
dirumah pak kyai kak fatimah sedang memasak telur asin.
umi aisyah "nak sudah malam lo, dilanjutkan besok saja"
kak fatimah "tanggung umi, kurang 1 jam lagi rebusnya"
umi aisyah "angel pulangnya kesini juga masih besok nak"
kak fatimah "takutnya besok angel minta umi jadi fatimah masakkan sekarang saja telur asinnya"
umi aisyah "yasudah umi tinggal dulu ya"
kak fatimah "iya umi, selamat istirahat"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
pagi hari angel meminta sarapan bubur ayam di pasar dekat pesantren, mau tidak mau mereka harus segera meninggalkan hotel tanpa pamitan karena memang masih pukul 5 pagi.
fadhil hanya mengirim pesan singkat kepada papa rey untuk memberi tahu bahwa dirinya dan angel mencari bubur ayam dan langsung ke pesantren agar papa rey tidak khawatir.
saat ini angel dan fadhil sudah berada di penjual bubur ayam.
angel "mas aku mau makan di mobil saja sambil keliling kota"
fadhil "yakin sayang?"
angel "iya yakin"
fadhil "yaudah mas pesankan dulu ya sayang"
angel "aku mau turun mas sepertinya penjual bubur ayam juga jualan yang lain"
fadhil "baiklah, ayo sayang"
angel dan fadhil turun dari mobil menuju ke penjual bubur yang kebetulan masih sepi.
fadhil "tumben masih sepi pak?"
penjual "iya mas biasanya jam 6 ke atas rame nya"
angel "pak buburnya di bungkus 2 ya"
penjual "iya mbak, di tunggu dulu ya"
angel "pak minta plastik nya dong aku mau ambil teman-temannya bubur"
fadhil "teman-temannya bubur mana sayang"
angel "ini sate usus, sate telur puyuh, sate ampela hati, cakar pedas"
fadhil "kirain apa yang"
penjual "mbaknya bisa saja masak sate dibilang teman-temannya bubur"
angel "makan bubur ditemani sate-sate ini tambah nikmat tau pak"
penjual "ini buburnya mbak mas"
fadhil "berapa totalnya sama itu pak?"
penjual "satenya 10 biji 25.000, cakar pedasnya 5 biji 7.500, 2 porsi bubur ayam 20.000 jadi totalnya 52.500"
fadhil "ini pak uangnya, sisanya ambil saja"
penjual "ini masih banyak loh mas"
fadhil "tidak apa-apa pak ambil saja"
penjual "terima kasih mas, semoga rezeki keluarga mas lancar"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
setelah mendapatkan bubur ayam fadhil membawa angel keliling kota s sesuai permintaan sang tuan Putri.
di dalam mobil angel sangat menikmati makan bubur ayam dan sate-satenya, fadhil hanya melirik sekilas istrinya setelah itu fokus lagi menyetir.
angel "mas sate ususnya aku habiskan ya?"
fadhil "iya sayang, habiskan semua sampai kamu kenyang"
angel "kalau aku gendut gapapa memangnya?"
fadhil "gapapa dong, kalau kamu berisi tambah seksi tau apalagi kamu berisi karena ada anak kita di perut kamu"
angel "jangan gombal jawab yang jujur"
fadhil "mas sudah jawab jujur sayang, kalaupun kamu nanti berat badannya naik itu wajar sayang karena di perut kamu ada dedek bayi, nanti kalau dedek bayinya lahir badan kamu pasti kecil lagi karena sudah gak ada dedek bayinya di perut kamu"
angel "berarti aku boleh makan sesuai keinginanku kan mas?"
fadhil "iya sayang, selagi mas bisa membelikan dan mencarikan mas bakal turuti semua yang kamu mau"
angel "baiklah, terima kasih mas"
tanpa terasa makanan angel sudah habis, hanya tinggal 1 porsi bubur ayamnya.
angel "mas aku suapi ya"
fadhil "tidak usah sayang, kamu makan aja ya bubur nya"
angel "ayolah mas, aku pengen nyuapi mas"
fadhil "kalau gitu kita berhenti di taman kota saja, biar mas fokus makannya dan sekalian beli air mineral"
angel "boleh mas sekalian menikmati udara pagi di taman kota"
setelah sampai di parkiran taman kota angel segera menyuapi suaminya.
angel "mas makan dulu aaaaa"
fadhil "enak yang buburnya, kita makan di kursi sana yuk sama beli minum"
angel "enggak mau makan disini saja, mas keluar dulu beli minum gapapa"
fadhil "enggak deh itu ada pedagang asongan kok, mas manggil aja"
fadhil memanggil pedangang asongan dan membeli 2 botol air mineral.
angel "mas habis makan langsung ke pesantren ya"
fadhil "loh kenapa? katanya mau menikmati udara pagi di taman"
angel "enggak jadi, aku kan mau ikut kak rasyid ke tempat ternak bebek"
fadhil "kirain mas udah lupa"
angel "ya enggaklah, ini suapan terakhir ya mas jadi kita langsung pulang",
fadhil "iya sayang"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
sesampainya di pesantren kebetulan kak rasyid akan pergi ke kandang bebek.
angel "kakak mau ke kandang bebek?"
kak rasyid "hehehe iya"
angel "tungguin aku ikut"
kak rasyid "iya kakak-kakak kamu juga pada ikut kok"
fadhil "seirus mas? mau ngapain?"
kak rasyid "ambil bebek sayur katanya mau masak bebek bakar"
fadhil "wah seru nih, bolehlah ambil banyak gratis juga"
kak rasyid "punya kamu kali dek"
__ADS_1
kak davian "kebanyakan usaha lupa kali mas"
fadhil "abang datang nimbrung aja sih"
kak rasyid "udah jangan mulai berantem, anak-anak kemana dav?"
kak davian "ikut abi sama umi ke pesantren mas"
fadhil "bang disini lama?"
kak davian "enggaklah 1 minggu aja"
fadhil "kirain lama, nanti sekalian ikut ke amerika bang mas"
kak davian "jadi berangkat?"
kak rasyid "iya jadi? istrimu kan lagi hamil muda"
fadhil "jadi, sama mertua tetap disuruh pergi makannya diantar pakai pesawatnya sendiri biar anak sama cucunya nyaman katanya"
kak davian "iya sih ada kamar tidurnya"
kak rasyid "sebelum berangkat bawa istrimu check up dulu dil"
fadhil "iya mas pasti, kemungkinan dokternya juga ikut"
kak davian "iya itu lebih aman"
kak fatimah "bi ayo berangkat"
kak rasyid "sebentar umma, nunggu nafisa sama angel"
kak fatimah "nafisa sama angel ikut bi?"
kak rasyid "iya, kalau angel kan memang abi sudah janji dari kemarin kalau nafisa ikut suaminya"
kak fatimah "tau gitu umma keluar bareng mereka bi"
fadhil "itu mereka datang mbak"
kak davian "yuk berangkat, bawa motor saja"
kak Rasyid "bawa mobil aja dav ada ibu hamil soalnya"
angel "gapapa kok kak bawa motor"
kak rasyid "jangan jalannya terjal"
mereka pergi ke tempat ternak bebek telur dan bebek sayur, sesampainya disana sudah ada beberapa santri yang ikut membantu merawat bebek.
angel "mas bebek telur sama bebek sayur bedanya apa? bukanya sama-sama bebek?"
fadhil "beda sayang, kalau bebek telur itu usia bebeknya sudah usia 5 sampai 6 bulan mereka baru bisa bertelur kalau bebek sayur itu usia 40 hari kita sudah bisa panen"
angel "cepat dong berarti panennya"
fadhil "iya cepet"
kak rasyid "kalian panen sendiri ya mas mau ngurusin bibit bebek sayurnya"
fadhil "bibitnya biasanya datangnya kan 1 minggu sekali mas tiap ahad"
kak rasyid "sekarang 3 hari sekali, kan mas buat kandang lagi"
fadhil "oh gitu, tambah banyak dong berarti"
kak rasyid "ya alhamdulillah, biar bisa panen 3 hari sekali dek"
fadhil "berapa ekor yang datang mas bibitnya?"
kak rasyid "500 ekor"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
setelah semua puas mengambil telur dan bebek sayur mereka kembali ke pesantren.
kak nafisa "dibuat bebek bakar"
kak fatimah "bebek goreng juga nanti"
angel "terus telurnya?"
kak fatimah "buat telur asin, kalau udah jadi bisa buat sambal telur asin"
angel "ajarin angel buat dong kak"
kak nafisa "udah pintar masak masih kurang?"
angel "kan belum pernah buat sambal telur asin aku"
kak fatimah "gampang nanti mbak ajarin"
angel "telur asinnya udah jadi memang?"
kak nafisa "udahlah kak fat aja lembur sampe malam"
kak fatimah "enggak kok dek cuma sampek jam 9"
setelah sampai di pesantren mereka semua segera turun dan membersihkan diri di kamar masing-masing sedangkan para laki-laki mereka menyembelih bebek-bebek yang tadi diambil.
setelah selesai para wanita pergi ke dapur untuk menyiapkan bumbu-bumbu.
angel "enak di ungkep dulu nih kak"
kak nafisa "iya enak diungkep dulu memang"
kak fatimah "tanya umi dulu ini buat makan siang apa makan malam kalau makan malam kita ungkep kalau makan siang direbus saja biar cepet"
umi aisyah "makan malam saja anak-anak umi yang cantik-cantik" ucapnya baru tiba di dapur
kak fatimah "eh umi"
kak nafisa "anak-anak dimana mi?"
umi aisyah "anak-anak sama abinya jabut bulu-bulu bebek"
kak nafisa "oh gitu mi"
kak fatimah "umi istirahat saja mi"
angel "umi mau makan siang apa? biar kita masakin dulu"
umi aisyah "terserah kalian saja nak, umi ikut saja"
angel "baiklah umi"
umi Aisyah "umi pergi dulu ya kalau gitu"
setelah kepergian umi mereka bertiga berbagi tugas.
kak fatimah "naf kamu sama angel masak makan siang ya aku nyiapin bumbu ungkep"
angel "oke kak"
kak nafisa "yuk ngel kita masak"
angel "mau masak apa kak? dikulkas adanya kangkung sama udang aja"
kak fatimah "eh lupa mbak belum belanja dek"
kak nafisa "yaudah ke pasar dulu ngel kalau gitu"
angel "yaudah ayo"
saat keluar rumah bertepatan dengan ketiga laki-laki sudah berada di depan rumah dengan membawa bebek-bebek yang sudah di bersihkan.
angel "mas aku pergi dulu ya sama kak naf"
fadhil "mau kemana?"
__ADS_1
angel "ke pasar"
fadhil "mau naik apa?"
angel "motor"
fadhil "enggak boleh"
angel "yaudah kalau gitu aku bawa mobil"
fadhil "mas anterin aja"
angel "gak mau mas bau"
kak davian "udah gapapa dil orang kita emang bau gini"
angel "boleh ya mas"
fadhil "yaudah boleh tapi pelan-pelan aja bawa mobilnya, kak naf kalau dia ngebut jangan boleh ya"
kak nafisa "iya siap"
angel dan kak nafisa pergi ke pasar membawa mobil dan angel sebagai sopir.
setelah sampai di pasar mereka segera turun dari mobil dan segera masuk pasar.
angel "kak naf mau beli apa aja?"
kak nafisa "beli apa ya, bingung"
angel "masak tumis jamur kancing sama brokoli sama udang aja gimana?"
kak nafisa "boleh tapi kakak gak bisa ya masak nya"
angel "gapapa lah yang penting di bantuin, nanti sama udang crispy aja anak-anak pasti suka"
kak nafisa "sama buat sayur sop dan perkedel aja dek "
angel "nah enak tuh kak"
kak nafisa "sama ayam goreng kesukaan abi sekalian dek, sama kamu buatin sambal matahnya"
angel "iya siap, berarti beli ayam, udang, jamur kancing, sop, brokoli sama kentang"
kak nafisa "iya sama bumbu-bumbu nya sekalian takutnya dirumah umi habis kan kita gak tau"
angel "oke siap"
waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 wib angel dan kak nafisa sudah selesai berbelanja dan mereka segera keluar pasar menuju parkiran.
setelah memasukkan barang-barang di bagasi mereka segera kembali ke pesantren.
kak nafisa "dek pelan-pelan bawa mobilnya"
angel "ini sudah setengah sebelas kak sampai rumah pasti jam 11 kurang 10 menit kalau kita pelan"
kak nafisa "gapapa dek, pasti selesai tepat waktu kok masaknya"
angel "iyadeh pelan-pelan"
sesampainya di pesantren mereka segera mengambil barang-barang dibagasi dan membawanya masuk ke dalam rumah.
sesampainya di dapur angel dan kak nafisa segera memasak.
angel "kak rebus ayamnya dulu bumbunya minta kak fatimah saja"
kak nafisa "oke"
kak fatimah "ngel pelan-pelan motong jamurnya"
angel "iya kak fat"
jam menunjukkan pukul 12 siang dan adzan sudah terdengar.
umi aisyah "sayang-sayangnya umi apa kalian tidak sholat dhuhur?"
angel "kita sholat di rumah saja umi"
kak fatimah "fatimah lagi libur umi"
kak nafisa "kita nanti gantian saja mi sholatnya"
umi aisyah "yasudah umi berangkat ke masjid dulu, kalian jangan lupa sholat"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
angel dan kak nafisa selesai memasak, mereka juga sudah sholat dhuhur, saat ini mereka sedang menata masakan mereka di meja makan.
tak lama mereka yang sholat jamaah di masjid sudah kembali dan mereka langsung menuju ruang makan.
zaidan "aunty buat udang crispy?"
angel "iya boy aunty buat udang crispy"
zaidan "baiklah zaidan mau makan banyak"
kak fatimah "kalau udang crispy selalu makan banyak"
zaidan "kan enak umma"
pak kyai "sudah ayo makan, abi sudah sangat lapar lihat sambal matah"
umi aisyah "yaudah umi ambilin, abi makan yang banyak"
fadhil "yang ambilin dong tumis jamur sama perkedel aja"
angel "iya mas, sama udang crispy sekalian nggak?
fadhil "iya boleh, daripada dihabisin zaidan sama almira"
mereka semua makan dengan tanpa suara hanya suara sendok dan piring saja, setelah selesai makan fadhil membawa istrinya ke kamar.
fadhil "mbak-mbak aku bawa angel istirahat dulu ya"
kak nafisa "iya dek bawa aja istrimu pasti capek soalnya tadi belanja juga ke pasar"
umi aisyah "sama siapa ke pasar?"
angel "sama kak nafisa kok umi"
umi aisyah "naik apa kalian?"
angel "mobil umi"
umi aisyah "kamu yang nyetir?"
angel "iya umi"
umi aisyah "fadhil kenapa kamu biarkan menantu umi pergi sendiri nyetir mobil lagi" ucapnya sambil menjewer telinga anaknya
fadhil "sakit umi, mereka ingin pergi berdua mi fadhil sudah melarangnya kok"
angel "umi suamiku kok dijewer kenapa tidak kak dav saja yang dijewer"
umi aisyah "baiklah umi akan jewer kak dav"
fadhil dan angel langsung pergi ke lantai 2 menuju kamar sedangkan umi menjewer davian karena membiarkan istrinya ke pasar sendiri, kak rasyid memilih pergi ke kamar bersama istrinya.
kak davian "sakit umi telinga abang"
umi aisyah "salah kamu bang membiarkan 2 menantu umi pergi ke pasar sendiri tanpa kalian, umi saja kalau ke pasar selalu didampingi abi"
pak kyai "sudah ya umi biarkan saja toh mereka baik-baik saja kan, lain kali jangan diulangi ya nak, jangan biarkan wanitamu mandiri bantulah dia meskipun tidak butuh bantuanmu"
setelah itu mereka pergi ke kamar masing-masing untuk istirahat siang.
**SAMPAI DISINI DULU YA GUYS MAAF JIKA KEMARIN DAN HARI INI HANYA 1 BAB YANG AUTHOR UPDATE
VOTE YANG KENCENG BIAR AUTHOR SEMANGAT NGETIKNYA**
__ADS_1