
di mobil
"kakak itu anak siapa" pekik rayya
"anak kakak" sahut athaar
"serius? dan ini siapa?"
"ini kak Aisyah, panggil aja kak ais dia yang kakak tabrak kemarin"
"oh, hai kak ais aku rayya adik dari kakak twins dan kak athaar yang paling cantik"
"hai dek rayya"
"iya adik paling cantik soalnya cuma kamu adik cewek nya" ucap afwa
"kak bil suaminya jangan boleh bicara itu" adu rayya
"sudah kalian ini kalau jauh rindu kalau bersama berantem aja" ucap angel
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
tak lama menunggu di teras rumah datanglah motor dari alif tetapi dengan pengemudi berbeda.
"ba itu motor kakak kan"
"iya ama tapi mereka siapa"
"assalamualaikum" ucap afwi
"waalaikumsalam, ya allah nak saya kira siapa" ucap aba hasan
"iya pak kyai, maaf motornya saya pakai soalnya tadi di jalan lihat adek naik motor ini"
"iya nak nggak apa-apa terus anaknya dimana sekarang"
"itu mereka naik mobil" sahut afwi menunjuk mobil yang datang
"assalamualaikum pak kyai" ucap fadhil ketika sudah turun dari mobil
"waalaikumsalam pak kyai"
"bisa aja mas, oh ya aku mengantar barang rayya"
"katanya sore"
"iya soalnya nggak jadi balik besok"
"loh kenapa?"
"sepertinya aku akan dapat menantu lagi" bisik fadhil
"alhamdulillah, ayo masuk semuanya"
"mbak hanum ini ada oleh-oleh sedikit"
"ya allah kalau kesini jangan repot-repot saya jadi sungkan"
"tidak apa-apa hanya sedikit kok mbak".
"ama ini kain nya, najwa pamit ke dapur ya ama menyusul nisa"
"iya terima kasih ya nak, nanti bantu ama ya sekalian panggilkan ning hana ya nanti minta ning hana datang kesini sama suaminya"
"iya ama"
di dalam rumah
"kok sepi mas?"
"iya hana mengajar sedangkan alif dan haikal sudah bertolak ke kairo"
"alif juga melanjutkan studinya?"
"tidak hanya mengantar adiknya saja sambil menunjuk warung makan nya yang disana supaya nanti bisa mengelola warung sambil menempuh pendidikan"
"oh begitu"
"maaf ya tadi aku kecolongan anak gadismu naik motor lagi soalnya aku lupa belum memberi tau istriku soal rayya yang nggak boleh naik motor" ucap aba hasan
"maafkan saya yang sudah memberi kunci motor alif" ucap ama hanum
"tidak apa-apa anaknya juga baik-baik aja tapi jangan di pinjami aja lain kali"
"iya pasti itu"
"oh ya itu siapa? anggota baru ya?" tanya ama hanum
"ini yang di tabrak athaar kemarin mbak" ucap angel
"syukurlah kalau tidak apa-apa, eh tapi ama seperti nya kenal ya"
"siapa ama?" tanya aba
"seperti aisyah ba"
"iya ama ini ais" ucap aisyah
"ya allah nak, bagaimana kabarmu"
"alhamdulillah baik ama"
"mbak kenal Aisyah?" tanya angel
__ADS_1
"iya dia dulu mondok disini sambil sekolah tapi sejak 3 tahun lalu dia keluar katanya mau fokus kuliahnya"
"oh begitu, ternyata ais alumni disini ya"
"iya bu"
"terus ini anak siapa?"
"anak ais ama"
"subhanallah kamu sudah punya anak ais"
"iya ama"
"suami kamu?"
"suami ais nggak ada ama, tapi dia punya ayah kok ama dan terikat pernikahan"
"syukurlah ama takut kalau terjadi sesuatu sama kamu nak"
"tidak ama"
"assalamualaikum" ucap hana dan fikri
"waalaikumsalam"
"nak ini ada tamu dari pesantren di kota k" ucap ama hanum
"kami orang tua rayya nak" sahut angel
"oh begitu, sudah lama sampai bu?"
"belum, kamu anak ke duanya kyai hasan dan mbak hanum ya?"
"iya bu"
"nak beliau ini istrinya kyai fadhil"
"ya allah maaf bu nyai"
"jangan panggil bu nyai atuh nggak pantas saya di panggil begitu"
"mbak hana sakit ya?" tanya rayya
"nggak kok ray"
"tapi mbak hana pucat loh"
"nggak apa-apa kok mbak sehat"
bruk
"hanaa" teriak mereka
"mas ayo di bawa ke rumah sakit" ajak afwi
"mobil pesantren lagi keluar semua mas"
"pakai mobil kami, ayo bawa istrimu masuk mobil biar aku yang nyetir"
"baiklah"
"klinik pesantren saja nak dekat"
"tidak ama langsung ke rumah sakit saja" ucap fikri
"baiklah ama ikut"
"ayo ama"
"aba ama ikut a fikri ya"
"iya ama silahkan"
"maaf semuanya saya tinggal dulu"
"iya mbak silahkan" sahut angel
di rumah sakit
1 jam mereka menunggu dokter baru keluar dari igd.
"keluarga pasien"
"kami dok"
"siapa yang suami nya?" tanya dokter
"saya suaminya dok" sahut fikri
"saya sarankan bapak membawa istri ke poli obgyn ya pak"
"loh kenapa?"
"bawa kesana saja pak biar di bawa suster"
"baiklah dok"
mereka mengikuti suster yang mendorong brangkar menuju poli obgyn.
"dok ini pasien rujukan dari dokter yuli" ucap suster
"oh iya sus biar saya periksa, oh ya kalau bukan keluarga inti bisa keluar karena aurat pasien akan di buka"
__ADS_1
"baik dok saya keluar" ucap afwi
"loh istri saya kenapa dok"
"tidak apa-apa pak, kita cek sama-sama ya"
"semoga hana hamil ya allah" ucap ama hanum dalam hati
"sus kenapa perut nya di buka"
"kan tadi dokter sudah bilang akan membuka aurat pasien pak, lagi pula ini prosedur pemeriksaan nya"
setelah perut rata hana di oles gel dokter segera menggerakkan alat usg.
"lihatlah disana ada janin nya pak"
"janin? istri saya hamil?"
"iya pak"
"alhamdulillah ya allah"
"selamat ya nak kalian akan menjadi orang tua"
"terima kasih ama"
"usianya sudah 3 minggu dan janin berkembang sesuai usianya"
"mereka sehat kan dok?"
"sehat semua kok pak"
"tapi kenapa istri saya masih pingsan"
"mungkin istri bapak kecapean, hamil muda memang mudah lelah kadang bisa sampai pingsan"
"oh begitu"
"eugh"
"sayang alhamdulillah kamu sudah bangunn"
"kita dimana?"
"di rumah sakit sayang, terima kasih"
cup
cup
cup
"ih malu ada dokter"
"tidak apa-apa bu itu sudah hal wajar yang kami lihat setelah suami mendengar kabar jika istrinya hamil"
"hamil?"
"iya sayang kamu hamil 3 minggu"
"alhamdulillah"
"selamat ya nak, jaga baik-baik cucu ama"
"iya ama pasti"
"oh ya ini vitamin dan penguat kandungan nya sebisa mungkin hubungan suami istri di kurangi selama trimester pertama seminggu 2 kali aja ya pak, dan sampai ketemu bulan depan"
"ah iya dok terima kasih"
"sudah mas?" tanya afwi ketika melihat fikri dan hana juga ama hanum keluar
"sudah mas"
"mbak hana tidak apa-apa mas kok langsung pulang?"
"alhamdulillah istri saya hamil"
"alhamdulillah selamat ya mas, doakan juga supaya allah memberi kepercayaan kepadaku dan istriku"
"iya mas semoga cepat mendengar kabar baik seperti kami"
"amin" sahut mereka
"saya nebus obat dulu mas, sayang mas nebus obat dulu ya kamu sama ama dulu"
"iya"
"mm bu nyai mbak hana silahkan tunggu di mobil saja, ruang tunggunya penuh nanti capek berdiri"
"ayo nak"
"disini saja ama"
"mbak sedang hamil loh nggak boleh capek" ucap afwi
"iya nak yang di bilang nak afwa benar"
"saya afwi loh bu nyai"
"ah maafkan saya habisnya kalian susah di bedakan"
"tidak apa-apa"
__ADS_1