nggak bisa menolak permintaan mu" gerutu afwi pada zahra


"hehehe sudah turuti saja dari pada nanti kak afwa mengadu ke mommy" ucap zahra


"baiklah baiklah, athaar siapkan mobil kita ke peternakan" ucap afwi tegas


"yeeyy terima kasih adik-adikku yang baik dan tampan" ucap afwa bahagia


"segitu bahagianya kamu kak ketika permintaan kamu di kabulkan" ucap afwi dalam hati


"sana kakak siap-siap masa pake sarung ke peternakan" ucap afwi


"tidak apa-apa kakak begini saja, zahra rayya kakak titip istri kakak ya, jaga kakak kalian dengan baik jangan sampai lecet" ucap afwa


"kak nabila nya dimana?" tanya zahra


"masih di kamar mungkin tidur karena dia suka sekali tidur saat ini" ucap afwi santai


"baiklah silahkan kalian ke peternakan" ucap zahra


"ayo adik-adik ku yang baik dan tampan kita berangkat" ucap afwa gembira


"untung kakak kalau bukan udah gue tendang" lirih athaar


"sabar dek turuti saja dari pada keponakan kita ileran belum lagi kalau kak afwa lapor mommy bisa-bisa kita membangunkan macan tidur" gurau afwi lirih


"iya kakak benar nanti mama cantik bisa mengamuk"


"kalian ini bisa cepat tidak, lambat sekali" ucap afwa kesal


"sabar dong kak sana kalau buru-buru berangkat sendiri" ucap athaar


"tidak pokoknya kalian harus ikut" ucap afwa


"kalau gitu sabar, mau jalan apa pinjam motor paman?" tanya afwi


"naik motor paman tapi bonceng 3" ucap afwa semangat


"ish kakak ini, yaudah lah dari pada ponakan ileran" gerutu afwi


"paman davian" teriak athaar ketika melihat pamannya


"ada apa athaar teriak nak?" ucap kak davian


"boleh pinjam motornya tidak paman? buat ke peternakan kakak ingin ke peternakan tapi naik motor dan bonceng 3" ucap athaar

__ADS_1


"baiklah ini pakailah motor paman"


"tapi paman mau kemana? kalau paman ada penting kita pinjam motor paman rasyid saja" ucap athaar


"paman tidak ada kepentingan kok, ini paman sudah pulang dari mengantar bibi kalian ke pasar" ucap kak davian


"lalu bibi nya mana paman kok cuma belanjaan nya saja?" tanya afwi


"bibi kalian ada di rumah kak almira, mau mengambil Syifa" ucap kak davian


"baiklah paman kami pinjam motornya ya mau ngambil telur di peternakan, kalau lama-lama nanti ada yang menangis" ucap afwi meledek kakaknya


"iya-iya kalian bawa saja, hati-hati ya" ucap kak davian


setelah kepergian afwa dan adik-adik nya tak lama kak nafisa datang dengan menggendong Syifa.


"assalamualaikum cucu nya kakek" ucap kak davian


"waalaikumsalam kakek" ucap kak nafisa


sedangkan baby berusia 6 bulan itu hanya tertawa tidak jelas.


"motor nya kemana mas kok jalan?" tanya kak nafisa


"dipakai anak-anak fadhil buat ke peternakan"


"siapa yang ke peternakan kok cuma pakai motor 1 abi"


"kembar dan athaar mereka bonceng 3, katanya mau ambil telur di peternakan"


"apa afwa sedang ngidam kok jam segini ambil telur? kan jam segini telur pasti sudah selesai di ambil sama santri-santri" ucap kak nafisa


"mungkin karena tadi afwi sempat meledek kakaknya, oh ya kakak nya Syifa kemana uma kok tidak ikut?"


"mungkin dia rindu abinya kan disini sudah 1 bulan dan Kevin belum menjemput mereka"


"mungkin bi tapi kata almira Kevin memang sedang sibuk katanya mau pembukaan cabang perusahaan di Kediri bi"


"ya semoga lancar usaha fadhil dan pekerjaan Kevin"


"amin, oh ya bi nanti jam berapa ke rumah sakit nya?" tanya kak nafisa


"nanti sore sayang, ayo Syifa ikut kakek" dengan senang hati bayi berusia 6 bulan itu merentangkan tangannya


di peternakan.....


"dah sampai kak sana turun ambilah telur sepuas kakak" ucap athaar


"loh ustadz kembar sama ustadz athaar kapan tiba" ucap santri penanggung jawab peternakan


"baru saja, ustadz afwa ingin mengambil telur apa masih ada telur yang bisa di ambil dari kandang?" tanya afwi


"masih ustadz tapi hanya tinggal sedikit karena sebagian sudah di kirim"


"baiklah serahkan keranjangnya biar kami sendiri yang mengambil kalian lanjutkan saja pekerjaan yang lain atau istirahat dulu" ucap afwa


"baik ustadz sebentar saya ambilkan keranjangnya" ucap santri itu


setelah mendapat keranjang athaar dengan terpaksa membawanya dan dia mengikuti kakak-kakak nya.


"kak ambilah sendiri telurnya kami hanya menemani" ucap afwi

__ADS_1


afwi mengambil telur-telur yang tinggal sedikit di kandang karena tadi pagi sekali sudah diambil telurnya.


"sedikit sekali apa ayam nya sudah waktunya ganti?" tanya afwa dengan kesal


"bukan ayamnya yang waktunya ganti kak karena memang telur nya sudah di ambil dan sudah di kirim" ucap afwi


"ish menyebalkan kenapa tidak sekarang saja ngambil telurnya baru di kirim nanti"


"kak memang kan pagi-pagi sekali sudah diambil kak ini saja masih ada sudah untung" ucap athaar


"kak sepertinya sudah habis telurnya ayo pulang" ucap afwi


"masa cuma sedikit sih" ucap afwa


"mau di buat apa sih kak emangnya? ini sudah lebih dari cukup untuk orang serumah kita" ucap afwi


"kakak pengen martabak telur tapi buatan zahra, entah kenapa kakak menginginkan nya" ucap afwa semangat


"emang zahra bisa buat?" ucap afwi


"nggak tau pokoknya mau di masakin zahra"


"istri kakak tuh kak nabila tau kenapa kakak minta calon istriku yang masak" ucap afwi tidak terima


"pengennya gitu aku juga tidak tau" ucap afwa pasrah


setelah mendapat telur mereka pun keluar dari kandang ayam.


"maaf ustadz boleh saya timbang dulu telurnya soalnya untuk pembukuan" ucap salah satu santri


"oh iya ini silahkan di timbang dulu" ucap athaar


"ini berat nya 3 kg 3 ons ustadz, apa mau di tambah?" ucap santri itu ketika selesai menimbang


"tidak aku mau itu saja" ucap afwa


"hmm masih ada sisa berapa kg?" tanya afwi


"hanya 2kg ustadz" jawab santri itu


"yasudah bawakan kita sekalian tapi disendirikan ya" ucap afwi


"baik ustadz tunggu sebentar"


"dek kenapa diambil sih sisanya" ucap afwa kesal


"kak nanti kan bisa dikasih paman atau yang lain" ucap afwi


"ini ustadz telurnya yang 2 kg" ucap santri


"oh iya, semua uangnya berapa?" tanya athaar


"tidak usah ustadz karena kata pak kyai kalau keluarga pesantren tidak perlu bayar, tapi hanya perlu tanda tangan di kwitansi ini untuk bukti ustadz" ucap santri


"oh baiklah mana saya tanda tangani" ucap athaar


"yasudah kalian semangat kerjanya, ini ada sedikit rezeki untuk kalian bisa buat beli camilan kalau boleh keluar hari minggu" ucap afwa memberikan sedikit uang


"tidak usah ustadz"


"ingat tidak boleh menolak rezeki jadi terima ya, kami permisi dulu"

__ADS_1


"iya ustadz hati-hati"


__ADS_2