Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
eps 160


__ADS_3

hari demi hari berlalu kini tiba saatnya angel, fadhil juga revan dan syasya kembali ke tanah air.


kemarin papa rey dan dokter Amalia juga dokter sandy telah tiba di amerika, mereka sengaja menjemput angel karena hpl hanya tinggal 3 minggu lagi.


dokter Amalia "sudah siap kembali ke tanah air nona?"


angel "sudah dong dok, aku rindu makan sate hehehe"


dokter Amalia "boleh tapi sehabis penerbangan kita langsung ke rumah sakit untuk usg dan setelah itu kamu harus istirahat baru deh jalan-jalan"


angel "iya dok siap"


papa rey "lalu bagaimana kondisi syasya apa memungkinkan untuk kembali ke Indonesia?"


dokter Amalia "nona syasya kondisinya baik kok tuan jadi boleh melakukan penerbangan"


papa rey "kalau gitu ayo berangkat ke bandara, kita ke apartemen sebelah dulu"


sesampainya di bandara papa rey dan yang lain segera menuju jalur khusus dan langsung ke ruang tunggu, setelah pesawat siap mereka segera meninggalkan ruang tunggu.


angel "loh ini bukan pesawat papa deh kayak nya"


papa rey "memang bukan sayang tapi kita naik pesawat ini"


angel "ini punya siapa pa? kenapa bukan pakai pesawat yang biasanya"


papa rey "punya kolega papa, papa sengaja pinjam karena kamar tidurnya di pesawat ini ada 4 setidaknya kamu sama syasya dan dokter bisa istirahat kalau pakai pesawat ini, kalau pesawat kita kan hanya ada 2 kamar"


angel "tapi kursinya nyaman punya kita pa"


papa rey "kursi kamu kan memang di desain untuk ibu hamil kursi ini kan tidak sayang"


syasya "lebih mewah dari pesawat papa sih ini tapi tetap nyaman pakai pesawat sendiri"


fadhil "sudah-sudah jangan permasalahkan pesawat lebih baik kita berdoa agar selamat sampai Indonesia"


tak lama pesawat jet mereka meninggalkan bandara di newyork amerika untuk ke Indonesia.


setelah pesawat mengudara kurang lebih 2 jam angel merasa pinggang nya mulai sakit.


fadhil "sayang kamu kenapa?"


angel "pinggangku sakit mas"


fadhil "yaudah ke kamar yuk biar mas usap-usap pinggang nya dan kamu bisa tidur"


angel "baiklah"


sesampainya di kamar fadhil mengelus-elus punggung angel, sampai akhirnya angel tidur pulas di dekapan nya.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


setelah perjalanan beberapa jam akhirnya mereka sampai di kota k, setelah pesawat mendarat sempurna di landasan mereka segera turun dari pesawat.


di depan tangga pesawat papa demian dan mama cantika telah membawa dua kursi roda.


syasya "kursi roda buat apa ma pa?"


papa demian "ya buat anak-anak papa yang sedang hamil ini"


syasya "syasya masih kuat jalan kok pa"

__ADS_1


mama cantika "gak bisa kalian harus nurut oke"


fadhil "ayo sayang naik kursi roda ya"


angel "aku masih bisa jalan mas"


fadhil "tapi kamu capek kan?"


angel "iya sih"


dokter Amalia "ayo para ibu hamil segera naik ke kursi roda dan kita ke rumah sakit"


angel "iya dokter"


sesampainya di depan bandara sudah ada mang ujang yang menyambut mereka.


papa rey "mang mobil dimana?"


mang ujang "itu tuan"


angel "wow mini bus? sepertinya baru, itu milik siapa pa?"


papa rey "alhamdulillah punya kita"


papa demian "papa mu sengaja beli biar kalau cucunya banyak gak pisah mobil"


angel "bilang aja kalau para orang tua jalan-jalan gak misah mobil biar bisa ghibah sama-sama"


mama cantika "itu salah satunya ngel kan kita-kita juga yang pakai kalau jalan-jalan, sayang aja papa mu belum mau cari istri lagi"


angel "papa nikah lagi gak apa-apa kok kalau mau tapi cari mama nya jangan yang muda"


papa rey "enggak lah dem, lagian dulu nikah juga karena angel masih kecil kalau sekarang kan gak ada yang butuh ibu lagi toh angel udah punya umi"


angel "ada viona pa"


papa rey "viona bukan adik kamu dan dia di ambil papa nya"


angel "what? maksud papa gimana?"


papa rey "nanti kalau di rumah papa jelaskan sekarang ke rumah sakit dulu"


angel "ya allah cobaan apa lagi yang menimpa keluargaku" ucapnya dalam hati


selama di perjalanan ke rumah sakit suasana menjadi hening, bahkan tidak ada yang bersuara.


sesampainya di rumah sakit mereka langsung ke ruangan dokter Amalia.


papa rey "dokter babynya boy or girl?"


dokter Amalia "nona muda dan tuan muda tidak ingin mengetahui nya tuan jadi saya tidak melihatnya"


papa rey "kenapa gak lihat jenis kelamin nya? biar kita mudah menghias kamar nya dan beli perlengkapan nya"


angel "angel pengen nya biar surprise pa"


papa rey "ya baiklah kalau itu keputusan kalian"


papa demian "cucu saya baik-baik saja kan dok?"


dokter amalia "ibu dan baby sehat tuan demian tapi harus banyak istirahat"

__ADS_1


papa demian "apa jenis kelaminnya sudah bisa di lihat?"


dokter Amalia "nanti tuan ketika usia kandungan 6 bulan keatas"


papa demian "ah baiklah dokter"


mama cantika "dok kalau untuk makanannya apa saja yang gak boleh dimakan?"


dokter Amalia "semua boleh nyonya asal bergizi dan nona tidak alergi makanan tersebut"


syasya "makan sate boleh kan dok?"


dokter amalia "boleh, tapi kalau sate kambing jangan terlalu banyak, makan sewajarnya saja"


syasya "baiklah dokter"


papa demian "kalau kulineran awas aja kalau papa ditinggal"


syasya "diajak dong, kan yang bayarin papa"


angel "kalau gratisan ikut dong"


papa demian "malak nya kumat"


dokter amalia "oh ya ini ada vitamin untuk nona-nona, silahkan di tebus di apotek"


papa rey "baiklah kalau gitu kita balik duluan dok"


setelah angel dan syasya melakukan usg dan anak mereka baik-baik saja, sehingga hanya di beri vitamin oleh dokter Amalia, fadhil dan revan mengantri vitamin di apotik setelah itu mereka segera meninggalkan rumah sakit tempat dokter amalia praktik.


sesampainya di rumah utama kediaman Thompson mereka semua langsung turun dari mobil.


papa rey "ayo dem masuk dulu"


papa demian "pulang aja aku rey"


papa rey "bantu gue jelasin ke angel please" bisiknya


papa. demian "baiklah"


mama cantika "pa langsung pulang kan?"


papa demian "disini dulu sebentar ya ma"


mama cantika "hmm baiklah pa"


papa rey "revan syasya kalian kalau mau istirahat di kamar biasanya aja ya"


syasya "enggak syasya pengen tau tentang viona"


papa rey "yaudah ayo masuk dan langsung ke ruang keluarga"


bi inah "selamat datang semua"


angel "terima kasih bibi, bibi apa kabar?"


bi inah "alhamdulillah baik non"


papa rey "bi bawakan minuman dan makanan ringan ke ruang keluarga"


bi inah "baik tuan"

__ADS_1


__ADS_2