
3 hari berlalu.....
2 hari yang lalu hana meninggalkan kota s tanpa mengetahui jika kakak nya masuk rumah sakit dan dia juga langsung diajak liburan oleh suaminya dan ponselnya disita oleh fikri dengan alasan agar bisa quality time berdua tanpa ponsel.
dan hari ini kondisi alif di rumah sakit kian melemah karena sudah tiga hari lebih tidak ada asupan makanan selain bantuan dari infus tubuhnya pun tampak sudah pucat.
"nak jika sakit ini membuat tubuhmu kesakitan insyaallah ama ikhlas melepaskan kamu nak, tetapi jika kamu masih sanggup menahan sakit nya ama mohon kamu sadar nak sudah tiga hari kamu hanya tidur" ucap ama hanum
"boy bangunlah apa kau lupa 3 hari yang lalu kau melamar anak gadis orang dan hari ini dia akan menjawab lamaranmu bukan, ayo boy bangunlah aba mommy menunggu kamu, apa kamu juga tidak ingin melihat keponakan kamu yang ada di kandungan hana? ayolah bangun bahkan kedua adikmu tidak ada yang tau kamu seperti ini boy apa kamu tega membuat aba dalam masalah karena adikmu akan marah besar sama aba kalau kakaknya sakit dia tidak di kasih tau, bangunlah nak"
di luar ruangan fadhil rayya dan angel sedang menunggu aba hasan dan ama hanum keluar dari ruang icu mengingat tidak boleh banyak orang yang menjenguk pasien.
"abi adek boleh masuk nggak?" ucap rayya
"boleh tapi tunggu sebentar sayang" sahut fadhil
"ayolah bi hari ini kalau gus alif tidak sadar dia bisa di nyatakan koma bukan"
"iya-iya kita tanya dokter dulu oke"
"biar mommy yang tanya bi" ucap angel
"baiklah sayang"
tak lama angel kembali bersama suster dan dokter.
"kita boleh masuk bi, ayo rayya juga" ucap angel
"iya mom"
di ruangan alif
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
"gimana mas sudah ada respon dari alif?"
"belum dia belum merespon sama sekali"
"biar aku mencoba bicara dengannya" ucap fadhil
"iya silahkan" sahut aba hasan
"lif bangunlah katanya mau melamar anak saya kok nggak bangun-bangun kalau kamu nggak bangun nanti rayya langsung saya kirim ke london saja deh" ucap fadhil
"iya lif kalau kamu nggak kunjung bangun angel akan saya jodohkan saja dengan adikmu yang masih di kairo itu biar kamu tau rasa" ucap angel mengancam
"gus alif, gus alif tau tidak sudah 3 hari gus alif tidur bangunlah hari ini rayya akan menjawab lamaran gus alif dan rayya menerima nya tapi karena gus alif tidak bangun-bangun lebih baik rayya menolak dan rayya akan langsung pergi ke london saja cari suami bule disana jadi bangunlah sebelum aku benar-benar pergi itupun jika kamu benar mencintai aku dan mau menjadi imamku" bisik rayya di telinga alif
"jangan pergi" ucap alif lirih
"alhamdulillah" ucap mereka semua
__ADS_1
"alhamdulillah nak kamu bangun" ucap ama hanum
"ama jangan menangis alif baik-baik saja"
"permisi pak bu silahkan keluar dulu biar kami memeriksa kondisi pasien" ucap dokter
"baik dok silahkan" ucap aba hasan
"kami keluar dulu ya nak" ucap ama hanum
"iya ama"
tak lama dokter juga keluar dari ruangan alif.
"bagaimana kondisi anak saya dok?" tanya aba hasan
"alhamdulillah pak bu kondisi pasien sudah stabil dan tidak ada masalah dengan daya ingatnya keluhan nya hanya pusing tapi itu wajar karena yang sakit adalah bagian kepala, sebentar lagi akan kami pindahkan ke ruang perawatan untuk pemulihan kondisi pasien jika kondisi nya terus membaik mungkin 3 hari lagi bisa pulang"
"baik dok silahkan"
"tolong di urus biaya administrasi nya ya pak dan pilih kamar rawat untuk pasien terlebih dahulu agar pasien bisa segera di pindahkan"
"baik kami akan segera mengurusnya" ucap aba hasan
"maaf pasien memanggil ayahnya" ucap suster di depan pintu ruangan alif
"baik sus saya masuk sekarang"
di ruangan alif
"alif hanya pusing ba, oh ya ba untuk biaya rumah sakit aba bisa pakai kartu alif yang di dompet pin nya tanggal bulan dan tahun lahir alif"
"pakailah untuk pernikahan kamu kelak, abi masih bisa membiayai biaya rumah sakit kamu, kamu tidak perlu memikirkan nya yang penting kamu segera sembuh dan ketika adikmu pulang liburan kamu sudah sehat agar dia tidak merasa bersalah karena membuatmu sakit"
"iya aba maaf alif sudah merepotkan kalian"
"tidak ada yang merepotkan nak, aba keluar dulu ya mau urus kamar kamu setelah ini"
"aku mau pulang saja aba"
"belum bisa nak, ikutlah apa kata dokter"
"baiklah"
"aba keluar dulu"
"iya"
"ada apa aba?" ucap ama hanum yang melihat suaminya keluar dari ruangan alif
"tidak apa-apa ama alif hanya minta pulang, aba ke bagian administrasi dulu ya ama"
"iya aba"
__ADS_1
"dhil mas tinggal dulu"
"iya mas silahkan"
di salah satu ruang rawat vvip yang kini di tempati alif itu kini mereka semua sedang berbincang dengan alif.
"bagaimana cerita nya kamu jatuh lif?" tanya fadhil
"kemarin ada ular nya di pohon karena kaget akhirnya terpeleset dan jatuh" ucap alif
"ada ular?"
"iya ada ularnya warna hijau gitu dan lumayan besar"
"sudah tidak apa-apa yang penting kamu sudah siuman ular kan memang di juga tinggal di habitat nya" ucap aba hasan
"iya ba, oh ya hana liburan kemana?"
"aba juga tidak tau mungkin dia besok tiba lagi di kota ini untuk menghadiri pernikahan athar sekaligus menyusul kita"
"jangan sampai hana tau aku sakit ba kalau boleh hari ini juga aku mau pulang rawat jalan juga tidak apa-apa"
"masih belum boleh sama dokter, besok kalau hana tanya bisa jawab kamu ke luar kota"
"jangan lagi bohongi hana ba aku tidak mau hana tau dari orang lain"
"baiklah besok biar fikri bawa hana kesini"
"iya, oh ya rayya bagaimana lamaran saya tempo hari? hari ini sudah hari ke 3 bukan?" ucap alif
"eh apa" ucap rayya gugup
"jawablah nak alif sudah menunggu jawaban kamu selama batas waktu yang kamu tentukan"
"bagaimana baiknya menurut mommy sama abi saja, jika kalian merestui insyaallah rayya menerima nya"
"mommy merestui nak"
"abi juga sayang"
"baiklah kalau begitu rayya menerima nya dengan syarat tetap bisa melanjutkan pendidikan di london paling tidak sampai rayya lulus s1"
"ya saya menerima persyaratan dari kamu" ucap alif
"alhamdulillah" ucap mereka semua
"karena alif melamar anak saya untuk itu mulai pekan depan saya akan membawa rayya pulang ke kota K karena tidak baik jika mereka sering bertemu"
"kok gitu pak kyai?" ucap alif
"tuhkan mas apa aku bilang anakmu langsung protes" sahut fadhil
"sebaiknya segera halalkan rayya biar kamu bisa bersama nya setiap hari"
__ADS_1
"aku akan melamarnya secara resmi dulu ba"
"baiklah kami tunggu kedatangan kamu di rumah kami yang di kota k" ucap fadhil