Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
bab 391


__ADS_3

jika anak-anak merencanakan kepulangan mereka di percepat para orang tua kini tengah asyik liburan di villa. bagaimana tidak asyik ketika revan melupakan menghidupkan kedap suara disitu fadhil memulai permainan karena kesal dengan revan fadhil juga tidak menyalakan kedap suara.


suara desahan terdengar di kamar mereka berdua hingga akhirnya jam 1 malam revan mengakhiri permainannya karena sudah lelah, setelah mengakhiri permainan suara desahan dari kamar sebelah terdengar sangat jelas.


"sial mereka belum mengakhiri permainan nya" umpatnya revan pelan


suara desahan mebuat revan tidak bisa tidur meskipun sudah lelah, dia pun akhirnya mencoba mengusik istrinya namun sayang syasya sama sekali tidak terbangun.


"ganti kamu diatas yang" suara fadhil terdengar jelas oleh revan


"baiklah suamiku"


"sial mereka gak berhenti berhenti lagi kan gue pengen lagi" gerutu revan di kamarnya


"eugh" lenguhan syasya yang mulai mengerjapkan mata


"sayang kamu bangun?"


"hhmm abisnya kamu gerak terus" keluhnya


"noh dengerin suara itu aku kan jadi pengen, lihatlah adikku sudah tegang lagi"


"oh astaga itu suara mereka" kaget syasya mendengar suara desahan yang begitu nyaring


"eh bentar kedap suara nya kamu nyalain nggak mas?" ucap syasya lagi


"mas emang sengaja gak nyalain tadi biar mereka pengen eh malah sekarang mereka belum selesai" kesal revan


"memang ini jam berapa?"


"jam setengah empat ayo sayang kita mulai lagi seperti nya mereka akan segera selesai"


"masih capek tau"


"kamu tinggal diam dan nikmatilah" dan revan segera mememulai permainannya


di kamar fadhil dan angel...


"terima kasih sayang"


"hmm"


"satu lagi yuk habis itu sholat shubuh"


"dari tadi juga 1 tapi nggak selesai-selesai"


"beneran 1 deh ya ya ya"


"emang gak capek mas?"


"kalau masalah satu ini nggak capek karena bagiku kamu selalu menggoda dan membuatku bernafsu"


"bisa aja udah tua juga"


"masih muda sayang orang belum punya cucu"


"iya tapi on the way punya cucu, emang dasar ya yang bapaknya gak mau kalah padahal anaknya yang honeymoon" kesal angel pada suami nya

__ADS_1


"anggap aja kita honeymoon juga sayang, kamar sebelah masih tuh yang lagi yuk" ucap fadhil sambil menaik turunkan alis nya


"masih capek tau lagian udah mau shubuh mending shubuhan dulu"


"baiklah ibu Ratu mari mandi bersama"


"tidak aku mau mandi sendiri aja kalau sama kamu lama"


"ayolah janji cuma mandi aja"


"kalau macam-macam aku pulang habis ini"


"iya janji mandi aja nanti aja lagi main nya, yuk mandi"


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


sama halnya dengan pasangan fadhil dan angel Nabila dan afwa juga baru selesai olahraga panas namun afwa melakukan olah raganya di pagi hari.


"1 kali lagi ya sayang"


"udah nanti telat loh"


"masih jam 8 sayang nanti jam 10 kita siap-siap ke bandara lagi pula janjian jam 11"


"makannya siap-siap sekarang kan belum packing juga"


"kan gak ada barang sayang toh lingerie juga sudah hancur lagian semua oleh-oleh di bawa rayya sama athaar dan afwi kemarin, ayo lah menolak... "


"ya menolak keinginan suami dosa begitu aja terus" gerutu nabila


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


sedangkan di hotel rayya sibuk mengemas oleh-oleh nya bersama kedua kakaknya karena yang lain sedang mencari sarapan.


"dek kopernya kurang ya?" tanya afwi pada rayya


"nggak kok kak ini lainnya masih bisa di selipkan lagian aku ada ransel kok nanti bisa di pakai juga" ucap rayya


"oke baiklah, kakak bantu apa lagi nih?"


"kakak duduk aja sudah hampir selesai kok tinggal masukin baju ke ransel"


"baiklah dek"


"kak athar bajunya sudah belum?" tanya rayya pada athaar


"sudah dek ini baju kak afwi juga sudah kakak lipat" sahut athaar


"baiklah kakak bisa istirahat biar aku yang menatanya di ransel"


"iya adekku sayang, kak udah hampir jam 10 nih mereka kok belum datang sih" tanya nya pada afwi


"mungkin mereka makan di tempat dek"


"hmm baiklah"


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️

__ADS_1


jam 11 siang mereka sudah berkumpul di resort yang di tempati afwa, mereka sangat bersyukur karena pengantin baru itu sudah siap.


"kak bibil kok pucet? belum sarapan ya? apa kakak sakit?" ucap rayya dengan polos nya


"nggak kok dek, kakak baik-baik aja kok" ucap nya dengan senyum yang di paksakan


"ayo kita ke resto dulu sebelum berangkat" ajak afwa


"nggak ini kalian makan di mobil keberangkatan kita tidak bisa ditunda ini bukan di bandara kita kak dan kita naik pesawat komersial" ucap athaar sambil menyerahkan box makanan


"ah terima kasih dek" ucap afwa


"ayo kita berangkat" ucap afwi mengajak semuanya


kini mereka telah tiba di bandara Maladewa dan mereka segera menuju pesawat sesuai tiket mereka. di dalam pesawat mereka memilih bisnis class dan mereka duduk agak berjarak dengan pengantin baru karena takut mereka baper melihat kemesraan pengantin baru itu.


dan benar saja saat rayya memberikan snack untuk kakak dan kakak iparnya rayya melihat kemesraan mereka. "oh astaga kalian menodai mata suci ku" gerutu afwa pada pengantin baru itu


"ada apa dek? kenapa jalan-jalan ini di pesawat loh" ucap afwa


"ini mau ngasih snack buat kalian" ucap rayya


"oh terima kasih"


"kalau mau bermesraan lihat situasi kak"


"kakakmu lagi istirahat dek makanya bersandar ke kakak, sana kembali ke tempat dudukmu"


"iya iya" rayya kembali ke tempat duduknya dengan muka kesal


"ada apa dek? kenapa kayak kesal gitu?" tanya afwi hati-hati


"mata suci ku ternodai kak melihat kemesraan mereka" sahut rayya yang masih kesal


"sudah lah dek, duduklah dan tidurlah perjalanan masih panjang" ucap afwi dengan lembut


"iya kak, tapi jangan tinggalin aku"


"iya kakak disini lagian ini di pesawat dek lagi pula kalau kakak ninggalin kamu abi pasti marah besar sama kakak-kakak kamu yang tampan"


"ish narsis, oh ya kak lusa aku ada balapan"


"kamu tau kan sudah tidak boleh balapan"


"tapi kak sekali ini aja ya please aku udah lama tau nggak balapan"


"lama kamu bilang? waktu kak afwa lamaran kamu juga balapan kali jangan lupa dek, sudahlah istirahat lah"


"ish kakak"


"kalau kamu bicara balapan terus siap-siap kamu kakak kirim ke pesantren" ucapnya tegas


rayya terdiam saat diancam akan di kirim ke pesantren karena dia tidak mau masuk pesantren yang menurutnya kurang bebas.


setelah perdebatan itu tak lama kemudian akhirnya rayya tidur dengan bersandar di bahu kakak nya, afwi yang sebenarnya belum tidur pun membuka matanya dan mengusap lembut kepala adiknya.


"kakak sayang banget sama kamu princes jangan gara-gara balapan kita harus berpisah karena ini sudah janji kami bertiga kepada abi dek untuk memasukkan kamu kepesantren jika kamu nakal lagi" lirih afwi

__ADS_1


__ADS_2