
malam hari di kota k....
setelah makan malam. fadhil angel afwi dan zahra menuju butik untuk fitting baju pengantin yang akan mereka gunakan 10 hari lagi.
"oh ya afwi untuk sementara kamu tinggal di apartemen atau rumah lama sama athaar ya" ucap angel
"loh kenapa mom?" tanya afwi
"10 hari lagi kan kamu sama zahra menikah otomatis 3 hari lagi kalian di pingit jadi selama menjalankan masa pingitan kamu nginap di rumah lama atau apartemen gak apa-apa" ucap angel
"jangan seminggu mom 3 hari saja ya, kan afwi belum nyiapin mahar dan seserahan" ucap afwi
"besok kita langsung belanja jadi kamu libur ngantor mulai besok" ucap angel
"tapi mom"
"tidak ada tapi-tapian afwi"
"sudahlah nak dulu abi juga di pingit selama 1 minggu, nanti kamu bisa kembali ke rumah saat acara pengajian" ucap fadhil
"tapi bi kan aku juga belum ke makam orang tua zahra masa harus di pingit juga" ucap afwi yang masih ngeyel
"lusa bisa ke makam lagian rumah zahra di pinggiran kota ini kan jadi cukup memakan waktu sehari, lusa kalau kalian ke makam mommy sama abi juga ikut" ucap angel tegas
"baiklah baiklah kalau ibunda Ratu sudah berbicara tegas aku bisa apa" ucap afwi pasrah
di butik....
"hai ngel sudah datang ternyata" sapa syasya
"iya sya, mana baju untuk akad dan resepsi nya?" tanya angel
"ada di ruang ganti, baju keluarga juga sudah jadi ngel, jerry tolong kamu ajak tuan muda afwi ke ruang ganti untuk mencoba jas yang sudah saya siapkan tadi"
"baika nyonya syasya, mari tuan muda ikut saya" ucap jerry
"ayo ra kita ke ruang ganti, ayo kamu sekalian ngel" ucap syasya
jam sudah menunjukkan pukul 10 malam butik pun akan segera tutup dan afwi juga zahra sudah menyelesaikan fitting gaun mulai pengajian hingga resepsi.
"bi lapar" ucap afwi pada abinya
"cari makan dulu aja kalau gitu" ucap fadhil
"abi sama mommy nebeng mama syasya aja biar aku sama zahra Yang cari makan"
__ADS_1
"jangan harap kamu bisa berduaan sama zahra sebelum halal ya, kalau kamu mau cari makanan silahkan cari sendiri biar zahra ikut abi sama mommy nebeng mama syasya" ucap angel
"nggak jadi deh makan di rumah aja kalau gitu" ucap afwi lesu Dan sia segera masuk ke mobil
"suka banget modus" gerutu angel
"anak siapa dulu dong" ucap fadhil
"anak kamu lah, dulu kan sering modus" ucap angel kesal
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
keesokan harinya angel afwi dan zahra mereka pergi ke mall untuk membeli seserahan.
"mommy mau kemana?" tanya nabila
"mau ke mall beli seserahan buat zahra, ada apa nak?" jawab angel
"mau ikut boleh"
"tapi apa kamu tidak capek nanti? kamu lagi hamil loh sayang"
"tidak mom, aku bosan di rumah"
"baiklah minta izin suami kamu ya, sehabis ini kita berangkat"
sesampainya di kamar Nabila segera menelepon suaminya untuk meminta izin ikut ke mall bersama mommy dan adik ipar nya.
"assalamualaikum sayang, ada apa? apa sudah kangen? mas baru aja sampai lobby kantor" ucap afwa di sambungan telpon
"waalaikumsalam suamiku sayang, hmm aku memang rindu tapi aku telpon karena ingin meminta izin untuk pergi ke mall"
"hmm mas kira rindu dan minta mas buat pulang, sama siapa ke mall sayang? ingat loh kamu lagi hamil kalau nggak ada yang nemenin jangan pergi tunggu mas pulang nanti mas antar ke mall nya"
"aku pergi sama mommy afwi sama zahra, aku mau ikut mereka ya mas, boleh ya please"
"mereka pasti lama sayang karena belanja seserahan nanti kalau kamu kecapean gimana? gak mas izinkan ya kalau ikut mereka nanti kamu kecapean"
"yaudah nggak apa-apa kalau nggak boleh ikut tapi siap-siap aja puasa dua bulan" ancam nabila
"sayang kok ngancam sih, baiklah mas izinkan tapi ingat kalau capek istirahat jangan sampai kecapean pokoknya" ucap afwa
"iya pak suami, terima kasih izinnya i love you"
"love you too, hati-hati ya"
__ADS_1
setelah mendapat izin nabila segera mengambil tas dompet jaket dan mengganti sandal nya dengan sepatu senada dengan jaketnya.
"sudah siap nak?" tanya angel ketika melihat nabila turun
"sudah mom"
"loh kak nabila ikut?" tanya afwi
"iya nak nabila bosan di rumah, kasian juga kalau di rumah sendiri" ucap angel
"oh yaudah ayo berangkat"
"masih jam 8 emang ada mall buka?"
"kita ke kampus swasta dekat kantor dulu kak"
"loh mau ngapain mas bukanya langsung ke mall?"
"mas mau urus study kamu, mas mau membantu kamu mewujudkan cita-cita kamu"
"tapi... "
"tidak ada tapi-tapian nanti kamu bisa langsung lanjut semester 3 atau mau jurusan yang lain bisa pokoknya kamu harus kejar mimpi kamu ra, asal nanti tidak melupakan tugas kamu sebagai seorang istri"
"aku takut nggak sanggup nantinya" ucap zahra lirih
"nak dulu saat mommy menikah juga masih kuliah dan bahkan mommy harus pindah ke amerika karena abi melanjutkan s2 disana dan saat itu mommy hamil twins, kamu pasti juga bisa sayang" ucap angel
"kamu tenang aja ra nanti kalau kamu kuliah udah punya baby biar aku yang bantu jagain" ucap nabila
"tuh banyak yang dukung kamu sayang bahkan abi juga mendukung kamu kuliah lagi"
"apa tidak bisa besok atau lusa saja daftarnya biar aku pikir-pikir dulu" ucap zahra
"hmm yaudah daftar lusa aja kalau gitu, nanti biar ditemani athaar sama mommy"
"kenapa nggak kamu sendiri kak?" tanya angel
"kata mommy lusa udah mulai di pingit dan aku tinggal di rumah mama syasya jadi di pingit nggak nih kalau enggak aku antar sendiri zahra nya" ucap afwi
"oh iya mommy lupa, yaudah biar lusa mommy sama abi yang nganterin zahra, ayo sekarang berangkat ke kampus setidaknya ambil formulir pendaftaran dan brosur kampus biar nanti zahra bisa pilih jurusan" ucap angel
"iya mom" jawab mereka bertiga kompak
afwi tau jika calon istrinya itu sebenarnya ingin melanjutkan studinya namun karena keterbatasan biaya harus berhenti di tengah jalan, afwi hanya ingin membantu istrinya mewujudkan cita-cita nya. sesuai hasil penyelidikan anak buah afwi zahra mempunyai cita-cita menjadi perawat tetapi dia juga mempunyai hobi membuat desain pakaian maka dari itu afwi memberi pilihan untuk kuliah melanjutkan perawat atau mengambil jurusan lain sesuai keinginan nya.
__ADS_1
di mobil zahra tampak diam dia memikirkan mana yang terbaik, dia hanya takut jika nanti tidak bisa membagi waktunya dengan baik antara kuliah dan keluarga nya, jujur saja zahra sangat ingin kuliah apalagi ada kesempatan yang di berikan oleh calon suaminya namun entah kenapa zahra bingung antara lanjut kuliah atau di rumah menjadi ibu rumah tangga.