
setelah menyelesaikan sholat shubuh angel dan fadhil sudah bersiap-siap untuk chek out dari cottage dan pergi sarapan.
fadhil "sayang sudah siap semua kan? tidak ada yang tertinggal"
angel "sepertinya tidak"
fadhil "yasudah ayo pergi sarapan"
angel "kenapa gak sarapan di jalan aja?"
fadhil "emang sekarang gak lapar?"
angel "lapar sih tapi pengen makan di jalan aja, lagian ini udah hampir jam 7 kak"
fadhil "yaudah sarapan di jalan, nih makan roti dulu aja kalau gitu"
angel "hmm nanti aja di mobil kak"
fadhil "yaudah kamu bawa ransel yang isinya oleh-oleh lainnya biar kakak bawa"
angel "kakak yakin bawa 2?"
fadhil "iya sayang, udah cepet jalan"
angel "iya-iya"
ditengah perjalanan angel dan fadhil meminta sopir berhenti di pedagang bubur.
sopir "tuan nona ini pedagang bubur paling terkenal disini jadi rasanya bisa di jamin tidak mengecewakan"
angel "yaudah pak mari kita turun untuk sarapan"
sopir "tidak usah tuan nona saya sudah sarapan tadi"
angel "bapak yakin?"
sopir "iya nona"
angel "yasudah pak kita tinggal sarapan dulu ya"
sopir "baik nona"
fadhil "yang mau pesan apa?"
angel "bubur ayam aja, minumnya es teh manis"
fadhil "yaudah aku pesankan dulu"
angel "kak aku ambil itu boleh?"
fadhil "sate usus? boleh ambil aja"
angel "kakak mau apa?"
fadhil "sate usus aja 2"
angel "oke siap"
angel pov
wah enak nih pedas-pedas semua, aku ambil sate usus pedas ini aja 2, yang gak pedas 2, ceker pedas enak juga kayaknya ambil 4 aja lah, wah ada sate pedas ati ampela juga, ini baby cumi pedas enak kayaknya.
fadhil pov
angel lagi milih apa sih kok lama banget, jangan-jangan dia ambil banyak lagi atau dia bingung mau ambil apa.
author pov
fadhil "sayang kok lama?"
angel "hehehe maaf tadi lihat makanan banyak banget sayang semua pedas-pedas lagi, pasti enak banget di makan sama bubur ayam"
fadhil "yakin habis semua ini? banyak banget lo sayang"
angel "habis lah kan lapar banget"
fadhil "kalau sakit perut gimana?"
angel "enggak bakalan aku biasa kok makan pedas"
fadhil "yaudah iya terserah"
pelayan "permisi kak ini pesanannya 2 bubur ayam spesial sama 3 es teh manis"
fadhil "terima kasih mbak"
angel "minumnya kok 3"
fadhil "takut kamu kurang aja"
angel "unch pengertian sekali"
fadhil "yaudah cepet di makan"
angel "siap suamiku"
fadhil "gimana enak?"
angel "enak banget apalagi ditambah baby cumi pedas, kakak coba deh"
fadhil "enggak deh aku makan sama sate usus aja"
angel "yaudah ini aku habiskan semua"
fadhil "iya habiskan semua, biar gak lapar nanti di bandara"
__ADS_1
angel "enak banget ceker pedasnya"
fadhil "suka banget sama ceker?"
angel "enggak sih tapi kalau makanan pedas iya suka banget"
20 menit berlalu angel dan fadhil sudah menghabiskan makanan mereka masing-masing dan melanjutkan perjalanan ke bandara.
fadhil "sudah kenyang?"
angel "banget malah"
fadhil "yaudah tidur aja masih lama juga perjalanan"
setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya angel dan fadhil sampai di bandara jalaluddin Gorontalo angel dan fadhil segera chek in untuk keberangkatan mereka.
di kota K....
semua orang dari keluarga papa rey dan sahabatnya mereka sedang berada di perjalanan menuju bandara.
sesampainya di bandara mereka langsung menuju pintu keberangkatan khusus, karena papa rey dan rombongan menggunakan pesawat jet pribadi.
papa demian "rey pilot beneran udah siap kan?"
papa rey "udah dem, keberangkatan kita setelah pesawat dari Bali mendarat sekitar 20 menit lagi"
papa Satria "udah hubungi angel atau fadhil untuk mengkonfirmasi keberangkatan mereka rey?"
papa rey "tadi sih pas kita di jalan mereka sempat memberi kabar kalau pesawat akan berangkat pukul 12:10 seharusnya mereka sudah di pesawat"
papa Satria "landing jam berapa mereka?"
papa rey "15 menit setelah pesawat kita"
papa Satria "jadi kita nanti nunggu 15 menit?"
papa rey "iya sat"
papa ferdinand "lama amat sih rey"
papa rey "sabar fer tu pesawat dari Bali udah mendarat, kita tinggal nunggu pesawat siap saja"
papa ferdinand "tuh pilot lo udah keluar, yuk kesana"
mama tamara "gak sabaran banget sih fer"
papa ferdinand "gatau tam pengen aja cepet sampai sana"
setelah menempuh perjalanan udara beberapa jam akhirnya papa rey dan rombongan mendarat dengan selamat di bandara kota S.
syasya "akhirnya kita ke kota S lagi"
kania "iya bener tapi kali ini kita ke pesantren untuk acara angel bukan nganter angel"
setelah sampai di ruang tunggu syasya yang sedari tadi tidak mengaktifkan ponselnya kini mengaktifkan ponselnya.
syasya "wah banyak banget notifikasi masuk, ya ampun pesawat jatuh dari Gorontalo menuju kota S, angelllllllll" ucap syasya yang seketika pingsan.
papa demian "syasyaaaa"
mama cantika "syasya, sayang bangun nak"
fira "papa dem coba cek hp syasya deh habis lihat ponsel langsung pingsan" dan papa demian mengecek hp syasya
papa demian "innalillahi... "
papa rey "dem ada apa"
papa demian "rey lo harus kuat oke, kita semua ada disini sama lo"
papa rey "ada apa sih dem"
papa Satria "ada apa dem jangan buat penasaran"
papa demian "pesawat dari Gorontalo tujuan kota S kecelakaan"
papa rey "enggak mungkin dem lo pasti bohong"
papa demian "tapi berita ini benar apa adanya rey"
papa Satria "reyyyyyy"
papa ferdinand "rey bangun rey lo harus kuat"
papa demian "fer, sat dan kalian semua tolong bawa syasya dan rey ke rumah sakit terdekat, aku sama revan akan cari informasi dulu"
papa Satria "oke dem"
papa demian "ma jagain putri kita dulu ya, papa cari informasi tentang angel dulu"
mama cantika "iya pa"
papa demian "fer ini bener pesawat yang di naiki angel?"
papa ferdinand "benar dem itu pesawatnya dan jadwal penerbangan sesuai dengan yang aku pesan"
papa demian "yasudah kalian segeralah ke rumah sakit, rev ayo kita ke pusat informasi"
revan "ayo om"
sesampainya di pusat informasi mereka kaget karena sudah banyak para keluarga korban, papa demian dan revan segera bertanya ke pegawai bagian informasi"
papa demian "mbak mau tanya untuk pesawat dari Gorontalo tujuan kota s yang jatuh apa ada penumpang yang bernama angela syakila dan risky fadhil?"
pegawai "sebentar ya pak saya cari dulu"
__ADS_1
pegawai "dari data yang ada nama penumpang Angela syakila thompson dan risky fadhil al-farisi apa nama tersebut yang bapak cari?"
papa demian "iya benar mbak, apa kemungkinan penumpang bisa selamat?"
pegawai "kami masih berusaha mencari titik jatuh pesawat tersebut pak kita hanya bisa berdoa semoga semua penumpang selamat"
papa demian "terima kasih mbak atas informasinya"
revan "om kita harus kemana lagi?"
papa demian "om akan telpon pak kyai dulu rev"
*sambungan telepon papa demian dan pak kyai*
papa demian "assalamualaikum pak kyai, saya demian mohon maaf jika mengganggu waktu pak kyai"
pak kyai "waalaikumsalam pak demian tidak mengganggu kebetulan saya sedang menunggu rombongan tiba"
papa demian "mohon maaf pak kyai kami sepertinya tidak bisa langsung ke pesantren karena rey masuk rumah sakit karena pingsan"
pak kyai "kenapa bisa seperti itu?"
papa demian "maaf pak kyai saya harus menyampaikan berita buruk ini"
pak kyai "tidak apa-apa pak demian tolong sampaikan beritanya"
papa demian "pesawat yang di tumpangi angel dan fadhil mengalami kecelakaan pak kyai"
pak kyai "innalillahi semoga mereka selamat ya allah"
papa demian "aminn"
pak kyai "kalau boleh tau pak rey sekarang di rumah sakit mana?"
papa demian "di rumah sakit dekat bandara pak kyai"
pak kyai "baik saya akan kesana dengan anak-anak"
papa demian "baik pak kyai kalau begitu saya cari informasi dulu tentang angel dan fadhil, assalamualaikum"
pak kyai "waalaikumsalam"
**********
papa demian dan revan sudah berada di rumah sakit, disana sudah ada keluarga pak kyai, papa rey dan para sahabatnya.
papa Satria "dem gimana?"
papa demian "menurut informasi angel dan fadhil ada di pesawat tersebut namanya sudah ada di daftar penumpang"
papa ferdinand "coba aja gue gak ngasih tiket bulan madu itu"
pak kyai "sudah pak ferdi jangan bersedih berdo'a saja semoga angel dan fadhil selamat dari kecelakaan itu"
umi Aisyah "bi umi yakin fadhil dan angel selamat"
pak kyai "iya umi kita doakan ya supaya mereka selamat"
papa demian "ma syasya gimana?"
mama cantika "masih belum siuman pah dan kania juga ikut pingsan"
papa demian "kalau rey?"
papa Satria "dokter belum keluar dem"
papa demian "dari tadi belum keluar sama sekali?"
papa Satria "sama sekali belum"
ceklek... pintu igd terbuka keluarlah seorang dokter.
papa Satria "dok bagaimana keadaan rey?"
dokter "apa disini ada keluarganya?"
papa Satria "kami sahabatnya dok, keluarganya hanya anak kecil itu dok dan 2 orang itu iparnya"
dokter "anak yang sudah dewasa atau istrinya? karena ini sangat privasi bagi pasien"
papa demian "kasih tau kami saja dok"
dokter "baiklah sebelumnya saya bertanya kenapa pasien bisa pingsan?"
papa demian "karena mendengar berita kecelakaan pesawat dari Gorontalo ke kota s dan 2 penumpangnya adalah anak dan menantunya"
dokter "pantas saja, beliau mengalami serangan jantung ringan"
mereka semua shock mendengar jika papa rey terkena serangan jantung.
papa Satria "lalu apa yang harus kami lakukan dok?"
dokter "sebisa mungkin jangan sampaikan hal-hal yang bisa mengakibatkan beliau shock ketika sadar nanti"
papa demian "tapi bagaimana jika dia tanya sesuatu tentang putrinya, apa bisa jika dia di beri saja obat penenang gitu dok setidaknya sampai kami menemukan putrinya"
dokter "kita lihat nanti ya pak, jika keadaan pasien belum memungkinkan menerima informasi tentang Putri nya maka kami akan memberikan obat penenang"
papa demian "baik dok, apa kami boleh menjenguknya?"
dokter "boleh silahkan kalau begitu saya permisi dulu"
setelah kepergian dokter mereka bergantian menjenguk papa rey, setelah itu papa demian ke kamar rawat syasya begitu juga dengan papa ferdinand pergi ke kamar rawat kania, sedangkan papa rey di tunggu oleh keluarga pak kyai, papa Satria dan mama tamara mereka berdua sibuk menghibur putrinya.
JANGAN LUPA VOTE, KOMENTAR DAN LIKE YA READERS
__ADS_1