
tengah malam angel terbangun karena mendengar twins menangis, dia langsung menghampiri twins di box tidurnya.
angel "ooh kakak sayang jangan nangis nak, mau mimi ya, jangan nangis lagi ya sayang"
anak pertamanya pun diam karena sudah mendapatkan apa yang dia mau.
tak lama fadhil terbangun dari tidurnya karena merasa istrinya tidak disampingnya.
fadhil "sayang"
angel "iya mas aku di sofa kakak lagi mimi"
fadhil "kamu bangun kok gak bangunin aku sih sayang"
angel "ya gapapa mas yang bangun cuma kakak aja kok, lagian dia udah tidur lagi"
fadhil "hmm, udah jam 1 kurang 10 menit aja"
angel "kamu keluar gih mas pasti abi dan yang lain sudah di bawah"
fadhil "bentar lagi sayang, janjiannya kan jam 1"
angel "hmm, mas ambil adek dong dia bangun tuh"
fadhil "iya sayang" fadhil pun jalan ke box baby twins
fadhil "adek bangun ya, pasti mau mimi ya kayak kakak"
angel "sini mas kamu gendong kakak ya, biar adek mimi"
fadhil "kakak boboin di sofa dulu sayang baru kamu gendong adek" angel pun menaruh anak pertamanya di sofa
angel "udah mas sini adeknya" fadhil pun memberikan anak keduanya kepada angel
fadhil "kakak sama abi ya sayang, tidur yang nyenyak sampai pagi ya sayang abi mau menyembelih kambing buat aqiqah kakak sama adek, besok pagi ada kak zaidan dan kak almira yang datang sayang"
angel "kak nafisa dan kak fatimah sampai jam berapa mas?"
fadhil "jam setengah 6 insyaallah sudah sampai di rumah"
angel "katanya hari ini deh datangnya"
fadhil "iya sayang kemarin pas mau berangkat kak nafisa pingsan jadi kata umi berangkat malam saja sampai sini pagi"
angel "oh begitu, kalau mau ditinggal kakak taruh di box aja ya mas"
fadhil "iya sayang sebentar lagi ya"
angel "mas itu ada telfon"
fadhil "iya sayang" fadhil pun mengambil hp nya di nakas
fadhil "assalamualaikum bi, ada apa?"
pak kyai "waalaikumsalam, ini semua sudah nungguin kamu kenapa gak segera turun"
fadhil "iya bi sebentar lagi turun, ini twins bangun soalnya"
pak kyai "kalau gitu di tunggu di taman belakang ya"
fadhil "baik abi"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
fadhil akhirnya tiba di taman belakang...
papa rey "twins udah tidur nak?"
__ADS_1
fadhil "adeknya belum pa"
papa rey "kakaknya gak nangis kan?"
fadhil "enggak pa, tadi mama cantika menemani angel kok"
papa rey "oh yaudah, kalau gitu sekarang kamu sembelih kambingnya"
fadhil "baik pa"
pak kyai "gak lupa kan niatnya?"
fadhil "insyallah tidak bi"adhil "Bismillâhi walLâhu Akbar. Allahumma minka wa laka. Allahumma taqabbal minni. Hadzihi ‘aqiqatu.... (nama twins yang pertama)
fadhil menyembelih kambing dengan cepat untuk meringankan rasa sakit dari kambing tersebut, setelah di pastikan tenggorokan, kerongkongan, dan dua urat leher telah pasti terpotong dan hewan benar-benar mati fadhil segera melanjutkan pemotongan hewan kedua dengan niat yang sama untuk putra pertamanya.
papa rey "mang ujang, udin sepertinya kalian pandai sekali potong-potong kambingnya"
mang ujang "kan kalau hari Raya kurban selalu ikut bantu-bantu tuan"
mang udin "iya tuan kita belajar saat hari Raya idul adha, kadang kalau tetangga hajatan juga bantu-bantu tapi kalau lagi pulang kampung saja"
papa rey "pantas saja kalian cepat sekali"
fadhil "mang, kambing ke 2 nya udah selesai saya sembelih"
mang ujang "iya den, sebentar mamang pompa dulu kambingnya"
fadhil pun melanjutkan menyembelih kambing dengan niat untuk putra ke 2 nya.
waktu terus berlalu hingga jam menunjukkan pukul 4 pagi, para chef dari hotel juga sudah tiba di kediaman papa rey.
pak Adit "tuan chef nya sudah datang"
papa rey "eh dit, kamu temui bi inah aja ya masak apa-apa nya, atau kamu tanya besan saya masak apa aja"
papa rey "undangan sudah kamu sebar kan dit?"
pak adit "sudah tuan, hanya saja untuk pemukiman di belakang komplek ini saya titipkan ke pak rt nya"
papa rey "oh ya gapapa, kamu juga jangan lupa hadir bawa istri dan anak mu"
pak Adit "baik tuan"
para pekerja di rumah papa rey, papa demian, papa ferdinand dan papa Satria semuanya sudah repot dengan pekerjaan masing-masing untuk suksesnya acara aqiqah baby twins.
mereka memotong daging kambing dengan kompak dan cepat, ada juga yang memotong sayur-sayuran, ada juga yang membentuk kotak makanan, intinya mereka saling bekerja sama dengan baik.
dan para chef sudah memasak untuk mereka sarapan nanti.
jam 5 pagi fadhil memasuki kamarnya.
mama cantika "sudah selesai dil?"
fadhil "sudah ma, fadhil mandi dulu ya"
mama cantika "yaudah sana, mama ke bawah dulu, angel baru saja tidur"
fadhil "iya ma, makasih ya sudah jaga angel dan twins"
mama cantika "ya sama-sama"
fadhil segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang terkena darah kambing dan setelah selesai mandi dia segera sholat shubuh di kamarnya.
setelah sholat fadhil melihat istrinya yang masih tidur pulas, dia segera mengaji sambil menunggu waktu sholat dhuha.
jam setengah 7 pagi angel terbangun dari tidurnya dilihatnya sang suami yang sedang sholat dhuha, entah kenapa melihat suaminya beribadah hatinya ikut tenang.
__ADS_1
fadhil "sudah bangun yang" ucapnya yang baru saja selesai sholat
angel "sudah mas, menyembelih kambing nya udah selesai?"
fadhil "alhamdulillah sudah sayang, kamu mau sarapan apa?"
angel "mau bubur ayam di depan komplek boleh?"
fadhil "boleh, mas belikan dulu ya, kamu mandi aja nanti kamu selesai mandi insyaallah mas sudah kembali, jangan lupa kunci pintunya"
angel "iya mas"
fadhil menaiki lift untuk turun ke lantai 1...
papa rey "dil mau kemana? tumben masih pakai sarung dan koko sudah keluar"
fadhil "hehehe iya pa, mommy nya twins minta bubur depan komplek"
papa rey "udah lahiran juga masih ngidam aja"
fadhil "pengen katanya pa"
papa rey "yaudah sana beliin"
fadhil "ya pa, fadhil pergi dulu"
papa rey "ya hati-hati"
fadhil segera menaiki motor matic milik bi inah dan dia segera meluncur ke tempat pedagang bubur.
setelah mendapatkan bubur ayam fadhil segera kembali ke rumahnya dan dia segera menuju dapur untuk mengambil peralatan makan.
syasya "kak fadhil itu apa?"
fadhil "bubur ayam untul angel"
syasya "aku mau, beli dimana?"
fadhil "di dapur masih ada 4 bungkus"
syasya "ahh terima kasih"
fadhil "hey jangan lari"
papa demian "kenapa teriak sih dil"
fadhil "itu anak papa dem lari ke dapur"
papa demian "syasya?"
fadhil "iya pa, makanya fadhil teriak, diakan lagi hamil, yaudah pa fadhil ke kamar dulu ya nganter sarapan untuk angel"
papa demian "iya dil, dasar si syasya lari-lari gak sadar apa lagi hamil"
syasya di dapur langsung meminta bubur ayam dan dia segera memakan nya di meja makan.
papa demian "sya jangan di ulangi lari ya sayang kamu lagi hamil" Ucapnya yang menghampiri syasya di meja makan
syasya "ya pa syasya janji"
papa demian "pelan-pelan makannya, revan mana?"
syasya "di belakang pa"
papa demian "yaudah papa tinggal ke belakang ya, awas jangan lari-lari"
syasya "iya-iya pa"
__ADS_1