Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
eps 108


__ADS_3

jam 4 sore teman-teman angel sudah datang sedangkan angel sedang memasak di dapur.


setelah di persilahkan masuk oleh fadhil teman-teman angel segera menuju dapur untuk membantu angel.


syasya "apa yang bisa di bantu nih?"


angel "taruh salad ini di freezer sya sekalian ambil jamur kancing sama brokoli sama sosis"


kania "gue sama fira ngapain?"


angel "fira biar bantu syasya potong-potong aja, elo bantu giling daging ayam, sapi domba dicampur jadi satu, dagingnya udah gue siapin di wadah hijau, penggiling dagingnya di bufet atas pintu nomer 4"


kania "oke siap"


fira "ngel pisaunya dong"


angel "ambil aja di rak fir"


syasya "ini motongnya terserah kan?"


angel "terserah sya"


kania "ini mau masak apa sih ngel? daging kok campur-campur gini"


angel "mencoba masak kofte yang khas Turki itu loh kan"


kania "wah lo ngel teman-teman lo aja masak makanan yang biasa lo masak belum bisa sedangkan lo malah udah mau masak masakan timur tengah"


syasya "bantuin kita dong ngel buat belajar masak biar bisa nyenengin suami ntar"


fira "iya ngel, apalagi lo mau pindah ke amerika, setidaknya kita bisa masak ala chef angel"


angel "hmm, gue kasih waktu 2 bulan gimana? dan selama latihan masak kalian bawa bahan sendiri dan jurinya para orang tua kalian, masaknya weekend aja"


syasya "gapapa tapi masak buat makan malam aja"


angel "makan siang aja malam gue kencan kalau sabtu, kalau minggu gapapa malam"


kania "ikut kamu aja yang penting belajar masak"


fira "aku juga ngikut"


syasya "yaudah sabtu ini kita masak di apartemen lo"


angel "sempit kali sya disini, dirumah kalian gapapa nanti aku sama kak fadhil kesana"


syasya "sabtu dirumah gue aja"


kania "minggu dirumah gue"


fira "gue minggu depan dong"


angel "ya terserah yang penting kalian masak bertiga nanti aku ajarin sama aku bagi resepnya, asal kalian gak buka restoran aja"


syasya "gak tertarik gue ngel, gue pengen diem aja dirumah ngurus anak sama suami"


kania "iya bener ngel, lo tau kan rasanya seperti anak pembantu dan baby sitter"


fira "apalagi kalau ditinggal ke luar kota atau negeri berhari-hari udah kayak anak gapunya orang tua"


angel "iya gue tau kok makanya gue lebih milih nikah daripada ngurus bisnis papa, gue pengen anak-anak gue gak kurang kasih sayang"


meskipun mereka banyak bicara tapi mereka sudah menyelesaikan masakan tumis jamur kancing, brokoli dan sosis.


angel "sya bersihin udang ya"


syasya "ini semua?"


angel "3 bungkus aja sya, 1 bungkus buat udang crispy dan yang 2 bungkus buat udang saus padang"


kania "baru lagi lo belajar dari mana sih ngel?"


angel "dari bi inah dan mama, kan bantuin halusin bumbu ya dan fir tolong ambil tepung terigu sama tepung roti ya"


kania dan fira "siap bos"


angel "tolong kofte sama domba panggangnya taruh meja ya fir"


fira "kofte nya kok kayak beda"


angel "gatau juga ada 2 resep soalnya ada yang di panggang ada yang di goreng, aku milih di panggang sekalian manggang daging dombanya" dan fira hanya ber oh ria

__ADS_1


kania "ngel ini bumbunya udah"


angel "bentar kan nunggu udangnya syasya"


syasya "nih ngel udah gue cuci sekalian"


angel "oseng bumbunya kan, gue rebus dulu udangnya"


kania "minyaknya segini cukup?"


angel "cukup kan, pakai api sedang ya" dan kania hanya mengangguk


syasya "ada lagi yang bisa di bantu?"


angel "tepung terigunya kasih bumbu-bumbu instan ini sya udah gue siapin terus kasih air secukupnya, kan gue masukin ya udangnya lo oseng-oseng sampai bumbunya merata"


syasya "ngel adonannya gini?"


angel "iya sya, terus lo celupin udangnya ke situ terus masukin ke tepung rotinya"


syasya "fir lo yang taburi tepung rotinya"


fira "iya siap"


angel "kan itu kayaknya udah siap, lo tiriskan di mangkuk atau piring yang kira-kira cukup ya"


kania "oke ngel"


fira "ngel ini yang udah di kasih tepung udang banyak"


angel "bawa sini fir biar gue goreng"


kania "masak gini aja sampek setengah 6"


angel "hah setengah 6, kan lo lanjutin bentar gue ke kamar dulu"


angel berlari menuju kamarnya di lantai 2 dan temannya hanya menggelengkan kepala melihat angel panik.


angel "mas udah mandi belum?"


fadhil "belum sayang masih mengerjakan konsep resto dan liburan keluarga kemarin"


angel "mandi dulu gih, aku siapin bajunya udah setengah 6 mas"


angel "aku belum selesai masak, mas mandi sendiri ya bajunya aku taruh sini, aku tinggal ke dapur ya mas"


fadhil "iya sayang"


angel segera kembali ke dapur untuk melanjutkan menggoreng udang.


angel "kan biar gue yang lanjutin goreng lo mandi dulu gih, oh iya gue kok baru sadar ya kalian bertiga berhijab"


syasya "iya gimana sadar lo fokus masak"


angel "kalian berhijab sejak kapan?"


kania "sejak pulang umrah"


angel "terus seminggu ini kalian gak ngampus kemana? kalian masuk cuma hari pertama doang"


syasya "memantapkan hati untuk berhijab aku ngel, mereka berdua juga"


angel "alhamdulillah, jangan dilepas lagi hijabnya, gimana rasanya pakai hijab?"


syasya "adem gitu rasanya"


kania "udah gak di godain cowok-cowok sekarang"


angel "bukannya lo seneng ya digodain"


fira "udah jatuh hati sama kak alfa ya mana mau digodain lagi dia"


angel "semoga jodoh kalian didekat deh"


kania "amin, gue mandi dulu ya guys"


setelah sholat magrib berjamaah di ruang keluarga yang di sulap menjadi tempat beribadah fadhil menyimak bacaan istrinya sedangkan ketiga temannya memilih ke dapur untuk membuat minuman karena mereka takut baper ketika melihat pasangan tersebut.


setelah selesai sholat isya' semua tamu sudah hadir di apartemen angel dan fadhil, semua tamu diarahkan ke ruang keluarga disana mereka duduk lesehan.


angel dan ketiga temannya sibuk membawa makanan yang akan dihidangkan ke ruang keluarga.

__ADS_1


papa demian "domba panggang ya ini ngel?"



angel "iya papa dem, kalau yang sebelahnya itu kofte"


papa demian "2 menu timur tengah nih"


papa rey "ini ngomong-ngomong bidadari kalian sejak kapan berhijab?"


papa demian "baru kemarin rey belum lama"


papa rey "alhamdulillah tinggal bu ibu berarti"


papa Satria "katanya bentar lagi rey"


papa rey "biarin aja sat gapapa mungkin masih nunggu hidayah"


mama cantika "nah betul itu dari pada maksa"


angel "udah yuk makan, ini acaranya syukuran suami aku ya"


papa demian "yahh gabilang tau gitu bawa kado"


papa Satria "iya bener kenapa juga bilangnya makan malam"


papa rey "nih kado dari papa dil"


fadhil "apa nih pa?"


papa rey "buka aja" dan fadhil membuka amplop besar yang diberikan oleh mertuanya


fadhil "hah sertifikat atas nama fadhil"


papa rey "iya, itu tanah yang lokasinya dekat kampus kamu, terserah mau kamu buat apa"


fadhil "ini berlebihan pa, fadhil kembalikan aja ya"


papa rey "kamu terima atau kembalikan angel kepada papa"


fadhil "kalau pilihannya gitu ya fadhil terima pa"


syasya "ini tiket bulan madu ke dua di pulau dewata weekend minggu depan"


angel "gila apa bulan madu mulu"


syasya "kan dulu belum kalian ambil"


angel "terima aja deh mas, tiket jalan-jalan gaboleh ditolak"


fadhil "makasih ya syasya, kania dan fira"


papa demian "hadiah nyusul deh kalau gitu"


papa Satria "papa kasih uang saku 50 juta aja deh buat kalian ke Bali"


papa ferdinand "papa fer kasih baju seragam deh buat wisuda"


mama cantika "mama-mama siapin baju selama kalian dibali"


angel "ogah ntar isinya subhanallah lagi"


mama cantika "enggak dong sayang"


papa rey "udah nurut aja orang disiapin semuanya"


papa demian "gini deh nanti papa siapin segala sesuatunya dibali, kalian di villa papa aja"


fadhil "rev cepetan selesaikan skripsimu hadiahnya gede-gede"


revan "udah selesai kok, 2 minggu lagi gue sidang"


papa rey "kado dari papa rey doa aja ya semoga kamu segera dapat restu dari papa demian yang selama ini kamu bantu" revan memang sudah memutuskan untuk membantu di 2 perusahaan sekaligus hampir 1 bulan ini.


revan "tanah juga kali pa"


papa rey "apartemen sebelah kalau kamu nikah sama syasya buat kamu"


revan "beneran pa?"


papa rey "iya"

__ADS_1


mereka menikmati makan malam dan obrolan santai, pukul 10 malam para tamu sudah meninggalkan apartemen angel dan fadhil.


sesampainya di kamar fadhil segera menyerang istrinya dengan ciuman dan terjadilah malam panjang di kamar mereka berdua hingga menjelang pagi.


__ADS_2