Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
bab 473


__ADS_3

"mommy, ama makan siang sudah siap" ucap rayya


"iya sayang, oh ya panggilkan yang lain ya mama syasya sama bunda dan mami ada di belakang"


"iya mom"


setelah semua berkumpul mereka pun memulai makan siang.


"perkedel nya enak" ucap syasya


"calon mantu mama yang buat kalau jadi sih" ucap rayya


"ah benarkah? kapan-kapan buatkan lagi ya naj"


"eh iya bu"


setelah makan siang selesai mereka yang perempuan kembali ke dapur kali ini nabila dan hana juga ikut ke dapur dengan alasan bosan di kamar akhirnya mereka mendapatkan ijin.


"kalian berdua duduk saja jangan kerja berat cuma bungkus saja nanti sama kasih kotak snack nya dan mbak-mbak tolong ya kedua ibu hamil ini jangan boleh angkat-angkat"


"iya mommy siap"


"iya mom" ucap nabila


"yasudah nanti kalau capek istirahat saja" ucap angel


"iya mom"


"zahra kamu mau kemana?" tanya nabila


"ke belakang sebentar" ucap zahra


"ayo kak aku temani" ucap rayya


"boleh"


kini mereka berdua telah sampai di halaman belakang pesantren yang penuh dengan tumbuhan.


"kak zahra mau cari apa?"


"pengen kelapa muda itu dek"


"tinggi kak aku panggil kak afwi ya"


"mas afwi lagi repot dek"


"hmm terus gimana"


"itu ada orang dek kamu minta bantuan gih"


"kok aku?"


"please"


"baiklah baiklah"


"assalamualaikum" ucap rayya pada laki-laki itu


"waalaikumsalam"


"eh gus alif, maaf mengganggu"


"ada apa ra? tidak menggaggu kok kebetulan saya sudah selesai telpon"


"mau minta tolong boleh?"


"minta tolong apa?"


"gus alif bisa manjat nggak? kak zahra pengen kelapa muda"


"kakakmu lagi ngidam ya?"


"nggak tau tapi katanya pengen"


"yaudah ayo"


"eh kok gus alif ray" tanya zahra ketika melihat rayya bersama gus alif


"kan tadi yang nyuruh kakak orang yang duduk disana tadi ya gus alif"


"ah jadi nggak enak, nggak jadi aja deh"


"nggak apa-apa mbak aku ambilkan"


"beneran nggak apa-apa?" tanya zahra


"iya gak apa-apa"


"hati-hati gus" ucap rayya


"iya"


dari kejauhan aba hasan dan fadhil melihat orang naik pohon kelapa.


"itu siapa ya yang naik pohon kelapa, tinggi loh itu" ucap aba hasan


"ayo kesana mas biar tau"

__ADS_1


"yaudah ayo"


sampai disana ternyata ada rayya dan zahra yang menunggu di bawah.


"kalian ngapain?" tanya fadhil


"eh abi ini kak zahra tadi minta kelapa muda"


"ha terus yang naik itu siapa?"


"gus alif bi"


"astagfirullah itu tinggi loh"


"kalian menyingkirlah jangan di bawah takut kejatuhan kelapa" teriak alif dari atas


"ayo minggir semua" ucap fadhil


buk


buk


suara kelapa jatuh


"yang lain susah itu saja ya" teriak alif


"iya"


"turun nya hati-hati nak" teriak aba hasan


"iya aba"


tak lama alif sudah berhasil turun dari pohon kelapa.


"terima kasih banyak ya gus" ucap zahra


"iya sama-sama mbak"


"kalian berdua masuk sana cuacanya sangat panas" ucap fadhil


"iya bi"


"lif terima kasih sudah mau repot-repot manjat pohon kelapa menuruti keinginan menantu saya"


"sama-sama"


"menantu kamu yang kedua itu juga hamil?" tanya aba hasan


"kalau tebakan aku sama istri ya dia hamil tapi mereka belum menyadari nya"


"semoga saja iya biar tambah rame"


di ruang keluarga...


zahra menikmati kelapa muda yang tadi diambil alif di temani rayya dan afwi suaminya.


"kayaknya enak yang" ucap afwi


"iya seger banget mas"


"habisin cepat mbak keburu di minta kakak" ucap rayya


"tau aja kamu dek"


"wah enak tuh kelapa muda" celetuk hana


"eh ning hanya, tapi sudah habis ning"


"yah sayang sekali, cari nya dimana itu?"


"di halaman belakang ada pohon nya"


"ah baiklah, aku pergi dulu"


hanya menemui suaminya yang tadi berada di teras.


"mas"


"ya sayang" ucap fikri


"aku mau kelapa muda"


"yaudah ayo beli"


"tidak mau aku mau ambil di pohon nya"


"jangan aneh-aneh sayang, pohon kelapa itu tinggi"


"yaudah kalau nggak mau hiks hiks hiks"


"eh eh jangan nangis" ucap fikri langsung memeluk istrinya


"jangan nangis sayang, pohon kelapa kan tinggi ambilnya gimana beli aja ya"


"gak mau huaaa"


"fikri ada apa nak?" ucap aba hasan

__ADS_1


"abiii hiks hiks" ucap hana langsung memeluk aba nya


"cup cup sayang jangan nangis"


"mas fikri jahat bi hisk hiks hiks"


"ada apa ini?" tanya alif


"hana kenapa nangis?" tanjutnya


"mas fikri jahat kak hiks hiks hiks"


"cup cup cup jangan nangis bilang sama aba fikri kenapa?"


"hana kenapa fik?" tanya alif


"minta kelapa muda dari pohon nya kan pohon kelapa tinggi aku nggak bisa manjat kak"


"haiss gitu aja mewek dasar bumil cengeng" ucap alif


"aba kakak nakal"


"sudah jangan nangis hmm malu sama anak kamu"


"mau kelapa muda"


"minta tolong kakak baik-baik jangan nangis hmm"


"kakak minta kelapa muda"


"gak mau aku aja habis mandi"


"tuh kan bi kakak jahat juga hiks"


"yaudah iya kakak carikan dasar cengeng"


"ada apa nih kumpul di teras" ucap papa rey


"ini pak anak saya pengen kelapa muda" ucap aba hasan


"oh begitu disini banyak kok pohon kelapa kalau nggak salah juga banyak yang jual kelapa muda di pinggir jalan"


"iya pak itu kakak nya masih mau mencarikan tadi istrinya afwi juga minta itu mungkin hanya pingin"


"oalah begitu, ayo di tunggu di dalam"


"iya pak"


sampai di halaman belakang alif memilih pohon kelapa mana yang akan di panjat karena pohon kelapa yang tadi buahnya tidak mau jatuh kalau tidak menggunakan alat bantu sedangkan alif tidak membawa pisau.


"ah lebih baik pohon yang itu gak terlalu tinggi seperti yang tadi" gumam alif


alif langsung memanjat pohon kelapa itu dengan perlahan namun pasti alif akan sampai di Puncak, alif berusaha mengambil kelapa muda itu dan dia berhasil mengambilnya namun sayang alif ikut terjatuh bersamaan dengan kelapa itu


buk


"aaahhh"


"astagfirullah, al cepat panggil abi al kepala nya berdarah"


"jangan" ucap alif lirih


"tapi mas ini bahaya kepala nya berdarah"


"saya bisa menahan, tolong berikan kelapa ini kepada hana di rumah utama dan setelah itu ajak abi saya Kesini jangan sampai abi dan ama saya tau "


"baiklah saya antar kelapa ini, bertahanlah mas" ucap salah satu santri


"mas bangun mas jangan pingsan"


"mas bangun"


"ya allah bagaimana ini"


di rumah utama


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam, masuklah mau mencari siapa?"


"ini pak mau mengantar kelapa katanya untuk hana kalau nggak salah"


"ah iya untukku terima kasih"


"sama-sama"


"sana bukalah di belakang sama suami kamu" titah aba hasan


"iya aba"


"maaf abi fadhil saya mau menyampaikan mas mas yang manjat pohon tadi jatuh"


"innalilahi"


"astagfirullah innalilahi" ucap aba hasan


"tapi katanya dilarang bilang ke adik dan ama nya"

__ADS_1


"suruh ustadz kembar menyiapkan mobil ya mereka ada di depan tadi jangan sampai orang rumah tau dulu" ucap fadhil


"baik abi"


__ADS_2