
sore hari nya fadhil bersiap menjemput papa rey di bandara bersama mang ujang.
athaar "abi nanti kalau lewat masjid beliin telur gulung ya"
fadhil "kalau ada ya sayang"
athaar "kalau nggak ada abi buatin ya, please"
angel "athaar suka banget sih makan telur"
fadhil "iya dek, abang twins sama mommy pesan apa?"
angel "nggak mas udah mau masak kok aku"
afwa "abang juga enggak bi"
afwi "aku juga enggak kan nanti udah dapat oleh-oleh"
fadhil "yaudah abi berangkat dulu ya assalamualaikum"
"waalaikumsalam, hati-hati bi" ucap mereka kompak
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
sesampainya di bandara fadhil juga langsung menuju terminal kedatangan khusus. dia menunggu bersama mang ujang duduk di ruang tunggu.
papa rey "assalamualaikum, udah lama nunggu nya?"
fadhil "waalaikumsalam pa, belum kok baru aja duduk, ken sama rayn apa kabar sayang?"
rayn "rayn baik abi"
ken "ken juga baik kok bi"
fadhil "alhamdulillah, pa ma mau mampir dulu nggak?"
papa rey "mampir di masjid aja ini sudah hampir magrib"
mama evilia "iya hampir magrib nih, bibi masak nggak dil?"
fadhil "angel tadi bilang mau masak ma sama anak-anak"
mama evilia "yaudah makan di rumah saja ya nanti, ken sama rayn sudah lapar belum?"
ken "belum lapar banget kok oma"
rayn "ken masih kenyang oma"
ken "iya situ makan 2 porsi"
papa rey "sudah ayo pulang biar bisa langsung istirahat nanti kalau sampai di rumah dan besok kalian sudah masuk sekolah"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
jam 7 malam mereka sampai di rumah dan disambut oleh angel dan juga anak-anak nya.
ken "abang kembar" ucapnya memeluk twins yang saat itu bersebelahan
afwa "sehat ken, rayn?"
ken "alhamdulillah sehat"
rayn "kakak gantian aku juga kangen sama abang twins"
afwi "sini di sebelah abang, abang peluk"
rayn "abang kangen banget aku sama abang"
__ADS_1
athaar "gaada yang kangen athaar ya"
ken "kangen dong athaar" ucapnya beralih memeluk athaar
angel "sudah ayo masuk, kita makan malam"
athaar "abi telur gulung nya mana?"
ken "gaada athaar tadi abi sudah nyari-nyari"
fadhil "iya sayang telur gulung nya enggak ada, gimana kalau abi buatkan?"
athaar "boleh deh bi"
angel "habis makan malam oke, kasian abi nya lapar sayang"
athaar "iya mom"
setelah makan malam fadhil benar-benar membuatkan telur gulung buat athaar. "yang hamil siapa sih perasaan kok athaar terus yang ngidam" pikirnya.
tak butuh waktu lama untuk fadhil membuatkan telur gulung, setelah selesai ia pun mengantar telur gulung ke ruang keluarga.
fadhil "wah buka oleh-oleh nih" ucapnya sambil menaruh piring di meja
ken "yang buat mommy sama abi sudah di antar bibi ke kamar abi sama mommy"
fadhil "alhamdulillah abi dapat, terus sekarang mommy mana?"
afwa "ke kamar bi"
fadhil "yaudah abi ke kamar dulu, kalian habisin telur gulung nya ya habis itu istirahat"
ken "bi mumpung masih jam 8 apa boleh ken ke rumah papa revan?"
fadhil "mau ngantar oleh-oleh ya?"
fadhil "yaudah ken siapkan ya oleh-oleh nya, nanti abi antar, abi pamit sama mommy dulu"
ken "udah siap kok bi, soalnya udah di namai sama mama"
fadhil "yaudah bentar ya abi pamit sama mommy dulu"
setelah fadhil selesai pamit dengan angel diapun segera mengajak ken ke rumah revan yang berada tepat di sebelah nya.
fadhil "rayn gak ikut nak?"
rayn "nggak bi, rayn makan telur gulung buatan abi saja nanti kalau rayn tinggal di habiskan abang athaar"
fadhil "yaudah abi sama ken berangkat dulu ya anak-anak"
fadhil dan ken memilih jalan kaki untuk menuju rumah revan, setelah di bukakan gerbang oleh penjaga rumah revan mereka pun masuk rumah revan.
ken memencet bel di rumah itu agar di bukakan pintu. tak lama datang lah revan yang membukakan pintu.
revan "eh kalian masuk-masuk"
fadhil "assalamualaikum"
revan "waalaikumsalam, ayo ke ruang keluarga"
fadhil "lagi ngumpul ya, lu udah Baikan van?"
revan "belum nih duh nyonya masih bete"
fadhil "lu sih becanda aneh-aneh"
revan "ken, rayn mana? kok gak ikut apa dia masih di Bali?"
__ADS_1
ken "ken di rumah abi pa, dia gak mau ikut"
syasya "ken kapan datang sayang"
ken "baru aja ma, kalau tiba dari bali tadi jam 7"
syasya "yaudah sini duduk sayang"
ken "ma ken sama abi fadhil langsung pulang saja ya, ini ada oleh-oleh dari Bali dan pesanan kak bibil ada di situ juga" ucapnya menyerahkan 2 goodie bag besar
syasya "loh kok buru-buru sayang"
ken "besok ken kan sudah harus sekolah ma"
syasya "yaudah besok kesini lagi ya sayang"
ken "iya ma"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di jogja...
papa Satria sudah tiba di jogja pagi tadi namun ia enggan untuk kembali ke kota k jadi saat ini papa Satria sekeluarga masih berada di jogja.
ryan "opa oma ayo pulang, besok abang sekolah"
mikhael "adek juga opa oma, ayo pulang ke kota K"
papa Satria "masih enak disini ryan mikhael"
mama evilia "ini sudah jam 9 malam sayang"
ryan "ayolah opa pulang, kalau enggak aku pulang sendiri naik pesawat komersial toh jam 11 nanti ada penerbangan"
melihat cucu-cucu nya merengek pun sebenarnya tidak tega dan akhirnya papa Satria memutuskan untuk kembali ke kota K walau ia masih ingin di sini.
papa Satria "iya-iya kita pulang, siap-siap sana"
fira "kalian kenapa sih nggak mau disini sayang"
ryan "ma kita sekolah nya di sana loh"
mikhael "iya ma kalau disini kan mikhael gak punya teman"
ryan "papa sama mama cepat kembali ke kota k yah, bawakan aku adek cewek"
radis "iya sayang papa usahain sebelum bulan Ramadhan pekerjaan papa di sini sudah selesai, kalau adik cewek minta sama allah ya sayang"
ryan "iya pa"
radis "rayn jaga mikhael ya jangan berantem, jangan ngrepotin opa oma, yang nurut sama opa dan oma ya sayang"
ryan "iya pa, ryan akan jaga adek"
fira "pa ma nitip anak-anak ya, maaf merepotkan mama sama papa"
papa Satria "papa gak repot kok, kalian cepatlah kembali, cepat selesaikan pekerjaan di sini"
radis "iya pa, radis usahakan cepat selesai"
mama tamara "sudah ayo siap-siap terus berangkat ke bandara"
dengan berat hati fira dan radis melepas kepergian anak-anak nya untuk kembali ke kota K, sebenarnya fira ingin sekali ikut namun ia takut suami nya di goda oleh wanita-wanita di luar sana.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵
hari sudah larut yakni pukul 01.00 dini hari waktu kota K pesawat jet pribadi milik papa Satria telah mendarat sempurna di bandara kota K.
__ADS_1
mereka ber 4 sudah di jemput oleh sopir pribadi papa Satria dan langsung menuju rumah fira dan radis karena hari sudah larut malam.