
sore ini fadhil dan athaar diantar kak rasyid menuju bandara kota s.
fadhil "sayang mas pulang dulu baik-baik di sini"
angel "iya mas sama athaar hati-hati di jalan"
fadhil "iya sayang"
kak rasyid "udah deh dek cuma 2 hari doang dek kayak mau LDR sebulan aja sih"
fadhil "iya iya, jagain istri aku ya kak"
kak rasyid "iya siap, ayo berangkat telat ntar"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di kota K
jam 9 malam fadhil dan athaar sudah tiba di kediaman nya, tadi fadhil menggunakan taksi karena memang ini sudah malam dia tidak enak meminta tolong pekerja nya karena sudah bukan jam kerja lagi.
papa rey "loh kok kalian pulang? gembul mana?"
fadhil "iya pa, gembul masih disana"
papa rey "apa ada masalah?"
fadhil "kak masuk kamar gih abi mau bicara sama opa dulu"
athaar "iya bi, opa athaar istirahat dulu"
fadhil "enggak ada masalah kok pa, fadhil mau menyelesaikan meeting yang hari esok saja dan mengosongkan jadwal sampai weekend, soalnya fadhil harus kembali ke kota s sama papa mama juga kalau kalian enggak repot"
papa rey "ada apa memang nya?"
fadhil "almira anak nya kak davian mau nikah"
papa rey "haaa almira nikah"
fadhil "papa tenang dulu jangan kaget, soalnya fadhil yakin papa bakal kaget kalau tau siapa calon nya almira"
mama evilia "ada apa pa kok teriak-teriak, loh fadhil anak-anak mana?"
fadhil "athaar di kamar gembul sama angel masih di rumah umi"
papa rey "mama tau nggak kalau almira mau nikah"
mama evilia "nggak tau tadi yang mama tau cuma cantika tanya apa ada acara kok seragam keluarga di suruh cepet menyelesaikan tapi mama belum tanya angel sih"
fadhil "papa mama jangan shock ya, almira hari kamis mau nikah sama asisten Kevin"
papa rey "Kevin?"
mama evilia "ini beneran?"
fadhil "iya pa Kevin asisten fadhil partner nya pak adit dan Dimas, beneran ma nanti hari kamis"
papa rey "acara nya di mana?"
fadhil "angel's hotel pa"
papa rey "yaudah kosongkan semua kamar hari itu biar teman-teman Kevin bisa datang di acara nya, nanti pinjam pesawat papa dem sama papa Satria saja sepertinya di sini pesawat nya papa Satria"
fadhil "iya pa rencananya fadhil baliknya memang mau pinjam pesawat nya papa demian, soalnya pesawat papa di pakai jemput twins dan keluarga Kevin di Malang"
papa rey "iya gak apa-apa"
mama papa evilia "pesawat kania juga ada di sini kok, kemarin dipakai revan ke singapore coba aja tanya siapa tau belum kembali ke Bali"
fadhil "iya ma nanti aku tanyakan"
mama evilia "yaudah istirahat gih, baru perjalanan jauh juga kan"
fadhil "iya ma"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
keesokan paginya setelah sarapan dan mengantar athaar ke sekolah nya fadhil melajukan mobilnya ke kantor nya.
di kantor fadhil langsung menemui pak Adit yang berada di ruangan wakil ceo, ya pak Adit sudah diangkat menjadi wakil ceo agar memudahkan jika sewaktu-waktu fadhil harus keluar kota.
fadhil "pak adit"
pak adit "loh tuan, bukanya masih besok ya ke kantor"
fadhil "iya pak harus nya besok, oh ya Kevin cuti dia mau nikah, saya bisa minta tolong nggak kosongkan jadwal saya mulai besok"
pak adit "bisa tuan karena memang minggu ini tidak ada jadwal yang begitu penting, kapan Kevin menikah?"
fadhil "baiklah, Kevin nikah hari kamis, tunggu saja undangan nya nanti juga sampai, acara nya di kota s kamis malam, usahakan kamis jam kerja hanya sampai siang saja di pusat dan cabang, walaupun yang di undang sebagian setidaknya mereka juga merasakan pulang cepat'
pak adit "ya tuan saya akan mengaturnya dengan kordinasi dengan pimpinan cabang"
fadhil "baiklah saya keruangan saya dulu"
pak Adit "iya tuan silahkan"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di kota s
angel "bang zai keluar nggak?"
zaidan "nggak aunty, aunty butuh sesuatu biar abang belikan"
angel "nggak deh biar go food aja"
syahila "aunty mau makanan apa?"
umi Aisyah "biar umi buatkan kalau rayya nya rewel"
angel "enggak usah umi, angel cuma ingin makanan angkringan kok, sore-sore gini kan enak"
zaidan "nanti habis magrib abang belikan aunty kalau sekarang sudah mepet magrib"
angel "kalau abang repot aunty bisa go food kok"
syahila "biar di beliin aunty, please selamatkan aku malam ini" bisiknya pada angel
zaidan "sayang kamu bisikin aunty apa?"
syahila "cuma bilang sih abang aja yang beli soalnya aku juga ingin sate usus sama telur puyuh"
angel "yaudah nanti abang belikan ya, tanya aja sama uncle biasa beli di mana"
zaidan "baiklah aunty"
syahila "aunty baby rayya biar aku gendong boleh?"
angel "boleh dong, ini gendong lah siapa tau dia enggak rewel"
syahila "iya aunty"
umi Aisyah "tuh nak kamu sudah cocok punya anak, buktinya rayya tenang di pangkuan kamu"
syahila "doakan saja umi semoga allah segera memberi kami kepercayaan"
angel "apa kalian menunda nya? ila nggak mau kuliah?"
syahila "kami nggak menunda nya aunty, nggaklah aunty ila takut nggak bisa membagi waktu"
__ADS_1
angel "tapi perusahaan kamu nantinya bagaimana?"
syahila "ya sesuai wasiat dong aunty, kalau perusahaan di urus suami ila dan orang-orang kepercayaan papa"
angel "tapi kan kamu tau abang bukan anak bisnis"
syahila "kan abang bisa belajar sama uncle"
angel "udah bosan belajar ya kamu?"
syahila "bosan banget aunty kalau di kelas tapi kalau cuma baca-baca buku gitu nggak"
angel "yaudah deh terserah kamu asal kamu senang la, tapi abang nggak melarang kamu kuliahkan?"
syahila "abang malah nyuruh aku kemarin namun aku tolak, aku merasa bosan belajar di kelas aunty"
angel "hmm yasudah kalau gitu, sini baby rayya nya kamu bisa ke masjid sama abang sama uti"
syahila "ila disini saja kita sholat nya gantian aunty"
zaidan "yaudah kalau gitu aku berangkat ke masjid, ayo uti"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
setelah selesai sholat jama'ah di masjid zaidan pun menelpon uncle nya untuk menanyakan angkringan yang biasa ia beli.
zaidan "assalamualaikum uncle"
fadhil "waalaikumsalam bang, ada apa?"
zaidan "uncle biasanya beli makanan di angkringan mana?"
fadhil "yang itu bang pertigaan pasar ke kanan yang deket atm, aunty yang minta ya?"
zaidan "iya uncle"
fadhil "aunty beliin porsi doble ya bang, sate usus 10 nasi bakar 2 telur puyuh 10 terus biasanya sama sate yang lain satu-satu gitu bang, beliin buat yang lain juga ya uang nya uncle transfer"
zaidan "eh enggak usah uncle"
fadhil "udah nggak apa-apa kamu kan udah di repotin sama aunty"
zaidan "yaudah terserah uncle aku berangkat dulu ya uncle"
fadhil "ya bang hati-hati"
tak lama ada notifikasi tranfer di ponsel zaidan.
zaidan "ya allah uncle beli di angkringan aja transfer nya satu juta" gerutunya
zaidan pun melajukan motornya ke angkringan yang di maksud fadhil, zaidan juga tak lupa mengabari istri nya jika dirinya pergi ke angkringan.
di rumah umi Aisyah...
syahila yang menerima pesan pun kaget karena diri-nya dan angel telah menunggunya untuk pesan makanan.
syahila "loh aunty abang udah berangkat"
angel "yaudah kamu chat aja yang tadi aunty bilangin"
syahila "abang udah di tempat aunty katanya, untuk pesanan aunty seperti yang uncle suruh gitu bilang nya"
angel "pantesan abang langsung berangkat udah tau toh, yaudah kamu pesan aja la mau apa"
syahila "udah kok aunty, kata abang semua di beliin sama uncle"
angel "oh gitu"
syahila "tapi agak lama aunty soalnya sebagian masih di bakar"
angel "enggak apa-apa kalau banyak kan lama"
angel "kenapa alergi?"
syahila "ya kan aunty dari kecil kan kecukupan gitu aunty, ya siapa tau alergi makanan pinggir jalan"
angel "enggak lah, aunty dari dulu makan nya di pinggir jalan sesekali di kafe atau resto, kamu main lah ke rumah aunty nanti aunty aja kulineran disanadm deh di tempat favorite aunty"
syahila "aunty beneran?
angel "kamu ndak percaya?"
syahila "ya gimana ya aunty, aunty kan crazy rice nya Indonesia gitu"
angel "kamu orang kesekian yang gak percaya kalau aunty suka makan pinggir jalan dari pada restoran, dulu uncle kamu kalau mau ngajak makan di restoran tapi aunty tolak karena aunty lebih milih makan di pinggir jalan, dulu papa mama juga nggak percaya anak-anak nya makan di pinggir jalan akhirnya kami mengajak orang tua kami makan di pinggir jalan, mereka ketagihan deh sampai sekarang"
syahila "aunty punya saudara? kata mas zaidan aunty anak tunggal"
angel "iya aunty memang anak tunggal, tapi aunty punya sahabat 3 dan itu sudah seperti saudara aunty dan kebetulan orang tua mereka juga rekan bisnis sekaligus sahabat papa nya aunty jadi ya kita sudah seperti keluarga".
syahila "oh gitu ya aunty"
zaidan "assalamualaikum asik banget ngobrol nya"
syahila "kok udah pulang katanya lama"
zaidan "kan emang lama sayang, ini aunty makanan nya"
angel "ayo la makan, oh ya umi mana?"
syahila "umi kan belum kembali dari masjid katanya terus sampai isya"
angel "oh iya lupa, ayo kita makan"
zaidan "itu khusus buat aunty, kata uncle aunty harus makan banyak biar malam nggak lapar soalnya uncle nggak ada disini gitu, kalau buat kita ada lagi aunty"
angel "oh yaudah bagiin gih bang, sebelum mereka pergi ke masjid"
zaidan "yaudah aku ke rumah abi dan paman dulu terus langsung ke masjid soalnya udah masuk waktu isya"
setelah kepergian zaidan mereka tidak langsung makan melainkan menunggu selesai sholat isya sekaligus menunggu umi Aisyah dan zaidan.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di kota K...
fadhil "kak abi mau ke butik aunty syasya kamu mau ikut tidak?"
athaar "enggak bi kakak masih ada PR"
fadhil "kalau gitu di rumah dulu ya sama opa oma, athaar minta apa?"
athaar "cilok kalau boleh"
fadhil "oke abi belikan, abi ke kamar dulu"
di kamar fadhil mengambil 3 koper besar yang kosong dan dia menyeretnya menuju lantai 1.
papa rey "mau kemana dil bawa koper banyak?"
fadhil "ini pa mau ke butik syasya"
mama evilia "ngapain?"
fadhil "katanya tadi gaun akad sama seragam nya udah selesai dan almira sudah milih gaun terus kata syasya aku suruh ambil sekalian bawa koper biar di packing sama anak buah nya"
papa rey "lah itu koper kosong?"
fadhil "iya lah pa kan masih mau di isi di butik syasya"
__ADS_1
mama evilia "mama titip punya mama ya dil, udah di bayar papa kemarin jangan mau kalau suruh bayar lagi"
fadhil "memang punya mama sudah jadi?"
mama evilia "udah kayaknya, baju nya couple ya jangan punya mama aja yang di bawa"
fadhil "iya ma nanti aku ambilkan, aku pergi dulu pa ma titip athaar dia belajar di ruang keluarga"
papa rey "ya berangkat lah, hati-hati"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di butik syasya....
revan "loh kesini kamu bro"
fadhil "iya nih ambil baju, baru balik kantor?"
revan "iya habis lembur sekalian jemput nyonya"
fadhil "oh gitu, tolong bawain koper gue satu dong van"
revan "boleh deh, berat nggak?"
fadhil "koper kosong ini mah, masih mau di isi sama syasya"
revan "oh gitu"
syasya "loh papa sudah sampai?"
revan "iya sayang baru aja, eh ketemu fadhil disini"
syasya ''yaudah ayo masuk pa, kak fadhil, koper nya taruh sini aja biar di urus anak-anak"
fadhil "gak apa-apa nih?"
syasya "enggak kok, ran Rani"
Rani "iya bu"
syasya "itu kopernya nyonya angel kamu isi pesanan nyonya"
rani "baik bu"
fadhil "oh ya sya tadi pesanan mama suruh bawa aku sekalian"
syasya "oh baju mama udah di ruangan aku, rencananya aku anterin tadi"
fadhil "gitu ya, lama nggak ini packing nya? kalau lama aku tinggal dulu"
syasya "mau kemana dulu? 2 jam lagi butik tutup"
fadhil "cuma beli martabak sama cilok pesanan athaar"
revan "yaudah beli gih sono, beliin gue juga ntar aku anterin kopernya ke rumah lagian searah"
fadhil "iyalah orang rumah deketan, beneran nih gak apa-apa kalian nganterin"
revan "gak apa-apa tenang aja"
fadhil "oke aku tinggal dulu"
fadhil pun meninggalkan butik syasya dan membeli martabak juga cilok pesanan athaar.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di rumah angel...
revan dan syasya datang lebih dulu membawa 3 koper dan 1 paper bag, mang ujang membantu revan mengangkat koper ke dalan rumah angel.
pintu rumah pun terbuka dan yang membuka adalah papa rey.
papa rey "loh kalian, masuk-masuk"
revan "iya pa ini kita, mama mana pa?"
papa rey "ada di ruang keluarga lt 1 sama athaar, kopernya taruh situ aja"
revan "oh iya pa, mang taruh sini aja kopernya"
mang ujang "iya den"
syasya sudah nyelonong ke ruang keluarga lebih dulu.
syasya "mamaaaaa"
mama evilia "loh sayang, duduk sini, kamu sendiri?"
syasya "enggak dong, sama mas revan tapi masih di depan sama papa"
mama evilia "anak-anak mana? tumben datang nya malam"
syasya "iya ma syasya habis dari butik langsung kesini nganterin kopernya kak fadhil, soalnya kak fadhil tadi masih mau beli martabak sama cilok gitu, oh iya ini baju mama papa"
mama evilia "makasih ya sayang"
revan "malam mah"
mama evilia "malam sayang sini duduk"
syasya "hai athaar belum selesai tugas nya?"
athaar "udah kok ma tapi athar ngerjain yang selanjutnya biar besok gampang"
syasya "oh gitu"
fadhil "assalamualaikum"
"waalaikumsalam" jawab mereka serempak
fadhil "ini cilok nya tar, ini ada martabak juga"
revan "wah enak nih"
fadhil "iya makan aja"
athaar "pa masa story mommy dia makan nasi bakar"
fadhil "iya tadi abang zai yang beliin"
athaar "mana orang caption nya terima kasih suami ku tersayang, udah di pesenin banyak gitu masa abang zai yang beliin"
fadhil "memang abang zai yang beli tapi tadi abang zai telpon abi ya abi suruh beliin mommy banyak biar nanti tengah malam enggak kelaperan"
athaar "kok athaar nggak di beli'in?"
fadhil "ini abi beli'in cilok, kakak mau makan di angkringan?"
athaar "iya tapi yang di makan mommy"
fadhil "yaudah besok abi belikan, sekarang makan dulu cilok nya"
papa rey "udah makan yang ada dulu athaar"
athar "iya abi, opa"
mereka pun berbincang sambil menikmati martabak dan cilok hingga pukul 10.00 malam.
revan "pa ma aku pulang dulu ya udah jam 10"
__ADS_1
mama evilia "iya nak"