
jam 4 pagi angel sudah terbangun dari tidurnya, angel memandangi wajah tampan suaminya setelah itu dia membangunkan suaminya.
angel "kak bangun sudah hampir subuh, ayo sholat jamaah di masjid"
fadhil "hmmm yaudah siap-siap dulu sana"
angel "bangun dong kak masa tidur lagi"
fadhil "masih ngantuk sayang"
angel "kalau enggak bangun enggak aku bikinkan sarapan"
fadhil "iya-iya bangun asal sarapannya capjay sama udang"
angel "ya kalau ada bahannya"
setelah selesai sholat shubuh berjamaah angel segera kembali ke rumah pak kyai tanpa mengikuti kajian setelah shubuh dan dia segera memasak makanan yang di minta suaminya.
kak nafisa yang kebetulan ada di rumah di mendengar suara orang di arah dapur dia segera keluar dari kamarnya dan mengecek dapur.
kak nafisa "ealah tak kira siapa ternyata kamu ngel"
angel "loh kak naf di rumah?"
kak nafisa "iya lagi ada tamu bulanan jadi di rumah, kamu masak apa?"
angel "sayur sop, capjay, udang asam manis sama perkedel"
kak nafisa "ada yang bisa di bantu gak nih?"
angel "goreng perkedel aja kak"
kak nafisa "oke deh siap, ada sambalnya gak nih?"
angel "ada tapi sambal terasi"
kak nafisa "pasti enak nih"
waktu menunjukkan pukul 6 pagi angel dan kak nafisa sudah selesai memasak dan semua orang sudah kembali dari masjid.
pak kyai "alhamdulillah sarapan lebih pagi"
fadhil "ya makanya bi kalau kajian jangan lama biar umi cepet pulang dan masak"
pak kyai "1 jam mana lama"
umi Aisyah "lama kali bi, sekarang sampai setengah 6 aja bi kasian yang berangkat sekolah di luar"
pak kyai "iya deh abi ngalah, yaudah yuk semua kita sarapan"
papa demian "pagi-pagi udah ada udang asam manis aja"
kak nafisa "ada yang pengen udang asam manis buatan istri om" ucapnya melirik fadhil
papa Satria "pengen apa ngidam nih?"
papa rey "nikah baru seminggu juga sat"
papa Satria "ah lo pasti demen kalo anak lo hamil"
papa rey "ya jelas dong berarti gue yang paling dulu punya cucu dari pada kalian"
angel "udah dong jangan ribut papa-papa yang ganteng, sekarang makan ya"
pak kyai "mari kita makan"
angel mengambilkan makanan suaminya, setelah itu mengambilkan makanan untuk papa nya.
setelah selesai sarapan mereka keliling pesantren dan melihat persiapan acara nanti setelah magrib, mereka semua di temani oleh kak rasyid dan lak davian, sedangkan angel dan fadhil mereka sedang berbicara serius dengan abi dan umi.
fadhil "abi umi ada yang ingin fadhil bicarakan"
pak kyai "bicaralah nak umi dan abi akan mendengarnya"
fadhil "begini abi umi fadhil dan angel tidak bisa lama-lama di pesantren karena hari senin angel sudah ujian semester dan fadhil juga harus segera menyelesaikan tugas akhir fadhil, jadi besok kita akan kembali ke kota K"
umi Aisyah "yah kok sebentar sih disini"
pak kyai "mereka harus ujian umi"
angel "setelah ujian kita akan kesini lagi umi"
pak kyai "tidak usah nak kita yang akan ke kota K, kan kita akan berangkat umrah dari sana"
umi Aisyah "oh iya umi kok sampai lupa, liburan lain kali harus kesini lagi ya nak"
angel "iya umi"
__ADS_1
setelah selesai berbicara dengan umi dan abi fadhil dan angel kembali ke kamar.
fadhil "dek kakak mau bicara"
angel "kenapa jadi serius begini mukanya"
fadhil "memang ini serius dek"
angel "yaudah kakak bicara saja"
fadhil "kakak tidak dapat beasiswa di Mesir tapi kakak dapat beasiswa di harvard university"
angel "hah, terus aku?"
fadhil "kakak tanya dulu adek setuju atau tidak kalau kakak lanjut s2 disana?"
angel "aku gabisa jawab sekarang kak, beri aku waktu"
fadhil "jangan nangis oke, kalau kamu tidak mengizinkan juga tidak bakal berangkat kok"
angel "kakak bilang ke abi sama umi dulu bagaimana pendapat mereka kan abi ingin kakak kuliah di kairo"
fadhil "baiklah kakak akan bicara besok"
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
malam pun tiba, setelah berdandan dan selesai bersiap-siap semua orang sudah siap untuk acara ngunduh mantu malam ini.
tamu-tamu mulai hadir dan mengisi tempat duduk yang telah di sediakan, ustadz-ustadz muda juga mulai berdatangan dan itu membuat revan panas.
fadhil "rev itu ustadz-ustadz muda sudah mulai hadir, pepet terus orang tua incaran kamu"
revan "udah deh dil fokus ke acara lo jangan manas-manasin hati gue"
fadhil "terserah yang penting gue udah bilang"
waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam acara sudah selesai dan tamu undangan yang hadir sudah meninggalkan tempat acara.
angel "kak mending nanti ngomong dulu sama abi dan umi"
fadhil "nanti aja pas kita kumpul di ruang keluarga"
angel "hmmm"
semua orang sudah kembali ke kediaman pak kyai mereka sedang duduk di ruang keluarga hanya ada obrolan ringan saja.
papa demian "serius amat mau pamit bulan madu lagi ya"
fadhil "hehehe tidak om tapi ada sesuatu hal yang membutuhkan pendapat kalian semua"
pak kyai "yasudah katakanlah"
fadhil "begini abi, umi, papa rey dan semuanya ntah ini berita bahagia atau bukan tapi yang jelas saya sangat membutuhkan pendapat kalian semua, saya mendapatkan beasiswa di harvard university untuk program s2"
papa rey "loh bukanya kamu mau ke kairo?"
fadhil "maafkan fadhil abi, umi, papa fadhil gagal mendapatkan beasiswa ke kairo"
pak kyai "mungkin memang kamu harus melanjutkan study disana nak, insyaallah umi dan abi akan merestui jalan kamu"
papa rey "berangkat kapan?"
fadhil "5 bulan lagi pa"
umi Aisyah "nak kamu sudah berkeluarga apa tidak sebaiknya kamu melanjutkan s2 di sini saja, bicarakan dulu sama istrimu"
pak kyai "apa kamu akan meninggalkan istrimu disini nak?"
fadhil "inginnya fadhil membawa serta angel bi"
papa rey "maaf pak kyai, umi apa kalian mengizinkan fadhil dan angel menempuh pendidikan di amerika?"
pak kyai "saya mengizinkannya"
umi Aisyah "saya juga mengizinkan jika angel ikut serta"
papa rey "baiklah ambilah beasiswa itu dil, untuk kuliah angel biar nanti papa yang urus biar dia juga kuliah disana sesuai keinginan dia waktu kecil tapi kalian berdua harus mengurus anak cabang perusahaan disana"
angel "papa selalu gitu orang masih mau belajar juga"
papa demian "justru belajar itu dari awal nak"
papa Satria "harvard university itu Bagus untuk yang menempuh pendidikan bisnis jadi manfaatkan itu di kalau perlu nanti lanjut s3 disana sekalian nunggu angel lulus s1"
papa rey "nah bener itu dil sekalian lanjut s3 dan kalau pulang jangan lupa bawa cucu bukan begitu pak kyai"
pak kyai "iya betul pak rey, oh iya rencana di amerika berapa tahun?"
__ADS_1
fadhil "2 sampai 3 tahun bi"
pak kyai "paling tidak bawa 1 atau 2 cucu"
fadhil "ya sedikasihnya aja sama allah"
papa rey "di dekat kampus ada apartemen kamu bisa menempatinya dan perusahaan cabang juga tidak jauh dari kampus"
fadhil "baik pa"
kak rasyid "dil kemarin daftar kairo, Maroko, Australia sama amerika diterimanya di amerika aja?
fadhil "iya kak"
kak davian "yasudah ikuti saja alurnya kan kita hanya bisa berencana, kalau kamu tidak bisa ke kairo sekarang ya mungkin nanti anak kamu yang kuliah disana"
fadhil "iya kak amin"
kak davian "oh iya mumpung kumpul semua kalau 3 minggu lagi kita berangkat umrah bagaimana?"
syasya "setuju mumpung pas libur semester"
papa rey "boleh aja 3 minggu lagi"
papa Satria "tapi ini beneran loh kita belum ada bekal sama sekali"
kak rasyid "nanti setiap weekend saya akan ke kota k untuk manasik bersama, jadi belajar bersama-sama di lapangan kantor"
papa rey "malam aja bisa nggak? nanti sekalian gitu makan seafood di pinggir jalan"
papa demian "inget jantung makan gituan mulu"
papa rey "gak bakal kambuh lagi dem orang sumber kehidupannya sudah balik"
papa Satria "siang aja deh ntar malamnya jalan-jalan"
papa ferdinand "ini mau manasik apa mau kulineran sih"
papa demian "sekali dayung 2 pulau terlampaui fer"
kak rasyid "begini saja jalan-jalannya nanti saja sehabis umrah, bisa cuti 2 minggu kan?"
papa rey "pekerjaan bisa di handel kok jadi gampang yang penting sinyal lancar saja"
kak rasyid "jadi begini rencananya 1 minggu kita umrah dan 1 minggu berikutnya kita jalan-jalan ke Turki, Maroko, Mesir atau mungkin nanti ada tempat lain yang ingin di tuju"
papa demian "kita sih asal tidak ke hongkong, singapore, Cina, Jepang gamasalah lama"
papa rey "maksudnya itu tidak menjual tas branded gitu syid bisa tekor atm mereka"
kak rasyid "oh tenang saja nanti kita belanja di pusat oleh-oleh yang terkenal murah kualitas Bagus"
kak davian "disana itu kebanyakan toko pakaian muslim yang bagus-bagus kalau tas sepatu gitu belum tau juga sih"
pak kyai "ini sudah malam mari istirahat besok pagi kita sambung lagi"
mereka semua sudah memasuki kamar masing-masing, sesampainya di kamar fadhil dan angel berbincang sebentar.
fadhil "dek beneran dulu pengen kuliah di harvard?"
angel "dulu banget pas waktu mama masih ada karena papa juga lulusan sana jadi aku pengen gitu"
fadhil "terus kenapa enggak kesana?"
angel "aku kemarin cuma pengen bareng 3 kunyuk itu aja sih sebenarnya pengen juga masuk harvard"
fadhil "berarti ikhlas dong ikut suami ke amerika"
angel "ikhlas banget sebenarnya tapi bagaimana dengan papa itu aja yang ada di pikiran aku apalagi papa baru kena jantung"
fadhil "kita lihat perkembangan papa dulu kalau bisa ditinggal ya kita berangkat kalau tidak izinkan suami kamu ini berangkat seorang diri"
angel "semoga aja papa keadaannya membaik nanti kita usahakan cukup 2 tahun lebih dikit aja kita disana, setidaknya aku masuk disana semester 3 akan aku usahakan smt 7 sudah selesai semuanya"
fadhil "iya sayang, yaudah yuk tidur besok kita kembali ke kota K"
angel "oh iya sayang oleh-olehnya belum kita bagikan loh"
fadhil "besok saja sayang sekalian pulang"
angel "yasudah, pelukk"
fadhil "uhh manjanya istriku"
tak butuh waktu lama mereka berdua sama-sama terlelap.
VOTE DAN LIKE NYA DONG READERS
__ADS_1