
sesampainya di rumah afwi mengembalikan motor pamannya sedangkan afwa dengan semangat membawa telur yang ia bawa dari peternakan.
"assalamualaikum" ucap afwa dan athaar serempak
"waalaikumsalam" sahut rayya
"cepat buka pintunya dek ngapain di kunci segala" ucap afwa kesal
ceklek
"di rumah hanya kita bertiga makanya aku kunci" sahut rayya ketus
"opa oma kemana dek?" tanya athaar
"opa oma menjenguk uti" ucap rayya lembut
"istri kakak dimana?" tanya afwa
"dapur" jawab rayya singkat karena dia kesal dengan kakaknya itu
setelah mendengar istrinya ada di dapur afwa langsung melesat ke dapur.
di dapur....
"sayangg" panggil afwa pada istrinya
"hmm" sahut nabila
"sayang aku bawa telur dari peternakan aku mau di buatkan martabak sama zahra" ucap afwa semangat
"lagi sibuk masak makan siang buat uti jadi nanti saja" ucap nabila cuek
"gak bisa aku maunya sekarang, buatin ya ra" ucap afwa memelas
"maaf kak habis ini aku mau pergi dengan mas afwi jadi harus cepat menyelesaikan masakan untuk uti" ucap zahra
zahra sebenarnya tidak tega ketika melihat afwa memelas namun bagaimana lagi nabila dan rayya meminta untuk tidak menuruti keinginan afwa yang dianggap aneh itu.
"opa oma kemana?" tanya afwi yang baru tiba di dapur
"jenguk uti dek, oh ya habis ini kamu sama zahra ada jadwal fitting baju dek di hotel cabang, sekalian antar makan siang buat abi mommy dan uti" ucap nabila
"dengan senang hati kakak ipar" ucap afwi semangat karena paling tidak dia bisa menghindari kakaknya
"kak semua sudah selesai aku mandi dulu ya" ucap zahra
"iya ra mandi lah, afwi sebaiknya kamu juga mandi" ucap nabila
"iya kak siap"
20 menit kemudian zahra sudah kembali ke dapur untuk menata masakannya di kotak bento.
"oh ya ra kotak bento nya tambah 2 ya buat opa oma" ucap nabila
"oh iya kak siap"
"oh ya nanti pulang agak malam saja biar tidak di repotkan dia" ucapnya nabila lirih sambil melirik suaminya
"tapi sebenarnya aku tidak tega kak, lihatlah dia seperti anak kecil yang sedang ngambek" ucap zahra pelan
"tidak apa-apa ra, santai saja enak sekali aku yang hamil tapi dia yang ngidam"
"haii calon istri apa sudah siap?" ucap afwi
"sebentar lagi mas tinggal 1 kotak bento lagi" ucap zahra lembut
taklama zahra pun selesai menata makan siang untuk di bawa ke rumah sakit.
"ayo mas berangkat" ucap zahra pada afwi
"ayo, kak kita berangkat dulu ya, jangan ngambek begitu gak baik" ledek afwi pada kakaknya
__ADS_1
"kita ikut kak" ucap athaar dan rayya bersamaan
"baiklah ayo" ucap afwi
di mobil....
"ray aku tidak tega melihat kak afwa memelas seperti tadi" ucap zahra pada rayya
"aku juga tidak tega tapi bagaimana lagi salah dia menyebalkan" ucap rayya
"ada apa sih sebenarnya? aku tau ada yang tidak beres" ucap afwi
"hmm, maaf ya mas tadi kak nabila bohong sebenarnya kita tidak ada jadwal fitting tapi hanya untuk menghindari kak afwa saja karena kak nabila malu merepotkan kita dan apalagi kak nabila kesal karena dia yang hamil tapi kak afwa yang ngidam" ucap zahra lirih
"iya kak, aku tuh sebel sama kak afwa kelakuan nya itu loh sekarang seperti anak-anak" ucap rayya
"sebenarnya aku juga malas sih nuruti kedinginan pakmil" ucap afwi terkekeh
"sama aku juga malas" ucap athaar
setelah menempuh perjalanan 30 menit akhirnya mereka tiba di rumah sakit dan langsung menuju kamar rawat umi Aisyah.
"assalamualaikum" ucap mereka ber 4 lirih
"waalaikumsalam"
"mom ini makan siangnya" ucap zahra menyerahkan tas berisi makanan
"terima kasih ya nak, maaf sudah merepotkan"
"tidak kok mom" ucap zahra lembut
"oh ya kakak kalian tidak ikut?" tanya fadhil
"tidak" ucap mereka kompak
"kompak sekali anak-anak abi ini, pasti kalian sengaja menghindari kakak kan?" tanya fadhil penuh selidik
"itu abi tau" ucap athaar
"ah abi mah nggak tau kakak resek banget, pagi-pagi udah ganggu orang kerja tau bi mana deadline lagi" ucap afwi
"memang apa yang kakak kalian minta?" tanya angel
"ke peternakan ambil telur dan itu jam setengah 10 lalu minta naik motor milik paman bonceng 3 kan ngeselin bi, eh sampek rumah mau ngerepotin zahra lagi" ucap afwi panjang lebar
"anak itu kenapa ngidam nya parah sekali tadi malam mancing sekarang ke peternakan ada-ada saja" ucap fadhil
"abi tau kita tadi malam sampai jam 12 malam lebih itupun kita bisa pulang karena kak nabila dan kak zahra datang kalau tidak pasti kakak tidak mau pulang" ucap athaar mengadu
"haa jam 12 malam lebih? terus ikannya dapat seberapa itu?" tanya angel
"dapat banyak mom langsung kami bawa ke dapur umum sebagian di masak di rumah" ucap afwi
"hee kenapa kamu buka laptop afwi zayyan agfa thompson, abi sangat tidak suka ya kalau lagi berkumpul kamu kerja, apalagi ini di ruang rawat uti" ucap fadhil tegas
"abi tolong pengecualian kali ini saja bi, ini deadline jam 3 nanti bi please ya, kalau di rumah aku tidak bisa mengerjakan" keluh afwi
"iya bi athaar juga banyak sekali pekerjaan nya, boleh ya bi janji deh nggak lama" ucap athaar
"baiklah tidak boleh lama ingat itu" ucap fadhil
"cucu-cucu uti kapan sampai?" ucap umi Aisyah yang baru bangun tidur
"ah utiiii" ucap mereka kompak
"uti, uti cepat sehat ya, nanti uti temani rayya tidur ya kalau di rumah" ucap rayya manja
"iya sayang doakan uti ya" ucap umi Aisyah
"umi harus sehat, afwi mau uti hadir di acara pernikahan afwi nanti" ucap afwi
__ADS_1
"iya nak insyaallah uti datang" ucap umi Aisyah
"harus uti" ucap afwi manja
"iya, oh ya kakak kalian mana?" ucap umi Aisyah
"di pesantren mi, mungkin lagi manja-manja sama istrinya" ucap athaar sekenanya
"kamu cepatlah menikah nak mumpung uti masih ada" ucap umi Aisyah melihat athaar
"ah umi jangan seperti itu, jodoh athaar masih belum datang" ucap athaar
"sudah kalian duduklah di sofa biar mommy menyuapi uti makan siang dulu" ucap angel
mereka pun menurut perkataan mommy nya, mereka langsung duduk di sofa sedangkan afwi dan athaar menggelar karper untuk duduk karena sofanya tidak cukup.
"nak ini enak sekali makanan nya" ucap umi aisyah
"iya umi ini anak-anak yang masak, umi habis dari sini langsung ke kota k ya biar kami bisa merawat umi dan di jamin umi bisa merasakan masakan seperti ini" ucap angel
"iya nak nanti umi akan ikut bantu menyiapkan acara afwi" ucap umi Aisyah semangat
"nah sekarang umi harus makan banyak ya biar cepat keluar dari rumah sakit" ucap angel
"permisi" ucap dokter membuka pintu
"silahkan masuk dok" ucap fadhil
"maaf mengganggu mau visit pasien sebentar" ucap dokter
"iya dok silahkan" ucap angel
"ibu pusingnya sudah hilang apa belum?" tanya dokter pada umi aisyah
"pusing nya masih dok tapi sudah tidak seperti kemarin-kemarin"
"makan siangnya belum di makan ya bu? habis ini di makan ya" ucap dokter lembut
"saya makan makanan dari rumah dok" ucap umi Aisyah
"hmm maaf apa saya boleh lihat makanan yang di makan pasien?" tanya dokter
"oh iya dok boleh, ini makanan untuk umi, silahkan dokter lihat" ucap angel
"makanan nya sudah sesuai daftar kemarin, semoga pasien cepat sembuh, tekanan darah pasien juga sudah mulai menurun kalau kondisi pasien seperti ini terus insyaallah lusa bisa pulang"
"alhamdulillah, terima kasih dok" ucap fadhil
"sama-sama, ibu silahkan di lanjut makan siang nya saya mau visit pasien lain, permisi" ucap dokter
"alhamdulillah umi lusa sudah boleh pulang" ucap angel
"iya nak alhamdulillah" ucap umi Aisyah
"umi fadhil keluar sebentar ya, umi sama istri dan anak-anak fadhil dulu" ucap fadhil lembut
"iya nak silahkan"
"mas kamu emang sudah selesai makan? mau kemana sih?" tanya angel
"mau mengantar papa mama ke hotel katanya ada teman papa disana, sama ketemu kak davi dan kak rasyid aku mau bicara kalau umi aku ajak ke kota k sehabis dari rumah sakit" ucap fadhil
"oh baiklah hati-hati dijalan" ucap angel
"besan saya pamit pulang dulu ya soalnya ada teman yang menunggu di hotel" ucap papa rey
"iya besan, maaf besan kesini malah saya masuk rumah sakit" ucap umi aisyah
"tidak apa-apa besan, semoga lekas sembuh biar bisa mendampingi cucu kita menikah" ucap papa rey
"amin"
__ADS_1
"lekas sembuh ya besan" ucap mama evilia
"iya besan doakan ya"