
sesampainya di tempat sate langganan angel dan fadhil segera turun dari mobil, dan ternyata disana sudah ada syasya dan juga fira berserta pasangan masing-masing.
syasya "loh bumil, katanya check up?"
angel "udah pulang, kalian kok gak ajak-ajak?"
fira "iya sorry kita kira check up nya lama jadi gak bilang deh kalau kesini"
angel "oh gitu"
fadhil "kalian udah lama" ucapnya yang baru memesan sate
revan "belum, ini pesanan juga belum datang"
fadhil "oh gitu"
alfa "habis inj kalian kemana dil?"
fadhil "ke toko buku"
alfa "sama dong, bareng-bareng aja biar lebih seru"
fira "ayolah rame-rame ngel"
angel "ya ayo aja"
syasya "kenapa gak semangat gitu ngel?"
angel "aku lapar"
syasya "ya ampun bumil, lapar mulu"
angel "belum makan malam aku"
fira "wah kak fadhil istrinya kok bisa kelaparan sih"
fadhil "bukan kelaparan, tadi dia minta martabak tapi dapatnya sosis sama kerak telur terus minta kesini deh"
fira "sosis nya habis berapa?"
fadhil "3 biji", sebenernya beli 5 biji sih" lanjutnya dalam hati
syasya "ini sih bukan kelaparan tapi suka makan ya kali sosis 3 biji enggak kenyang"
pedagang sate "ini pesanannya mbak-mbak mas-mas"
fira "yang banyak ini buat siapa pak?"
fadhil "buat angel fir"
pedagang sate "iya tadi mas nya yang pesan, ini ngomong-ngomong yang satunya kok gak ikut?"
angel "kania pak? dia sudah terbang ke Australia pak kemarin"
pedagang sate "pantas saja berberapa hari yang lalu kesini bilang kalau gak bisa kesini lagi sering-sering"
angel "nah sekalian pak kita semua juga mau pamit, kita juga gak bisa sering-sering kesini seperti biasanya lagi karena kita akan ke luar negeri juga untuk melanjutkan pendidikan"
pedagang sate "langganan bapak hilang semua dong yang cantik-cantik"
syasya "bapak tenang saja 6 bulan sekali kita pulang ke Indonesia, pasti kita akan kesini"
pedagang sate "baiklah, bapak hanya bisa mendoakan kalian semua, semoga diberi kelancaran dalam pendidikannya dan semoga selalu diberi kesehatan"
"amin" jawab mereka semua kompak
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
setelah puas makan sateadan fadhil juga membungkus satenya siapa tau sang istri akan lapar lagi, mereka semua pergi ke toko buku dengan mobil masing-masing.
sesampainya di toko buku mereka semua segera masuk toko, para laki-laki mengambil troly belanja dan mendorongnya mengikuti para wanitanya.
angel "mas biasanya pake pulpen yang mana?"
fadhil "yang mana aja yang, sama aja yang penting bisa di pake"
angel "baiklah, yang ini aja kalau gitu"
angel mengambil 2 pack pulpen dan 1 pack tip ex.
__ADS_1
fadhil "pensilnya yang, sama penghapus"
angel "yang mana yang, kamu aja yang milih, aku tiba-tiba malas"
fadhil "huft pengaruh hormon ini pasti" ucapnya dalam hati
fadhil "iya sayang kamu bilang aja yang kamu butuhkan nanti mas ambilkan"
fadhil bersabar dalam menghadapi perubahan hormon kehamilan sang istri.
angel "pensil penghapus udah, sekarang penggaris mas"
fadhil "mas udah punya, kamu aja yang beli"
angel "yaudah beli 1 aja buat jaga-jaga, aku juga punya sih"
fadhil "oke, beli apa lagi yang?"
angel "beli buku catatan mas, yang banyak sekalian"
fadhil "beli 4 aja yang yang kecil, nanti kalau kurang kita bisa beli disana"
angel "iya gapapa, kalau udah beli binder mas yang besar sama isinya yang banyak sekalian pembatas kertasnya mas"
fadhil mengambil semua yang di ucapkan sang istri dengan cepat.
fadhil "apalagi yang?"
angel "sepertinya sudah mas, eh pulpen warna belum"
fadhil "oke mas ambilkan"
setelah semua dirasa cukup fadhil kekasir untuk membayar belanjaan, setelah membayar mereka semua pulang ke rumah masing-masing.
angel "mas janjinya beliin martabak"
fadhil "iya sayang, kita beli di dekat traffic light depan ya"
angel "iya mas"
akhirnya fadhil dan angel sampai di tempat penjual martabak, fadhil segera turun dan memesan martabak karena kebetulan sedang sepi.
pedagang "iya mas, silahkan ditunggu dulu"
fadhil "saya tunggu di mobil ya pak, istri saya disana soalnya"
pedagang "iya mas tidak apa-apa"
fadhil kembali ke mobil untuk menemani istrinya.
angel "mana martabak nya mas?"
fadhil "masih dibuatkan sayang"
angel "kenapa mas kembali?"
fadhil "menemani bidadari nya mas dong, oh ya sayang gimana kalau kita bawa bibi dari sini buat bantu kamu di amerika"
angel "aku gak mau mas"
fadhil "tapi sayang, mas khawatir sama kamu loh, apalagi ada twins di perut kamu nanti kamu kecapean yang"
angel "aku gapapa mas, gausah bawa bibi ya"
fadhil "nanti mas tanya dulu sama papa, abi dan umi bagaimana baiknya"
angel "yaudah terserah mas saja, tapi aku tidak mau bibinya tingga 1 apartemen"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
setelah pesanan mereka jadi, fadhil mengambil nya dan membayar nya dan segera pulang ke rumah.
sesampainya di rumah mereka langsung menuju ruang keluarga.
fadhil "bi minta tolong bawain piring kosong ke ruang keluarga ya 4"
bi inah "baik den, minumnya apa den, non?"
angel "jus jeruk bi es nya yang banyak"
__ADS_1
fadhil "samain aja bi"
bi inah "baik den, non"
tak lama bibi datang membawa 4 piring kosong dan 2 gelas jus jeruk.
fadhil segera memindahkan sate dan martabak ke piring-piring yang di bawa bibi.
bi inah "biar bibi bantu den"
fadhil "tidak perlu bi, ini saja bibi bawa ke belakang dibagi dengan yang lain"
papa rey "bi sekalian ambil yang saya bawa tadi ya"
bi inah "baik tuan, den, terima kasih banyak"
fadhil "nih yang cepet di makan"
angel "aku mau martabak telur aja mas"
fadhil "yaudah ini"
bi inah "ini tuan seafood nya"
mendengar kata seafood mata angel langsung tertuju kepada bi inah.
angel "seafood dari mana?"
papa rey "bi kembali aja kebelakang sama yang lain, nanti bibi tidak kebagian lagi"
bi inah "baik tuan"
papa rey "udah makan saja sayang biar cucu-cucu kita yang ada di perut kamu cepat besar"
angel "seafood dari mana ini?"
papa rey "pinggir jalan yang biasanya kita kesana"
umi aisyah "iya nak, enak banget seafood nya, cepat di makan"
angel "oh jadi papa, abi dan umi tadi pergi ke tempat seafood ini"
pak kyai "iya, papa kamu yang mengajak dan disana juga ada pak demian dan pak Satria"
angel "bagaimana bi rasanya enak tidak?"
pak kyai "enak masakan kamu nak"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
setelah kenyang dengan memakan seafood angel menyudahi makannya dan dia segera pergi ke kamar.
sesampainya di kamar angel duduk di sofa yang ada di kamar.
fadhil "tidak langsung tidur yang?"
angel "bentar lagi aja mas, aku mau duduk dulu"
fadhil langsung bersimpuh di hadapan istrinya, dia menciumi perut istrinya.
angel "mas geli"
fadhil "bentar aja sayang, mas mau ngomong sama twins"
fadhil "assalamualaikum anak-anak abi, kalian ternyata ada dua ya, abi dan mommy sangat bahagia saat mendengar kalian twins nak, apalagi kakek, nenek dan opa kalian mereka sangat bahagia, baik-baik di perut mommy ya sayang, jangan merepotkan mommy" setelah berbicara dengan twins fadhil kembali mencium perut angel setelah itu mencium kening angel
fadhil "terima kasih sayang"
angel "sama-sama mas, terima kasih juga sudah menuruti ngidamnya aku dan selalu di sampingku saat awal kehamilan"
fadhil "iya sayang, tidur yuk sudah malam loh"
angel "perlengkapan yang tadi di beli belum di masukkan koper mas"
fadhil "biar nanti mas yang masukkan koper sekarang istirahat dulu"
angel dan fadhil segera ganti baju tidur dan setelah itu fadhil menidurkan angel di dalam dekapannya.
tak butuh waktu lama untuk menidurkan sang istri di dekapannya, setelah benar-benar tidur fadhil segera mengemas barang-barang mereka yang belum masuk ke koper.
__ADS_1
setelah selesai fadhil segera menyusul sang istri ke alam mimpi.