
setelah alif selesai donor darah dia keluar dan melihat athaar yang mau masuk ruangan itu dia pun tersenyum.
"terima kasih sudah mau donor darah buat adikku" ucap athaar
"iya sama-sama"
"kamu kok bisa disini dan di izinkan abi buat donor?"
"tadi saya takziah di pesantren dan disuruh menginap eh pas jam 9 malam adikmu jatuh dari motor jadi langsung kesini, aku di izinkan menolong adikmu karena dia butuh 3 kantong darah dan kata kyai fadhil yang bisa donor hanya kamu dan kakakmu yang masih umrah karena kamu perjalanan lama akhirnya aku boleh deh"
"oh gitu, kamu keluar gih tadi udah di pesenin sate kayaknya" ucap athaar karena dia tadi melihat sate di dekat abi nya
"iya saya duluan assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
"sus laki-laki tadi sudah donor berapa kantong?"
"1 kantong lebih mas"
"saya bisa 2 kantong sus"
"mas yakin"
"yakin demi adek saya"
"baiklah"
di luar ruangan....
"lif kamu makan dulu terus istirahat di kamar vip anggeek no 2" ucap fadhil
"tidak disini saya di sini saja"
"ayo kak aku antar, itu nanti ruang rawat rayya kok mumpung dia masih disini jadi bisa buat istirahat" ucap zaidan
"istirahatlah nak" ucap kyai hasan
"baik aba"
"ayo kak, kami pamit dulu semua assalamualaikum" ucap zaidan
"waalaikumsalam"
"kyai hasan apa anak kamu alif sudah jadi pimpinan pesantren?" tanya kak
"anak itu bahkan tidak mau dia lebih suka bisnis kuliner nya dari pada jadi pimpinan pesantren" sahut kyai hasan
"lah terus yang bantuk di pesantren siapa?"
"haikal tapi mungkin habis ini dia bertolak ke kairo"
"terus anakmu yang perempuan?"
"oh dia ada di pesantren juga, suami nya juga ikut bantu-bantu di pesantren"
"loh anakmu sudah nikah?" tanya kak rasyid terkejut
"sudah, dia melangkahi kakaknya makanya hanya akad saja dia mau resepsi tapi katanya barengan ngunduh mantu acara kakak nya saja"
"pantesan undangan nya gak sampek sini" ucap kak rasyid
"nantilah aku undang kalian kalau anak laki-laki ku sudah menemukan jodoh nya"
ceklek
__ADS_1
"bagaimana kondisi Putri saya dok?" tanya fadhil khawatir
"alhamdulillah baik-baik saja pendaharan sudah bisa di hentikan dan proses tranfusi juga alhamdulillah lancar"
"tapi kenapa tadi darahnya nggak berhenti mengalir? tangannya tidak apa-apa kan dok?"
"dari hasil ct scan tidak ada yang perlu di khawatirkan kalau untuk darah yang terus mengalir itu karena lukanya di nadi nya pak, untuk luka goresnya nanti jangan sampai kena air dulu"
"terus kenapa putriku belum di bawa ke ruangan nya?"
"habis ini ya bu"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di ruang rawat rayya....
"mommy tau nggak rayya tuh udah sadar loh tapi dia takut sama mommy" bisik athaar yang juga masih di dengar fadhil
"hay anak gadis mommy, gimana rasa nya jatuh dari motor enak nggak?
"mom seperti nya si hitam kita jual aja ya, uangnya lumayan bisa buat bayar rumah sakit"
"boleh bi nanti mommy nyuruh kak afwa saja yang jual"
"jangan" teriak rayya dalam hati nya
"mom gimana kalau adek di carikan suami saja siapa tau kalau udah punya pawang dia jadi penurut dan kalem"
"ogah" sahut rayya tiba-tiba
fadhil pun langsung memencet hidung anak gadisnya itu "jangan pura-pura tidur"
"hehehe"
"jangan dong bi masa little princess yang cantik ini di titipkan"
"pilihan nya 2 hitam di jual atau mondok di Kediri selamanya" ucap angel tegas
"hitam di jual" jawab rayya cepat
"oke hitam dijual bi dan kamu tetap mondok di kediri sampai waktu kuliah tiba"
"yah sama aja dong" keluh rayya
"motor di jual buat biaya perbaikan motor abi dan biaya rumah sakit dan tabungan kamu abi bekukan biar nggak bisa beli motor"
"abi jahat"
"abi nggak jahat abi cuma nggak mau kamu kenapa-napa kamu itu anak cewek abi satu-satunya, anak perempuan itu bisa mendatangkan surga tapi juga bisa mendatangkan neraka buat abi"
"maaf"
"sudah jangan di ulangi lagi, awas kamu ngebut-ngebut lagi, untung aja abi mengikuti kamu tau nggak kalau nggak siapa yang nolong kamu di tengah hutan gitu"
"iya bi maaf, aku mau pulang aja nggak mau disini"
"nggak kamu disini" ucap athaar
"aku mau pulang kak"
"kamu nurut sama kakak atau kakak nggak mau bantuin kamu lagi? kamu tau kakak shock saat di telpon kamu kecelakaan kakak tuh bela-belain langsung balik kesini tau nggak please jangan buat khawatir lagi"
"tapi"
"kamu mau kakak laporin ke kakak kembar? biar uang saku kamu di stop terus biar kamu nggak di bantuin lagi mau?"
__ADS_1
"nggak"
"makanya nurut, katanya mau jadi wanita sholehah kayak mommy kok bantah terus, mommy aja nggak pernah bantah abi"
"iya iya maaf, adek nurut deh"
"nah gitu kan manis"
mereka hanya tersenyum melihat kedekatan adik kakak itu.
"yaudah karena rayya sudah tidak apa-apa kami pamit dulu" ucap kak rasyid
"pulanglah ke angels hotel kak biar diantar athaar, besok pagi baru ke pesantren ini sudah jam 2 dan kalian belum istirahat"
"gapapa dek"
"kak please istirahatlah di hotel aku nggak mau terjadi apa-apa sama kalian, apalagi ini sudah pagi angels hotel dari sini cuma 10 menit kalau ke rumah kan hampir 1 jam"
"ya baiklah kakak juga sebenarnya ngantuk"
"cepet sembuh ya nak sampai ketemu di pesantren"
"beliau kyai hasan pemilik pesantren tempatmu nanti belajar sayang"
"oh, iya pak kyai terima kasih"
"dek kamu juga harus berterima kasih kepada anaknya pak kyai hasan karena anak beliau juga mendonorkan darahnya buat kamu" ucap athaar
"terima kasih kak sudah mau mendonorkan darahnya buat aku"
"iya sama-sama"
"bi aku ke hotel dulu" ucap athaar
"kamu menginaplah di hotel, besok pagi baru kesini jaga adek dan jangan lupa bawa mobil hotel biar besok abi sama mommy bisa ke pesantren dulu"
"iya bi assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
"sayang istirahatlah di sofa" ucap fadhil pada angel
"abi saja yang istirahat" sahut angel
"mommy aku mau di kelonin mommy"
"kamu itu masih sakit sayang"
"aku tuh nggak apa-apa mom kecuali pergelangan tangan kananku ini saja"
"udah sayang turuti saja anaknya" ucap fadhil
"iya bi, tapi bantuin naiknya"
"baiklah sayang"
fadhil menggendong angel dan menurunkannya di samping putrinya.
"aku nanti mau punya suami yang seperti abi ah biar bisa di romantisin setiap saat" celetuk rayya
"heh yang kayak abi tuh cuma 1 abi aja nggak ada yang lain dan itu sudah milik mommy" sahut angel
"sudah tidurlah nak, abi doakan nanti kamu dapat suami yang sholeh romantis dan mirip abi" ucap fadhil
"goog night my wife" ucap fadhil mencium kening istrinya dan setelah itu mencium kening rayya
__ADS_1