Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
bab 478


__ADS_3

siang hari resepsi pun dimulai mereka memakai adat Jawa seperti permintaan Aisyah. atthala yang melihat papa mama nya memasuki tempat acara pun dia terus merengek untuk ikut mama papa nya.


"atthala dengarkan paman, nanti setelah prosesi adat selesai atthala paman antar ke papa mama oke? sekarang atthala sama paman dan bude dulu ya sayang" ucap afwi memberi pengertian


"pa pa pa pa"


"iya nanti ke papa nya ya sekarang sama paman dulu, kita ambil ice cream yuk"


"cim"


"iya ambil ice cream"


"ya ya ya"


"assalamualaikum bu angel" ucap hana


"waalaikumsalam, eh hanya kapan tiba?" tanya angel


"baru saja bu hehehe, oh ya ibu tau aba dan ama aku tidak? atau kak alif?"


"duh saya belum melihat mereka hana, coba saja kamu telpon mereka"


"ah baiklah bu, saya ke pengantin nya dulu saja"


"iya silahkan naik nya hati-hati ya"


"iya bu"


"fik ajaklah istrimu ke rumah sakit kakaknya sudah sadar kok" ucap fadhil lirih


"iya pak kyai tadi sebenarnya sudah di kabari sama aba cuma hana ngeyel ingin kesini jadi kami kesini dulu"


"habis ini ajak istrimu makan dulu biar dia kuat menghadapi kenyataan"


"iya pak kyai saya pamit naik dulu"


"iya silahkan"


di rumah sakit.....


"aba ayolah pulang" ucap afwi merengek


"belum boleh alif jangan merengek begitu"


"alif bosan disini ba"


"aba tau kamu bosan tapi sabarlah dulu setelah visit nanti sore jika keadaan kamu baik kita bisa pulang tapi menginap dulu di hotel sekitar sini baru setelah kontrol kita kembali ke Kediri"


"balik besok saja bi kan 6 hari lagi mau melamar rayya, aku belum menyiapkan semuanya abi" ucap alif


"nak biarkan rayya membeli seserahan sesuai keinginannya minggu depan kita mengkhitbahnya cukup membawa buah tangan dan pengikat saja gelang atau kalung terserah kamu" ucap ama hanum


"masa nggak bawa seserahan ama?"


"tidak nak nanti saja biar rayya memilih sendiri seserahan nya lagi pula kamu kan tidak tau rayya memakai make up merek apa, baju merek apa dan lainnya jadi cukup kamu siapkan tabungan kamu saja"


"hmm 300 juta cukup tidak ya ama?"


"semoga saja cukup nak" jawab ama hanum

__ADS_1


"kalau tidak cukup kamu bisa pakai tabungan abi nanti"


"tidak abi sebenarnya alif masih punya tabungan yang lain hanya saja itu untuk biaya hidup di london nanti karena alif kebetulan di terima di salah satu universitas disana hanya saja berbeda denga universitas impian rayya"


"begini saja bilang saja apa adanya sama rayya jika budget seserahan nya hanya 300 juta insyaallah dia mengerti nak, kalau aba lihat rayya bukan gadis yang suka foya-foya meskipun dia dari keluarga kaya Raya"


"mm baiklah ba alif akan bilang ketika berbelanja nanti"


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


ceklek


"aba" pekik hana


ya tamu di kamar alif adalah hana dan fikri


"aba ngapain disini?"


"hmm kalian masuklah dulu"


"mas alif" pekik hana ketika masuk kamar itu dan melihat kakaknya terbaring di brangkar


"adikku sudah pulang babymoon ternyata" ucap alif


"mas apa yang terjadi? kenapa mas alif bisa seperti ini?"


"ah tidak terjadi apa-apa? bagaimana babymoon kamu?"


"jangan mengalihkan pembicaraan jawab pertanyaan hana dulu"


"apa yang membuat mas sakit begini hiks hiks"


"hei jangan menangis mas tidak apa-apa hana"


"hana duduk di sofa yuk sama aba, aba ceritakan apa yang sebenarnya terjadi"


"aba" ucap ama hanum


"iya aba" ucap hana


"duduk sini dekat aba, tapi hana harus janji dulu sama aba kalau hana tidak akan menangis dan menyalahkan hana aba tidak mau cerita kalau hana tidak mau berjanji"


"hana janji aba"


"kamu nggak boleh nangis ya kamu harus bisa mengontrol emosi kamu, kamu harus memikirkan janin yang ada di kandungan kamu juga"


"iya aba hana janji"


"kakak sakit karena jatuh saat mengambilkan kelapa muda untukmu"


"Apa" ucap hana kaget


"hiks kakak maafkan hana hiks" ucap hana yang kini sudah di dekat alif


"heii kakak tidak apa-apa, jangan menangis tadi kan sudah janji"


"apa mas fikri tau mas alif jatuh?" tanya hana penuh selidik

__ADS_1


"maaf sayang"


"kalian jahat kenapa aku tidak di kasih tau hiks"


"hei dengarkan mas kami memikirkan kamu dan baby kita sayang, jangan menangis mas alif sekarang sudah tidak apa-apa kan, maafkan kami telah membohongi kamu karena ini semua demi kebaikan kamu sayang" ucap fikri memeluk istrinya


aba dan ama mereka terharu melihat hubungan putrinya reflek mereka berdua pun juga berpelukan.


"hiks hiks hiks sakiiittt" ucap alif


"mas mas apa yang sakit" ucap hana


"mana yang sakit lif" ucap ama


"hati aku yang sakit melihat kalian berpelukan sedangkan aku tidak punya yang dipeluk" ucap alif sedih dan membuat mereka yang di ruangat itu tertawa


"sabarlah sebentar lagi akan ada yang bisa kamu peluk bahkan lebih dari pelukan" ucap aba hasan


"memang mas alif mau menikah ba?" tanya hana


"doakan saja nak semoga sesuai dengan rencana kita"


"amin"


"oh ya ba kalau alif menikah haikal bisa pulang tidak ya?"


"haikal disana masih mulai beradaptasi nak jangan kau minta dia pulang aba takut haikal berat untuk kembali kesana lagi pula ama kamu nanti menangis lagi kalau haikal berangkat lagi aba tidak mau melihat ama menangis"


"tapi bi alif juga ingin saudara alif berkumpul saat alif menikah"


"sudah bicarakan lagi nanti sekarang istirahatlah dulu biar cepat pulih dan hana sama fikri bisa ke hotel untuk istirahat" ucap ama hanum


"aba sama ama saja yang istirahat biar fikri yang menjaga mas"


"tidak usah fik temani saja hana istirahat dan aba sama ama juga bisa istirahat alif tidak apa-apa sendiri disini"


"tidak ama disini saja nak"


"hana disini saja juga"


"tidak hana kamu harus istirahat bukankah hari ini baru pulang dari baby moon? pasti capek kan?"


"hanya sedikit mas masih kuat kok kalau hanya jaga mas"


"istirahat ke hotel Atau pulang ke Kediri pilihlah salah satu" ucap alif tegas


"baiklah aku pilih ke hotel" ucap hana pasrah karena kakaknya sudah berkata tegas itu artinya dia tidak akan bisa menego lagi


"mas cepet sembuh hana janji tidak akan meminta apa-apa lagi sama mas hana tidak mau mas sakit"


"na ini semua sudah di gariskan sama allah kamu tau itu kan? jadi jangan takut untuk meminta sesuatu sama mas insyaallah kedepan nya tidak akan terjadi sesuatu sama mas, sudah berangkatlah ke hotel mas baik-baik saja sekarang"


"nak kembalilah ke hotel untuk istirahat doakan nanti mas boleh pulang ya, fikri ajaklah istri kamu istirahat"


"baik ama, ayo sayang ke hotel" ucap fikri


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


maaf ya beberapa hari tidak update karena author punya kesibukan di dunia nyata hehehehe

__ADS_1


__ADS_2