
di ruang keluarga rumah papa rey.....
papa rey "oke bahas aqiqah nya dilanjutkan disini saja"
papa demian "haus rey gak ada jus jeruk gitu atau yang seger-seger"
papa rey "ya nanti biar disiapkan sama bibi" revan tolong minta bibi siapkan minum yang segar-segar juga camilan dan makan siang sekalian" lanjut nya
revan "baik pa"
papa Satria "nunggu yang punya hajat saja kalau mau bahas aqiqah, sekarang bahas kamu rey kenapa gak ngabarin"
papa rey "ya maaf bukannya gak mau berbagi kabar bahagia, gue taunya juga udah sore dan itu posisi fadhil dan angel sudah berada di rumah sakit bukaan 3 saat gue sampai sana terus malamnya gue pulang karena gue hanya kepikiran angel jadi gak sempat ngabarin kalian terus jam 3 pagi gue di kabari fadhil kalau angel sudah melahirkan dengan selamat secara persalinan normal setelah itu jam 6 pagi gue sama besan ke rumah sakit dan setelah memandang cucu-cucu gue gak pegang hp, untuk posting aja gue diingatkan angel setelah posting gue gendong twins lagi"
papa Satria "huh beneran gak ingat sahabat tau gak"
papa rey "ya maaf"
papa ferdinand "eh rey gimana janda yang komentar itu? kamu gak tertarik kah?"
papa rey "enggak"
papa demian "ayolah rey nikah lagi"
angel "iya papa nikah lagi saja" ucapnya yang baru tiba di ruang keluarga
mama cantika "sini ngel mama yang gendong"
mama tamara "sini dil mama mau gendong"
mama evilia "yahh gak kebagian"
papa Satria "satu-satu dong, sini ma papa juga mau gendong"
papa rey "hey jangan berebut dong kasian cucu gue"
angel "10 menit - 10 menit oke jadi gantian jangan berebut"
papa rey "duduk sini dil kita bahas aqiqah anak kamu"
fadhil "baik pa"
pak kyai "kamu mau mengundang siapa saja dil?"
fadhil "ya warga komplek ini saja bi, sama anak-anak yatim dari panti asuhan yang biasanya, papa atau abi ada yang mau di undang nggak?"
papa rey "papa ada sih beberapa kolega sama karyawan saja yang di kantor Pusat saja"
fadhil "kalau abi?"
pak kyai "abi ngundang teman-teman abi yang di kota ini saja paling nanti sama saudara-saudara"
papa rey "oh ya anak-anak pak kyai kapan tiba disini?"
pak kyai "mungkin hari senin biar sama saudara sekalian nanti"
papa rey "kalau gitu pesawat biar stay di kota S dulu biar ke kota K nya membawa mereka"
__ADS_1
pak kyai "jangan pak rey, nanti merepotkan"
papa rey "tidak apa-apa besan sekalian mau kesini kok pesawatnya"
pak kyai "baiklah kalau begitu nanti biar fadhil kabari kakak-kakak nya"
papa rey "lalu untuk kambing?"
fadhil "fadhil akan cari sendiri pa"
papa rey "oh gitu baiklah nanti papa ikut"
papa demian "terus apa yang bisa kita bantu?"
fadhil "fadhil butuh io papa dem tapi yang biasa menangani aqiqah"
papa demian "kalau Wo sih papa banyak kenalan, tapi kalau io nya gak tau nanti coba papa tanyakan ya"
fadhil "baik pa terima kasih, oh ya sebelumnya fadhil dan angel minta maaf sekali untuk acara ini fadhil tidak mau menerima bantuan dari siapapun karena ini acaranya aqiqah dan ini sudah tanggung jawab fadhil dan angel untuk membiayainya sendiri"
papa rey "baiklah papa tidak akan menyumbang, tapi izinkan papa mengadakan syukuran di setiap kantor cabang maupun pusat"
pak kyai "baiklah kalau gitu izinkan abi menggelar tasyakuran di pesantren"
angel "maafkan angel dan mas fadhil ya pa, abi, umi"
papa rey "iya nak papa tau kok itu tanggung jawab orang tua dan papa dulu juga gitu pas aqiqah kamu"
pak kyai "sudah abi tau kok maksud kalian bagaimana"
papa demian "terus acaranya dimana?"
papa rey "gini aja untuk masalah tempat kan di rumah nah nanti biar urusan io saja kamu tinggal pilih konsepnya, sekarang acaranya saja kamu mau seperti apa kalau ada pengajian siapa yang ngisi kalau mau ada hiburan, hiburannya apa kamu tentukan soalnya ini sudah hari kamis"
angel "acaranya tuh sekalian santunan anak yatim dan nanti juga ada pemotongan rambutnya twins terus nanti ada tausyiah nya gitu"
fadhil "yang ngisi siapa enaknya ya, abi sama papa ada saran tidak?"
papa Satria "kenapa tidak pak kyai sendiri?"
pak kyai "ya tidak enak dong pak sat"
papa rey "besan saja lah yang memberi saran, saya tidak ada kenalan ustadz-ustadz terkenal palingan ustad komplek saja"
pak kyai "coba kamu tanya gus arifin dil siapa tau selasa tidak ada jadwal"
fadhil "baik bi"
papa rey "untuk sholawat nya?"
pak kyai "siapa ya? apa mau bawa dari pesantren saja?"
fadhil "jangan bi nanti kasian mereka harus bolak-balik, lebih baik tim sholawat dari pesantren gus arifin saja sekalian"
pak kyai "gitu juga gak apa-apa"
papa rey "ini untuk makanan di serahkan ke ibu-ibu ya"
__ADS_1
mama cantika "umi Aisyah saja tapi yang menentukan"
umi Aisyah "ya jangan kita ya musyawarah saja soalnya kan saya tidak tau adat hajatan disini"
mama cantika "iya juga ya"
mama tamara "kalau gitu ayo bahas di taman belakang saja sekalian lihat rumah ini"
angel "yaudah ayo, anak-anak biar sama abi dan opa sama kakungnya"
papa rey "iya gapapa sini baby nya"
pak kyai "jangan lama-lama takutnya nangis baby nya"
fadhil "abi, papa cetak undangan enaknya berapa?"
papa rey "papa minta jatah 150 an saja"
pak kyai "abi 50 saja"
papa demian "kita di undang gak nih?"
fadhil "enggak di kasih undangan tapi sebagai kakek-kakeknya twins dan uncle-uncle nya harus hadir dong"
papa demian "ah baiklah kirain gak diundang"
papq rey "twins kalau kakek-kakeknya twins gak datang twins jangan mau di gendong sama kakek ya"
papa Satria "belum tau kali rey dia"
pak kyai "oh iya nama twins gak disampaikan sekarang beneran ini?"
fadhil "nanti saja pa pas aqiqah"
papa demian "cuma dikasih tau inisialnya saja nih?"
fadhil "iya hehehehe itupun karena papa maksa"
papa demian "gak sabar nunggu waktunya syasya lahiran"
papa rey "syasya, kania, fira pada ambil cuti nggak?"
papa demian " syasya sepertinya tidak"
papa satria "fira juga nggak deh"
papa ferdinand "kania juga enggak"
papa rey "pada lahiran di luar negeri dong? padahal yang ingin lahiran di luar negeri angel"
papa demian "sepertinya ya gitu tapi kalau sulit mengurus administrasinya aku minta lahiran di Indonesia saja"
papa ferdinand "lebih baik di Indonesia biar gue gak pusing dan bolak-balik Australia amerika"
pak kyai "tapi lelah hilang kalau sudah ketemu cucu"
papa ferdinand "iya mungkin benar pak kyai"
__ADS_1
mereka pun terus berlanjut mengobrol di ruang keluarga dan baby twins sangat anteng di pangkuan pak kyai dan papa rey.