
di rumah angel....
angel "mas udah pulang? loh kok ken ikut?"
fadhil "hmm sayang duduk dulu ya, nanti mas jelaskan, mbak sita anak-anak mana?"
sita "anak-anak sudah tidur tuan muda"
fadhil "kalau gitu tolong tidurkan ken sama mereka ya"
sita "baik tuan"
fira "ada apa mas? kok ken bisa ikut?"
angel "iya aku penasaran nih apalagi perasaanku gaenak dari tadi"
fadhil "jadi gini"
radis "papa ferdinand meninggal dunia"
angel dan fira "innalillahi wa innailaihi raji'un"
angel "hiks hiks hiks papa fer"
fira "kalian pasti bohong kan? hiks hiks hiks"
radis "enggak sayang papa ferdinand memang meninggal dunia, besok pagi kita ke rumah duka sekarang istirahat dulu disini"
fadhil dan radis mereka memeluk istri masing-masing untuk memberi ketenangan, setelah istrinya tenang merek pun membawa istrinya ke kamar.
angel "mas apa boleh aku ke rumah papa ferdinand untuk memberi penghormatan terakhir dan untuk melihatnya yang terakhir kali?"
fadhil "nunggu umi sama abi ya sayang biar nanti baby boy ada yang nemenin dan kesana nya sebentar aja ya baby kan butuh kamu"
angel "iya mas"
fadhil "yaudah sekarang istirahat dulu ya sayang jangan terlalu sedih, lebih baik mendoakan papa ferdinand ya karena itu yang bisa kita lakukan"
angel "iya mas"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui" (QS Al-Ankabut 64)
kita yang hidup kita pula yang pasti akan mati. Kematian adalah hal pasti.semua manusia yang ada di dunia ini pasti akan mati. kita sebagai umat muslim wajib menggunakan waktu yang kita miliki sebaik mungkin Karena pada dasarnya kematian merupakan hal yang pasti.kita semua ini pasti akan mati, siapapun itu dan Nggak ada satu pun orang yang tidak akan mati Semua itu pasti mati.
Semua pasti akan mati, Dan mati ini tidak mengenal waktu, tempat, dan ruang. Dan tidak menunggu siapa pun juga. ntah itu raja, rakyat biasa, pejabat, orang biasa, orang kaya, orang miskin, anak kecil, dewasa siapa pun itu semua pasti akan mati jika sudah waktunya ntah Laki-laki atau perempuan.
__ADS_1
mungkin kita sedih atas kenyataan di tinggalkan orang tua, sahabat teman, tetapi itulah sebuah kepastian dan semua orang akan mengalami nya dan itu pasti, sekuat apapun kita pasti akan mati, karena segala sesuatu yang kita miliki dan punyai saat ini sesungguh nya hanyalah titipan, dan semuanya adalah milik allah, sedih karena ditinggalkan seseorang itu wajar akan tetapi sewajarnya saja, cobalah untuk berpassrah diri, karena semua itu adalah HAK-Nya dan Milik-Nya.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di rumah duka....
papa demian "rey jangan melamun terus"
papa rey "gue pusing dem dengan permintaan ferdi yang seperti itu"
papa demian "coba deh tanya anak-anak gimana kalau misalnya mereka ngedukung ya jalani rey, gue yakin lo pasti bisa"
papa Satria "rey mungkin ini yang terbaik, ferdi jaga silvi di surga dan lo jaga evilia di sini, mungkin sulit rey tapi jalani aja, bukankah allah tidak akan memberi ujian di luar batas kemampuan umat nya? kalau lo dapat ujian seperti ini pasti lo kuat rey, gue sebagai sahabat hanya bisa mendukung apapun keputusan lo nantinya tapi gue berharap lo juga mau mewujudkan keinginan terakhir almarhum sahabat kita"
papa rey "insyaallah dem sat gue bakal mewujudkan keinginan ferdi tapi atas restu dari anak-anak dan itupun kalau evilia mau, mungkin ini yang terbaik untuk gue kedepannya"
papa demian "sepi ya kalau cuma bertiga gini, belum apa-apa gue udah rindu suasana bercanda bareng, makan bareng, jalan-jalan bareng dengan formasi yang lengkap"
papa rey "meskipun ferdi telah meninggalkan kita tapi dia tetap berada di hati kita dem"
papa Satria "betul banget rey, mungkin kita harus mengikhlaskan kepergian ferdinand dan kita juga harus mulai terbiasa tanpa kehadiran nya".
papa rey "oh iya siapa yang mengurus kepulangan jenazah ferdinand ke sini?"
papa demian "udah di urus revan sendiri rey, untuk pemandian jenazah nya besok pagi, ambulan dan pemakaman juga sudah di urus semua"
papa rey "iya gapapa sat suruh mereka aja kalau memang perlu chef dari luar kota suruh Adit aja manggil mereka"
papa Satria "udah kok rey tenang aja"
papa rey "yaudah istirahat dulu yuk sebelum jenazah tiba di sini, besok biar fit lagi tenaganya"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di rumah sakit....
revan "sayang makan dulu ya"
syasya "mama aja mas sama kania"
mama evilia "mama gak lapar sya, kamu makan ya kasian janin di perut kamu"
kania "iya sya kamu makan aja dulu"
syasya "kalau mama dan kania gak mau makan aku juga gak mau makan"
revan "tapi sayang di perut kamu itu ada calon anak kita, cucu yang diharapkan papa nanti papa sedih sayang kalau kamu gak makan"
__ADS_1
syasya "oma sama aunty nya juga gak mau makan jadi anak di perut aku juga gak mau makan"
mama evilia "huft iya-iya mama makan nak"
kania "oke ponakan aunty, aunty akan makan supaya kamu tidak kelaparan, baik-baik di perut mami oke" ucap kania sambil mengelus perut syasya
syasya "oke oma aunty aku mau makan sekarang"
revan "terima kasih tuhan masih memberiku kekuatan melalu ke tiga wanita yang saat ini di hadapanku, kuatkan kami menghadapi cobaan ini, dan ijinkan aku membahagiakan wanita-wanita ku kelak" ucapnya dalam hati
syasya "sayang jangan melamun terus kamu juga makan ya"
revan "iya sayang"
kania "mas suapi aku dong"
alfa "iya sayang ini aaaaa"
mama evilia "terima kasih tuhan sudah memberikan pasangan yang terbaik buat anak-anak ku dan sekarang aku bahagia melihat keluarga kecil mereka juga bahagia" ucap nya dalam hati
revan "ma makan ya, revan suapi"
mama evilia "tidak usah nak mama makan sendiri saja"
revan "yaudah ma cepat ya makannya, stelah ini kita istirahat dulu dan habis shubuh kita akan ke rumah"
mama evilia "apa di rumah sudah ada yang mengurus?"
mama cantika "tenanglah ev demian Satria dan rey sudah mengurus semuanya kok"
mama tamara "bahkan untuk acara tahlil sampai hari ke 7 juga udah siap kok ev"
mama evilia "terima kasih kalian selalu ada buat keluarga ku"
mama cantika "sudahlah ev kayak sama siapa aja"
mama tamara "oh ya aku sudah pesan kamar hotel di sebelah rumah sakit ini, kita bisa istirahat dulu disana"
revan "yaudah ibu-ibu semua istirahat di hotel saja biar aku dan alfa yang jaga di sini"
mama evilia "tapi nak"
revan "ma istirahat ya, besok kita harus mengantar papa ke pengistirahatan terakhir nya, besok butuh tenaga extra ma, kan kakak titip syasya ya dan titip mama juga"
kania "iya kak pasti aku jaga mereka"
alfa "yaudah aku antar ke hotelnya sekarang yuk"
__ADS_1
sesampainya di hotel merekapun menuju kamar, ibu-ibu memesan 1 kamar untuk bertiga dan ibu muda pun juga di kamar yang sama, setelah memastikan para perempuan masuk kamar hotel alfa pun kembali ke rumah sakit menemani kakak iparnya.