
persiapan acara resepsi sudah 90% rampung di kerjakan oleh wedding organizer, tinggal persiapan akad nikah di kediaman thompson yang belum digarap sama sekali karena memang papa rey belum mengizinkan pihak wedding organizer mendekor rumahnya.
papa demian "rey persiapan resepsi sudah 90%, tapi akadnya belum digarap sama sekali"
papa rey "renita masih dirumah dem gimana dong?"
papa demian "kamu takut pulang memang ada laporan lagi dari baby sister viona?"
papa rey "terakhir kemarin dia bilang kalau renita enggak pergi naik taksi berangkat pagi pulangnya malam"
papa demian "terus"
papa rey "orang suruhan gue bilang dia ke mall habis itu ke apartemen di jalan pahlawan, bukanya itu apartemen milik lo dem?"
papa demian "dijalan pahlawan cuma ada apartemen gue emang lainnya kan perumahan rey"
papa rey "berarti bisa dong kamu bantuin lihat cctv apartemen kamu itu?"
papa demian "boleh lah emang kenapa harus lihat cctv?"
papa rey "renita jalan sama laki-laki lain dem"
papa demian "hah yang bener lo? tapi kalau dia tinggal di apartemen yang di jalan pahlawan itu dia paling gak seberapa uangnya di banding lo soalnya itu apartemen murah rey"
papa rey "ya kan gatau kekayaan orang dem, gue lihat kartu kredit dan debit banyak transaksi 1 bulan terakhir"
papa demian "lo yakin laki-laki yang sama renita bukan saudaranya?"
papa rey "setauku bukan dem keluarga renita ya cuma feby yang saat ini di penjara"
papa demian "lo tau dari orang suruhan lo gitu kalau renita jalan sama laki-laki?"
papa rey "iya dem, bahkan mereka juga kirim foto ke gue"
papa demian "yaudah berarti kita harus cek cctv apartemen gue rey untuk memastikan lagi, kalau memang iya lo bisa nalak dia rey"
mama cantika "wah lagi bicarain apa nih kayaknya serius banget, nih kopinya silahkan di minum"
papa rey "terima kasih can"
mama cantika "kenapa pada diem tadi aja bicara serius"
papa demian "ya gapapa ma, oh ya ma papa sama rey mau ke apartemen yang di jalan pahlawan"
mama cantika "kenapa emang ada masalah disana?"
papa demian "enggak ada ma, nanti deh papa ceritain kalau memang mama mau tau"
mama cantika "yaudah deh papa kesana aja biar mama yang jaga anak-anak"
papa demian "oh ya ma nanti tamara dan evilia juga kesini bantu mama jaga anak-anak soalnya Satria sama ferdinand akan ikut aku ke apartemen"
mama cantika "iya pa, tapi apartemen itu kan bukan kerja sama kalian ada apa sih semua kesana?"
papa rey "can nanti pasti aku jelasin kok kalau semua sudah jelas, kamu tenang aja yang punya masalah disana aku, demian Satria dan ferdinand hanya bantu aku kok"
mama cantika "yaudah deh aku tunggu penjelasan kalian"
setelah papa Satria dan papa ferdinand sampai dirumah papa demian mereka segera bergegas ke apartemen milik papa demian yang berada di jalan pahlawan. sesampainya di lobi apartemen papa demian di sambut oleh manajer apartemen tersebut.
manajer "selamat datang tuan"
papa demian "antarkan saya ke ruang cctv"
manajer "baik tuan mari ikuti saya" dan mereka semua mengikuti manajer apartemen tersebut.
papa demian "rey kejadiannya sekitar pukul berapa?"
papa rey "orang suruhan gue laporan sekitar jam 1 siang kemarin"
papa demian "oke tolong putar cctv kemarin mulai pukul 12:45"
manajer "baik tuan"
mereka mengamati rekaman cctv mulai dari parkiran hingga loby apartemen serta lorong-lorong setiap lantai apartemen.
papa demian "rey lihat renita keluar dari mobil pukul 13:01"
__ADS_1
papa Satria "gila siapa tu laki-laki"
papa ferdinand "wah dia selingkuh"
papa rey "udah awasi dulu sampai mana mereka"
papa demian "tuh mereka sampai di lobi, lihat gandengan tangan lagi"
papa ferdinand "dia naik lift tuh"
papa demian "mereka menuju lantai 6, kamar 6.4"
papa Satria "rey lo yakin gak kenal itu laki-laki siapa? jangan-jangan saudaranya"
papa rey "gue gak kenal rey, dia itu saudaranya cuma feby yang di penjara itu"
papa ferdinand "jelas-jelas mesra gitu masa saudara"
papa demian "manajer tolong bawa informasi orang yang dikamar 6.4 yang saya lihat di rekaman cctv, bawa informasi nya ke ruang meeting"
manajer "baik tuan saya carikan datanya dulu"
setelah menunggu 15 menit diruang meeting manajer itu datang.
manajer "tuan ini data pemilik apartemen 6.4" ucapnya menyerahkan map berisi informasi orang tersebut
papa demian "oke kamu boleh keluar, copy kan rekaman cctv yang tadi saya lihat, tunggu saya di loby"
manajer "baik tuan saya permisi undur diri"
setelah manajer itu keluar dari ruang meeting papa demian membuka map yang manajer berikan.
papa demian "rey lo denger baik-baik gue bacakan"
papa Satria "udah cepet dem"
papa demian "namanya arya haidar dia bekerja di pt abadi sebagai general manajer, lahir di kota Y 12 juni 1975, status singel dia memiliki 1 unit apartemen di sini"
papa ferdinand "hah cuma general manager?"
papa demian "dari data dia sih begitu"
papa rey "gue bakal talak dia"
papa ferdinand "yaudah lo telpon pengacara lo sekarang" dan papa rey menelpon pengacaranya
pengacara "hallo tuan rey, ada yang bisa saya bantu"
papa rey "tolong urus perceraian saya sekarang mumpung pengadilan agama masih buka"
pengacara "apa alasannya pak rey? bukanya keluarga anda baik-baik saja? dan saya juga sudah mendapat undangan pernikahan angel"
papa rey "dia selingkuh nanti saya kirim buktinya"
pengacara "baik kalau begitu pak rey saya segera ke pengadilan agama sekarang untuk pengajuan, oh ya pak rey misalnya nanti mediasi dulu bagaimana?"
papa rey "memang harus mediasi? kalau saya tidak mau mediasi"
pengacara "untuk harta gono gini bagaimana pak jika pihak perempuan memintanya?"
papa rey "tidak ada harta gono gini yang saya berikan karena dia yang salah, tapi saya akan memberika uang 500 juta untuk dia memulai kehidupan baru, dan saya minta tolong hak asuh di tangan saya"
pengacara "baik kalau begitu pak saya usahakan hak asuh ditangan bapak, saya akan segera ke pengadilan agama sekarang saya tutup dulu ya pak rey"
papa rey "ya pak terima kasih"
setelah selesai menelpon pengacara papa rey kembali berbicara dengan teman-temannya.
papa demian "terlalu baik lo rey, sampe ngasih 500 juta"
papa Satria "si viona coba deh cek anak kandung lo beneran bukan"
papa ferdinand "kok pikiran kita sama sat, iya rey lo coba cek dulu si viona itu anak lo beneran bukan takutnya bukan anak lo lagi"
papa demian "nah bener kata mereka rey mending lo tes DNA deh siapa tau aja dia bukan anak lo"
papa rey "tes DNA lama kali"
__ADS_1
papa demian "coba gue tanya ke dokter keluarga kita"
papa satria "nanti aja di jalan sekarang kita pulang dulu"
mereka keluar ruangan meeting dan menghampiri manajer apartemen untuk mengambil rekaman cctv dan setelah itu mereka kembali ke kediaman papa demian.
sesampainya dirumah papa demian mereka menuju ruang keluarga dimana mama cantika, mama tamara dan mama evilia berada.
papa demian "ma anak-anak masih di kamar"
mama cantika "iya pa mereka masih dikamar belum keluar sama sekali"
papa demian "tapi mereka baik-baik aja kan?"
mama cantika "baik kok pa tadi habis mama kasih cemilan sama minum juga"
papa demian "oh yaudah deh"
mama cantika "oh ya rey kamu hutang penjelasan loh"
papa rey "hmmm masih ingat aja lo can"
papa demian "udah rey jelasin aja"
papa rey "jadi begini ibu-ibu saya dan renita akan berpisah, saya sudah mengajukan gugatan lewat pengacara saya"
mama tamara, mama cantika, mama evilia "hah kok bisa?" ucap nya serempak
papa demian "wow kompak sekali"
mama evilia "diem dem"
papa rey "udah gue lanjut cerita jangan di potong, kemarin baby sister viona kasih kabar kalau renita pergi dari pagi sampai malam dan orang suruhan gue juga ngasih kabar kalau renita ke mall dan ke apartemen di jalan pahlawan, makanya tadi kita ke apartemen itu untuk melihat rekaman cctv dan benar renita memang ada disana dan sama laki-laki yang sama saat di mall"
mama tamara "gila tuh renita"
mama cantika "sekaya apa sih selingkuhannya?"
papa demian "kaya apanya orang dia general manager doang"
mama evilia "wah bodoh renita selingkuh dengan orang di atas rey kek lah ini di bawahnya"
papa ferdinand "sebaiknya lo suruh cepat pergi deh tu orang rey atau lo kirim kemana gitu dulu sampai acara angel berjalan"
papa demian "nah bener rey lo kirim aja kemana gitu"
papa rey "gue punya rencana nyekap dia di villa yang di Puncak tapi tanpa tangan gue jadi gue butuh orang suruhan"
papa demian "gue ada kalau cuma 10 orang"
papa rey "itu udah lebih dari cukup dem, nanti malam bisa nggak kalau keadaan rumah aman untuk bawa renita mereka bisa langsung masuk kerumah nanti gue kerja sama dengan pengasuh viona"
papa demian "bisa lo tenang aja, gue yang akan bantu turun tangan"
papa ferdinand "gue juga akan ikut, nanti sebagian anak buah gue akan jaga ini rumah selama anak buah demian pergi"
papa Satria "gue juga ikut, anak buah gue 5 orang akan kesini jaga disini juga"
papa demian "oh ya malam ini kan kita ada acara makan malam di warung seafood kemarin nanti kita tetap kesana setelah itu anak-anak dan juga tamara sama evilia nginep aja disini soalnya kan disini nanti ada penjaganya dan kita akan pulang larut malam pastinya"
malam hari pun tiba, setelah sholat magrib mereka berangkat ke warung seafood dengan 2 mobil, fadhil, revan, alfa dan radis menunggu di tempat karena memang mereka sedang berada di sekitar lokasi warung seafood.
setelah perjalanan hampir 40 menit mereka sampai di warung seafood tersebut, setelah itu mereka semua memesan menu seafood yang ada di warung tersebut.
setelah hampir 1 jam menunggu pesanan mereka datang, setelah itu mereka makan tanpa bersuara karena menikmati makanan masing-masing.
setelah selesai makan papa demian segera membayarnya setelah itu mereka kembali ke rumah papa demian, revan ikut ke rumah papa demian karena diminta oleh sang papa sedangkan fadhil alfa dan radis mereka pulang ke rumah masing-masing.
sesampainya di kediaman papa demian mereka semua langsung keluar dari mobil.
papa ferdinand "kita langsung berangkat ya, revan jaga adik-adik kamu dan juga mama-mama kamu"
revan "pah masak fadhil sendiri yang jaga"
papa ferdinand "diluar ada bodyguard kok tenang aja, udah ya kita pergi dulu"
**jangan lupa like, komentar dan vote ya readers
__ADS_1
terimakasih yang sudah membaca**